Medan (part 1)

Pagi ini saya berangkat dari rumah pukul 8.30 padahal saya akan naik pesawat pukul 10.30. Ini gara-gara kemarin Mbak Juli dari Dwidaya Travel menginfokan bahwa jalan tol menuju bandara dua hari terakhir macet karena ada perbaikan di ruas tol dekat Jembatan Dua. Hmm..gak mau ambil resiko saya berangkat 3 jam sebelum jadwal. Halah…ternyata lancar-lancar saja tuh. Jam 8.10 saya sudah sampai di Soekarno Hatta. Sarapan dulu di KFC di depan terminal 2F.

Eh ternyata saya bisa lolos membawa obeng dan aneka toolkit masuk ke dalam kabin :-p Tadinya saya kuatir akan disuruh mengeluarkan semua toolkit dari dalam tas. Saya sebenarnya malas memasukan tas ke dalam bagasi, saya hanya membawa 1 tas berisi laptop, toolkit, dan pakaian. Untuk alasan kepraktisan saya lebih senang membawa 1 tas masuk ke dalam kabin alias hand carry. Dua pemeriksaan dengan metal detector bisa saya lewati..ah aman kalau begitu. Mudah-mudahan ini berlaku pula ketika saya pulang nanti dari bandara Polonia Medan.

Cukup lama saya menunggu sampai waktu boarding. Jadwal boarding dan take off terlambat, dijanjikan boarding pukul 10.10 saya baru bisa masuk pesawat pukul 10.30; pesawat yang harusnya berangkat pukul 10.30 berangkat pukul 10.45. Masih bisa ditolerir :-p

Sampai di Medan jam 12.55. Bandara Polonia kok jelek ya? Dari sejak turun pesawat sampai keluar, saya tidak menemukan titik yang bagus. Suasana hiruk pikuk mirip terminal. Dari bandara saya naik taksi ke hotel Inna Dharma Deli. Hotel Inna Dharma Deli ada di jalan Balai Kota nomor 2. Hotel berbintang tiga ini dari luar keliatan sebagai hotel tua. Eh suasana di dalamnya juga…tapi bersih dan masih bisa menunjukan kelasnya sih. Kamar yang saya dapat pun cukup nyaman. Jauh lebih nyaman daripada hotel Victoria yang saya singgahi minggu lalu di Banjarmasin. Hanya sayang di hotel ini tidak ada akses internet. Tidak ada akses internet di hotel Inna Dharma Deli Medan. Wah payah juga nih hari gini belum ada fasilitas akses internet di hotel, berbayar maupun gratis tidak ada sama sekali. Saya kan jadi repot kalau mau kerja….eh salah…repot gak bisa ngeblog tepatnya =))

Berhubung akses internet yang terbatas mungkin saya harus menunda dulu tulisan ini untuk di-publish sampai memperoleh akses internet. Baru saya posting setelah saya pulang ke Jakarta nih. Ini saya ketik di kamar sambil sedih karena gak dapat akses internet…sialnya saya pun tidak bawa handphone CDMA. Kalau bawa kan bisa internetan dari dalam kamar.

One thought on “Medan (part 1)

  1. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » Surabaya III (part 2) - Kapten, Saya Titip Toolkit Ya

Leave a Reply