Jerman (part 6) – Tentang Cuaca

Kami bertiga datang ke Jerman pada akhir musim dingin (ini menurut Donny teman saya di Stutgart). Udara masih dingin untuk ukuran saya dan rekan-rekan yang notabene dari negara tropis. Suhu udara di Frankfurt dan Paderborn rata-rata 8 derajat Celcius di pagi hari (gak tahu kalau malam berapa derajat). Udara di sini dinginnya masih bisa saya tahan, kemana-mana hanya modal winter coat tanpa sarung tangan, syal, dan tanpa topi.

Yang paling gak enak adalah anginnya. Anginnya menurut saya lebih dingin, kalau jalan dan diterpa angin yang paling terasa dingin adalah tangan dan muka. Tangan ini rasanya seperti memegang es batu…ada rasa kaku dan ngilu-nya. Jadi jangan pernah gak bawa topi, sarung tangan dan syal kalau datang ke negara yang sedang musim dingin (walaupun sekarang sudah di akhir musim dingin). Nih lihat foto Manggar & my boss Rully sedang dalam mode kedinginan šŸ˜€ :

(foto diambil Minggu pagi jam 10.32 di salah satu taman di Frankfurt)

Sudah 2 hari bangun tidur saya bangun tidur pagi hari dengan tenggorokan kering sekali. Mungkin ini karena udara di sini cenderung kering jadi pagi hari tenggorokan kering sekali. Bibir juga terasa benar-benar kering kalau diterpa angin di luar. Ada benarnya saran Erny (teman saya di Jakarta) untuk bawa lips balm. Pinjaman lotions kulit dari Erny malah belum pernah saya pakai sejak datang di sini. Kulit tangan dan muka sih tidak terasa kering. Apa karena kulit saya termasuk kulit kering ya.

4 thoughts on “Jerman (part 6) – Tentang Cuaca

  1. hoii….moto2nya jangan yang laki mulu dong…emang gw doyan….(teringat kenangan seranjang betiga…xixixixii)…mana foto2 ceweknya mana!!!!

    Eh, ted bisa minta brosur2 atau sneak-peak server2 enterprise yang intel base dong…Blade Opteron kek apa gitu…Blade pake RedHat/OpenSuse…

  2. Ted, sekalian gw boleh nitip Asus EEE PC gak? sekalian tanyain ama Manggar en si Boss…ntar gw ganti deh duitnya disini, yang 4G surf atau 4 G aja….lagi ngiler berat EEE PC nih

Leave a Reply