Balikpapan (part 2) – Soal Kuitansi Kosong

Ada yang membuat saya tersenyum waktu check-out dari hotel Sagita Kamis kemarin. Di meja resepsionis hotel ada pengumuman seperti gambar di samping ini. Pengumuman yang ditulis dalam 2 bahasa itu berbunyi seperti berikut : “Ma’af Kami Tidak Melayani Kwitansi Mark-Up & Kwitansi Kosong”.

Ada kemungkinan banyak juga tamu yang menginap di sana acap kali meminta diberikan kuitansi kosong. Atau kuitansi yang jumlahnya sudah diubah. Menginap dengan tarif Rp400.000,- tapi inginnya ditulis Rp500.000,- =)) Atau mungkin ada juga tamu yang lebih parah lagi malah minta kuitansi hotel yang belum diisi apa-apa, supaya lebih gampang mengarang bebasnya :-p

Ah jadi ingat akal-akalan supir di kantor saya yang dulu. Dia beberapa kali cerita pada saya memalsukan kuitansi hotel saat mengantar saya dinas ke Bandung. Modusnya dengan membeli kuitansi hotel pada petugas resepsionis di sana. Padahal dia menginap di mobil atau menginap di tempat temannya. Dengan demikian, dia bisa mengajukan klaim (reimburst) ke kantor. Kalau ada hotel yang sampai terang-terangan memajang pengumuman seperti gambar di atas, boleh lah saya menduga-duga bahwa hotel Sagita sering dikunjungi tamu yang “nakal”. Untung tiap kali saya pergi saya menginap di hotel dengan voucher yang disiapkan Dwidaya Travel, kalau tidak bisa-bisa saya dicurigai memalsukan kuitansi hotel :)) Eh tapi pernah juga sih pergi cari hotel sendiri, tapi saya masih punya rasa malu untuk minta petugas hotel “memodifikasi” kuitansi hotel saya :-p .

Balik lagi ke foto pengumuman di atas, ada setidaknya 3 kesalahan penulisan bahasa di sana. Pertama penulisan kata “maaf”, kenapa harus ditulis dengan tanda apostrof seperti itu? Kedua adalah penulisan kata “kuitansi” yang salah cetak atau mungkin salah kaprah, masih menggunakan huruf “w”.  Ketiga adalah penulisan frasa “kwitansi mark-up”, ini adalah bentuk kata benda. Memangnya ada ya kuitansi  jenis mark up? Menurut saya harusnya lebih tepat menggunakan kata “pemalsuan kuitansi”. Tapi mungkin juga pihak hotel sengaja menulis demikian supaya terdengar lebih halus 😀

6 thoughts on “Balikpapan (part 2) – Soal Kuitansi Kosong

Leave a Reply