Terminal Emulator

Anda yang bekerja di dunia computer networking atau bekerja sebagai sistem administrator pasti kenal dengan yang namanya terminal emulator. Itu loh program yang bisa dipakai melakukan telnet, ssh, atau rlogin. Tiap sistem operasi komputer sebenarnya sudah dilengkapi dengan program ini. Windows misalnya sudah dilengkapi dengan MS DOS Prompt (yang kemampuannya pas-pasan). Sayang MS DOS Prompt ini tidak bisa dipakai sebagai ssh client. Di Unix atau Linux kita bisa langsung menggunakan terminal untuk membuka koneksi telnet, ssh, rlogin. Windows memang banyak kelemahan kalau dipakai untuk mengakses terminal remote computer….gak percaya? Coba saja bagaimana susahnya mau meng-copy keluaran telnet session, gak bisa langsung block-right click-copy. Tidak heran kalau banyak program terminal emulator di Windows yang bisa digunakan untuk pekerjaan tadi, mulai dari yang gratisan sampai yang berbayar.

Ada banyak program terminal emulator (di Windows) yang bisa dipakai untuk mengakses server secara remote; di antaranya adalah (sumber : Wikipedia) :

  1. PuTTY – gratis
  2. TeraTerm – gratis
  3. SecureCRT – tidak gratis
  4. Poderosa – gratis tapi repot karena butuh  .NET Framework 2.0

Dua program pertama adalah yang sering saya pakai saat ini. PuTTY adalah terminal emulator gratisan. Dibuat oleh Simon Tatham pada tahun 1997. Kalau Anda memerlukan PuTTY silakan download sendiri di sini. Saya sendiri kurang suka dengan PuTTY (meskipun kadang-kadang masih pakai). Saya lebih suka menggunakan TeraTerm. TeraTerm selain bisa dipakai sebagai telnet & SSH client, bisa digunakan juga untuk mengakses serial port. Aplikasi ini adalah hasil buatan T. Teranishi (orang Jepang) pada tahun 1996. Yang minat mencoba TeraTerm silakan download di sini.

Ada beberapa hal yang membuat saya lebih memilih TeraTerm daripada PuTTY :

  1. TeraTerm bisa dipakai mengakses serial port.
  2. Gampang menyimpan log (terminal ouput) dari tiap session yang dibuka.
  3. Bisa menyimpan banyak IP di cache-nya. Jadi gak perlu lagi mengetik ulang tiap IP yang sudah pernah diakses. Di PuTTY kita memang bisa menyimpan alamat IP yang sering kita akses. Tapi kok sepertinya lebih repot. Saya juga heran kenapa orang mau repot ketik ulang alamat IP setiap kali menggunakan PuTTY.
  4. Pengaturan jenis dan warna font/background lebih mudah dilakukan.

Kembali ke masalah selera sih. Yang penting kan pekerjaan bisa terselesaikan dengan mudah :D.

8 thoughts on “Terminal Emulator

  1. mas.. ada saran ga untuk terminal emulator yg lebih ramah lg, saya biasa pake securecrt van dyke tp skrg aneh, tiap kali mw pake securecrt lsg error, ud coba uninstall n install again tetep sama lsg error pdhl seblmnya tdk ada mslh.
    coba pake teraterm koq aneh y?(ato gw yg terlalu oon) hhhehe.. nge setnya bkin binun
    saya pake terminal emulator buat telnet,ssh1,ssh2,dll
    mhn infonya y mas

  2. @ yaseen : mungkin karena anda pake secureCRTnya bajakan kali ya :-p (just kidding)..pake TeraTerm gampang kok. aneh awalnya doank, dia default fontnya gak bagus. Anda ganti aja default fontnya dari menu Setup -> Font. Untuk ganti warna background dari menu Setup -> Window

  3. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » SSH & Telnet On Ubuntu 8.04

  4. Makasi … bguna bgt infonya !
    tp apa secureCRT itu termasuk aplikasi buat telnet???
    oia bang .. mohon penjelassan yang rinci ttg secureCRT dong !
    plisss post secepatnya ke e-mail sy (lonely_dick414@yahoo.com) !
    thx

  5. lho putty kan juga bisa buat akses serial port
    yg saya g suka dari putty cuman gara2 putty g bisa njalanin tombol [home] dan [end] sesuai keinginan (spt di xterm, konsole, gnome-terminal). putty lebih mirip rxvt. akhirnya sampe sekarang tetep make gnome-terminal, klo g ya xterm.

    barang2 di windows kok susah2 ya makenya?

Leave a Reply