Palembang (part 1) – Hotel Sahid Imara

Kali ini saya diberi hadiah jalan-jalan akhir pekan ke Palembang. Saya berangkat ke bandara dari kantor sekitar pukul 2 siang. Saya menumpang Garuda GA118 pukul 15.45. Tol bandara sudah normal lagi, saya tadi sempat lihat beberapa bagian tanggul di pinggiran tol bandara yang jebol. Ada beberapa titik jebolnya tanggul pembatas tol itu. Siang ini bandara cukup ramai, untung sudah normal tolnya. Kalau masih banjir bisa dibayangkan berapa banyak orang yang akan pergi ke bandara sambil ngomel-ngomel karena harus jalan memutar.

Atas rekomendasi Mbak Julie (Dwidaya Tour), saya akhirnya menginap di hotel Sahid Imara Palembang (ngarep dapat Aston tapi apa daya, engineer sih Sahid saja lah :-p ). Rupanya ini hotel baru, petugas loket taksi saja tidak tahu hotel Sahid itu ada di Palembang (bisa juga dia terlalu kuper). Hotel ini ada di Jalan Jendral Sudirman Palembang. Kesan pertama masuk hotel ini, hotelnya bersih dan memang terlihat baru bangunannya. Para pegawainya juga berseragam TShirt dengan tulisan tim prelaunch hotel (lupa tepatnya bagaimana) “Pre-Opening Team”.

Di resepsionis ada poster iklan hotel, di sana tertulis harga promo kamar superior yang cuma Rp300000,-. Tapi bukan itu yang menarik perhatian saya, yang menarik adalah tulisan “Free Broadband Internet Access at Lobby & Lounge”…asik ada internet gratis lagi :-p Untuk masalah kamar silakan lihat gambar komik di bawah ini :

Jauh lebih baik menginap di sini daripada menginap di Sandjaja Hotel. Maklum karena ini hotel baru, jadi semua masih bagus. Dulu teman saya pernah bilang, bagus gaknya hotel cek saja air dari shower-nya. Kalau airnya deras/kencang, ya bisa dibilang hotelnya lumayan. Tadi saya cek sih deras air dari shower-nya, langsung mandi air hangat deh :). Tetap saja hotel ini ada kelemahannya (dasar tukang kritik ya :-p ) : kasurnya kalah empuk dengan hotel Garden Surabaya, yang kedua AC splitnya kalah dingin sama di kamar saya 😀 (masa mentok cuma 180C). Tapi secara keseluruhan sih sampai saat ini saya cukup puas dengan hotel Sahid Imara ini. Kalau gak puas ngapain juga saya buat komiknya :)) .

Tiada Aston, Sahid Imara pun jadi lah. Enaknya menginap di hotel yang biasa-biasa saja adalah makanan dan minuman yang disedikan oleh room service murah-murah. Habis mandi, saya buat komik lalu ke lobby mencoba akses internetnya. Hmm…sayang gratisan jadi gak bisa complain, internetnya gak sekencang yang saya bayangkan. Nanti malam saya mau pergi ke Telkomsel, mengganti harddisk FibreCat S80 yang rusak. Teorinya sih ini pekerjaan yang paling gampang dan cepat dilakukan. Tinggal cabut harddisk yang rusak lalu masukkan yang baru. Ya gak apalah pulang Sabtu, hitung-hitung liburan dibayari kan?! 😀

3 thoughts on “Palembang (part 1) – Hotel Sahid Imara

  1. wekekekek.. sopir taxinya ga gaul blas..

    aku aja dari awal pembuatan bangunan ini udah tau bakal berdiri sahid imara. soalnya sekarang tinggal di palembang dan lokasinya deket banget sama sahid imara hahaha…

Leave a Reply