<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tedy Dengan 1 &#8220;D&#8221; dan 1&#8243;Y&#8221;</title>
	<atom:link href="http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/</link>
	<description>Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini</description>
	<lastBuildDate>Fri,  3 Feb 2012 15:04:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
	<item>
		<title>By: desi</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-3084</link>
		<dc:creator>desi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:43:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-3084</guid>
		<description>To. Bp Jakop ,kalo penulisan Nama Jakob atau Yakob , Yakub itu mau sudah EYD maupun sebelum tidak masalah yang pasti sudah memposisikan huruf Konsonan sebagai mana mestinya, betul kata Saijo jangan memposisikan konsonan jadi VOKAL ( contoh Tedy), karna seperti itu hanya terjadi dalam bahasa Inggris,kalau bahasa Indonesia kan sekarang sudah jelas vokal ya vokal konsonan ya konsonan. huruf dobel juga tidak ada dalam bahasa Indonesia. contoh Deddy (ing) Dedi (Ind). tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To. Bp Jakop ,kalo penulisan Nama Jakob atau Yakob , Yakub itu mau sudah EYD maupun sebelum tidak masalah yang pasti sudah memposisikan huruf Konsonan sebagai mana mestinya, betul kata Saijo jangan memposisikan konsonan jadi VOKAL ( contoh Tedy), karna seperti itu hanya terjadi dalam bahasa Inggris,kalau bahasa Indonesia kan sekarang sudah jelas vokal ya vokal konsonan ya konsonan. huruf dobel juga tidak ada dalam bahasa Indonesia. contoh Deddy (ing) Dedi (Ind). tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2866</link>
		<dc:creator>tedy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 12:51:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2866</guid>
		<description>@ Jacob : tidak ada relevansinya antara tahun kelahiran dengan EYD. Nama ada hak private/prerogatif si pemberi dan si pemilik nama. Terserah sepenuhnya pada si pemberi nama untuk memutuskan bagaimana ejaan dan cara penulisan yang dikehendaki. Adalah sesuatu yang aneh (dan menurut saya pribadi menjadi keliru) kalau sampai orang mengatasnamakan EYD dan mengubah penulisan nama Anda Pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Jacob : tidak ada relevansinya antara tahun kelahiran dengan EYD. Nama ada hak private/prerogatif si pemberi dan si pemilik nama. Terserah sepenuhnya pada si pemberi nama untuk memutuskan bagaimana ejaan dan cara penulisan yang dikehendaki. Adalah sesuatu yang aneh (dan menurut saya pribadi menjadi keliru) kalau sampai orang mengatasnamakan EYD dan mengubah penulisan nama Anda Pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jacob</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2865</link>
		<dc:creator>jacob</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 12:19:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2865</guid>
		<description>Saya sengaja mencari topik penulisan nama orang ini karena ingin mencari tahu sebenarnya ejaan penulisan nama orang karena hal ini pun terjadi dengan saya. Rekan kerja saya sempat mempermasalahkan penulisan nama saya yang seharusnya menurut akte kelahiran jacob dan biasanya juga saya tulis jacob, tetapi oleh rekan saya ditulis dengan yakub atau yacob dengan alasan bahwa EYD yang benar memang Y dan bukan J. Jadi jelas saya penasaran, karena rekan saya tersebut tetap menerapkan pendapatnya berdasarkan EYD bahkan di buku teleponnya juga sama ditulis yakub. Namun setelah saya membaca pengulasan tentang penulisan nama saya pun lebih paham dan sebenarnya penulisan jacob yang benar karena itu sesuai akte kelahiran dan saya dilahirkan pada tahun 1967 sebelum EYD 1972. Mohon tanggapan atau bantuan dari para pihak yang memahami hal ini. Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sengaja mencari topik penulisan nama orang ini karena ingin mencari tahu sebenarnya ejaan penulisan nama orang karena hal ini pun terjadi dengan saya. Rekan kerja saya sempat mempermasalahkan penulisan nama saya yang seharusnya menurut akte kelahiran jacob dan biasanya juga saya tulis jacob, tetapi oleh rekan saya ditulis dengan yakub atau yacob dengan alasan bahwa EYD yang benar memang Y dan bukan J. Jadi jelas saya penasaran, karena rekan saya tersebut tetap menerapkan pendapatnya berdasarkan EYD bahkan di buku teleponnya juga sama ditulis yakub. Namun setelah saya membaca pengulasan tentang penulisan nama saya pun lebih paham dan sebenarnya penulisan jacob yang benar karena itu sesuai akte kelahiran dan saya dilahirkan pada tahun 1967 sebelum EYD 1972. Mohon tanggapan atau bantuan dari para pihak yang memahami hal ini. Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2832</link>
		<dc:creator>tedy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 17:35:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2832</guid>
		<description>@ SAIJO :

Kalau nama saya sekarang di akte lahir sudah tercantum &quot;Tedy&quot;, di KTP, di paspor juga demikian...apa harus saya mengubah jadi &quot;Tedi&quot;. Dasar penulisan nama dalam EYD tidak mengatur bagaimana orang memberi nama. Sah sah saja kalau orang tua memberi nama anaknya tidak sesuai EYD. Hanya penulisan nama saja, bukan aturan memberi nama. Bayangkan kalau nama marga keluarga masih menggunakan ejaan yang tidak sesuai EYD, masa anaknya yang lahir di era EYD harus memiliki nama yang lain karena menyesuaikan dengan EYD. Boleh percaya atau tidak, kalau perlu mari kita sama-sama pergi ke Pusat Bahasa. Anda tinggal di mana? Kalau di Jakarta mari kita atur waktu pergi bersama ke Pusat Bahasa.

Soal SBY, Anda salah ambil analogi. Jelas kita akan mengucapkan SBY sebagai &quot;esbeye&quot; karena memang namanya Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono &#039;kan memang pakai huruf Y. Jadi singkatannya pasti juga disebut &quot;esbeye&quot;. &quot;ye&quot; mewakili Y dalam kata Yudhoyono. Sekali lagi saya ingatkan, inti postingan saya adalah bagaimana orang kurang menghargai nama orang lain. Nama saya sesuai akte lahir memang Tedy Tirtawidjaja, entah siapa yang salah...petugas catatan sipil kah atau siapa. 

Saya tunggu tanggapannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ SAIJO :</p>
<p>Kalau nama saya sekarang di akte lahir sudah tercantum &#8220;Tedy&#8221;, di KTP, di paspor juga demikian&#8230;apa harus saya mengubah jadi &#8220;Tedi&#8221;. Dasar penulisan nama dalam EYD tidak mengatur bagaimana orang memberi nama. Sah sah saja kalau orang tua memberi nama anaknya tidak sesuai EYD. Hanya penulisan nama saja, bukan aturan memberi nama. Bayangkan kalau nama marga keluarga masih menggunakan ejaan yang tidak sesuai EYD, masa anaknya yang lahir di era EYD harus memiliki nama yang lain karena menyesuaikan dengan EYD. Boleh percaya atau tidak, kalau perlu mari kita sama-sama pergi ke Pusat Bahasa. Anda tinggal di mana? Kalau di Jakarta mari kita atur waktu pergi bersama ke Pusat Bahasa.</p>
<p>Soal SBY, Anda salah ambil analogi. Jelas kita akan mengucapkan SBY sebagai &#8220;esbeye&#8221; karena memang namanya Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono &#8216;kan memang pakai huruf Y. Jadi singkatannya pasti juga disebut &#8220;esbeye&#8221;. &#8220;ye&#8221; mewakili Y dalam kata Yudhoyono. Sekali lagi saya ingatkan, inti postingan saya adalah bagaimana orang kurang menghargai nama orang lain. Nama saya sesuai akte lahir memang Tedy Tirtawidjaja, entah siapa yang salah&#8230;petugas catatan sipil kah atau siapa. </p>
<p>Saya tunggu tanggapannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SAIJO</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2831</link>
		<dc:creator>SAIJO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 16:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2831</guid>
		<description>Sebelumya saya hormati nama Anda Tedy itu hak sepenuhnya anda. Saya hanya mengkaji dari sisi edukatifnya secara ilmiah.
                          Ejaan yang Disempurnakan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.
Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:

1. ‘tj’    menjadi ‘c’ 	: tjutji → cuci
2. ‘dj’   menjadi ‘j’ 	: djarak → jarak
3.  ‘j’    menjadi ‘y’ 	: sajang → sayang
4. ‘nj’   menjadi ‘ny’ 	: njamuk → nyamuk
5. ’sj’   menjadi ’sy’ 	: sjarat → syarat
7. ‘ch’  menjadi ‘kh’ 	: achir → akhir
Saijo :  dari keterangan diatas sudah sangat jelas lihat No.3  dulunya  . ‘j’  menjadi ‘y’
Jadi  huruf  (Y) = Ye  itu konsonan bukan vokal  “ I ”   
Kalau nama anda  (Tedy) bacanya = Tedye yang bener tulisanya itu  “Tedi”(bahasa Ind)
Kalau toh anda mengacu pada bhs Inggris itu pun salah yang bener = Teddy  no Tedy 
Kalau anda mengacu dan  berlindung itu hak saya, Ya sudah titik.
Saya analogikan  SBY = esbeye   apakah anda pernah dengar orang  bilang -esbei ?
Kalo anda balikin lagi ke saya  apakah saijo pernah denger  orang panggil Tedye?
Saya jawab tidak pernah,  tapi saya dengar bunyinya  Tedi.

Masing masing bahasa punya karakternya sediri2 jadi tidak bisa dicampur2.
Bhs inggris dan bahasa indonesia punya huruf yang sama tapi bunyinya berbeda.
Bhs Mandarin satu suku kata bisa lima bunyi lima arti.
Bhs Korea  tiap bunyi punya lambang huruf sendiri walau bedanya tipis, tapi kalau lafalya salah bisa berakibat fatal.

Kalau tadi yang anda tanyakan referensi secara spesifik untuk nama orang dan benda lainya (anda bisa bayangkan)peraturannya terlanlu panjang dan rumit, kan kepres no.57 tahun 1972 mengatur sistem penulisan untuk ejaan latin untuk bahasa Indonesia secara jelas termasuk nama orang, hewan, dan segala sesuatu yang yang ada di Indonesia. jadi  sudah inkud.

Kalau tadi anda berlindung dengan kata : “Apa yang tertulis di akta lahir kan sudah pasti hukumnya”   itu betul  100% saya dukung.
Tapi menurut saya hukum yang mengesahkan tulisan yang salah, kaprah terus menjadi sesuatu yang biasa.
Kemungkinanya:
1.Pegawai  catatan sipil yang tidak memahami EYD ? tidak peduli? (sdm nya) 
2.Orang tua kita yang kurang paham ? 
3.Orang tua kita yang paham tapi mungkin dianggap kurang keren? Misalnya :
Roni  kurang  keren menjadi  Ronny
Dedi kurang  keren menjadi   Deddy
Kalau dobel konsonan menjadi satu referensinya ada dibawah.
Kalau Y bunyi i (u/asing ) Indonesia menjadi( i) bukan (y) referensinya ada dibawah.

Seluruh bahasa yang ada didunia pasti ada serapan dari bahasa lain, makanya ada
Bahasa Serapan
Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Arab, dan Sanskerta. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap, serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. 

“Dibawah ini  referesi yang saya kutip hanya yang behubungan dengan topik kita
Penyesuaian ejaan
a. Tanpa perubahan
y, jika lafalnya y. Contoh: yen → yen.

b. Dengan perubahan

aa (Belanda) → a. Contoh: octaaf → oktaf.
ae → e, jika bervariasi dengan e. Contoh: haemoglobin → hemoglobin.
c → k, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: crystal → kristal.
c → s, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: cylinder → silinder.
cc → k, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi.
cc → ks, jika di muka e dan i. Contoh: accent → aksen.
ch dan cch → k, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: saccharin → sakarin.
ch → s, jika lafalnya s atau sy. Contoh: machine → mesin.
ch → c, jika lafalnya c. Contoh: check → cek.
ç[1] (Sansekerta) → s. Contoh: çāstra → sastra.
ee (Belanda) → e. Contoh: systeem → sistem.
gh → g. Contoh: sorghum → sorgum.
gue → ge
ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: politiek → politik.
oe (oi Yunani) → e
oo (Belanda) → o. Contoh: komfoor → kompor.
oo (Inggris) → u. Contoh: cartoon → kartun.
oo (vokal ganda) tetap. Contoh: zoology → zoologi.
ph → f. Contoh: phase → fase.
q → k
rh → r. Contoh: rhetoric → retorika.
sc → sk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: scriptie → skripsi.
sc → s, jika di muka e, i, dan y. Contoh: scenography → senografi.
sch → sk, jika di muka vokal. Contoh: schema → skema.
t → s, jika di muka i. Contoh: ratio → rasio.
th → t. Contoh: methode → metode.
uu → u. Contoh: vacuum → vakum.
v (Sanskerta) → w atau v
x → ks, jika tidak di awal kata. Contoh: exception → eksepsi.
xc → ksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: excavation → ekskavasi.
y → i, jika lafalnya i. Contoh: dynamo → dinamo.
konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: effect → efek, mass → massa. 

Penyesuaian akhiran
Tanpa perubahan
-anda, -andum, -endum
-ar
-ase, -ose
-ein
-ein. Contoh: protein → protein.
-et
-or. Contoh: dictator → diktator.
-ot 
Dengan perubahan
-(a)tion, -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: action, actie → aksi.
-aat (Belanda) → -at. Contoh: plaat → pelat.
-able, -ble → -bel
-ac → -ak
-acy, -cy → -asi, -si
-age → -ase. Contoh: percentage → persentase.
-air → -er
-al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: formeel → formal.
-ance, -ence → -ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)
-ancy, -ency → -ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)
-ant → -an. Contoh: accountant → akuntan.
-archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: anarchy, anarchie → anarki.
-ary, -air (Belanda) → -er. Contoh: primary, primair → primer.
-asm → -asme
-ate → -at
-eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.
-end → -en
-ete, -ette → -et
-eur (Belanda), -or → -ur, -ir. Contoh: director, directeur → direktur.
-eus (Belanda) → -us
-ic, -ique → -ik
-icle → -ikel
-ics, -ica → -ik, -ika. Contoh: logic, logica → logika.
-id, -ide → -ida
-ief, -ive → -if. Contoh: descriptive, descriptief → deskriptif.
-iel, -ile, -le → -il. Contoh: percentile → persentil.
-ific → -ifik
-isch, -ic → -ik. Contoh: elektronic → elektronik
-isch, -ical → -is. Contoh: optimistisch, optimistical → optimistis
-ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modernism, modernisme → modernisme.
-ist → -is. Contoh: egoist → egois.
-ite → -it
-ity → -itas
-logue → -log. Contoh: dialogue → dialog.
-logy, -logie → -logi. Contoh: analogy, analogie → analogi.
-loog (Belanda) → -log. Contoh: epiloog → epilog.
-oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: hominoid, hominoide → hominoid.
-oir(e) → -oar. Contoh: trottoir → trotoar.
-ous ditanggalkan
-sion, -tion → -si
-sy → -si
-ter, -tre → -ter
-ty, -teit → -tas [2]. Contoh: university, universiteit → universitas.
-ure, -uur → -ur. Contoh: premature, prematuur → prematur. 

Penyesuaian awalan
Tanpa perubahan
a-, ab-, abs- (”dari”, “menyimpang dari”, “menjauhkan dari”)
a-, an- (”tidak”, “bukan”, “tanpa”)[3]
am-, amb- (”sekeliling”, “keduanya”)
ana-, an- (”ke atas”, “ke belakang”, “terbalik”)
ante- (”sebelum”, “depan”) [4]
anti-, ant- (”bertentangan dengan”)
apo- (”lepas”, “terpisah”, “berhubungan dengan”)
aut-, auto- (”sendiri”, “bertindak sendiri”)[5]
bi- (”pada kedua sisi”, “dua”)[6]
de- (”memindahkan”, “mengurangi”)
di- (”dua kali”, “mengandung dua …”)
dia- (”melalui”, “melintas”)
dis- (”ketiadaan”, “tidak”)
em-, en- (”dalam”, “di dalam”)
endo- (”di dalam”)
epi- (”di atas”, “sesudah”)
hemi- (”separuh”, “setengah”)
hemo- (”darah”)
hepta- (”tujuh”, “mengandung tujuh”) [7]
hetero- (”lain”, “berada”)
im-, in- (”tidak”, “di dalam”, “ke dalam”)
infra- (”bawah”, “di bawah”, “di dalam”)
inter- (”antara”, “saling”)[8]
intro- (”dalam”, “ke dalam”)
iso- (”sama”)
meta- (”sesudah”, “berubah”, “perubahan”)
mono- (”tunggal”, “mengandung satu”)[9]
pan-, pant-, panto (”semua”, “keseluruhan”)
para- (”di samping”, “erat berhubungan dengan”, “hampir”)
penta- (”lima”, “mengandung lima”)[10]
peri- (”sekeliling”, “dekat”, “melingkupi”)
pre-(”sebelum”, “sebelumnya”, “di muka”)[11]
pro- (”sebelum”, “di depan”)
proto- (”pertama”, “mula-mula”)
pseudo-, pseud- (”palsu”)
re- (”lagi”, “kembali”)[12]
retro- (”ke belakang”, “terletak di belakang”)
semi- (”separuhnya”, “sedikit banyak”)
sub-[13](”bawah”, “di bawah”, “agak”, “hampir”)
super-, sur- (”lebih dari”, “berada di atas”)
supra- (”unggul”, “melebihi”)
tele- (”jauh”, “melewati”, “jarak”)
trans- (”ke/di seberang”, “lewat”, “mengalihkan”)
tri- (”tiga”)
ultra- (”melebihi”, “super”)
uni- (”satu”, “tunggal”)
[sunting] Dengan perubahan
ad-, ac- → ad-, ak- (”ke”, “berdekatan dengan”, “melekat pada”)
cata- → kata- (”bawah”, “sesuai dengan”)
co-, com-, con- → ko-, kom-, kon- (”dengan”, “bersama-sama”, “berhubungan dengan”)
contra- → kontra- (”menentang”, “berlawanan”)
ec-, eco- → ek-, eko- (”lingkungan hidup”)
ex- → eks- (”sebelah luar”, “mengeluarkan”)
exo-, ex- → ekso-, eks- (”di luar”)
extra- → ekstra- (”di luar”)
hexa- → heksa- (”enam”, “mengandung enam”)
hyper- → hiper- (”di atas”, “lewat”, “super”)
hypo- → hipo- (”bawah”, “di bawah”)
poly- → poli- (”banyak”, “berkelebihan”)
quasi- → kuasi- (”seolah-olah”, “kira-kira”)
syn- → sin- (”dengan”, “bersama-sama”, “pada waktu”) 

Penyerapan dengan penerjemahan
a- → tak-. Contoh: asymetric → tak simetri
ante- → purba-. Contoh: antedate → purbatanggal
anti- → prati-. Contoh: antibiotics → pratirasa
auto- → swa-. Contoh: autobiography → swariwayat
de- → awa-. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan
bi- → dwi-, bi-. Contoh: bilingual → dwibahasa
inter- → antar-, inter-. Contoh: international → antarbangsa
mal- → mal-, mala-. Contoh: malnutrition → malagizi, malnutrisi
post- → pasca-. Contoh: postgraduate → pascasarjana
→ purna-. Contoh: purnawirawan
pre- → pra-. Contoh: prehistory → prasejarah
re- → -ulang. Contoh: recalculate → hitung ulang
-ble → laik-. Contoh: edible → laik-santap
-like → lir-, bak-. Contoh: jelly-like → liragar
-less → nir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: seedless → nirbiji; colourless → awawarna, tanwarna 
sumber: http://basindo.edublog.org</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumya saya hormati nama Anda Tedy itu hak sepenuhnya anda. Saya hanya mengkaji dari sisi edukatifnya secara ilmiah.<br />
                          Ejaan yang Disempurnakan<br />
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.<br />
Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:</p>
<p>1. ‘tj’    menjadi ‘c’ 	: tjutji → cuci<br />
2. ‘dj’   menjadi ‘j’ 	: djarak → jarak<br />
3.  ‘j’    menjadi ‘y’ 	: sajang → sayang<br />
4. ‘nj’   menjadi ‘ny’ 	: njamuk → nyamuk<br />
5. ’sj’   menjadi ’sy’ 	: sjarat → syarat<br />
7. ‘ch’  menjadi ‘kh’ 	: achir → akhir<br />
Saijo :  dari keterangan diatas sudah sangat jelas lihat No.3  dulunya  . ‘j’  menjadi ‘y’<br />
Jadi  huruf  (Y) = Ye  itu konsonan bukan vokal  “ I ”<br />
Kalau nama anda  (Tedy) bacanya = Tedye yang bener tulisanya itu  “Tedi”(bahasa Ind)<br />
Kalau toh anda mengacu pada bhs Inggris itu pun salah yang bener = Teddy  no Tedy<br />
Kalau anda mengacu dan  berlindung itu hak saya, Ya sudah titik.<br />
Saya analogikan  SBY = esbeye   apakah anda pernah dengar orang  bilang -esbei ?<br />
Kalo anda balikin lagi ke saya  apakah saijo pernah denger  orang panggil Tedye?<br />
Saya jawab tidak pernah,  tapi saya dengar bunyinya  Tedi.</p>
<p>Masing masing bahasa punya karakternya sediri2 jadi tidak bisa dicampur2.<br />
Bhs inggris dan bahasa indonesia punya huruf yang sama tapi bunyinya berbeda.<br />
Bhs Mandarin satu suku kata bisa lima bunyi lima arti.<br />
Bhs Korea  tiap bunyi punya lambang huruf sendiri walau bedanya tipis, tapi kalau lafalya salah bisa berakibat fatal.</p>
<p>Kalau tadi yang anda tanyakan referensi secara spesifik untuk nama orang dan benda lainya (anda bisa bayangkan)peraturannya terlanlu panjang dan rumit, kan kepres no.57 tahun 1972 mengatur sistem penulisan untuk ejaan latin untuk bahasa Indonesia secara jelas termasuk nama orang, hewan, dan segala sesuatu yang yang ada di Indonesia. jadi  sudah inkud.</p>
<p>Kalau tadi anda berlindung dengan kata : “Apa yang tertulis di akta lahir kan sudah pasti hukumnya”   itu betul  100% saya dukung.<br />
Tapi menurut saya hukum yang mengesahkan tulisan yang salah, kaprah terus menjadi sesuatu yang biasa.<br />
Kemungkinanya:<br />
1.Pegawai  catatan sipil yang tidak memahami EYD ? tidak peduli? (sdm nya)<br />
2.Orang tua kita yang kurang paham ?<br />
3.Orang tua kita yang paham tapi mungkin dianggap kurang keren? Misalnya :<br />
Roni  kurang  keren menjadi  Ronny<br />
Dedi kurang  keren menjadi   Deddy<br />
Kalau dobel konsonan menjadi satu referensinya ada dibawah.<br />
Kalau Y bunyi i (u/asing ) Indonesia menjadi( i) bukan (y) referensinya ada dibawah.</p>
<p>Seluruh bahasa yang ada didunia pasti ada serapan dari bahasa lain, makanya ada<br />
Bahasa Serapan<br />
Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Arab, dan Sanskerta. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap, serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. </p>
<p>“Dibawah ini  referesi yang saya kutip hanya yang behubungan dengan topik kita<br />
Penyesuaian ejaan<br />
a. Tanpa perubahan<br />
y, jika lafalnya y. Contoh: yen → yen.</p>
<p>b. Dengan perubahan</p>
<p>aa (Belanda) → a. Contoh: octaaf → oktaf.<br />
ae → e, jika bervariasi dengan e. Contoh: haemoglobin → hemoglobin.<br />
c → k, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: crystal → kristal.<br />
c → s, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: cylinder → silinder.<br />
cc → k, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi.<br />
cc → ks, jika di muka e dan i. Contoh: accent → aksen.<br />
ch dan cch → k, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: saccharin → sakarin.<br />
ch → s, jika lafalnya s atau sy. Contoh: machine → mesin.<br />
ch → c, jika lafalnya c. Contoh: check → cek.<br />
ç[1] (Sansekerta) → s. Contoh: çāstra → sastra.<br />
ee (Belanda) → e. Contoh: systeem → sistem.<br />
gh → g. Contoh: sorghum → sorgum.<br />
gue → ge<br />
ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: politiek → politik.<br />
oe (oi Yunani) → e<br />
oo (Belanda) → o. Contoh: komfoor → kompor.<br />
oo (Inggris) → u. Contoh: cartoon → kartun.<br />
oo (vokal ganda) tetap. Contoh: zoology → zoologi.<br />
ph → f. Contoh: phase → fase.<br />
q → k<br />
rh → r. Contoh: rhetoric → retorika.<br />
sc → sk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: scriptie → skripsi.<br />
sc → s, jika di muka e, i, dan y. Contoh: scenography → senografi.<br />
sch → sk, jika di muka vokal. Contoh: schema → skema.<br />
t → s, jika di muka i. Contoh: ratio → rasio.<br />
th → t. Contoh: methode → metode.<br />
uu → u. Contoh: vacuum → vakum.<br />
v (Sanskerta) → w atau v<br />
x → ks, jika tidak di awal kata. Contoh: exception → eksepsi.<br />
xc → ksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: excavation → ekskavasi.<br />
y → i, jika lafalnya i. Contoh: dynamo → dinamo.<br />
konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: effect → efek, mass → massa. </p>
<p>Penyesuaian akhiran<br />
Tanpa perubahan<br />
-anda, -andum, -endum<br />
-ar<br />
-ase, -ose<br />
-ein<br />
-ein. Contoh: protein → protein.<br />
-et<br />
-or. Contoh: dictator → diktator.<br />
-ot<br />
Dengan perubahan<br />
-(a)tion, -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: action, actie → aksi.<br />
-aat (Belanda) → -at. Contoh: plaat → pelat.<br />
-able, -ble → -bel<br />
-ac → -ak<br />
-acy, -cy → -asi, -si<br />
-age → -ase. Contoh: percentage → persentase.<br />
-air → -er<br />
-al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: formeel → formal.<br />
-ance, -ence → -ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)<br />
-ancy, -ency → -ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)<br />
-ant → -an. Contoh: accountant → akuntan.<br />
-archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: anarchy, anarchie → anarki.<br />
-ary, -air (Belanda) → -er. Contoh: primary, primair → primer.<br />
-asm → -asme<br />
-ate → -at<br />
-eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.<br />
-end → -en<br />
-ete, -ette → -et<br />
-eur (Belanda), -or → -ur, -ir. Contoh: director, directeur → direktur.<br />
-eus (Belanda) → -us<br />
-ic, -ique → -ik<br />
-icle → -ikel<br />
-ics, -ica → -ik, -ika. Contoh: logic, logica → logika.<br />
-id, -ide → -ida<br />
-ief, -ive → -if. Contoh: descriptive, descriptief → deskriptif.<br />
-iel, -ile, -le → -il. Contoh: percentile → persentil.<br />
-ific → -ifik<br />
-isch, -ic → -ik. Contoh: elektronic → elektronik<br />
-isch, -ical → -is. Contoh: optimistisch, optimistical → optimistis<br />
-ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modernism, modernisme → modernisme.<br />
-ist → -is. Contoh: egoist → egois.<br />
-ite → -it<br />
-ity → -itas<br />
-logue → -log. Contoh: dialogue → dialog.<br />
-logy, -logie → -logi. Contoh: analogy, analogie → analogi.<br />
-loog (Belanda) → -log. Contoh: epiloog → epilog.<br />
-oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: hominoid, hominoide → hominoid.<br />
-oir(e) → -oar. Contoh: trottoir → trotoar.<br />
-ous ditanggalkan<br />
-sion, -tion → -si<br />
-sy → -si<br />
-ter, -tre → -ter<br />
-ty, -teit → -tas [2]. Contoh: university, universiteit → universitas.<br />
-ure, -uur → -ur. Contoh: premature, prematuur → prematur. </p>
<p>Penyesuaian awalan<br />
Tanpa perubahan<br />
a-, ab-, abs- (”dari”, “menyimpang dari”, “menjauhkan dari”)<br />
a-, an- (”tidak”, “bukan”, “tanpa”)[3]<br />
am-, amb- (”sekeliling”, “keduanya”)<br />
ana-, an- (”ke atas”, “ke belakang”, “terbalik”)<br />
ante- (”sebelum”, “depan”) [4]<br />
anti-, ant- (”bertentangan dengan”)<br />
apo- (”lepas”, “terpisah”, “berhubungan dengan”)<br />
aut-, auto- (”sendiri”, “bertindak sendiri”)[5]<br />
bi- (”pada kedua sisi”, “dua”)[6]<br />
de- (”memindahkan”, “mengurangi”)<br />
di- (”dua kali”, “mengandung dua …”)<br />
dia- (”melalui”, “melintas”)<br />
dis- (”ketiadaan”, “tidak”)<br />
em-, en- (”dalam”, “di dalam”)<br />
endo- (”di dalam”)<br />
epi- (”di atas”, “sesudah”)<br />
hemi- (”separuh”, “setengah”)<br />
hemo- (”darah”)<br />
hepta- (”tujuh”, “mengandung tujuh”) [7]<br />
hetero- (”lain”, “berada”)<br />
im-, in- (”tidak”, “di dalam”, “ke dalam”)<br />
infra- (”bawah”, “di bawah”, “di dalam”)<br />
inter- (”antara”, “saling”)[8]<br />
intro- (”dalam”, “ke dalam”)<br />
iso- (”sama”)<br />
meta- (”sesudah”, “berubah”, “perubahan”)<br />
mono- (”tunggal”, “mengandung satu”)[9]<br />
pan-, pant-, panto (”semua”, “keseluruhan”)<br />
para- (”di samping”, “erat berhubungan dengan”, “hampir”)<br />
penta- (”lima”, “mengandung lima”)[10]<br />
peri- (”sekeliling”, “dekat”, “melingkupi”)<br />
pre-(”sebelum”, “sebelumnya”, “di muka”)[11]<br />
pro- (”sebelum”, “di depan”)<br />
proto- (”pertama”, “mula-mula”)<br />
pseudo-, pseud- (”palsu”)<br />
re- (”lagi”, “kembali”)[12]<br />
retro- (”ke belakang”, “terletak di belakang”)<br />
semi- (”separuhnya”, “sedikit banyak”)<br />
sub-[13](”bawah”, “di bawah”, “agak”, “hampir”)<br />
super-, sur- (”lebih dari”, “berada di atas”)<br />
supra- (”unggul”, “melebihi”)<br />
tele- (”jauh”, “melewati”, “jarak”)<br />
trans- (”ke/di seberang”, “lewat”, “mengalihkan”)<br />
tri- (”tiga”)<br />
ultra- (”melebihi”, “super”)<br />
uni- (”satu”, “tunggal”)<br />
[sunting] Dengan perubahan<br />
ad-, ac- → ad-, ak- (”ke”, “berdekatan dengan”, “melekat pada”)<br />
cata- → kata- (”bawah”, “sesuai dengan”)<br />
co-, com-, con- → ko-, kom-, kon- (”dengan”, “bersama-sama”, “berhubungan dengan”)<br />
contra- → kontra- (”menentang”, “berlawanan”)<br />
ec-, eco- → ek-, eko- (”lingkungan hidup”)<br />
ex- → eks- (”sebelah luar”, “mengeluarkan”)<br />
exo-, ex- → ekso-, eks- (”di luar”)<br />
extra- → ekstra- (”di luar”)<br />
hexa- → heksa- (”enam”, “mengandung enam”)<br />
hyper- → hiper- (”di atas”, “lewat”, “super”)<br />
hypo- → hipo- (”bawah”, “di bawah”)<br />
poly- → poli- (”banyak”, “berkelebihan”)<br />
quasi- → kuasi- (”seolah-olah”, “kira-kira”)<br />
syn- → sin- (”dengan”, “bersama-sama”, “pada waktu”) </p>
<p>Penyerapan dengan penerjemahan<br />
a- → tak-. Contoh: asymetric → tak simetri<br />
ante- → purba-. Contoh: antedate → purbatanggal<br />
anti- → prati-. Contoh: antibiotics → pratirasa<br />
auto- → swa-. Contoh: autobiography → swariwayat<br />
de- → awa-. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan<br />
bi- → dwi-, bi-. Contoh: bilingual → dwibahasa<br />
inter- → antar-, inter-. Contoh: international → antarbangsa<br />
mal- → mal-, mala-. Contoh: malnutrition → malagizi, malnutrisi<br />
post- → pasca-. Contoh: postgraduate → pascasarjana<br />
→ purna-. Contoh: purnawirawan<br />
pre- → pra-. Contoh: prehistory → prasejarah<br />
re- → -ulang. Contoh: recalculate → hitung ulang<br />
-ble → laik-. Contoh: edible → laik-santap<br />
-like → lir-, bak-. Contoh: jelly-like → liragar<br />
-less → nir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: seedless → nirbiji; colourless → awawarna, tanwarna<br />
sumber: <a href="http://basindo.edublog.org" rel="nofollow">http://basindo.edublog.org</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SAIJO</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2829</link>
		<dc:creator>SAIJO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:42:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2829</guid>
		<description>terimakasih (感谢 ) saya tahu anda punya budi yang luhur.ok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih (感谢 ) saya tahu anda punya budi yang luhur.ok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2828</link>
		<dc:creator>tedy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:36:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2828</guid>
		<description>@ SAIJO : silakan saja kalau mau dilanjutkan. Saya tunggu referensi yang mengatakan nama orang harus ditulis sesuai dengan EYD</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ SAIJO : silakan saja kalau mau dilanjutkan. Saya tunggu referensi yang mengatakan nama orang harus ditulis sesuai dengan EYD</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SAIJO</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2827</link>
		<dc:creator>SAIJO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:35:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2827</guid>
		<description>bagaimana kalau kita lanjutkan bahas huruf &quot;Y&quot; dan &quot;I&quot; ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana kalau kita lanjutkan bahas huruf &#8220;Y&#8221; dan &#8220;I&#8221; ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2826</link>
		<dc:creator>tedy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:34:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2826</guid>
		<description>&lt;p&gt;@ SAIJO : permintaan maaf diterima :D&lt;/p&gt; Oh ya nama saya tetap TEDY, bukan TEDI seperti yang Anda tulis berulang kali.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ SAIJO : permintaan maaf diterima <img src='http://tedytirta.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p> Oh ya nama saya tetap TEDY, bukan TEDI seperti yang Anda tulis berulang kali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SAIJO</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2825</link>
		<dc:creator>SAIJO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:19:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tedytirta.com/2007/08/07/tedy-dengan-1-d-dan-1y/#comment-2825</guid>
		<description>mohon maaf yang sebesar besarya kalau masalah huruf besar saya terus terang sama sekali tidak tahu,tiap orang punya persepsi yang berbeda, tapi percayalah itu hanya cara (trik) saya saja untuk memancing komentar dari empunya blog,kalau komentanya biasa2 saja ngga seru kan?.coba kalau tidak ada komentar sepi kan pak Tedi? (kalau tadi aku pakai huruf besar jujur saya tidak ada maksud negatif sama sekali) kalau masalah nasionalisme itu tadi mohon maaf juga, tapi intinya saya begaul dengan siapapun tidak pandang suku,agama,dan ras (boleh percaya boleh tidak). ok lah kita ambil hikmahnya saja komentah bodoh dan konyol tadi untuk menjadikan kita lebih dewasa dan beretika. pesan saya 
&quot; Cintailah Musuhmu,karena musuhmu akan meberitahukan (menelanjangi) kelemahan kamu&quot;  saya tidak meragukan anda untuk menterjemahkan kalimat diatas.
Jangan diartikan musuh PENTUNG PENTUNGAN loh.... he..he...he   to be conti...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon maaf yang sebesar besarya kalau masalah huruf besar saya terus terang sama sekali tidak tahu,tiap orang punya persepsi yang berbeda, tapi percayalah itu hanya cara (trik) saya saja untuk memancing komentar dari empunya blog,kalau komentanya biasa2 saja ngga seru kan?.coba kalau tidak ada komentar sepi kan pak Tedi? (kalau tadi aku pakai huruf besar jujur saya tidak ada maksud negatif sama sekali) kalau masalah nasionalisme itu tadi mohon maaf juga, tapi intinya saya begaul dengan siapapun tidak pandang suku,agama,dan ras (boleh percaya boleh tidak). ok lah kita ambil hikmahnya saja komentah bodoh dan konyol tadi untuk menjadikan kita lebih dewasa dan beretika. pesan saya<br />
&#8221; Cintailah Musuhmu,karena musuhmu akan meberitahukan (menelanjangi) kelemahan kamu&#8221;  saya tidak meragukan anda untuk menterjemahkan kalimat diatas.<br />
Jangan diartikan musuh PENTUNG PENTUNGAN loh&#8230;. he..he&#8230;he   to be conti&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

