Tentang Wimode

Pintarnya Bakrie Telecom mengemas produknya. Tulisan ini gara-gara banyak orang menanyakan pada saya apa sih Wimode? Sekencang apakah Wimode? Apa Wimode itu HSDPA? Kencang mana sama 3G?

Wimode adalah salah satu produk Bakrie Telecom. Wimode adalah layanan internet via jaringan CDMA. Sebenarnya tidak ada beda koneksi internet Wimode dengan Esia (ponsel CDMA yang menggunakan ESIA sebagai providernya). Orang sering salah sangka kalau Wimode menggunakan teknologi yang lain. Padahal Wimode sendiri adalah layanan internet melalui jaringan telekomunikasi CDMA.

Jadi yang sudah punya ponsel CDMA saya rasa lebih baik mencoba menggunakannya sebagai modem daripada harus membeli lagi Wimode. Tulisan saya tentang Internet Via Handphone CDMA bisa Anda jadikan panduan untuk berinternet dengan ponsel CDMA.

Kembali lagi ke masalah pintarnya Bakrie Telecom (singkat BT aja yacape ngetiknya), yang saya sebut di atas, contoh lainnya adalah Wifone. Wifone adalah produk lain dari BT yang diposisikan sebagai telepon rumah instan. Dalam iklannya beli pesawat Wifone, langsung kring. Mungkin ada ribuan orang yang “terkecoh” dengan Wifone. Ketika tahu bahwa Wifone adalah produknya BT, ah saya langsung berpikir bahwa Wifone adalah Esia yang diberi kemasan pesawat telepon rumahan — itu loh pesawat telepon ada handled device dan ada desktop device-nya….ha..ha..ha..jadi ngakak sendiri bikin istilah ini =)) apa ya istilah tepatnya untuk pesawat telepon yang dipakai di rumah itu?

Dari awal CDMA berkembang di Indonesia, pesawat telepon bentuk rumahan juga banyak dipakai. Telkom Flexi misalnya, dipasarkan juga dalam bentuk pesawat telepon rumah. Yang menarik di sini adalah terobosan yang dibuat BT dengan mengenalkan produk yang sudah ada dengan nama lain. Mungkin respon pasar tidak akan seramai ini kalau BT memperkenalkan Esia dengan pesawat telepon rumahan. Orang kebanyakan mungkin tahunya Esia adalah SIM Card untuk ponsel CDMA. Tapi dengan mengemasnya sebagai telepon bentuk lain respon pasar akan menjadi berbeda. Apalagi kecenderungan masyarakat yang konsumtif akan cenderung menanti-nanti produk teknologi teranyar.

Baik Wifone atau Wimode sama-sama memaksa konsumen untuk membeli perangkat dan layanan dalam 1 atap. BT menyediakan perangkat yang sudah dilengkapi dengan servisnya (layanan telepon atau internetnya). Nah sekarang masalahnya kembali ke konsumen. Tinggal pilih mana pilih provider sendiri atau beli yang sudah bundled seperti itu?

35 thoughts on “Tentang Wimode

  1. @ Fendi : ya Anda benar…strateginya mirip dengan yang ditulis di buku Blue Ocean Strategy…membuat inovasi sehingga berkompetisi di bidang yang kompetitor belum masuk.

  2. bagus sih, setidaknya nggak terlampau mahal. coba kalau harus beli handset CDMA dan kabel data serta kartu flexynya dijamin min 1 juta rupiah keluar. tapi bagusan flexy atau Btel yaa

  3. @ Anggara : maksud saya, sebenarnya orang yang sudah punya ponsel cdma dan menggunakan esia, cukup membeli kabel data saja kan….pasti lebih murah daripada harus beli wimode lagi

  4. Thx pak reviewnya. Saya jadi tahu banyak nih. Minimalnya kita harus tetap bangga pak punya operator asli indonesia sementara operator lain sudah banyak yang tuannya bangsa asing. Ternyata masih ada operator yang mikirin hajat hidup orang banyak disektor telekomunikasi. Coba lihat karyanya Bakrie Telecom, sekarang telpon bisa murah karena dirintis oleh Esia, kini Internet murah juga dirintis oleh Wimode. Salut Wimode! Salut Bakrie Telecom! Salut Indonesia!

  5. XL —> Telkom Malaysia (TM) –> sekitar 45%
    Telkomsel —> Singtel –> sekitar 45%
    Natrindo –> Maxis –> sekitar 48% malaysia
    Three –> Charoen Pokhpand & Hutchinson —> alias 100% asing
    INDOSAT –> Singtel –> 45%
    SMART —> Philiphine sekitar 45%

    Yang Asli Indonesia Cuma Esia & FREN & Ceria (sampoerna). Tapi Fren kayaknya mau dibeli Digi Malaysia. Jadi yang tersisa cuma Bakrie Telecom & Sampoerna telecom.

    Sedihkan…. padahal market kita besar banget…… pengalaman saya di multinasional IT —> bule dikit transfer ilmunya. Apalagi sesama Asia. Saya percaya otak orang indonesia lebih maju dibanding orang sing atau malay. Cuma yang harus diperbaiki attitude dan malasnya saja. Berat juga sih kang.

  6. @ aloy : thanks buat infonya…sebab sampe sekarang yang saya tau Bakrie Telecom juga sahamny ada yang dimiliki perusahaan asing. Jadi ternyata yang asli indonesia itu cuma 2 ya….

  7. sorry ikutan nimbrung…..mo keluh kesah aja masalah wimode, iseng browsing mo cari alamat emailnya cust.care wimode soalnya dah 2 kali saya kirim ke alamat ya tertera di iklan wimode tidak pernah dibalas…eee ketemu blognya p’teddy…yg sedang membicarakan masalah wimode,

    Tanggal 1 Juli 2007 saya membeli paket WIFONE dan MODEM WIMODE produk dari BAKRIE TELCOM seharga Rp. 1.499.000,- , karena tertarik dengan slogan yang digunakan “WIMODE, WIRELESS MODEM ! TINGGAL TANCAP LANGSUNG CONNECT pada pameran di Jakarta Convention Center, pada saat itu juga saya langsung mengaktifkan MODEM WIMODE dengan pascabayar yang di tawarkan 15 jam, 50 jam dan 100 jam, saya memilih paket pascabayar yang 100 jam dengan harga Rp. 350.000,- per bulannya dan mendapatkan no.98932438, Sayangnya modem wimode tersebut hanya berfungsi dua hari saja tanggal 24 dan 25 Juli 2007 pada hari ke tiga sudah tidak dapat di gunakan lagi “TIDAK ADA MODEM DI KOMPUTER ANDA “.
    Ketika saya laporkan ke Bakrie Telcom tlp.91001234 diminta untuk mencoba lagi kemungkinan saya yang salah menginstall, setelah saya coba di pc lain kondisi tetap sama, saya kembali laporkan ke Bakrie Telcom tlp.91001234, saya dianjurkan test Fisik modem wimode di wisma bakrie kuningan dan di test disana ternyata memang modem wimode tidak berfungsi dan saya disuruh menunggu dengan alasan stock modem wimode habis.
    Akhirnya pada tanggal 21 September 2007 saya kembali mendatangi wisma bakrie kuningan dan bertemu dengan customer service no.6 saya ceritakan permasalahannya terutama masalah tagihan yang terus harus saya bayar setiap bulannya, oke lah bulan JULI 2007 saya membayarnya karena saya menikmatinya walaupun hanya 2 hari, tetapi bulan Agustus dan September saya harus membayar juga padahal kesalahan bukan pada saya tetapi pada modem wimodenya, customer service no.6 menginformasikan bahwa saya tetap harus membayar sebesar Rp. 350.000,- “dalam kondisi apapun” dan yang sudah menggambil pascabayar 100 jam tidak dapat diganti ke pascabayar 15 jam atau 50 jam karena itu sudah kebijaksanaan dari manajemen dan dia hanya menjalankannya saja.
    Yang di maksud dengan dalam kondisi apapun itu apa ?, kondisi modem wimode yang rusak ?, dalam hal ini saya merasa dirugikan , tapi akhirnya pada saat itu juga dengan berat hati saya membayar tagihan yang bulan Agustus 2007 dan saya minta modem wimode di test kembali dan sekarang yang rusak bukan fisik modem wimodenya tetapi SIM CARD nya, bagaimana niiih….? dan untuk mendapatkan sim card tersebut saya harus kembali lagi esok harinya, setelah saya ambil SIM CARD dan di coba di rumah modem wimode tetap tidak berfungsi, sampai saya mencoba ke beberapa pc dan n laptop, tetap saja tidak berfungsi selalu muncul dengan judul “TIDAK ADA MODEM DI KOMPUTER ANDA “.
    Akhirnya saya menyuruh adik saya untuk test modem wimode itu kembali dengan nomer yang yang baru 98932438 dengan membawa laptop, yaaaa tetap saja modem wimode tidak berfungsi dan nanti dihubungi tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun.
    Hallooooo…..kebijaksanaan dari manajemen …….bagaimana dengan tagihan yang terus berjalan dan saya harus membayarnya, padahal kesalahan bukan pada saya, tetapi pada produk …..kebijaksanaan dari manajemen…..
    TOOOOLOOOONG……………………………..

  8. @ demak : turut simpati Pak dengan problem Anda….kadang customer service tidak bisa mengambil “kebijaksanaan”. Mungkin lebih baik datangi lagi customer servicenya dan bilang Anda mau ketemu dengan manajernya. Kalau sampai tetap harus membayar memang policy yang konyol dan sangat tidak customer oriented. Mungkin langkah selanjutnya adalah mengirimkan tulisan ini ke media cetak..Kompas misalnya.

  9. wah kasihan juga dengan pak demak ya…. kebetulan saya juga pemakai wimode tapi mungkin bernasib lebih beruntung daripada p demak, karena saya beli wimode di carefoure lebak bulus seharga 700rb sampai saat ini baik-baik saja tuh, bahkan saya isi pulsa 100rb sampai lama gak habis-habis…. tapi betul kata tedy mungkin tulisan p demak emang harus dikirim ke kompas, media indonesia atau koran nasional lainnya…. ya mungkin diantara 10 telor 1 yang rusak… ikhlas aja lah pak.. semoga dapat danti yang lebih bagus dari sebelumnya, bagi bakrie telcom tolonglah pelayanan after salesnya lebih diperbaiki dan menghargai konsumen dengan lebih baik…..ok

  10. menanggapi kondisi pak demak saya juga merasakan bahwa pelayanan after sales kadang tidak sesuai dengan janji-janji yang disampaikan pada saat penjualan produknya. Ya . . memang kita perlu rajin-rajin untuk fight karena kita khan beli jadi sudah sewajarnya jika harus mendapatkan hak kita sesuai yang ditawarkan tentunya jika terdapat kondisi yang tidak sesuai maka pihak penjual harus secepatnya menanganinya dan kalau perlu pihak penjual yang harus aktif menghubungi customer yang sedang mengalami kesulitan dan menginformasikan prosgresnya jika memerlukan waktu untuk penyelesaiannya. yang terpenting dari semua itu adalah komunikasi yang lebih intens. melalui komunikasi rasanya semua bisa diselesaikan dengan baik.

  11. @ nurdin malang : kayanya jarang ada penjual yang mau cape2 begitu…yang lebih penting menurut saya, customer tuh harus cerdas. Cerdas memilih, cerdas memutuskan membeli apa, cerdas bertanya, dan cerdas mengklaim sesuatu

  12. Pak Demak,
    Mungkin anda sebaiknya ganti provider. Isteri saya juga pakai Esia, tapi sinyal di tempat saya kurang bagus. Saya masih setia pakai starone Indosat untuk Internet, karena saya lumayan dekat dengan Tower Indosat (200m) tetapi jauh dari Tower Esia (500m). Mungkin anda coba pindah ke Starone aja atau ke Speedy… atau IM2. Sekedar saran, terserah keputusan anda 🙂

  13. @ introzip : starone masih bisa direkomendasikan gitu ya? Speedy mah gak bisa dibandingin sama cdma…teknologinya aja beda. Memang untuk akses internet cepat ya mending pilih speedy daripada cdma, tapi kalau alasan mobilitas ya cdma masih bisa dipilih.

  14. Teman-teman semua, kalau saya boleh sarankan JANGAN PAKAI WIMODE!!! saya dan teman saya sudah pakai dan menyesal setengah mati, koneksi lemot, sering disconnect dan mahal pula modem & pulsanya. Sekarang mau dijual pun ngak ada yang mau, nyesel banget deh…
    comment saya ini bukannya mau menjelekkan wimode (yang di iklan nya mengesankan produk ini bagus sekali), tapi itulah yang saya rasakan sebagai konsumennya.

  15. Pak Tedy,
    mau tanya nih.
    Saya rencana tandinya mau beli Wimode. krn ribet ke warnet mulu.
    saya juga ga gitu ngerti perkembangan teknologi sekarang.
    tolong dibantu donk, sebaiknya saya beli wimode ato apa?
    kata temen bisa via handphone, tapi ga kasihan tuh ma mesin HP nya?
    kalo saya make mpe berjam2.
    tolong dibantu ya.se detail mungkin kalo bisa (harga, perbandingan harga, dll)

    semoga pak tedy bisa bantu.
    thx

  16. Susah jadi orang…! Lihat ada orang atau perusahaan yang sedang maju dan tentu saja booming, eh malah ngejelek-jelekin. Sekarang saya ingin tanya, apa sih yang pernah kamu lakuin dan apa yang pernah kamu hasilkan?

    Aneh jaman sekarang mah, ada situs/website yang berhasil dalam penjualan produk bisnisnya, eh lagi-lagi ngejelek-jelekin. Mereka berhasil menghasilkan sesuatu, nah anda sendiri? Kalo anda lebih baik daripada mereka, anda boleh saja berkomentar. Artikel-artikel anda saja belum tentu hasil pemikiran sendiri, siapa tau anda termasuk golongan right to copy bukan copyright he..he..he..

    –salam damai–

  17. Melalui rubrik ini, saya minta tolong penjelasan kpd rekan2 Netter. Saya punya laptop dgn modem internal. Ingin konek internet dgn peralatan spt wimode esia tp yg flexi pny. Ada yg bis bantu ga? Dimana dapeetinnya? Thamx be4.

  18. Info bagus tuh.. Mas saya mau tanya ni..

    Kalo wimode bisa dipakai jaringan/kartu cdma yg laen ga?? Misalnya wimode dipake kartu smart. Bisa ga?
    Mohon infonya ya .. Thx.

  19. @ whisnu : kalau ada cuma modem internal mungkin bisa pakai Telkomnet Instan…layanan dial up internetnya Telkom.

    @ rizky : hmm saya gak tau apakah modem Wimode itu bisa diganti sim cardnya atau tidak. Kalau tidak di-lock oleh operatornya, harusnya sih semua modem CDMA bisa dipasangi kartu apa saja

  20. thank deH mas tedy taz info m’ngenai wimode ny.walaupun sy balum perna coba pke wimode tp saya byk dpt bayangn tentang wmodem satu in dr teman2 s’mua.thank yaaa

  21. Selamat pagi,
    Salam kenal untuk kawan-kawan semua.saya punya modem wimode huaewei model ec325 … mau minta tolong masukannya? apa bisa kartunya diganti pake flexi? kalau bisa tolong masukan gimana cara settingnya.
    Thxs
    Kojiro

  22. Salam kenal Pak Teddy,

    Saya tinggal di rawamangun, jakarta timur. sebelumnya saya mohon dikoreksi jika salah dengan pernyataan berikut: memilih layanan sambungan telpon wireless harus mempertimbangkan kuat tidaknya sinyal operator yg akan dipilih. betulkah?
    saya sedang menimbang2 untuk membeli esia (model HP atau wifone) atau flexi utk pendamping telpon rumah. masalahnya, saya tidak bisa memastikan sinyal mana yg lebih kuat di daerah tempat tinggal saya. ada tetangga yg bilang flexi lbh kuat, sementara tetangga lain bilang esia lbh bagus sinyalnya. terus saya ke gerai esia & flexi, & masing2 mengklaim bahwa produknya lebih kuat sinyalnya dari yg lain. Makin banyak bertanya, jd makin bingung.

    dimana ya sy bisa dapat info obyektif ttg sinyal mana yg lbh kuat di daerah tempat tinggal saya?

    Thanks

  23. @ Mukti : salam kenal Pak Mukti, memang betul makin kuat sinyal makin bagus kualitas koneksinya. Tapi ada hal lain yang pengaruh terhadap kencang tidaknya akses internet, jumlah pelanggan yang ada di area tersebut. Karena bandwidthnya dishare maka pasti di daerah dengan pelanggan yang padat akan terasa lebih lambat akses internetnya. Kalau saya jadi Anda, saya akan beli 1 kartu Esia & 1 kartu Flexi untuk test 😀

Leave a Reply