Padang (part 1) – Hotel Ambacang

Selasa pagi saya berangkat ke Padang. Dari rumah saya berangkat sekitar pukul setengah 5 pagi. Mungkin karena hari ini adalah hari pertama setelah long weekend kemarin, bandara Soekarno Hatta ramai sekali. Penerbangan ke Padang dari Jakarta hanya 2 kali setiap harinya. Sepikah orang yang bepergian Jakarta-Padang sampai-sampai Garuda hanya punya 2 flight tiap harinya? Yang pertama pukul 06.05 yang kedua pukul 4 sore. Cukup menyebalkan berangkat dengan pesawat pagi, tidur semalam rasanya tidak tenang. Alhasil dari jam 12 lebih saya tidak tidur lagi sampai pagi.

Pagi ini kota Padang mendung cuacanya. Sepintas kesan yang saya tangkap, kota Padang itu cukup hijau. Perjalanan dari bandara internasional Minangkabau menuju hotel Ambacang, saya selalu melihat pepohonan & jalur hijau di mana-mana. Di tengah kota pun, pepohonan dan jalur hijau di tengah jalan pun cukup terawat. Kali ini saya menginap di hotel Ambacang, hotel ini ada di jalan Bundo Kanduang no 14-16 Padang 25119 (teleponnya 0751-39888….udah kaya biro iklan aja ya pake nyantumin nomor telponnya =)) ). Saya sampai di hotel ini sekitar pukul setengah 9, perjalanan dari bandara Minangkabau ditempuh dalam waktu lebih kurang 30 menit. Berikut review singkat hotel Ambacang dalam komik :

Pelayanan room service cukup OK, pesanan makan saya datang cepat. Yang membuat saya surprise adalah setelah beberapa menit, pelayan menelepon lagi apakah piring kotornya bisa diambil kembali. Wah berkali-kali menginap di hotel, baru kali ini ada layanan mengambil piring kotor. Biasanya di hotel, piring kotor akan diambil oleh petugas saat membersihkan kamar keesokan harinya. Atau bisa saja tamu meletakkan piring kotor di depan pintu kamar supaya diambil petugas cleaning service. Tadi saya pesan ayam goreng Ambacang. Aneh rasanya, ada rasa jamu di dalam ayamnya. Mungkin kemarin ayamnya masuk angin jadi baru saja minum jamu :))

Tadi sempat mendapat bonus mencicipi mati lampu juga di hotel πŸ™‚ (sebentar sih tapi cukup berkesan). Fasilitas internet di hotel ini ada di lobi, lagi-lagi layanan Telkom Hotspot yang bisa dinikmati dengan membeli voucher iVas. Menurut petugas resepsionis, di lantai 2 hotel ini juga ada business centre dengan layanan internet dengan biaya Rp18.000,-/jam. Hmmm…murah atau mahal ya? Tapi di business centre tamu tidak bisa memakai notebook pribadinya, sudah disediakan PC untuk dipakai berinternet. Jadi mau tidak mau saya pakai layanan Telkom Hotspot di lobi dengan voucher seharga Rp35.000,- untuk pemakaian selama 4 jam (seperti sekarang ini saat posting tulisan ini).

7 thoughts on “Padang (part 1) – Hotel Ambacang

  1. waaah klw skrg ga dpt naik taksi dr bndara ke hotel ambacang 4orbu….yg ada 75rbu…..skrg Hotel ambacang yg dlu kmu tempati ted….udh rata dg tanah…krna kna guncangan gempa…..dan mkn korban hngga 200 org…..

Leave a Reply