Beberapa Kekeliruan Berbahasa

Ada beberapa kekeliruan penggunaan Bahasa Indonesia yang sering sekali saya dengar baik di percakapan sehari-hari maupun di media massa. Di antaranya adalah :

  • “merubah”
    ini yang sering acap kali saya dengar bila orang ingin menggunakan kata “ubah”.
    Bukankah seharusnya mereka menggunakan kata “mengubah”? Saya sering kali mengomentari orang yang menggunakan kata “merubah” dengan lelucon ini : Rubah sih saudaranya Serigala…mengubah kok jadi merubah” :))
  • “analisa”
    menurut KBBI, kata yang tepat seharusnya adalah “analisis”. Ini sering sekali saya dengar, sudah berulang kali pula saya mengulangi koreksi bahwa yang tepat seharusnya “analisis”.
  • “agar supaya”
    ini merupakan bentuk pemakaian kata yang berlebihan. Kata “agar” dan “supaya” sama artinya, jadi penggunaan keduanya sekaligus tidak tepat dalam struktur Bahasa Indonesia. Saya lupa istilah untuk penggunaan kata yang berlebihan semacam ini.
  • “tivi” atau “teve”
    ini merupakan kekeliruan yang sering terjadi saat orang menyebut televisi. Televisi yang biasa disingkat TV, sering diucapkan sebagai “TiVi” padahal seharusnya diucapkan sebagai “TeVe”.

Nah baru tiga kekeliruan yang saya ingat, sebenarnya masih banyak kekeliruan yang sering kita dengar/baca sehari-hari. Nanti saya tambahkan bila ingat yang lainnya. Tadi saya tergerak menulis topik ini setelah mendengar siaran berita di televisi.

Update :

  • “sekedar”
    seharusnya “sekadar” loh..
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Beberapa Kekeliruan Berbahasa

  1. sahat says:

    merubah juga ada kali: artinya bergaya seperti rubah

  2. tedy says:

    @ sahat = =)) kocak lu Hat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>