Makassar (part 3) – Hotel Quality Makassar

Ketika berangkat ke Makassar, saya hanya diberi voucher menginap 3 hari di hotel Sahid Jaya. Hari Jumat lalu saya minta dicarikan hotel lain untuk tinggal sampai hari Selasa. Jangan di Sahid lagi pokoknya. Dwidaya Travel berhasil memesankan kamar di hotel Quality Makassar. Postingan ini saya buat untuk sedikit mereview soal hotel Quality Makassar.

Saya dan Rachmat datang ke hotel Quality hampir setengah 2 Minggu siang. Setelah proses check in kami diminta menunggu karena belum ada kamar yang siap untuk kami. Siang kemarin hotel Quality terlihat ramai. Lobi hotel tampak dipenuhi tamu, entah tamu hotel atau tamunya tamu hotel. Sekitar 15 menit menunggu mbak resepsionis bilang baru ada 1 kamar yang siap, ya sudah kamar itu untuk Rachmat dulu. Sementara menunggu kamar siap saya duduk-duduk dulu di kamarnya Rachmat. Kasihan Rachmat, kamarnya tidak dingin. Biarpun AC sudah diset maksimum, tunggu punya tunggu suhu kamar masih tidak dingin juga. Malahan lebih dingin hawa di lorong hotel daripada di dalam kamar. Resepsionis berjanji pada saya bahwa kamar saya akan siap dalam 15 menit, faktanya hampir setengah 3 sore kamar saya baru siap. Itupun setalah 2x menelepon resepsionis. Tadinya saya sudah niat kalau sampai jam 14.30 kamar saya tak kunjung siap, saya sudah niat akan menemui manager hotel. Untung sebelum setengah 3 tepat, salah seorang staf resepsionis datang dan mengantarkan kunci kamar saya.

Ok tadi sepintas soal proses check in saya yang lama. Sekarang saatnya membahas tentang hotel Quality. Saya tahu tentang hotel Quality ini dari Pak Nana saat instalasi IN bulan Juli lalu. Waktu itu saya sempat mampir ke kamar Pak Nana yang menginap di hotel Quality. Nah dulu saya lihat kamar Pak Nana menghadap ke pantai dan fasilitas hotspot internet sampai di kamar jadi daya tarik tersendiri bagi saya. Sayang semuanya tidak bisa saya dapatkan sekarang, percuma juga saya merekomendasikan travel untuk mencarikan saya kamar di hotel Quality. Soal hotspot menurut resepsionis, sekarang tidak lagi ada layanan wireless internet sampai ke kamar. Katanya dulu memang ada layanan hotspot sampai ke kamar, cuma berhubung banyak yang komplain sinyalnya putus-putus maka layanan hotspot di kamar-kamar sekarang ditiadakan. Layanan wireless internet hanya ada di lobi dan di restoran. Sial…padahal itu salah satu pertimbangan saya memilih hotel Quality :(( .

Lalu soal view, ada 2 jenis view kamar yang disediakan di hotel Quality; ocean view dan city view (itu kalau menurut brosurnya hotel Quality). Sebenarnya ada 1 tipe kamar dengan spesial view yang tidak dicantumkan di brosur : Tembok View. Ya kali ini saya dapat kamar yang menghadap ke tembok. Entah tembok siapa, masih beruntung Rachmat meskipun kamarnya sedikit panas dia bisa memperoleh kamar dengan pemandangan kota Makassar. Di depan jendela kamar saya, banyak diletakan kompresor AC. Hmm aneh, padahal semua kamar menggunakan AC sentral lalu untuk apa kompresor-kompresor AC itu ya. Dengungan kompresor AC cukup mengganggu saya. Ok sekarang silakan lihat dulu review singkatnya dalam komik ini :

Dibandingkan dengan hotel Sahid, ukuran kamar di hotel Quality lebih kecil (sama-sama kelas Deluxe). Tapi saya kok lebih senang masuk ke kamarnya hotel Quality ini daripada masuk ke kemar hotel Sahid Jaya kemarin. Sepertinya saya memang kurang adil dalam menilai, mungkin saja suasana kamar hotel Quality lebih baik dibandingkan Sahid karena hotel ini relatif berumur muda dibandingkan hotel Sahid yang berdiri dari tahun 1995. Ya tapi tetap saja, saya sebagai konsumen berhak menilai kamar hotel mana yang lebih nyaman untuk ditempati. Eh entah benar atau tidak dugaan saya, sepertinya pemilik hotel Quality ini orang Chinese. Ini sih analisis bodoh-bodohan saja karena saya lihat ada 2 patung kilin di dekat tangga masuk hotel. Kilin itu binatang dalam dongeng klasik Cina, wujudnya adalah perpaduan singa & naga. (Update baru sempat menampilkan foto patung tersebut).

Ah lu ada-ada aja, emangnya orang Chinese doank yang bisa pasang patung Kilin? Ya maaf, namanya juga analisis bodoh-bodohan. Mulai kekurangan materi review kayanya jadi segala patung doank dibahas =))

Apa lagi ya yang bisa dibahas? Hmm..room service. Harga makanan room service menurut saya tidak terlalu mahal. Tadi saya sudah coba makan malam sapi lada hitam (lagi…?? ga bosen-bosen nyoba menu ini..) plus nasi putih harganya sekitar Rp65000,- Ini lebih murah daripada sapi lada hitamnya hotel Singgasana Surabaya. Lebih murah jelas, lebih enak? Tentu tidak…walaupun demikian daging sapi yang dipakai adalah sapi pilihan. Sapinya dipilih dari juara binaraga antar sapi se-Makassar =)) (keras euy dagingnya).

Cukup deh review-nya langsung saja kesimpulan sementaranya saja ya. Kalau head to head Hotel Sahid Jaya versus Hotel Quality, 1-0 untuk Quality…Quality win. Dari mana skor 1-0 itu? Gampang saja, saya ukur dari tingkat ketertarikan saya untuk kembali menginap di sana.

5 thoughts on “Makassar (part 3) – Hotel Quality Makassar

  1. Hotel Quality satu kepemilikan dengan Hotel Clarion.
    Yang belakangan /Clarion lebih besar dan lebih baru, walaupun agak jauh dari pusat kota.
    Fasilitasnya lebih baik, karena lebih baru. Ada Delta Spa dan Martha Tilaar Day Spa di dalam kompleks hotelnya.
    Juga ada Chinese Restaurant yang cukup bagus di samping hotelnya.
    Buat yang suka dugem, ada Liquid discotheque dan Karaoke.
    Fasilitas koneksi internet ke tiap kamar menggunakan cable, dengan tarip dihitung per jam. Beli voucher di reception, ada yang untuk koneksi 1 jam, 3 jam dan 24 jam. Tapi harganya terhitung mahal..
    Di Singapore juga ada Hotel Quality, pemiliknya sama..
    Ciao!

  2. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » Solo (part 2) - The Sultan Hotel

  3. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » Catatan Kecil Tahun 2008

  4. @Bukang Orang Makassar : betul yang di makassar quality ama clarion sama pemiliknya, dan betul juga orang chinese pemiliknya. tapi mengenai yang di singapore ada hotel quality, secara manajemen quality makassar adalah franchise tidak heran kalo diluar negeri/kota ada nama hotel yang sama.

Leave a Reply