<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Puasa Kok Ribut</title>
	<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/</link>
	<description>Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini</description>
	<pubDate>Tue,  6 Jan 2009 20:53:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: karim</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-1256</link>
		<author>karim</author>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:21:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-1256</guid>
		<description>Selamat Tinggal, Bulan penuh Kemunafikan 
oleh Karim Amir 


Pada February 22, 2007, blogger Mesir Abdel Karim Nabil Suleiman, yang lebih dikenal dengan nick Internetnya Karim Amir, dihukum empat tahun penjara karena mengkritik Islam dan Presiden Mesir Husni Mubarak dalam blog pribadinya. 

Artikel dibawah ini adalah terjemahan dari sebuah entry yang dia publikasikan setelah Ramadhan tahun 2006. 
--------------------------------------------- 

Untuk pertama kalinya sejak berumur lima tahun, saya kini menemukan cukup keberanian utk menolak puasa dibulan Ramadhan tahun ini, meski ditimpa segala macam kesulitan, halangan dan tantangan. Hal ini mengembalikan kebebasan diri saya yang dicabut ketika saya masih memaksakan diri tunduk dan melakukan praktek2 dan tindakan2 dengan pendirian yang tidak kuat. Hanya dgn bantuan mereka yang ada disekeliling sayalah, saya akhirnya bisa. 

Saya muncul dari pengalaman sukses ini dengan pandangan baru mengenai masyarakat munafik tempat saya tinggal ini, dimana tiap individu ditakdirkan untuk memamerkan kemunafikannya agar ia mendapatkan persetujuan dari orang sekitarnya, meski didalam dirinya dia sebenarnya sama sekali berbeda dgn apa yang kelihatan diluar. 

Beberapa tahun lalu, seorang anggota parlemen Mesir mengusulkan sebuah rancangan UU yang menghukum siapapun yang terang-terangan makan disiang hari di bulan Ramadhan; sebuah hukum yang jelas memaksa orang2 yg tidak puasa agar bermunafik saja dengan meyakinkan masyarakat sekitar mereka bahwa mereka juga puasa. 

Walau ritual puasa adalah masalah pribadi antara sang individu dengan Tuhannya, islamisasi masyarakat kita menyebabkan puasa berubah dari tindakan pribadi menjadi sebuah kebiasaan yang harus ditunjukkan keluar agar tidak menjaga perasaan mereka yang puasa; seakan mereka yang tidak puasa harus menahan diri dari makan dan minum DEMI menolong mereka yg berpuasa ! 

Meski rancangan ini tidak pernah jadi UU, tapi hukum semacam itu sudah diterapkan satu dan lain cara di jalan2 Mesir, sebagai bagian dari gaya hidup Ramadhan. Kita lihat kafe2 dan restoran2 menutup pintu sampai waktu buka puasa. Toko2 fast food &#38; minuman dilarang berdagang selama puasa dengan alasan tiap orang harusnya puasa, dan orang yang tidak puasa harus menjauh dari pandangan orang2, sembunyi dibawah tanah seakan dia kena penyakit menular. 

Bulan Puasa diubah menjadi Lelang Umum Kemunafikan. Tiap orang, dgn berbagai macam cara, berlomba2 membuktikan bahwa mereka lebih munafik dari orang lain.. Sangat alami utk menemukan banyak orang yang tidak berpuasa dengan berbagai alasan baik kesehatan dll, dan dengan begitu mereka makan. Atau bisa saja mereka tidak puasa karena mereka tidak merasa yakin akan puasa itu sendiri, atau karena mereka tidak percaya akan islam, atau karena mereka bukan muslim. Meski demikian, orang2 yg tidak berpuasa ini dipandang dengan dengki dan dipaksa agar berpura-pura puasa demi menghindari sorotan mata Muslimin yg penuh dengki. 

Kalau ada orang yg secara terbuka tidak puasa, maka jangan tanya lagi bentuk2 hinaan yang dia terima, baik langsung maupun lewat pandangan orang2 sekitarnya yang memandang dengan pandangan berapi-api dan sangar. Pandangan ini membuat orang yang tidak puasa merasa jadi diserang dan seakan orang yang memandang setiap saat bisa berubah menjadi belati yang lalu menusuk dia hingga mati. 

Ketika saya kecil, masih di SD, teman sekelas saya suka mengejek orang yang tidak puasa dengan lagu berikut: 

Ya faater Ramadan, 
ya khaaser deenak! 
Sikkeenat al-jazzaar, 
tiqta' masaareenak! 

[Oh orang yg tidak puasa dibulan Ramadan, 
O pecundang iman! 
(semoga) pisau jagal, 
Memotong organ2mu!] 

Itulah cara kami dididik; dengan lagu kejam yang berharap agar organ kelamin orang yg tidak puasa dicincang2. Ini mencerminkan sorotan mata yg diterima mereka yg tidak berpuasa dari masyarakat sekitar. 

Jum’at kemarin, saya berada di Kairo bersama seorang teman. Sesaat sebelum waktu buka, kami lapar shg kami putuskan utk makan ditempat yang pertama kita temukan dalam perjalanan. Kelihatannya nasib membawa kita kesebuah cabang Kentucky Fried Chicken. Kami beli dan beranjak ke meja makan. Tidak terpikir oleh kami bahwa waktu buka belum lagi tiba. Saya terkejut ketika melihat ruang makan ternyata sudah penuh oleh keluarga2 yang sedang bersiap2 utk makan menunggu waktu buka. Teman saya dan saya duduk ditengah2 kerumunan orang dan cuek saja makan. Yang terjadi berikutnya tidak akan saya lupakan; semua orang berpaling dan memandangi kami shg kami jadi tontonan sampai kami kesulitan utk mengunyah dan menelan. Tiap telanan terasa spt menelan batu. 

Dimalam Idul Fitri, saya kirim surat ucapkan selamat pada teman2, "Kullu 'aamin wa antum bikhair." ["May you be well every year."] Saya juga mengucapkan selamat kpd seorang teman non-muslim. Dia terkejut dan berkata dia bukan muslim, tapi saya jelaskan posisi saya dengan berkata bahwa saya memberi selamat dlm rangka berakhirnya bulan penuh kemunafikan, bukan utk hal lainnya. 

Kepada setiap manusia yang harus memamerkan wajahnya yang berbeda dari wajah aslinya pada setiap bulan Ramadhan… 

Kepada tiap orang yang menderita karena sorotan mata orang2 dan komentar2 pedas dan menghina, karena tidak mengikuti mereka berlaku munafik… 

Kepada setiap manusia yang menghargai dirinya sendiri dan murtad dari Islam… 

“SEMOGA SELAMAT DAN SEHAT2 SAJA SEPANJANG TAHUN”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Tinggal, Bulan penuh Kemunafikan<br />
oleh Karim Amir </p>
<p>Pada February 22, 2007, blogger Mesir Abdel Karim Nabil Suleiman, yang lebih dikenal dengan nick Internetnya Karim Amir, dihukum empat tahun penjara karena mengkritik Islam dan Presiden Mesir Husni Mubarak dalam blog pribadinya. </p>
<p>Artikel dibawah ini adalah terjemahan dari sebuah entry yang dia publikasikan setelah Ramadhan tahun 2006.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </p>
<p>Untuk pertama kalinya sejak berumur lima tahun, saya kini menemukan cukup keberanian utk menolak puasa dibulan Ramadhan tahun ini, meski ditimpa segala macam kesulitan, halangan dan tantangan. Hal ini mengembalikan kebebasan diri saya yang dicabut ketika saya masih memaksakan diri tunduk dan melakukan praktek2 dan tindakan2 dengan pendirian yang tidak kuat. Hanya dgn bantuan mereka yang ada disekeliling sayalah, saya akhirnya bisa. </p>
<p>Saya muncul dari pengalaman sukses ini dengan pandangan baru mengenai masyarakat munafik tempat saya tinggal ini, dimana tiap individu ditakdirkan untuk memamerkan kemunafikannya agar ia mendapatkan persetujuan dari orang sekitarnya, meski didalam dirinya dia sebenarnya sama sekali berbeda dgn apa yang kelihatan diluar. </p>
<p>Beberapa tahun lalu, seorang anggota parlemen Mesir mengusulkan sebuah rancangan UU yang menghukum siapapun yang terang-terangan makan disiang hari di bulan Ramadhan; sebuah hukum yang jelas memaksa orang2 yg tidak puasa agar bermunafik saja dengan meyakinkan masyarakat sekitar mereka bahwa mereka juga puasa. </p>
<p>Walau ritual puasa adalah masalah pribadi antara sang individu dengan Tuhannya, islamisasi masyarakat kita menyebabkan puasa berubah dari tindakan pribadi menjadi sebuah kebiasaan yang harus ditunjukkan keluar agar tidak menjaga perasaan mereka yang puasa; seakan mereka yang tidak puasa harus menahan diri dari makan dan minum DEMI menolong mereka yg berpuasa ! </p>
<p>Meski rancangan ini tidak pernah jadi UU, tapi hukum semacam itu sudah diterapkan satu dan lain cara di jalan2 Mesir, sebagai bagian dari gaya hidup Ramadhan. Kita lihat kafe2 dan restoran2 menutup pintu sampai waktu buka puasa. Toko2 fast food &amp; minuman dilarang berdagang selama puasa dengan alasan tiap orang harusnya puasa, dan orang yang tidak puasa harus menjauh dari pandangan orang2, sembunyi dibawah tanah seakan dia kena penyakit menular. </p>
<p>Bulan Puasa diubah menjadi Lelang Umum Kemunafikan. Tiap orang, dgn berbagai macam cara, berlomba2 membuktikan bahwa mereka lebih munafik dari orang lain.. Sangat alami utk menemukan banyak orang yang tidak berpuasa dengan berbagai alasan baik kesehatan dll, dan dengan begitu mereka makan. Atau bisa saja mereka tidak puasa karena mereka tidak merasa yakin akan puasa itu sendiri, atau karena mereka tidak percaya akan islam, atau karena mereka bukan muslim. Meski demikian, orang2 yg tidak berpuasa ini dipandang dengan dengki dan dipaksa agar berpura-pura puasa demi menghindari sorotan mata Muslimin yg penuh dengki. </p>
<p>Kalau ada orang yg secara terbuka tidak puasa, maka jangan tanya lagi bentuk2 hinaan yang dia terima, baik langsung maupun lewat pandangan orang2 sekitarnya yang memandang dengan pandangan berapi-api dan sangar. Pandangan ini membuat orang yang tidak puasa merasa jadi diserang dan seakan orang yang memandang setiap saat bisa berubah menjadi belati yang lalu menusuk dia hingga mati. </p>
<p>Ketika saya kecil, masih di SD, teman sekelas saya suka mengejek orang yang tidak puasa dengan lagu berikut: </p>
<p>Ya faater Ramadan,<br />
ya khaaser deenak!<br />
Sikkeenat al-jazzaar,<br />
tiqta&#8217; masaareenak! </p>
<p>[Oh orang yg tidak puasa dibulan Ramadan,<br />
O pecundang iman!<br />
(semoga) pisau jagal,<br />
Memotong organ2mu!] </p>
<p>Itulah cara kami dididik; dengan lagu kejam yang berharap agar organ kelamin orang yg tidak puasa dicincang2. Ini mencerminkan sorotan mata yg diterima mereka yg tidak berpuasa dari masyarakat sekitar. </p>
<p>Jum’at kemarin, saya berada di Kairo bersama seorang teman. Sesaat sebelum waktu buka, kami lapar shg kami putuskan utk makan ditempat yang pertama kita temukan dalam perjalanan. Kelihatannya nasib membawa kita kesebuah cabang Kentucky Fried Chicken. Kami beli dan beranjak ke meja makan. Tidak terpikir oleh kami bahwa waktu buka belum lagi tiba. Saya terkejut ketika melihat ruang makan ternyata sudah penuh oleh keluarga2 yang sedang bersiap2 utk makan menunggu waktu buka. Teman saya dan saya duduk ditengah2 kerumunan orang dan cuek saja makan. Yang terjadi berikutnya tidak akan saya lupakan; semua orang berpaling dan memandangi kami shg kami jadi tontonan sampai kami kesulitan utk mengunyah dan menelan. Tiap telanan terasa spt menelan batu. </p>
<p>Dimalam Idul Fitri, saya kirim surat ucapkan selamat pada teman2, &#8220;Kullu &#8216;aamin wa antum bikhair.&#8221; [&#8221;May you be well every year.&#8221;] Saya juga mengucapkan selamat kpd seorang teman non-muslim. Dia terkejut dan berkata dia bukan muslim, tapi saya jelaskan posisi saya dengan berkata bahwa saya memberi selamat dlm rangka berakhirnya bulan penuh kemunafikan, bukan utk hal lainnya. </p>
<p>Kepada setiap manusia yang harus memamerkan wajahnya yang berbeda dari wajah aslinya pada setiap bulan Ramadhan… </p>
<p>Kepada tiap orang yang menderita karena sorotan mata orang2 dan komentar2 pedas dan menghina, karena tidak mengikuti mereka berlaku munafik… </p>
<p>Kepada setiap manusia yang menghargai dirinya sendiri dan murtad dari Islam… </p>
<p>“SEMOGA SELAMAT DAN SEHAT2 SAJA SEPANJANG TAHUN”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sahat</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-263</link>
		<author>sahat</author>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 19:23:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-263</guid>
		<description>Hmm... gua juga agak kesal sih mendengar hal ini. Sayang banget rasanya. Gua berusaha menempatkan diri aja jadi pedagang-pedagang itu. Gua pasti lagi bingung banget dan dendam pula karena hal ini. 

Ya sudahlah... everything happens for a reason kan yah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm&#8230; gua juga agak kesal sih mendengar hal ini. Sayang banget rasanya. Gua berusaha menempatkan diri aja jadi pedagang-pedagang itu. Gua pasti lagi bingung banget dan dendam pula karena hal ini. </p>
<p>Ya sudahlah&#8230; everything happens for a reason kan yah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggara</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-262</link>
		<author>Anggara</author>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 06:36:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-262</guid>
		<description>@tedy
misalnya yang diatur dalam UU LH dan juga RTRW setempat. 
nah kalau itu sih gampang indikatornya, jumlah pemakai kendaraan pribadi tiap tahun meningkat atau tidak dan prioritas pemerintah buat tranportasi umum atau buat jalan tol?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@tedy<br />
misalnya yang diatur dalam UU LH dan juga RTRW setempat.<br />
nah kalau itu sih gampang indikatornya, jumlah pemakai kendaraan pribadi tiap tahun meningkat atau tidak dan prioritas pemerintah buat tranportasi umum atau buat jalan tol?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-261</link>
		<author>tedy</author>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 03:48:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-261</guid>
		<description>@ Anggara : syarat-syarat apa yang harus dipenuhi secara hukum? dari mana Anda tahu kalau Jakarta tidak punya rencana memindahkan orang "bermobil" ke angkutan umum?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Anggara : syarat-syarat apa yang harus dipenuhi secara hukum? dari mana Anda tahu kalau Jakarta tidak punya rencana memindahkan orang &#8220;bermobil&#8221; ke angkutan umum?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggara</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-260</link>
		<author>Anggara</author>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 03:36:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-260</guid>
		<description>ada persoalan mendasar dalam suatu pembangunan, yaitu adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi secara hukum. dalam konteks pemberitaan memang jadinya terlihat sangat egois. namun, harus diingat, Jakarta sendiri tidak punya rencana memindahkan orang yang bermobil ke angkutan umum. Jakarta baru punya rencana memindahkan pengguna angkutan umum yang "tidak" aman dan nyaman ke transjakarta. pada titik pandang ini saya menilai, keberatan warga disana bisa sedikit dimaklumi. dan lagian kapan lagi bisa melihat kelompok kelas atas melakukan aksi demo =))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada persoalan mendasar dalam suatu pembangunan, yaitu adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi secara hukum. dalam konteks pemberitaan memang jadinya terlihat sangat egois. namun, harus diingat, Jakarta sendiri tidak punya rencana memindahkan orang yang bermobil ke angkutan umum. Jakarta baru punya rencana memindahkan pengguna angkutan umum yang &#8220;tidak&#8221; aman dan nyaman ke transjakarta. pada titik pandang ini saya menilai, keberatan warga disana bisa sedikit dimaklumi. dan lagian kapan lagi bisa melihat kelompok kelas atas melakukan aksi demo <img src='http://tedytirta.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-255</link>
		<author>tedy</author>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 08:22:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-255</guid>
		<description>@ Anggara : betul memang warga harus berpartisipasi tapi kok yang saya tangkap mereka itu egois. Membangun fasilitas umum kok dihalang-halangi....bagaimana nasib orang-orang yang hidupnya bergantung pada transportasi umum?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Anggara : betul memang warga harus berpartisipasi tapi kok yang saya tangkap mereka itu egois. Membangun fasilitas umum kok dihalang-halangi&#8230;.bagaimana nasib orang-orang yang hidupnya bergantung pada transportasi umum?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggara</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-253</link>
		<author>Anggara</author>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 05:56:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-253</guid>
		<description>mas tedy, analisa anda soal puasa saya sepakat sekali dan saya pikir FPI sudah bertindak secara melawan hukum.
tapi soal demo saya nggak sepakat. tanpa partisipasi warganya justru pemerintah akan semakin ngaco. lihat selama dibawah pemerintahan yang tertutup dan otoriter, korupsi begitu banyak dan kita yang harus menanggungnya. banjir adalah salah satu contoh salah urus Jakarta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas tedy, analisa anda soal puasa saya sepakat sekali dan saya pikir FPI sudah bertindak secara melawan hukum.<br />
tapi soal demo saya nggak sepakat. tanpa partisipasi warganya justru pemerintah akan semakin ngaco. lihat selama dibawah pemerintahan yang tertutup dan otoriter, korupsi begitu banyak dan kita yang harus menanggungnya. banjir adalah salah satu contoh salah urus Jakarta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-247</link>
		<author>tedy</author>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 02:49:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-247</guid>
		<description>@ masliliks : ya sudah nanti bulan depan saja kasih infonya Mas biar sampeyan gak batal puasanya =))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ masliliks : ya sudah nanti bulan depan saja kasih infonya Mas biar sampeyan gak batal puasanya <img src='http://tedytirta.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masliliks</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-245</link>
		<author>masliliks</author>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 00:04:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-245</guid>
		<description>skem = scam :D 

itu nanti sudah masalah gosip menggosip.. makruh hukumnya di bulan puasa =))
yang jelas monggo diliat saja siapa petinggi2 di FPI dan dekat dengan siapa mereka itu hihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>skem = scam <img src='http://tedytirta.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> </p>
<p>itu nanti sudah masalah gosip menggosip.. makruh hukumnya di bulan puasa <img src='http://tedytirta.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /><br />
yang jelas monggo diliat saja siapa petinggi2 di FPI dan dekat dengan siapa mereka itu hihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedy</title>
		<link>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-242</link>
		<author>tedy</author>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 12:02:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://tedytirta.com/2007/09/24/puasa-kok-ribut/#comment-242</guid>
		<description>@ masliliks : skem apaan tuh Mas? elit pulitik kenal FPI jg kah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ masliliks : skem apaan tuh Mas? elit pulitik kenal FPI jg kah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
Using  <img src='http://tedytirta.com/browsers/firefox.png' alt='Mozilla Firefox' width='14' height='14' class='browsericon' /> Mozilla Firefox 2.0.0.7 on  <img src='http://tedytirta.com/browsers/linux.png' alt='Linux' width='14' height='14' class='browsericon' />  Linux