Blognya Tedy Tirtawidjaja

Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini

Which One More Faster?


This morning I did a little experiment to compare which one more fast, my PC or my laptop (my office’s laptop exactly :D ). It’s really dummy experiment by the way. I’ve tried to run Ubuntu 7.04 Live CD on both computer.My PC is spesifications are Intel Pentium IV 2,66 GHz with 512MBmemory installed. No additional graphic card used, just using onboard graphic card. My laptop is Fujitsu S Series with Intel Pentium Mobile inside; it has 1,6 GHz processor speed. It has same memory size with my PC, 512 MB.

With my cellphone as stopwatch, I write down that my PC run Ubuntu faster than my laptop. Since boot until desktop ready to use, it just need 2 minutes and 15 seconds. My laptop need more time, it’s need 4 minutes and 9 seconds.

Before run this dummy experiment I guess that both of them will need same time to run live cd Linux. The reason I thought like that because two computer have some memory size. But I was wrong, in this situations (two system have same memory size) processor speed was take more responsibility to system performance. He..he..he..really a dummy experiment.

Maybe there are some other factor that I didn’t measure in this experiment, like optical drive speed and total hardware inside the system. Optical drive speed should gave impact to system that run live cd operating system, because all part of operating system was lay on cd. Total hardware that installed in the system maybe become another factor, more hardware will cause OS need more time to recognize each of them. My laptop have more hardware like bluetooth adapter, wireless adapter, firewire, modem.

So I think it’s not fair to say that my PC is more faster than my laptop if we count two last factor that I explain above. For conclusion let say if two system have same configurations except processor speed, we can guess system with faster processor will running live cd operating system more fast than the other one.


Problem With X Server - part 2


Last night I reinstall OpenSUSE in my laptop (you can read here for background story).

Today in office I tried to install Yahoo Messenger again in my OpenSUSE. From information I read last night, Yahoo Messenger for Linux is suspect for problem like that. Just for make you understand, yesterday when I installed Yahoo Messenger for Linux, I didn’t reboot my laptop until I went home. So that I just realized that my Linux crashed when I was in home. This afternoon, as soon as I finished install YM, I reboot my laptop….guest what? Same problem came back.

Thanks Gods, I found several good posts in Internet that discuss about problem like one I have…see here and here for example. From several source, I tried to take conclusion : I think at least there are 3 step that can save me from reinstalled my Linux :D

  1. Delete file .ICEauthority and file .xinitrc on my home directory.
    # cd /home/tedy
    # rm .ICEauthority
    # rm .xinitrc
  2. Delete /tmp directory and create another one :
    # su - root
    # rm -rf /tmp
    # mkdir /tmp
    # chmod 1777 /tmp
  3. Run sax2 tool for reconfigure X86Config file.
    # su - root
    # sax2
  4. Restart X session manually using this command :
    # su - root
    # rcxdm restart
  5. After X session appears, I reboot my laptop and when it came up I could login successfully into my OpenSUSE.
  6. To make sure that OpenSUSE was fine, I tried to reboot my laptop several times. Until now, it running well.

Yahoo Messenger for Linux create .xinitrc file for make YM start when Linux startup. This one the root cause of these problem. Thanks for all you guys that share your experiences and your skill in the Internet ^:)^ .


Nuansa Liburan


Pagi ini saya berangkat ke kantor seperti biasa, kantor saya baru mulai libur Jumat besok. Nuansa libur sudah terasa di Jakarta sejak kemarin sore. Pagi ini jalan-jalan yang biasanya padat terlihat lengang. Sungguh enak jalan-jalan di Jakarta pada hari-hari di sekitar lebaran seperti sekarang ini, bebas macet. Di kantor saya pun nuansa libur terasa sekali. Banyak rekan-rekan yang sudah mengambil cuti hari ini. Sepi juga rasanya :) .. tapi menyenangkan, tidak ada beban kerja seperti hari-hari biasanya.

Bagaimana liburan Anda? Mudik kah Anda lebaran kali ini?  Apapun yang Anda lakukan liburan kali ini, I just wanna say : enjoy your holiday :) Selamat berlibur, selamat berlebaran bagi Anda yang merayakan.


Problem With X Server


Two days ago, I tried to install OpenSUSE 10.2 on my office’s laptop. It was running well, this afternoon I also use this OS for some work in office. When I came home from office, I got stuck with some trouble with my OpenSUSE. When I login I couldn’t enter GDM. After enter username and password, no desktop environment loaded. It just black console screen. Error messages that appears like this :

Your session only lasted less then 10 seconds. If you have not logged out yourself, this could mean that there is some installation problem or that you maybe out of diskspace. Try logging in with one of the failsafe sessions to see if you can fix this problem.

I tried to figure out what is the problem, almost 4 hours I tried all method which I got from Google. After several trial and errors, I gave up :( . I copied all the data into Windows partition. After that I reinstalled OpenSUSE. When I write this post in my PC, installation still running (now run on CD 5).

But I read one article on Internet that explain about Yahoo Messenger for Linux can cause problem like one I have. This is what I must learn more : X server configurations.

ps : this is my first post in English since 9 month blogging :))


Mengapa Telapak Kaki?


gnome-footAnda kenal gambar ini? Kalau Anda pengguna sistem operasi berbasis Unix, seharusnya Anda kenal gambar di samping ini :D . Gambar telapak kaki ini adalah logo dari GNOME. GNOME adalah kependekan dari “GNU Network Object Model Environment”. Lalu GNU sendiri itu apa? GNU = “GNU Not Unix” bingung kan? sama saya juga bingung dengan singkatan berulang ini :))

Tahukah Anda mengapa logo GNOME adalah gambar telapak kaki berjari 4? Tadi iseng saya membuka Oxford Pocket Dictionary, di sana kata “gnome” salah satu artinya adalah “(in stories) small old man who lives under the ground”. Kalau menurut analisis bodoh-bodohan saya, ini mungkin ini bisa dijadikan alasan mengapa gambar kaki yang tidak biasa ini dijadikan logo GNOME. Bagaimana mengartikan “small old man”? Apakah itu orang kerdil atau kurcaci? Mengingat disebutkan itu hanya dalam cerita, mungkin bisa disamakan dengan tokoh Frodo di film The Lord of The Rings. Frodo di film tersebut adalah gambaran orang kerdil, disebut sebagai kelompok Hobbits. Gambar telapak kaki ini mungkin representasi dari kaki dari makhluk yang menyerupai manusia, tapi bukan manusia.

Ah ini cuma analisis bodoh-bodohan saya saja :))

GNOME adalah salah satu desktop environment (desktop manager?)yang populer terutama di sistem operasi semacam GNU/Linux dan Solaris. Desktop environment menurut Wiki adalah perangkat lunak yang berjalan di atas suatu sistem operasi dan bertindak sebagai antarmuka grafis (GUI/graphical user interface) bagi penggunanya. Selain GNOME ada juga KDE, XFCE, Aqua (milik MacOSX), dsb.


Libur Tambah Lagi


Libur Lebaran tahun ini awalnya dijadwalkan jatuh pada tanggal 12-16 Oktober 2007. Dengan perhitungan tanggal 12, 15, dan 16 adalah hari cuti bersama. Baru Selasa lalu diumumkan bahwa cuti bersama nasional diperpanjang sampai tanggal 19 Oktober 2007. Ada yang suka dan ada juga yang merasa kesal dengan adanya perpanjangan libur nasional ini.  Saya tidak termasuk keduanya. Minggu lalu saya memang sudah mengajukan cuti untuk tanggal 17,18.19 sehingga tidak menjadi masalah bagi saya libur cuti bersama diperpanjang atau tidak. Yang merasa kesal dengan perpanjangan ini antara lain adalah orang yang sudah membeli tiket kembali dari kampung halaman dan orang yang jatah cutinya sudah hampir habis. Bayangkan saja jatah cuti yang sudah hampir habis dirampok lagi dengan cuti bersama ini.

Saya sendiri merasa aneh dengan yang namanya cuti bersama nasional. Ngapain sih pemerintah ikut-ikutan mengatur cuti karyawan. Mau memberi libur pada para pegawai negeri? Saya lebih setuju kalau pemerintah menetapkan hari libur nasional saja sekalian…tanpa mengganggu urusan pribadi tiap karyawan. Dengan cuti bersama nasional ini saya dan banyak karyawan lain tidak punya pilihan dengan pemotongan jatah cuti tahunan. Jatah cuti yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan lain bisa-bisa habis terpotong momen seperti ini. Kalau seorang karyawan kehabisan jatah cuti 2007 gara-gara pemotongan cuti bersama ini mau tidak mau, suka tidak suka dia harus “ngutang” cuti di tahun kerja 2008. Kantor saya memberi pilihan lain, silakan masuk kantor pada tanggal 17,18, 19….ada-ada saja ya urusan kebijakan HRD ini :)


Busway Koridor Baru


Di beberapa titik jalan di ibukota saat ini sedang diadakan pembangunan jalur busway baru. Kabarnya di daerah Pluit, Slipi, Tanjung Priok sudah diramaikan dengan proyek pembangunan jalur busway. Siang ini saya mengalami sendiri macetnya jalan gara-gara proyek pembangunan jalur busway. Dari Wisma Mulia sampai Tomang macet total. Padahal biasanya sekitar jam 2 jalanan di sini cukup lancar. Alhasil waktu tempuh yang seharusnya sekitar setengah jam harus saya tempuh dalam waktu 1 jam. Yang membuat macet adalah proyek jalur busway di dekat Slipi Jaya. Kabar-kabarnya akan ada koridor busway  baru dari Cawang menuju Grogol…bagus juga sih kalau benar dibuat seperti itu :D.

Tadi pagi pun demikian. Jalan Gatot Subroto ke arah Cawang dari dekat pintu tol Pejompongan sampai Semanggi macet (padat merayap..hampir padat ngesot :( ) Sewaktu berangkat dari rumah ke kantor di Sudirman sekitar pukul setengah 8, jalan yang biasa lancar mendadak padat. Padahal proyeknya jalur busway-nya baru tahap sekitar pintu tol Semanggi 1. Hmm..rupanya benar apa yang sering diobrolkan orang belakangan ini kalau Jakarta tambah macet gara-gara busway. Kita nantikan saja semoga kemacetan belakangan ini sepadan dengan manfaat busway yang baru nanti.


Secara Lagi Secara Lagi


Belakangan saya jadi lebih sering memperhatikan penggunaan kata “secara” yang aneh. Entah apa maksudnya orang menggunakan kata “secara” secara tidak tepat (eh ini betul kan penggunaannya?). Kalau saya perhatikan, orang-orang yang menggunakan kata “secara” sebenarnya mau mengatakan “karena”. Aneh kan? Masa kata “kalau” jadi “secara”? Misalnya : “Hari ini gua gak berangkat kerja, secara tadi pagi perut mules.”

Dulu saya tidak memperhatikan banyaknya orang yang menggunakan kata secara dengan cara yang aneh ini. Suatu kali saya pernah membaca tulisan Sdr.Mertanus tentang hal ini, tapi saya belum ngeh kalau ada orang yang sering menggunakan kata ini. Gara-gara membaca tulisan itu saya jadi memperhatikan tiap kali ada orang yang menggunakan kata “secara” dalam perkataannya. Tiap kali mendengar kata “secara” dipakai dengan gaya baru itu, saya selalu heran kok bisa-bisanya “karena” diganti “secara”.

Akhir-akhir ini saya cukup “gerah” setiap kali mendengar orang menggunakan kata “secara” ala gaul ini. Kalau ada yang bicara pada saya dan menggunakan kata tadi pasti saya tanyakan apa sih artinya? Tahu sih artinya, sekadar ingin mengingatkan mereka saja dengan bahasa yang ngawur itu. Yang repot dan yang lebih membuat gerah adalah kalau saya mendengar orang lain ngobrol dan menggunakan kata “secara”. Rasanya ingin saya ikut ngobrol untuk bertanya pada orang tersebut apa sih maksudnya dia menggunakan kata secara dengan cara aneh ini. Sayang bukan urusan saya untuk mencampuri obrolan mereka.

“Secara” itu sebenarnya berarti “dengan cara” (silakan liat tulisan Sdr Mertanus tadi untuk melihat kutipan dari kamus tentang penggunaan kata “secara”); contoh penggunaannya :

“Menyelesaikan tiap masalah harus secara damai”.

Coba apa jadinya kalau kalimat ini diartikan menggunakan “secara” versi gaul :

“Menyelesaikan tiap masalah harus karena damai”.

Jadi ngaco kan artinya. Sampai saat ini saya belum menemukan literatur dalam Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa kata “secara” memiliki arti “karena”. Atau ini semua terinspirasi Debby Sahertian yang sukses mempopulerkan bahasa gaulnya yang membingungkan itu?

Tidak hanya dalam penggunaan lisan, di beberapa blog ternyata saya pun menjumpai ada blogger yang menggunakan kata secara baik dalam tulisannya maupun dalam menuliskan komentar. Di televisi juga saya lihat beberapa artis dalam acara infotainment juga ada yang menggunakan kata “secara”. Hal yang aneh. Mengapa hal yang salah kok dijadikan tren seperti ini.

Ayo yang sering menggunakan kata “secara” silakan dikomentari…. :D