Reog Berdemo

Pagi ini Kedubes Malaysia (di Rasuna Said – Kuningan) diramaikan oleh puluhan orang seniman reog. Bukan karena tuan rumah punya hajatan tapi karena para seniman reog memprotes klaim Malaysia atas kesenian reog. Beberapa mobil transmisi stasiun televisi juga sudah siap meliput demo tersebut. SCTV dan Lativi yang saya lihat sudah mengirim krunya ke sana.

Mungkin Anda belum tahu bahwa beberapa hari belakangan beredar isu bahwa Malaysia sudah menyatakan bahwa kesenian reog adalah kesenian milik bangsa Malaysia. Gila juga Malaysia…main klaim seenaknya kesenian negara orang lain. Sudah lagu Rasa Sayange, sekarang kesenian reog…besok entah apalagi yang akan diklaim. Mungkin nanti gamelan diklaim sebagai milik rakyat Malaysia, atau tari Kecak yang diserobot juga..maka siap-siap deh para seniman (atau warga yang daerahnya punya kesenian menarik) untuk datang ke Jakarta mendemo Kedubes Malaysia besar-besaran. Eh tapi kalau mau datang ke Jakarta demonya malam-malam saja ya; kalau pagi-pagi sudah demo macet nih….

Ya…ini ceritanya adalah tadi saya cukup lama terjebak macet di Kuningan. Niat hati dari Sudirman menghindari kemacetan Semanggi eh malah terjebak macet di Kuningan. Padahal cuma mau ke tol dalam kota saja, itu kan dekat sekali dari kantor saya…eh malah jadi lama. Saya melintas di Kuningan kurang lebih pukul setengah 11 pagi ini.

Saya masih ingat, dari SD selalu saja ada materi pelajaran yang menyebut-nyebut kalau reog adalah salah satu kesenian tradisionil Indonesia. Reog terkenal dari daerah Ponorogo (Jawa Timur). Cirinya ada orang yang memakai topeng besar dengan jambul raksasa menyerupai kipas (belakangan saya baru tahu kalau itu adalah representasi dari burung merak). Ah, mungkin anda sudah tahu apa itu reog jadi saya tidak usah cerita lagi tentang seperti apa reog itu. mode ngeles, padahal karena gak tahu persis detil ceritanya =))

One thought on “Reog Berdemo

Leave a Reply