Balikpapan (part 2) – Free Lunch

Setelah makan malam dengan voucher hadiah, Kamis siang saya dapat makan siang gratis lagi di Hotel Sagita. Kali ini saya ditraktir makan oleh General Manager Hotel Sagita, Pak Dodhy Achadiyat. Tadinya saya sama sekali tidak berharap akan dijamu makan siang, alias tidak berniat dapat makan siang gratis lagi. Tapi namanya rejeki gak boleh ditolak kan? :-p

Pak Dodhy yang sepertinya begitu senang melihat komik review hotelnya di blog saya, menyempatkan waktunya bertemu saya. Dari kemarin saya sudah dikabari oleh Pak Raharja, bahwa beliau ingin bertemu dengan saya.Β  Kamis pagi sekitar pukul 8 Pak Dodhy sudah menelepon saya, padahal saya baru bisa memejamkan mata sekitar pukul 5 pagi πŸ™ Saya baru pulang dari Telkomsel sekitar pukul 3 pagi dan baru sialnya tidak bisa segera tidur. Mata ini melek terus sampai sekitar pukul 5. Saya ajak saja Pak Dodhy bertemu saat lunch.

Siangnya saya baru bangun hampir pukul 1 siang, hampir lewat jam makan siang πŸ˜€ Singkatnya saya baru bertemu Pak Dodhy sekitar pukul 13.45 di Chop Stick Restaurant (lantai dasar Hotel Sagita). Untung tadi siang Pak Dodhy tidak pakai dasi dan jas lengkap, kalau tidak tentu situasinya akan jadi aneh berhadapan dengan saya yang cuma pakai T-Shirt :)) Obrolan sambil makan siang itu berlangsung sampai sekitar pukul 15.15. Banyak hal juga yang kami obrolkan mulai dari soal komik, background pendidikan kami masing-masing, masalah environment sampai pemanasan global :)) Rupanya selaku GM hotel, Pak Dodhy ini adalah orang yang punya banyak pengalaman dengan yang namanya lingkungan. Nyebrang bidang keilmuan tepatnya, tanpa latar pendidikan perhotelan/pariwisata tapi bisa jadi GM Hotel Sagita.Ternyata selain sebagai GM Hotel Sagita, Pak Dodhy juga menjabat sebagai ketua PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) di Balikpapan.

Topik pembicaraan lain yang cukup menarik adalah soal pelayanan. Pak Dodhy bercerita bagaimana membudayakan pelayanan sepenuh hati di hotelnya. Dengan slogan “Absolutely, serve with genuine…above the expectation”, karyawan Hotel Sagita dihimbaunya untuk selalu melayani dengan tulus. Dan sepertinya memang benar terlihat slogan ini berhasil membawa segenap staf Hotel Sagita melayani dengan ramah & sepenuh hati. Well, sepertinya memang benar kalau leadership tidak selamanya berhubungan dengan latar belakang & tinggi rendahnya pendidikan seseorang.Obrolan tidak berlangsung canggung walaupun kita berdua beda “status” πŸ˜€ , yang satu General Manager yang lain cuma engineer biasa. Mungkin itu bukan karena saya yang jago menggelar percakapan tapi beliau yang ramah dan rendah hati. Oh ya, siang itu saya makan kailan cah sapi….enak pastinya bukan karena gratisnya loh ya πŸ˜€ tapi karena memang menu-menu di Chop Stick memang enak/cocok dengan selera saya.

Ok Pak Dodhy, many thanks for the lunch and very nice to meet you πŸ˜€

Tulisan ini terlambat saya posting, baru sekarang bisa saya posting sambil tunggu pesawat di Bandara Sepinggan Balikpapan. Padahal tulisan ini sudah saya tulis sejak Kamis malam. Dan ternyata, baik Pak Dodhy & Pak Raharja sudah mampir di blog ini lagi & meninggalkan komentar di tulisan saya sebelumnya.

Leave a Reply