Tagihan Telkom Ngaco

Di kamar, saya punya jalur telepon PSTN sendiri. Sejak awal line telepon ini jarang sekali saya pakai untuk menelepon. Line telepon ini saya pertahankan karena saya juga berlangganan Speedy yang notebene butuh saluran telepon sebagai carrier Internet. Pesawat telepon yang ada di kamar saya pun sudah lama tidak pernah saya pakai lagi; pertama karena pesawat telepon itu sudah rusak, kedua karena saya jarang menelepon lewat telepon rumah. Biarpun tidak pernah dipakai untuk bertelepon, tiap bulan saya tetep membayar tagihan telepon (biaya abodemen, dll).

Senin sore saat pulang kantor, saya mendapati tagihan Telkom sudah tergeletak di depan kamar. Seperti biasa saya buka sekadar ingin tahu berapa pemakaian jasa telekomunikasi saya bulan ini. Kasihan juga kan Telkom sudah mengirimkan amplop tagihan kalau tidak dibaca :-p Sambil buka amplop tagihan, saya menduga-duga tagihan bulan ini pasti lebih besar dari biasanya karena ada pemakaian jasa internet Telkomnet Instan selama Speedy saya bermasalah. Benar memang tagihan bulan Oktober ini lebih besar dari biasanya. Tapi yang saya heran adalah adanya perincian tagihan telepon interlokal. Waduh waduh…aneh bin ajaib, siapa yang pakai telepon saya untuk menelepon.

Di bukti perincian tagihan, saya lihat nomor telepon Bogor beberapa kali dihubungi oleh nomor telepon saya. Aneh, saya sama sekali tidak kenal nomor-nomor itu. Pemakaian telepon interlokal ke nomor Bogor itu besarnya hampir seratus ribu rupiah. Yang membuat saya kesal bukan nominal tagihan “tak bertuan” itu, tapi kekesalan saya adalah karena rasa penasaran siapa yang berani pakai nomor telepon saya tanpa ijin saya.

Tidak ada orang di kos yang bisa masuk ke kamar saya selain Bapak kos (karena cuma dia yang punya kunci duplikat kamar). Itupun mustahil kalau Bapak kos yang masuk ke kamar saya dan menggunakan saluran telepon saya. Segera saya hubungi 147, saya ceritakan masalah saya ini. Menurut petugas 147 saya dipersilakan datang ke kantor Plasa Telkom terdekat untuk mengajukan klaim atas kesalahan billing ini.

Memang sih tagihan tersebut sudah dibayarkan oleh Citibank lewat program One Billnya, jadi saya tidak perlu repot untuk membayar satu persatu tagihan telepon, internet, dan telepon seluler saya. Tagihan yang sudah terbayar, tapi dengan data yang salah tentu memicu saya kesal. Citibank tentu tidak tahu menahu bagaimana perincian penggunaan telepon saya. Rasa-rasanya kok kurang worthed sengaja pergi ke Plasa Telkom menghabiskan sekian waktu untuk mengkomplain kesalahan pembayaran sebesar itu. Tapi sepertinya saya memang perlu datang Plasa Telkom untuk memuaskan rasa penasaran saya. Penasaran bagaimana sebenarnya kesalahan billing ini bisa terjadi. Apakah ada orang yang menyadap telepon saya & menggunakannya sendiri? Apakah ada salah sambungan di jaringan telepon milik Telkom sampai-sampai saluran saya tertukar dengan saluran orang lain? Atau memang ada kesalahan pada sistem billing Telkom sendiri?

** ditulis dengan mata benar-benar ngantuk, baru pulang biliar dari jam 10 malam tadi :-p kurang afdol kalau sehari belum ngeblog :)) **

5 thoughts on “Tagihan Telkom Ngaco

  1. Hehehe, urusan pelayanan di negeri ini kayaknya musti ngasih kaca gede deh buat ngeliat ke tetangga seberang. Masalah billing ini emang nyebelin seperti pengalaman billing telkomsel yang memukul rata tarif biaya internet GPRS sama dengan 3G/flash yang sama leletnya (3G atau GPRSnya). It suxs

  2. Wah sama dgn daku nih. Selama ini byr lewat credit card 1-bill, kaget juga liat tagihan bulan Okt ini melonjak 2-3x lipat. Interlokal pula, padahal yg ada di rumah cuma ortu. Besok gw baru mo cek ke Plasa Telkom. Biasa cuma 100rb-an, kmrn ampir 400rb…Gila ngk tuh! Kok bisa ya? Biasanya ngk pernah kayak gini, apa masih banyak pelanggan telkom yg kayak kita utk tagihan bln Oktober ini? Enggak rela nih…..

  3. @ Tiwi : sepertinya sih mungkin saja ada banyak pelanggan Telkom yang mengalami kesalahan billing. Entah apa yang terjadi di sistem billingnya Telkom.

  4. Sudah dari bulan juni juni 2010 saya di rampok oleh telkom lewat abodemen tetap???Sale Marketing Di Bandung dengan Nama Tatang Soleh(Kata CS 147). Anehnya kapan dikonfirmasinya….bohongnya lagi CS nya bilang katanya nama ibu saya yang konfirmasi??? bukanya ibu saya sulit berbicara(Serangan Stroke)???? Saya minta hal ini cepat diselesaikan ,perlu Bapak-bapak PT.Telkom pahami masyarakat Indonesia semakin kesini semakin sensitif…….Kalau misalkan Telkom dirompok kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Telkom? dan apa yang akan dilakukan oleh masyarakat Indonesia jika masyarakat di rampok????

Leave a Reply