Surabaya (part 4) – Ke Pasuruan

Siang tadi saya keluar dari hotel Ibis sekitar pukul 1 kurang. Saya sudah dijemput driver dari PT Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia (YEMI). Yamaha yang ini bukan pabrik motor, tapi produsen active speaker & amplifier. YEMI berkantor di Pasuruan, perjalanan dari Surabaya ke sana ditempuh dalam waktu 1 jam. Tadi sempat lewat di tepi tanggul lumpur Lapindo (daerah Porong). Lumpurnya gak terlihat, hanya asapnya saja yang kelihatan. Ini foto tanggulnya :

Jadi ceritanya ada server tua milik YEMI (Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia) yang tidak mau hidup. Servernya adalah Fujitsu GP 7000 model 400. Ini adalah generasi Sparc-based server sebelum generasi server Fujitsu Primepower. Setelah migrasi ke Fujitsu Primepower 450 minggu lalu, server GP 7000nya malah tidak mau hidup lagi setelah dimatikan selama beberapa hari. Mungkin ngambek karena posisinya digantikan dengan server baru. Gambarnya seperti ini nih Fujitsu GP 7000 model 400 :

Di server ini diinstal Solaris 7, proses booting berhenti ketika sistem mencari hostname dari server tersebut. Jadi saya coba boot servernya dengan menggunakan CD instalasi Solaris 7 (masih pakai CDROM servernya). Saya coba boot dengan perintah :

obp boot cdrom -sw

lalu setelah masuk ke dalam sistem, saya mount semua partisi harddisk internal dengan perintah berikut ini :

# mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /a

Setelah cek beberapa file di dalam harddisk, saya menemukan bahwa file /etc/nodename hilang dari dalam /dev/dsk/c0t0d0s0. Astaga…rupanya cuma ini penyebabnya. Jadi saya tulis ulang file /etc/nodename. Oh ya, untuk bisa menggunakan vi (editor teks) dalam lingkungan CDROM seperti itu, saya harus menjalankan perintah ini dulu :

# TERM=sun;
# export TERM;

Perintah di atas mendefinisikan environment yang saya pakai (pakai monitor & keyboard). Kalau saya akses servernya dengan menggunakan serial console, saya harus menggunakan perintah :

# TERM=vt100;
# export TERM;

File /etc/nodename isinya adalah hostname server, dia bisa dibilang sebagai identitas server itu sendiri. Selain /etc/nodename, beberapa file yang memegang peranan dalam menentukan hostname sebuah Solaris server adalah :

  • /etc/nodename
  • /etc/hosts
  • /etc/hostname.hme0 (ini tergantung network interface mana yang dipakai)
  • /etc/net/ticlts/hosts
  • /etc/net/ticots/hosts
  • /etc/net/ticotsord/hosts
  • /etc/inet/ipnodes

Troubleshootnya gak sampai setengah jam, lama di perjalanan doank…2 jam di jalan. Balik dari Pasuruan saya sampai di Surabaya pukul 5 sore. Saya diantar sampai hotel Garden…ganti hotel ceritanya.

4 thoughts on “Surabaya (part 4) – Ke Pasuruan

  1. Waah.. saya juga pernah mengunjungi pabrik ini.. untuk lihat proses pembuatan speaker yamaha.. kalau ga salah tahun 2001 kesananya

  2. @ Eep : kalo saya masuk cuma bisa liat pajangan speakernya doank Pak…gak masuk-masuk ke tempat produksi, soalnya langsung masuk ke ruang ITnya.

  3. Mas tedy enak banget ya kerjaanya jalan2 mulu kluar masuk hotel wuih..gratis lagi:d saya jg srg dapet tugas ke sby tp taunya hotel satelit doang..bosen! pengen nyoba hotel garden kayanya enak tuh..! biar lengkap skalian info tarif per malemnya dund. Tks

Leave a Reply