Restoran Bangkok ’69

Selasa malam saya pergi makan malam ke rumah makan Bangkok ’69 di kawasan Bendungan Hilir Jakarta. Ini hasil rekomendasi teman saya, katanya kodok goreng di sana enak. Hmm berhubung saya ulang tahun, teman saya memesankan mie goreng juga. Kurang lebih seperti ini menu makan malam kami tadi malam :

Ah satu menu yang tidak sempat terfoto, sup asparagus kepiting. Di foto itu ada mie goreng, cumi goreng (entah tepatnya dimasak apa), cakwe udang (yang diletakkan di atas alumunium foil), dan kodok goreng mentega. Semangkuk kecil nasi putih, segelas jus mangga, dan segelas fresh orange juice juga tidak terfoto.

Dari pilihan menu itu, yang menurut saya cukup enak rasanya cuma 3, diurut dari tingkat kelezatannya : sup asparagus kepiting, kodok goreng mentega, dan mie goreng. Cumi goreng & cakwe udangnya? Ancur rasanya :(( Lebih baik yang enak saja yang dibahas. Sup asparagusnya enak, daging kepitingnya & asparagusnya banyak. Kodok goreng menteganya juga cukup bisa dicoba kembali. Kodok alias swike yang dimasak cukup besar-besar dagingnya. Tapi masih kalah rasanya dengan kodok goreng Jatiwangi Cirebon. Mie gorengnya enak sayang terlalu banyak campuran kecambah (tauge) di dalamnya. Mie goreng ini dilengkapi juga dengan udang & daging (lupa daging ayam atau sapi ya tadi?).

Hari ulang tahun katanya harus dirayakan dengan mie. Ah jadi ingat Mamah saya di Cirebon, dia juga punya kebiasaan tentang mie saat ulang tahun. Katanya mie yang panjang melambangkan umur yang panjang, berharap bisa panjang umur saat usia bertambah. Entah hanya orang Chinese yang punya kepercayaan macam itu atau tidak. Tapi memesan sepiring mie goreng dengan tambahan beberapa lauk lalu memesan nasi putih, memang bukan pilihan yang bijaksana. Malam ini saya benar-benar kekenyangan. Mie goreng masih tersisa lebih dari separuh, nasi putih saya pun hanya habis setengah mangkuk. Cumi goreng & cakwe udang apalagi, hampir utuh. Hanya kodok goreng yang habis kami makan. Oh ya soal minuman, jus mangga yang saya pesan cukup enak rasanya. Sayang fresh orange juice yang dipesan teman saya malah sebaliknya, katanya terasa bukan fresh orange juice.

Dari sisi pelayanan, restoran ini cukup OK. Dengan jumlah pelayan yang banyak, pelayanannya sigap dan boleh dibilang cukup ramah. Mungkin karena jumlah pengunjung yang cuma sedikit malam tadi, sehingga satu meja dilayani 2 sampai 3 orang pelayan. Agak sedikit mengganggu privasi kalau tiga pelayan terus-terusan memperhatikan dalam jarak 3-4 meter. Ya memang, mereka menunggu kalau-kalau tamu butuh sesuatu atau hendak memesan sesuatu. Tapi siap siaga di posisi yang tidak terlalu dekat masih bisa kan?

Overall, tidak ada yang sesuatu yang cukup bisa membuat saya balik lagi ke restoran Bangkok ’69. Ya mungkin kalau diajak lagi ke sini; tapi pergi sendiri atau merekomendasikan ke orang lain? Ah sepertinya tidak. Eh ada promo diskon 25% bagi pemegang kartu kredit HSBC di sini (berlaku sampai Januari 2009)…sayang saya bukan pemegang kartu kredit HSBC πŸ˜€

2 thoughts on “Restoran Bangkok ’69

Leave a Reply