Surabaya (part 3) – Menu Hotel Garden

Sejak April 2008, saya lebih dari 5 kali menginap di hotel Garden Surabaya. Review tentang hotel Garden sendiri perah saya tuliskan di sini. Tiap kali menginap saya hampir dapat dipastikan pesan makan lewat room service. Kemarin terpikir di benak saya untuk membuat liputan kuliner kecil tentang makanan-makanan yang pernah saya coba di hotel Garden ini. Berikut review-nya dalam komik :

Ada setidaknya 6 jenis makanan yang pernah saya coba :

  1. Rawon komplit
    Tidak ada yang spesial dari rawon ini. Dagingnya sih memang cukup empuk, tapi rasanya biasa saja. Tidak bisa dibandingkan dengan rawon setan yang terkenal itu.
  2. Nasi goreng kambing
    Nasi goreng kambing disajikan dengan tampilan yang cukup menarik. Nasinya ditutupi dengan telur dadar, dilengkapi pula dengan emping, sambal, dan sedikit salad & acar. Daging kambing yang ada dalam nasi goreng ini memang boleh dibilang cukup banyak. Karena saya senang makanan yang asin, bagi saya nasi goreng kambing ini terlalu hambar. Cukup lah untuk mengganjal perut, meskipun tidak terlalu spesial.
  3. Sate kambing
    Sate kambing di hotel Garden terbuat dari kambing sporty. Kambingnya rajin fitnes sampai-sampai ototnya kencang, cukup alot maksudnya :-p Masih bisa dimakan sih tapi untuk Anda yang sudah “terbatas” giginya, tentu akan menyiksa makan sate kambing di sini.
  4. Sapi masak kaylan
    Menu sapi masak kaylan ini salah satu menu favorit saya. Dagingnya empuk dengan porsi yang cukup banyak. Sayur kaylan yang dipakai juga lembut. Menu ini layak untuk direkomendasikan.
  5. Sapi masak merica hitam
    Selain sapi masak kaylan, saya juga beberapa kali mencoba makan sapi lada hitam. Sapi lada hitam di hotel Garden dagingnya besar-besar. Cukup empuk tapi bagi saya rasanya masih kalah dengan sapi lada hitam di tempat lain (misalnya yang pernah saya coba di hotel Sagita Balikpapan & hotel Wisata Palembang).
  6. Tenderloin steak
    Tenderloin steak yang saya coba Senin sore kemarin benar-benar luar biasa. Luar biasa keras maksudnya. Untuk steak seharga Rp100.000,- steak ini tidak pantas dicoba. Di buku menu dituliskan kalau daging yang digunakan adalah daging sapi impor dari Australia. Asumsi saya daging impor lebih empuk daripada daging lokal (belajar dari pengalaman makan steak di Abuba). Steak ini cukup bagus untuk melatih rahang Anda.

Selalu ada orang yang terheran-heran mengapa saya mau menghabiskan uang untuk makan di hotel. Makan di hotel memang lebih mahal dibandingkan dengan makan di tempat lain. Bagi saya urusan makan itu nomor 1, mahal/murah yang penting enak dan saya suka. Saya juga heran kalau ada orang yang mau menghabiskan uang banyak untuk beli pakaian, memburu gadget teranyar tapi sayang membelanjakan uangnya untuk makanan. Saya sendiri lebih memilih mengutamakan urusan makanan daripada membeli barang-barang lain. Jujur memang saya termasuk orang yang boros tapi untuk makanan saya rela-rela aja tuh membelanjakan uang untuk beli makanan mahal. Biar pakaian seadanya, handphone butut, gak pernah jalan-jalan ke mal, tapi makan enak cukup kenyang :-p (aneh katanya mau review makanan kok malah curhat)

One thought on “Surabaya (part 3) – Menu Hotel Garden

Leave a Reply