Tunggu Paspor
Jam 1 saya masih di kantor Imigrasi Cirebon. Lumayan di sini ada hotspot..bisa berinternet gratis. Sampai sekarang paspor saya belum keluar, padahal kereta saya ke Jakarta berangkat jam 2 siang. (mode deg-degan ON)
.
Ngeblog dulu deh..daripada tegang menanti paspor. Lumayan kencang akses internetnya.
Update :
Akhirnya paspor saya keluar jam 14.30 13.30. Udah makin deg-degan…takut ketinggalan kereta. Untungnya Nyoman rekan saya di imigrasi berbaik hati mengantarkan saya ke stasiun
jadi on time gak ketinggalan kereta. Kereta Argo Jati berangkat tepat pukul 14.00, sampai di Gambir 17.00 (terlambat 20 menitan).
Combo Mati Lagi
Ini kali ketiga kepulangan saya ke Cirebon dengan Flexi Combo yang tidak bisa digunakan. Akhir tahun lalu saat libur tahun baru saya pulang ke Cirebon selama satu minggu. Flexi Combo saya tidak bisa aktif sama sekali selama 1 minggu sampai akhirnya saya pulang ke Jakarta. Awal bulan Januari lalu saat saya pulang ke Cirebon, hal yang sama terulang. Saya tidak dapat menggunakan Flexi Combo lagi. Akhir pekan ini lengkap 3 kali Flexi Combo saya tidak dapat digunakan di Cirebon…..hatrick!!!
Dalam ketiga kasus saya ini, saya mendapat jawaban & respon yang sama dari customer service Telkom di 147. Semuanya mengatakan akan membantu supaya Flexi Combo saya dapat aktif. Semuanya menggunakan jawaban standar….“Bapak tadi sebelum berangkat sudah mengaktifkan combonya?, baik nanti akan kami bantu Pak, tunggu 1 jam lagi, nanti coba restart ponsel Bapak.”
Mungkin kalau ditotal saya sudah lebih 10 kali menelepon 147 untuk ketiga kasus ini. Lama-lama saya menyerah juga, malas juga jadinya menelepon 147 tanpa mendapat solusi. Operator di 147 memang ramah-ramah, semuanya bekerja sesuai prosedur. Saya tidak dapat menyalahkan mereka karena saya tahu persis kesalahan ada di sisi teknis Telkom, bukan karena kebodohan mereka. Mungkin pihak Telkom harus peka terhadap kasus-kasus seperti yang saya alami ini.
Sejak tahun 2007 saya menggunakan Telkom Flexi, ketiga pengalaman tadi bukan pengalaman pertama saya menggunakan layanan Combo dari Telkom Flexi. Saya sudah pergi ke berbagai daerah dan semuanya berjalan lancar. Saya pergi ke Pekanbaru, Banjarmasin, dll…di semua kota yang saya datangi nomor Flexi saya tetap bisa digunakan. Entah mengapa ini terjadi belakangan saja dan kebetulan ketiganya terjadi di Cirebon. Bantuan 147 pun tidak dapat diharapkan. Saya tidak paham bagaimana prinsip kerja layanan Combo. Mungkin stok nomor virtual yang dapat digunakan sudah habis digunakan pengguna Flexi lain yang datang ke Cirebon.
Layanan Combo dari Telkom Flexi memungkinkan pengguna Telkom Flexi untuk tetap menyalakan ponselnya saat berada di luar kota. Misalnya kartu saya adalah kartu Flexi Jakarta. Tanpa layanan Combo, saat saya meninggalkan Jakarta praktis nomor Flexi saya menjadi tidak aktif. Dengan adanya layanan Combo tersebut, nomor Flexi saya tetap bisa aktif saat berada di kota lain. Ada beberapa langkah untuk mengaktifkan layanan Combo dari Telkom Flexi.
- Pertama, sebelum meninggalkan kota asal saya harus mengirim sms ke nomor 777; isinya adalah ON <kota tujuan>. Contoh, sesaat sebelum pergi menuju Cirebon saya mengirim sms ke 777 yang isinya adalah ON CIREBON. Dengan demikian, saat saya mencapai Cirebon teorinya saya akan memperoleh nomor telepon virtual (bodoh-bodohannya Flexi saya dapat digunakan di Cirebon).
- Kedua, setelah sampai di kota tujuan saya harus menelepon ke nomor *77 untuk mengaktifkan call forwarding. Dengan langkah ini, orang yang menelepon saya ke nomor Jakarta saya tetap bisa menghubungi saya walaupun saya berada di luar kota. Akan tetapi layanan ini membuat saya kena charge Rp50,-/menit (kalau tidak salah) setiap kali ada yang menelepon ke nomor Jakarta saya.
- Ketiga, saat pulang kembali ke Jakarta saya harus menelepon ke nomor *770 untuk menonaktifkan layanan call forwarding tadi.
Kalau terus menerus seperti ini, saya bisa saja mengeluarkan teori sendiri : Telkom Flexi tidak dapat dihandalkan saat bepergian keluar kota. Untuk perjalanan keluar kota lebih baik mengandalkan operator GSM.
Membuat Paspor
Pagi ini saya pergi mengurus paspor ke kantor imigrasi Cirebon. Gila sekarang kantornya pindah jauh dari keramaian kota. Dulu yang saya tahu, kantor imigrasi Cirebon ada di seberang sekolah saya di Jl.Sisingamangaraja Cirebon. Sejak bulan Desember lalu kantor imigrasi pindah ke jalan Sultan Ageng Tirtayasa. Saya baru sekali ini datang ke daerah ini. Di jalan raya Plered ada jalan masuk tidak jauh di seberang jalan Pilang, jalan masuk ini tidak jauh dari pertigaan by pass dan Tuparev.
Untung ada teman saya, Nyoman yang bekerja di kantor imigrasi, urusan jadi gampang dan sederhana
Tinggal datang, membayar formulir pendaftaran Rp10000,-. Kalau mengurus sendiri proses pembuatan paspor bisa memakan waktu 4-5 hari. Spesial kasus seperti saya tentu butuh spesial tarif. Tapi kayanya kurang pas kalau saya beberkan di sini tarif pengurusan paspor tadi
.
Untuk mengurus paspor, dokumen yang harus dilengkapi antara lain adalah :
- Akte lahir asli + fotokopinya
- Kartu keluarga asli + fotokopinya
- Ijasah SMA / sederajat + fotokopinya
- KTP + fotokopinya
- Surat nikah + fotokopinya bagi yang sudah menikah
- Surat ganti nama (jika ada untuk WNA)
- Surat pengantar dari instansi (misalnya karyawan swasta)
- Materai Rp6000,-
Setelah menyerahkan dokumen pada teman saya, saya pulang dulu. Siangnya sekitar pukul 2 siang saya kembali lagi ke sana. Kali ini saya harus difoto dan diambil data sidik jari dengan biometric reader. Dari siang sampai sore Cirebon diguyur hujan rintik-rintik. Menyiksa juga pergi-pergi dengan angkutan umum di tengah cuaca yang tidak bersahabat seperti ini. Paspor saya baru selesai Senin depan. Mudah-mudahan tepat seperti yang direncanakan, karena saya kemarin sudah beli tiket kereta api Senin depan.
Cerita Seputar Libur Imlek
Siang ini saya pulang ke Cirebon, hari ini kantor libur libur tahun baru Imlek. Jam 12 berangkat dari rumah menuju Gambir. Jalanan cukup lengang..hanya Tomang menuju Slipi yang sedikit padat, mungkin banyak juga yang menuju ke mal Taman Anggrek. Tadinya saya tidak ingin pulang ke Cirebon libur kali ini. Anda tahu kan besok tidak jadi hari kejepit nasional? Hal yang lucu pemerintah mengubah keputusan yang sudah dibuat setahun lalu tentang pengaturan hari libur nasional dan hari kejepit nasional. Dan yang lebih menyebalkan, pemerintah mengeluarkan keputusan tersebut baru hari Selasa kemarin.
Saya siang ini rencananya mau pulang Cirebon dengan kereta pukul 1 siang. Khawatir juga takut kehabisan tiket, saya pikir stasiun Gambir akan padat ternyata tidak. Setelah dapat tiket kereta Cirebon Express, saya naik ke atas mau makan dulu di Hoka Hoka Bento. Sudah lama saya tidak makan di Hoka Bento stasiun Gambir ini. Kereta api yang akan saya tumpangi datang jam 1 kurang 10 menit. Tumben juga siang ini kereta api berangkat tepat sesuai jadwal. Sepanjang jalan saya tidur saja. Bravo to PT KAI….sore ini kereta datang di stasiun Cirebon pukul 16.10. Tepat seperti apa yang ditulis di karcis. Rupanya Cirebon baru saja diguyur hujan seharian. Sampai di stasiun Cirebon saya segera menuju tempat ke tempat reservasi karcis. Saya beli karcis kereta Argo Jati untuk keberangkatan hari Senin pukul 14.00. Dari stasiun saya pulang ke rumah naik becak.
Tidak lama setelah sampai di rumah, saya berangkat main biliar dengan Fendi. Fendi mau balas dendam atas kekalahannya di Bandung hari Sabtu lalu
. Benar saja, saya dikalahkan Fendi dengan skor 9-5. Untungnya saya bisa mengembalikan pola permainan saya yang sedikit ngaco. Gantian saya menang dengan skor 12-5. Setelah itu kami lanjutkan. Permainan terakhir kami sudah sama-sama kelelahan. Jadi saya pun terpaksa menang dengan skor tipis 12-11.
Total kami main biliar selama 5 jam lebih. Lelah…meninggalkan Spot Biliar gerimis rintik-rintik. Pulang, mandi, ngopi dulu lalu buka notebook ketik tulisan ini
. Oh ya saya lupa cerita, acara saya pulang Cirebon hari ini bukan untuk merayakan Imlek. Saya cuma mau mengurus paspor besok pagi. Mudah-mudah besok semua urusan pengurusan paspor berjalan dengan lancar. Oh ya bagi yang merayakan Imlek saya ucapkan :
“Gong Xi Fat Choi…”
Mengubah Ukuran Partisi Harddisk
Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya mengubah ukuran partisi di Lifebook S7110. Ini cerita pertama saya utak-atik notebook kantor ini setelah Senin lalu saya dapat penggantian notebook.
Dua hari yang lalu saya coba mengubah ukuran partisi dalam harddisk notebook ini dengan menggunakan Partition Magic. Tapi ternyata terjadi keanehan. Setelah Partition Magic diinstal ke dalam Windows, saya tidak dapat membuka program ini. Tampilan yang muncul katanya program gagal membaca drive letter tiap partisi yang ada. Lihat screenshot-nya ini :
Setelah mencoba me-restart Windows pun hal yang sama tetap saja terjadi. Bahkan beberapa kali terjadi BOD (blue screen of death)….alias Windows panic. Niat saya awalnya adalah mengecilkan ukuran partisi yang digunakan oleh Windows supaya saya punya ruang lebih untuk menginstal Linux ke dalam notebook ini. Padahal saya sudah menjalankan Partition Magic sebagai Administrator.
Lalu saya coba nekat saja menginstal OpenSUSE 10.3 ke dalam notebook ini. Baru muncul tampilan GUI instalasinya sudah muncul peringatan bahwa partisi harddisk yang ada di dalam notebook ini tidak dapat diubah ukurannya. Jadi saya hanya bisa menggunakan partisi yang sudah ada, tinggal pilih mau diinstal kemana OpenSUSEnya…..ke dalam drive D atau ke dalam drive C. Waduh…repot kalau begini. Program pemartisi bawaan OpenSUSE (apa ya namanya? gparted kah?) tidak bisa mengubah partisi yang sudah ada di dalam harddisk Fujitsu MHW2080BH ini.
Rasanya kurang lengkap punya notebook tidak dilengkapi Linux. Untung tadi teman saya, Adrianus memberi saran yang tepat. Dia menyarankan saya menggunakan Acronis Disk Director 10. Canggih nih program. Setelah diinstal ke dalam Windows, Acronis Disk Director mampu mengenali 2 partisi yang sudah ada di dalam harddisk. Tinggal pilih menu untuk mengubah ukuran partisi, saya dapat dengan mudah menciptakan sedikit ruang bebas di dalam harddisk ini. Ruang bebas ini nantinya akan saya isi dengan Linux (entah apa distronya
). Lihat nih tangkapan layar saat Acronis Disk Director ini bekerja :
Ok, saya belum sempat membagi-bagi harddisk ini seluruhnya. Tadi saya cuma mengecilkan partisi D. Ok ini saya jadikan mainan saja untuk nanti malam di rumah….membereskan partisi-partisinya Windows, lalu menginstal Linux
.
Nothing Gonna Change …
Kalau ditanya orang apa lagu favorit saya, saya akan jawab salah satunya adalah “Nothing Gonna Change My Love for You” (kalau tidak salah ini adalah lagunya Glenn Medeiros). Liriknya kurang lebih seperti ini :
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strongOur dreams are young
And we both know they’ll take us
Where we want to go(Chorus 1)
Hold me now
Touch me now
I don’t want to live without you(Chorus 2)
Nothing’s gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I’ll never ask for more than your love(Chorus 3)
Nothing’s gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing’s gonna change my love for youIf the road ahead is not so easy,
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I’ll be there for you if you should need me
You don’t have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I’ll help you see forever too
Ini saya tulis gara-gara diberi video klipnya Kobayashi Kaori (saxophonist wanita asal Jepang) yang membawakan instrumen “Nothing Gonna Change My Love For You” dengan cantik sekali. Selain suka lagu ini, saya pun suka instrumen musik dengan menggunakan saxophone. Silakan lihat sendiri video klipnya yang saya ambil dari YouTube berikut :
Gimana? Keren kan? Thanks to Sebastian yang sudah kasih saya video klip ini.
Mainan Baru Lagi
Notebook inventaris dari kantor saya diganti hari ini. Sejak beberapa bulan lalu saya menggunakan notebook Fujitsu Lifebook S6130…notebook bekas entah siapa yang pakai. Hari ini saya dikabari untuk mengambil notebook baru di divisi IT. He..he..he..akhirnya setelah sekian lama dapat juga penggantian notebook baru. Kali ini saya diberi Fujitsu Lifebook S7110. Tampilannya kurang lebih seperti ini :
Jadi hari ini saya pindahan semua data yang ada di notebook lama ke notebook baru ini. Spesifikasi Fujitsu Lifebook S7110 ini cukup powerfull, penasaran untuk segera diutak-atik (di-install-in macem-macem). Berikut adalah daftar spesifikasi Fujitsu Lifebook S7110 :
- Intel® Core™ 2 Duo Processor T5600 @1,66GHz
- Memory : 1 GB
- Intel® 945GM Express Chipset
- Intel® PRO/Wireless 3945BG network connection
- Harddisk 80GB
- Dual Layer DVD Super Multi Writer
- Integrated Intel® Graphics Media Accelerator 950 with DVMT
- RealTek ALC262 HD audio codec with dual built-in stereo speakers, HD Audio-in: External Mic-in, Line-in, Built-in Microphone, HD Audio-out: Headphone-out, Line-out
- PC Card Type II, Smartcard Support ExpressCard™ , Secured Digital / Memory Stick® /Memory Stick® PRO / xD Card
- Connector Interface USB 2.0 x 3, VGA (external display), RJ45 (LAN), RJ11 (modem), IEEE1394, mini S-Video out, HDA-in, HDA-out, Power Adapter DC-in, Port Replicator Interface.
- Lengkapnya lihat di sini

Entah berapa lama notebook ini akan berada di tangan saya
Tunggu saja apa yang bisa saya lakukan dengan notebook ini.
Cerita dari Bandung
Seperti janji saya di tulisan saya sebelumnya, saya tuliskan cerita saya kemarin seharian di Bandung. Minggu siang makan siang di sate kambing Pak Gino, di jalan Sunda Bandung (reviewnya pernah saya tulis di sini). Tempatnya sekarang sedikit berubah. Rupanya rumah makan ini sudah melakukan renovasi dengan menambah luas dari rumah makannya. Sudah lama juga saya tidak ke Bandung, kangen sama sate Pak Gino
Makan siang kali ini benar-benar heboh, saya yang dari pagi belum ketemu nasi menghajar 2 piring nasi, 1 porsi tongseng kambing, dan 9 tusuk sate kambing (seporsi isi 10, yang 1 dimakan Sebastian karena saya kekenyangan..ha..ha..ha..).
Dari jalan Sunda saya dan 2 rekan (Sebastian & Boris) pergi ke Plaza Dago. Kami main biliar di Barcode. Barcode ini ada di lantai 3 & 5 gedung Plaza Dago. Katanya sih Barcode itu masih 1 manajemen dengan Hangout biliar (lihat tulisan saya sebelumnya). Kami main tidak sampai satu jam, saya ngantuk berat. Tadi malam saya baru tidur pukul 3 dini hari. Jam 8 pagi bangun dan berangkat ke kos saya dulu waktu kuliah. Kami pulang sekitar setengah 4. Sampai di kos, saya numpang tidur di kamar Sebastian…lumayan bisa tidur sampai jam 6. Bangun tidur ku terus makan
. Saya dan rekan-rekan di kos lama pergi makan ayam kalasan Pringgodani di Dago. Ini tempat favorit saya sejak kecil (di Cirebon dulu awalnya rumah makan ini ada…pernah dibahas oleh Budy di sini.
Malamnya saya dijemput rekan saya Budy untuk pulang ke Jakarta. Saya meninggalkan Dago sekitar pukul 9 lebih. Kami berdua mampir di Paris Van Java (mall baru di jalan Sukajadi). Niatnya bukan jalan-jalan tapi mencoba tempat biliar yang dimiliki oleh Blitz Megaplex. Budy bilang tempat ini mejanya bagus, lakennya super licin. Macet jalan menuju PVJ, parkiran pun penuh, padat juga dengan orang-orang yang akan keluar meninggalkan PVJ. Saat kami datang ke tempat biliar tadi (lantai 3 Blitz Megaplex Paris Van Java), tempat ini sudah mau tutup
. Tempatnya sudah sepi, tinggal beberapa pegawai yang sedang beres-beres. Entah pakai trik apa, Budy berhasil memaksa mereka mengijinkan kami main selama setengah jam saja (tetap bayar tarif normal Rp25000/jam. Mejanya memang benar-benar enak untuk main. Sayang waktu terbatas dan bermain di bawah “penantian” para pegawai membuat kami jadi buru-buru dan jadi banyak melakukan kesalahan. Kelemahan tempat biliar ini adalah lantainya yang tidak dilapisi karpet sehingga terasa licin. Kelemahan kedua adalah tata letak kursi yang terlalu mepet, sehingga kadang orang yang sedang bermain biliar harus mengusir orang yang duduk di posisi tertentu saat akan memukul bola.
Kami meninggalkan Paris Van Java jam 22.40. Putar-putar cari makan dulu sebelum balik ke Jakarta, tadinya mau makan sate Blora tapi tutup. Mau makan sate ayam di jalan Pandu, juga tidak jualan. Hmm…jadi makan Perkedel Bondon di Stasion. Enaknya malam seperti itu makan perkedel kentang hangat-hangat. Selesai makan cabut deh ke Jakarta. Pukul 11.50 kami masuk gerbang tol Pasteur, sampai di rumah pukul 1.20. Langsung tidur. Haiya tetap saja saya kesiangan jadinya tadi pagi ![]()
Tendean Biliar Sambung Hang Out Biliar
Sabtu kemarin Jakarta sudah cerah kembali. Setelah sehari sebelumnya diguyur hujan selama lebih kurang 12 jam, Jakarta disemarakkan dengan banjir di beberapa wilayah. Sabtu 2 Februari 2008 air sepertinya sudah surut, meskipun menurut kabar dari beberapa teman masih ada daerah yang digenangi air.
Lalu lintas di seputaran Jakarta cukup lancar Sabtu kemarin. Sabtu siang saya pergi menghadiri acara gathering (kumpul-kumpul) para anggota Indobiliar. Indobiliar sendiri adalah kumpulan para pehobi dan maniak biliar
. Acara gathering ini rutin diadakan 3 bulan sekali. Tempatnya pun berpindah-pindah dari satu pool house ke pool house yang lain. Gathering kali ini sebenarnya merupakan gathering pengganti akhir tahun 2007 kemarin. Banyaknya libur dan kesibukan para panitianya membuat acara ini mundur sampai tanggal 2 kemarin.
Kali ini gathering diadakan di Tendean Biliar. Pool house ini berada di lantai 2 gedung Tendean Plasa. Lokasinya lihat di sini. Tempatnya ternyata cukup cozy bisa untuk nyantai. Meja biliar yang lokasinya berada dekat dengan tembok, dilengkapi dengan sofa yang nyaman. Pelayanan para waiter/waitress cukup ramah, cepat pula pelayanannya. Ah sayang saya lupa bertanya berapa tarif per jam untuk main biliar di tempat ini. Soalnya kemarin yang booking meja adalah Indobilyar, saya cuma bayar Rp35000,- untuk biaya gathering.
Saya baru 2 kali ikut acara gathering-nya Indobiliar. Gathering sendiri diisi dengan kompetisi kecil. Semua peserta dikelompokan ke dalam grup-grup kecil beranggotakan 4-5 orang. Nanti tiap anggota grup bertanding dengan sistem setengah kompetisi (tiap pemain bermain melawan tiap anggota dalam grup tersebut). Saya cuma menang 1 kali, so tidak bisa lolos ke putaran berikutnya. Putaran berikutnya adalah tahap 16 besar, ini langsung menggunakan sistem gugur. Begitu pun dengan putaran-putaran selanjutnya sampai final.
Kemarin setelah penyisihan grup selesai, saya segera pulang tidak mengikuti acara sampai selesai. Biasanya sih ada acara foto bersama setelah acara selesai. Tulisan ini saya sebenarnya mau saya tulis kemarin tapi karena setelah gathering saya langsung ke Bandung jadi baru sekarang baru menuliskan cerita ini. Nah tadi malam saya berangkat ke Bandung jam setengah 9, sampai Bandung jam 10 malam. Perjalanan lewat jalan tol Cipularang sangat lancar, rekan saya yang mengemudikan mobil bisa memacu mobilnya cukup kencang. Niat saya ke Bandung sebenarnya cuma 1…meladeni tantangan teman saya Fendi untuk bertanding biliar. Sudah cukup lama Fendi tidak bertanding lawan saya. Dulu saya selalu kalah, mendengar saya lebih sering berlatih Fendi penasaran.
Jadi tadi malam kami pergi ke HangOut biliar di Giant Pasteur. Letaknya tidak jauh setelah keluar dari pintu tol Pasteur. Ah tempat ini pun cukup nyaman. Saya sudah pernah main di sini sebelumnya. Skor akhir lawan Fendi adalah 12-7 untuk kemenangan saya
. Gila mencari kemenangan 12 memang tidak mudah. Saya yang sudah memimpin sampai 7-2 dikejar Fendi sampai akhirnya dia kalah dengan poin 7. Biasanya saya dan rekan-rekan di Indobiliar selalu mencari kemenangan 7. Fendi yang ngotot mencari kemenangan 12. Mata saya yang sudah pedes…nguantuk, makin lama makin ngaco pukulannya. Tapi untungnya saya masih bisa menang melawan Fendi ![]()
Kami pulang saat HangOut tutup. Kami benar-benar menjadi pengunjung terakhir yang meninggalkan tempat ini. Jam sudah menunjukkan waktu pukul 1.40 pagi saat kami berjalan ke parkiran. Badan saya sudah pegal-pegal, mata ini sudah mengantuk sekali.
Ok nanti saya sambung lagi cerita saya dari Bandung.
(diposting saat mampir ke kos saya dulu….numpang internetan
)
Sharing Internet Over WLAN
Eksperimen pagi ini sebelum berangkat kerja, sambil menunggu hujan reda.
Notebook saya terhubung ke modem Speedy dengan menggunakan kabel LAN. Saya menggunakan pengaturan IP dinamik untuk koneksi Speedy ini. Eksperimennya adalah menghubungkan notebook teman saya via Wireless LAN. Saya buat koneksi AdHoc antara notebook saya dengan notebook teman saya. Ini pernah saya bahas di tulisan saya yang judulnya Bertukar Data dengan Wireless LAN. Wireless LAN interface di notebook saya, saya beri IP 192.168.0.1. Menurut Windows, untuk dapat menggunakan Internet Connection Sharing IP yang digunakan harus 192.168.0.*.
Yang perlu diatur adalah menyalakan opsi Internet Connection Sharing di koneksi LAN saya (koneksi wireline yang dipakai Speedy). Lalu saya harus menyalakan DHCP server supaya notebook teman saya dapat memperoleh IP dinamik dari komputer saya. Selain DHCP server saya juga harus mengaktifkan DNS servis. Lihat contoh berikut ini :
Nah beres…teman saya sekarang bisa internetan dari Speedy saya. Tugas saya sekarang tinggal menyiapkan bon tagihan pemakaian internet teman saya ![]()








