Banjarmasin (satu part aja) – Soal Taksi

Biasanya tiap kali pergi tugas keluar kota, saya banyak menuliskan ceritanya ke dalam blog ini. Perjalanan saya kemarin ke Banjarmasin luput tertuang ceritanya. Jujurnya saya sedang kehilangan mood menulis & meng-update blog ini. Sibuk? Gak sih, cuma lagi kehilangan mood aja. Ok, saya tulis saja cerita saya Jumat & Sabtu kemarin…lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 😀 . Jadi ceritanya Jumat sore saya berangkat ke Banjarmasin untuk melakukan penggantian tape library-nya Telkomsel. Tape library emangnya apaan sih ? Gampangnya tape library ini adalah alat untuk mengamankan (backup & restore) data. Lihat fotonya di atas. Data akan ditulis ke dalam media tape. Tape-nya seperti apa, sayang saya tidak punya fotonya 🙁 Kenapa saya gak pernah ambil foto tape-nya ya?

Saya keluar dari Telkomsel sekitar pukul 1 pagi. Sepi sekali jalan raya Ahmad Yani Banjarmasin ini. Saya tunggu-tunggu tidak ada taksi yang lewat, tukang ojek yang biasa gampang ditemui di sekitar gedung Telkomsel pun tidak ada sama sekali. Selidik punya selidik (tanya resepsionis hotel), di Banjarmasin memang tidak ada taksi yang beroperasi 24 jam. Ada 2 nomor taksi di Banjarmasin yang saya coba hubungi pun tidak ada yang menjawab. Halah…repot kalau mau pergi malam-malam. Saya coba telepon hotel Arum minta dikirim taksi hotel, hasilnya sama : tidak ada taksi :(( Posisi saya sudah lelah sekali. Perut lapar sejak tadi sore belum makan malam. Saya coba telepon supir taksi kenalan saya, dia sudah pulang ke rumah dan menolak untuk menjemput saya. Tapi dia bilang pada saya coba saja susuri jalan Ahmad Yani, pasti ketemu ojek. Jadilah saya malam-malam jalan kaki dengan perut lapar. Untung akhirnya ketemu tukang ojek.

Saya baru sampai hotel Arum pukul setengah 2 pagi (sudah hari Sabtu berarti). Setelah check in cepat-cepat pesan makan, sekitar jam 2 malam saya baru makan malam 🙁 . Mungkin karena tingkat lapar saya sudah tinggi sekali, makan malam ini terasa enak sekali. Malam itu saya pesan udang goreng asam manis seperti ini :

Selesai makan nonton TV sebentar lalu segera tidur sekitar pukul 2.30. Karena saya sudah pegang tiket Garuda penerbangan jam 9.25 Sabtu pagi mau tidak mau saya harus bangun pagi. Jam setengah 8 saya berangkat ke airport setelah breakfast & check out. Hitung-hitung saya cuma tinggal di hotel Arum selama 6 jam 🙁  Untung pesawat saya kemarin tidak delay, jam 10 lebih saya sudah sampai di Jakarta.

6 thoughts on “Banjarmasin (satu part aja) – Soal Taksi

  1. bro…
    siap2 aja..uang kecil…klo ke banjarmasin lagi. mending naek ojek. gak usah gengsi..lah :-P. lagi pula lebih enak naek ojek, anginnya banyak :-D.
    waktu gw ke banjarmasin, gw carter ojek 30 rb buat keliling kota banjarmasin, lumayan murah, ketimbang naek taksi.

  2. Saya juga punya cerita soal taksi di Bjm.
    Saat ini saya sedang tugas dan menetap di Banjarmasin. Suatu ketika saya ikut penerbangan malam dari Jakarta, dan konyolnya pake delay 2 jam. Kami landing jam 23.30 wita dan itu merupakan pesawat terakhir yang landing.
    Saat saya pesen taksi di loket resmi taksi bandara, saya ditanyain mau kemana ? Karena saya emang tinggal di dalam kota Banjarmasin yang notabene berjarak 25 km dari Bandara. Ternyata tidak ada taksi yang mau nganter saya ke Banjarmasin. Katanya “nggak cucuk ongkosnya” buat balik lagi ke rumah dia. Emang gue pikirin, dalam hati saya. Ini kan taksi bandara yang notabene sudah kontrak untuk melayani penumpang dari yang mau keluar bandara. Taksi lain memang tidak diperbolehkan ambil penumpang dari dalam bandara.
    Setelah bernegosiasi, akhirnya saya di gabung dengan 2 penumpang lain dengan arah Banjarmasin, baru sopir taksi mau ngantar kami. Dan perlu di catat, kami masing-masing bayar dengan ongkos resmi, jadi si sopir taksi dapet 3 kali lipat uang dengan sekali narik.
    Udah gitu kami harus diantar bergiliran sesuai arah perjalanan. Usut punya usut, ternyata sopir taksi yang mangkal sampai malam adalah yang sopirnya berdomisili disekitar bandara, tidak ada sopir yang berasal dari Banjarmasin.
    HUH, Sangat tidak profesional…….

Leave a Reply