Blognya Tedy Tirtawidjaja

Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini

Masalah Pulsa Isi Ulang Flexi


Semalam seorang rekan minta tolong diisikan pulsa Flexinya. Lembar kartu isi ulang itu saya gosok lalu saya isikan dengan cara menelepon #99. Di ujung telepon, mesin penjawab memandu saya mengisikan pulsa isi ulang. “Masukan 14 digit kode voucher dan akhiri dengan tanda #“, seperti itu kira-kira. Betapa kagetnya saya waktu suara mesin di sana menjawab “maaf nomor yang Anda panggil salah“. Baru pernah saya alami gangguan saat mengisi pulsa Flexi.

Ah mungkin saya yang salah mengetikkan kode pulsa isi ulang. Saya ulangi lagi prosesnya, telepon #99, tekan 1, lalu ketik 14 kode pulsa plus tanda #. Gagal lagi. Sialan…saya coba cara kedua. Cara kedua adalah menekan *99*<kode_pulsa># lalu tekan tombol Call. Cara ini pun malah memunculkan pesan “Kode voucher yang Anda masukkan salah“. Sedang ada gangguan kah layanan Telkom Flexi malam ini?

Segera saya menelepon ke 147. Customer service yang menerima malam tadi namanya Eko. Setelah bercerita tentang masalah saya mengisi pulsa isi ulang, Eko meminta saya memberitahu nomor Flexi dan nomor seri dari lembar pulsa isi ulang (nomor yang ada di bawah barcode). Setelah menunggu beberapa saat Eko memberitahu saya bahwa nomor seri pulsa isi ulang yang saya beli belum terdaftar di Telkom. Katanya, Telkom mempunyai rekanan yang mengurusi pencetakan dan pendistribusian lembaran pulsa isi ulang untuk Telkom Flexi Trendy. Kemungkinannya adalah rekanan Telkom tadi belum mendaftarkan nomor-nomor pulsa isi ulang tadi ke kantor Telkom…ini versi Eko. Masuk akal juga analisisnya. Eko menyarankan saya untuk menukarkan kembali lembar pulsa isi ulang yang saya pegang ini ke tempat penjualnya. Jelas usul ini saya tolak. Alternatif lain menurut Eko, saya bisa mendatangi Plasa Telkom terdekat untuk minta diaktifkan pulsa yang sudah dibeli ini.

Walah….saya sungguh heran atas kejadian ini. Kok bisa-bisanya ada lembar pulsa yang belum terdaftar kok sudah dirilis ke pasar. Ini kan menyusahkan pengguna Flexi.


Duri Bandeng Sialan


Gara-gara sarapan ikan bandeng goreng, sampai sekarang kerongkongan saya masih terasa sakit sampai malam ini. Sepertinya ada duri ikan yang “nyangkut” di kerongkongan. Tiap kali menelan ludah, baru terasa sakit. Orang biasanya menyarankan makan saja sekepal nasi putih supaya durinya terbawa dan segera tertelan. Tapi sepertinya saran itu tidak berhasil pada saya hari ini. Duri bandeng sialan…enaknya gak seberapa tapi menjengkelkan juga rasanya seharian.


Pecel, Hujan, & Macet


Apa hubungannya pecel, hujan, dan macet? Ketiganya memang tidak ada hubungannya, kecuali kalau hujan Jakarta pasti tambah macet :) . Ini cuma cerita tentang kegiatan saya siang ini. Siang ini saya pergi ke Serpong untuk instal sesuatu di mesin Fujitsu Primepower 1500 milik salah satu client kantor saya. Mungkin cerita tentang instalasi ini bukan hal yang menarik untuk dituliskan.

Mungkin lebih menarik kalau saya menuliskan pengalaman saya makan pecel madiun di daerah Serpong. Atas rekomendasi rekan saya, kami makan siang di rumah makan Pecel Madiun. Tempatnya di Jl. Ciater Barat Raya Rawabuntu BSD, Serpong - Tangerang.

Tempatnya asik sekali untuk duduk-duduk melepas lelah sambil makan. Dari jalan raya, tidak nampak keramaian rumah makan, keramaian pengunjung pun tidak tampak. Tahu kenapa? Karena parkiran mobilnya berada di dalam kompleks rumah makan itu. Rumah makan ini cukup luas, parkiran mobil yang cukup padat mungkin bisa dijadikan indikator bahwa rumah makan ini cukup terkenal. Kompleks ini ditanami banyak pohon, dari pohon rambutan, pohon jeruk, pohon lamtoro, dll. Tanah lapang dengan rumput tertata rapi di tengah kompleks. Kita bisa memilih dimana kita akan makan, bisa makan di bangun utama rumah makan, bisa di tengah-tengah lapangan di bawah tenda-tenda, atau di pendopo-pendopo (pendopo atau bungalow ya namanya :D;) di tengah lapangan…asri sekali pemandangan di tempat ini. Ada pendopo yang dilengkapi dengan meja dan kursi, ada juga pendopo yang cuma dilengkapi dengan meja (silakan duduk lesehan). Tadi saya memilih duduk di bawah tenda, cukup teduh karena tepat di bawah pohon rambutan.

Menunya standar saja sebenarnya nasi pecel, empal daging, paru goreng, tahu/tempe bacem, dll. Harganya memang tidak mahal, sepiring nasi pecel (nasi, pecel sayur, peyek kacang) cuma Rp10.000,- (sayang nasinya terlalu sedikit :( ). Rasanya cukup enak…layak direkomendasikan. Walaupun siang ini pengunjung yang makan cukup ramai tapi suasananya tetap terasa “sepi”, cocok untuk meeting atau sekadar ngobrol sambil makan siang. Mungkin ini pengaruh dari luasnya tanah lapang sehingga suara dari pengunjung lain cepat terbawa angin,..he..he.. :D Tapi sayang jauh euy dari Jakarta.

Pulang dari Serpong sekitar pukul 13.00 lalu lintas tol Jakarta Merak padat apalagi mendekati Slipi…wuih, macet…..Saat sampai di Kebon Jeruk hujan mulai turun. Di radio diberitakan Jakarta dilanda hujan badai, pohon tumbang dimana-mana. Memang betul macet…begitu keluar di Tomang, Slipi menuju Semanggi benar-benar padat…belum lagi di Slipi sudah dibangun jalur busway. Tadi saya juga melihat di dekat Jakarta Design Centre ada juga pohon tumbang entah ada korban atau tidak. Mudah-mudahan tidak ada korban.

Nah begitu kira-kira ceritanya….jelas kan hubungannya sekarang antara pecel, hujan, & macet. Pulang makan pecel, kena macet gara-gara hujan =))


Meng-copy Audio CD


Di milis Detikinet kemarin ada yang menanyakan bagaimana caranya menyalin sebuah cd audio ke dalam harddisk tanpa menjadikannya sebagai file MP3. Saat saya baca email tersebut ternyata belum ada yang menanggapi, jadi saya jawab saja. Si penanya ternyata sudah pernah menggunakan Nero untuk menyalin cd audio ke cd lain, masalahnya dia tidak tahu bagaimana membuat copy-nya ke dalam harddisk. Untuk membuat copy dari sebuah cd audio (atau cd apapun), caranya adalah dengan membuat image dari cd tersebut. Nero pun sebenarnya sudah dilengkapi dengan kemampuan ini. Caranya cukup mudah, Anda tinggal mengganti recorder yang digunakan dengan Image Recorder. Lihat tampilan Nero berikut ini :

Setelah Anda memilih Burn, Nero akan meminta Anda menentukan di folder mana Anda akan menyimpan image cd yang akan dibuat. Jika Anda menggunakan Nero, image hasil akan memiliki ekstensi *.nrg. Untuk menggunakan kembali image hasil ini, Anda perlu menginstal program virtual cd emulator semacam Daemon Tools. Sebenarnya selain Nero banyak program di Windows yang bisa dipakai untuk membuat image cd, misalnya CloneCD, WinISO, Alcohol.

Di Linux (di Solaris juga pernah saya coba), caranya relatif lebih sederhana tanpa perlu tools lain lagi. Caranya dengan menggunakan perintah dd. Formatnya seperti ini :

# dd if=/dev/cdrom0 of=/home/image_cd.iso

Yang perlu diperhatikan adalah penamaan optical device (CD-ROM) yang dikenali oleh sistem operasi. Di GNU/Linux biasanya CD-ROM diberi nama /dev/cdrom0. Sementara di Solaris biasanya CD-ROM diberi nama /vol/dev/dsk/c2t0d0. Anda perlu menentukan nama dan lokasi tempat image hasilnya setelah perintah of=; jangan lupa untuk memberi ekstensi *.iso setelah nama image.

Untuk menggunakan kembali image cd yang sudah dibuat tadi caranya adalah dengan mount image cd tersebut ke suatu direktori. Hal ini cukup berbeda caranya antara GNU/Linux dan Solaris, berikut uraiannya.

Kalau Anda menggunakan GNU/Linux, caranya lebih mudah :

# sudo mount -o loop /home/image_name.iso /mount_point

Dengan cara demikian, kita seolah-olah memiliki virtual CD-ROM dengan alamat di direktori /mount_point. Untuk “mengeluarkan”/melepas virtual CD-ROM tadi caranya cukup dengan perintah :

# umount /mount_point

Di Solaris Anda langkahnya adalah :

# lofiadm -a /home/image_name.iso# mount -F hsfs -o ro /dev/lofi/1 /mount_point

Perintah lofiadm membuat virtual device dari image cd tersebut terlebih dulu. Alamat virtual device tersebut ada di /dev/lofi/1. Angka di dalam /dev/lofi akan bertambah tiap kali kita membuat virtual device. Jadi pastikan Anda tahu berapa nomor lofi yang diatur oleh Solaris. Berbeda dengan GNU/Linux, di Solaris virtual device inilah yang akan di-mount ke dalam sistem. Untuk melepas virtual CD-ROM ini caranya adalah dengan perintah berikut :

# umount /mount_point# lofiadm -d /dev/lofi/1

Perintah lofiadm -d berguna untuk menghapus virtual device yang sudah dibuat tadi.

Nah kurang lebih begitu caranya untuk menyalin cd audio ke dalam harddisk Anda tanpa perlu mengubahnya menjadi file MP3. Jangan lupa, ini tidak hanya untuk cd audio tapi untuk segala macam CD (selain celana dalam tentunya….. =)) ).


Body Mass Index


Setelah makan siang saya tidak sengaja membaca artikel di salah satu majalah tentang masalah kegemukan. Di situ cara menghitung BMI (body mass index). Body Mass Index biasa digunakan untuk mengukur keidealan berat badan seseorang. Rumusnya sederhana : berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (kg)….(hmm Wordpress ini belum punya LaTeX jadi susah mau tulis persamaan matematika). Kalau sudah dapat angkanya, tinggal lihat daftar berikut ini :

  • < 18,5 : underweight
  • 18,6 - 24.9 : normal 
  • 25 - 29.9 : overweight
  • > 30 : obese

Jadi penasaran langsung saya ambil ponsel, mau hitung BMI saya. Tinggi saya 160cm, berat saya 66kg jadi BMi saya 25,7. Hore saya masuk kategori overweight =)) .


Instal Ubuntu Lagi


Seminggu kemarin saya benar-benar berhenti ngeblog. Banyak ide di kepala saya tapi malas menuliskannya ke blog, padahal sudah ada beberapa topik yang saya tulis draft-nya di komputer saya. Mungkin karena sibuk sampai-sampai rasanya malas memposting dokumen saat sampai di rumah. Seminggu kemarin saya berkutat dengan banyak flowchart dan dokumen di kantor…mungkin karena ini juga saya bosan berada di depan laptop :-p .

Sabtu lalu aktivitas saya di rumah adalah menginstal ulang Ubuntu di PC saya. Entah ini sudah jadi instalasi keberapa selama saya mengenal Ubuntu :D . Saya memang cepat bosan, jadi sedikit-sedikit instal ulang. Tidak hanya instal ulang Windows, sekarang juga setelah jadi pengguna GNU/Linux saya pun sering menginstal ulang walau frekuensinya jauh lebih jarang dibandingkan waktu saya menggunakan Windows. Rasanya “segar” sekali PC saya setelah Ubuntunya diinstal ulang…(gila gak sih saya :)) ) Mula-mula saya pindahkan dulu semua data ke dalam harddisk external, baru kemudian saya instal ulang Ubuntunya.

Padahal rencananya saya akan instal ulang PC setelah dapat CD Ubuntu 7.10 tapi belum dapat juga sih. Jadi sementara saya instal ulang saja dengan Ubuntu 7.04. Hmm… lihat deh screenshot desktop saya sekarang :

ubuntu reinstall

Selain bosanan, saya juga mungkin bisa dikategorikan “distro freak“, selalu ingin mencoba menggunakan distro Linux yang baru saya kenal. Jangan heran kalau notebook saya berulang kali diinstal berbagai macam distro Linux. Walaupun sebenarnya saya tahu ujung-ujungnya ya begitu-begitu saja desktopnya tapi bagi saya ini adalah hiburan yang menyenangkan. Untuk hobi saya yang satu ini sebenarnya saya bisa saja menggunakan VMWare untuk mencoba-coba berbagai distro. Tapi saya kurang sreg saja menggunakan tools yang satu ini. Saya lebih senang menyediakan sebuah partisi kosong di harddisk notebook untuk jadi tempat testing macam-macam distro.

Rata-rata yang saya coba adalah distro yang menyediakan menu grafis untuk instalasinya. Begitu-begitu saja sih instalasinya, tinggal Next, Next, setting ini itu, Next lagi, instal dan Finish. Ada satu distro yang belum saya coba yang katanya susah dan ribet untuk diinstal…Gentoo. Nanti lah kalau ada waktu senggang panjang saya coba, itu pun kalau sudah dapat source-nya.


Calibri di Ubuntu Linux


Microsoft Windows Vista sekarang punya beberapa font baru yang dijadikan default font-nya. Dua yang paling gampang saya ingat adalah Calibri dan Cambria. Calibri adalah jenis sans serif (font yang tidak punya kait) sementara Cambria adalah jenis font serif (dengan kait).

Tadi iseng mencari di Google bagaimana cara menginstal kedua macam font baru Windows Vista tersebut ke dalam GNU/Linux. Pas sekali saya menemukan link yang tepat, lihat di sini. Nah berikut ini adalah rangkuman langkah-langkah instalasinya di Ubuntu saya :

  1. Download dulu file PowerPointViewer.exe dari webnya Microsoft (di sini) untuk mendapat source font Calibri dkk.
  2. Instal package cabextract untuk membaca file *.cab (cabinet file Microsoft). Caranya dengan perintah :# sudo apt-get install cabextract
  3. Jalankan cabextract pada file PowerPointViewer.exe yang sudah didapat. Perintahnya adalah :
    # cabextract PowerPointViewer.exe
    # cabextract ppviewer.cab
  4. Dari perintah sebelumnya kita sudah bisa mendapat beberapa source font berupa file dengan ekstensi TTF. Pindahkan semua file tersebut ke dalam /usr/share/fonts/TTF dengan perintah berikut :
    # sudo mkdir /usr/share/fonts/TTF
    # sudo cp *TTF /usr/share/fonts/TTF
  5. Lalu jalankan perintah-perintah berikut ini :
    # sudo xset fp+ /usr/share/fonts/TTF
    # sudo xset fp rehash
    # sudo mkfontdir
    # sudo mkfontscale
    # sudo fc-cache -f -vv

Nah gampang kan….sekarang saya bisa membuka dokumen yang dibuat dengan Microsoft Office 2007 dengan Ubuntu saya tanpa harus kehilangan font-font terbarunya Microsoft tadi.


Memutar Layar


rotasi kanan

Tampilan gambar di atas bukan karena keisengan saya meng-upload gambar secara terbalik. Gambar di atas memang betul hasil tangkapan layar Ubuntu di PC saya. Tadinya layar di komputer saya seperti ini tampilannya :

GNU/Linux memang dilengkapi dengan fitur rotasi tampilan desktop seperti di atas. Saya juga baru tahu fitur ini gara-gara baca postingannya Pak Andika :-p. Di Ubuntu saya perintahnya seperti ini :

# xrandr -o right
# xrandr -o left
# xrandr -o inverted
# xrandr -o normal

Opsi -o itu untuk mengatur arah rotasi layar. Nah gambar yang pertama itu hasil perintah # xrandr -o right. Malam ini iseng saya kumat lagi, saya putar-putar lagi tampilan layar desktop Ubuntu saya. Masih belum habis kekaguman saya pada fitur ini…terkesan ndeso? Biarin yang penting keren…bisakah Windows Anda seperti ini? :-p (loh kok malah ngompor-ngomporin yang pakai Windows =))maaf maaf saya juga masih sering pakai Windows kok :D )

Bagus juga nih untuk iseng pamer di PC kantor. Sebelum meninggalkan komputer balik dulu layarnya 180 derajat dengan perintah # xrandr -o right biarkan orang lain terbingung-bingung (bingung liat PC kok terbalik tampilannya & bingung mau iseng ngintip isi desktop orang =)) )


Mailbox Telkom Flexi


Sudah cukup lama saya jadi pengguna Telkom Flexi (dulu di Bandung dulu dan sekarang di Jakarta). Ada satu fitur yang sampai sekarang belum pernah saya gunakan dari Telkom Flexi, voice mailbox-nya. Layanan pesan suara ini secara otomatis aktif bila nomor kita sedang tidak aktif atau sedang sibuk. Kalau anda pengguna Flexi atau pernah menelepon ke nomor Flexi, pasti tidak asing dengan sapaan “Mailbox Telkom Flexi, untuk meninggalkan pesan…………….”.

Pagi ini saya melihat ada tanda pesan suara di Nokia 6585 saya. Hmm…baru kali ini ada yang meninggalkan pesan suara di Flexi saya. Selama ini ponsel saya jarang mati, kalaupun mati tidak ada yang menelpon :-p ….jadi wajar kalau saya tidak pernah dapat voice message. Rupanya ini gara-gara kemarin waktu saya sakit, saya tidak sadar kalau ponsel mati kehabisan baterai & waktu sadar pun saya masih malas men-charge ponsel.

Iseng (campur penasaran siapa yang titip pesan) saya buka voice mailbox (kotak masuk pesan suara), eh ternyata saya langsung diantarkan menelepon #88 secara otomatis….redirect gitu lah bahasa kerennya. Mesin penjawab di ujung telepon meminta saya memasukkan password untuk mendengarkan pesan suara yang ada. Waduh…bingung juga, tidak pernah pakai layanan ini, merasa tidak pernah merasa memasukkan password kok dimintai password? Saya coba berbagai kombinasi nomor yang sering saya jadikan password tapi gagal. Putus asa, saya telepon 147. Untungnya kali ini operator yang menjawab bisa memberi saya solusi. Katanya saya harus memasukkan 0000 sebagai nomor PIN. Nomor 0000 adalah default password untuk mendengarkan pesan suara yang masuk ke dalam kotak suara Telkom Flexi.

Hmm…syukurlah saya jadi bisa mendengarkan pesan yang masuk. Tidak penting memang pesan-pesan yang tadi saya dengarkan, tapi rasa penasaran itu yang lebih penting untuk dipuaskan :D


Ngantor Paling Singkat


Sudah 2 hari ini saya hanya berbaring saja di kamar..sakit euy. Badan panas, kepala pusing, pegel-pegel…begini awal ceritanya :

Kamis lalu saya tetap pergi ke kantor seperti biasa. Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor. Kantor masih sepi, saya sudah buka laptop lalu browsing sambil minum kopi. Sekitar jam 8 kepala mulai terasa pusing. Leher saya terasa pegal sekali. Badan juga berasa “menghangat”…persis rasanya kalau demam. Awalnya saya menduga ah mungkin ini karena AC di ruang kantor terlalu dingin. Saya pun keluar sebentar ke smoking area di lantai dasar. Sampai di bawah tetap saja badan masih berasa demam. Waduh lama-lama kok badan makin gak karuan rasanya…meriang demam, susah juga mendeskripsikan rasa tidak enak badan ini. Sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa cepat sekali demam itu datang.

Akhirnya saya batalkan rencana pergi ke client (tadinya saya sudah mau berangkat jam 9 pagi). Segera saya ijin pulang ke atasan saya. Untungnya atasan saya mau mengerti kalau saya benar-benar sakit. Langsung saya bereskan laptop, ambil jaket dan bergegas keluar kantor. Ingin cepat sampai rumah, saya langsung mencegat BlueBird yang melintas di depan kantor. Jam menunjukkan pukul 8.50 ketika saya di taksi. Gila juga, praktis pagi ini saya ngantor cuma 50 menit. Sakit memang tidak pernah permisi, coba kalau tadi pagi permisi dulu, pasti saya tidak perlu bangun pagi dan pergi ke kantor :-p

Perjalanan Sudirman menuju Tomang terasa lebih lama dari biasanya. Sampai di rumah, saya langsung masuk kamar dan merebahkan diri di kasur. Sekujur badan rasanya panas, kepala pun berat sekali rasanya. AC tidak saya nyalakan, saya tidur dengan berselimut berharap keringat cepat keluar dan panas badan cepat turun.

Sabtu pagi ini badan saya sudah kembali normal. Tinggal kepala yang masih sedikit pusing..ngeblog dulu ah. Oh ya selama sakit ini, saya cuma minum antibiotik, Panadol, dan minum Tolak Angin cair.