BlueBird Masuk Semarang

Dari hasil obrolan ringan dengan sopir taksi, saya jadi tahu kalau Blue Bird akan mulai beroperasi di kota Semarang mulai Senin besok. Si sopir bercerita tentang yang jelek-jelek soal Blue Bird; misalnya katanya Blue Bird itu nyogok walikota Semarang, Blue Bird itu didanai pemerintah, Blue Bird bakal hancur lah kalau masuk Semarang karena kekurangan konsumen, dll.  Saya cuma senyum-senyum saja..saya kan konsumen Blue Bird :). Baguslah kalau memang BlueBird sudah melebarkan sayap ke Semarang..jadi kapan-kapan kalau ke Semarang lagi saya bisa pakai jasanya. Oh ya kata si sopir lagi, besok akan ada demo besar yang dilakukan oleh semua sopir taksi di Semarang.

Lain halnya tadi sore waktu naik taksi pulang ke hotel. Sopirnya cukup fair pendapatnya ketika ditanya soal Blue Bird. Dia bilang Blue Bird memang bagus..dia juga memberi pendapat kalau taksi di Semarang harus kasih servis yang lebih baik daripada BlueBird. Entah karena dipicu akan masuknya Blue Bird ke Semarang atau memang si sopir ini memang dididik untuk berlaku sopan pada setiap penumpang. Tingkahnya yang ala “Blue Bird” membuat saya jadi menerka-nerka negatif. Jangan-jangan karena Blue Bird mau masuk jadi sopan begini…mudah-mudahan salah ya analisis saya :D.

Bagus sekali jadinya kalau adanya persaingan membuat sesama pelaku jadi berlomba-lomba meningkatkan kualitas servis pada kustomer. Jangan sampai seperti yang terjadi di Bandung, ketika Blue Bird masuk ke sana banyak sekali aksi kriminalitas terhadap armada Blue Bird. Mulai dari taksi dilempari sampai dirusak oleh oknum pengemudi armada taksi lain yang beroperasi di Bandung. Terlalu lama terlena oleh monopoli kadang membuat produsen memberikan servis seenaknya. Lihat saja Pertamina, Telkom, PT Kereta api; puluhan tahun beroperasi tanpa kompetitor hasilnya Anda bisa lihat sendiri. Di situ arti penting kompetisi terlihat. Lihat sekarang Pertamina mulai berbenah, berusaha meningkatkan servis sejak penyedia BBM seperti Shell, Petronas masuk ke Indonesia. Meskipun kadang lucu melihat mereka cenderung “meniru-niru” servis yang diberikan oleh kompetitornya. Coba kalau pemerintah mengijinkan perusahaan swasta untuk mengoperasikan kereta api, pasti akan memicu PT KAI memperbaiki pelayannya pada masyarakat. Tapi sayangnya tidak mungkin.

Siapa yang senang dengan persaingan sehat antara sesama produsen/penyedia jasa? Tentunya masyarakat sebagai konsumen yang akan menikmati perbaikan pelayanan.

6 thoughts on “BlueBird Masuk Semarang

  1. Siiip.. Mantap kalau blue bird ada di Semarang, yang pasti konsumen jadi raja bisa pilih taksi yang pelayanannya buagus.. trus semua taksi berusaha jadi baguss ya.. tho….

  2. Pingback: blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Naik Taksi Gratis (Maunya)

  3. Hati-hati bila berurusan di jalan dengan taksi bluebird. Mereka akan mengirimkan field officer semi-preman ke tempat kejadian.
    Pengiriman field officer tersebut untuk ‘menyelesaikan masalah secara kekeluargaan’, dalam artian, bagaimanapun kondisinya, pihak bluebird mengkondisikan agar mereka tidak mengganti kerugian apapun, dan bahkan sebaliknya, menuntut ganti rugi dengan jumlah yang kurang masuk akal.

    Saya juga diintimidasi saat saya mengancam akan menulis di surat kabar dan internet.

    Mereka TIDAK AKAN mengganti kerusakan apapun yang mereka timbulkan dengan alasan klasik, “saya hanya supir taksi, mana sanggup saya bayar segitu”.

    Apabila anda ingin mengetahui cerita lengkapnya beserta bukti berupa foto kerusakan dan hasil scan surat perjanjian,
    silakan kontak saya melalui jalur pribadi.

Leave a Reply