Blognya Tedy Tirtawidjaja

Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini

Lapor Pajak


Belakangan topik soal pajak cukup ramai dibicarakan orang (paling tidak di lingkungan saya). Tahun lalu kantor lama saya mengadakan pembuatan NPWP secara massal. Tiap karyawan cukup menyerahkan fotokopi KTP, kantor yang mengurusi pembuatan NPWP-nya. Mungkin Anda juga masih ingat sekitar akhir tahun lalu di televisi sering ditayangkan iklan soal NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Slogan iklannya saya lupa detailnya, tapi salah satunya menggunakan jargon “apa kata dunia?” Salah satu kewajiban pemilik NPWP adalah menyerahkan laporan pajak tiap tahun. Laporan tersebut dikenal sebagai SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan).

Senin kemarin saya menyerahkan laporan pajak tahunan lewat drop box di Mal Ambasador. Awalnya saya pikir drop box itu semacam kotak khusus laiknya kotak pos. Tapi ternyata yang dimaksud drop box adalah petugas pajak yang duduk di meja melayani masyarakat yang ingin menyerahkan laporan pajak tahunannya. Proses pelaporan pajak yang saya alami tidak terlalu sulit. Saya cukup mengisi formulir 1770SS dan menyertakan fotokopi formulir 1721A1. Formulir 1721A1 itu berasal dari kantor lama saya. Karena selama tahun 2008 saya bekerja di Fujitsu, maka formulir 1721A1 adalah laporan pajak yang dikeluarkan oleh Fujitsu. Isinya adalah laporan berapa besar pajak yang sudah dibayarkan oleh kantor. Perhitungan pajaknya sendiri cukup rumit dan saya sampai sekarang belum mengerti bagaimana penghitungannya. Yang jelas gaji saya selama bekerja sudah dipotong pajak, potongan pajak itulah yang dibayarkan oleh kantor. Kedua formulir tadi saya masukkan ke dalam amplop coklat lalu dibubuhi nama, nomor NPWP, nomor telepon, dan status pembayaran pajak.

Antrian orang yang akan menyerahkan laporan pajaknya kemarin cukup panjang. Setidaknya 20 menit saya harus antri untuk sampai ke meja petugas pajak. Setelah amplop diserahkan, petugas akan menempelkan tanda terima SPT. Pada tanda terima SPT tersebut ada bagian yang disiapkan untuk disobek dan diserahkan kepada pelapor pajak. Nah bagian tersebut (seperti terlihat di foto) saya simpan sebagai bukti kalau saya sudah melaporkan pajak untuk tahun pajak 2008.  Katanya hari ini tanggal 31 Maret 2009 adalah batas akhir penyerahaan laporan pajak tahunan. Mulai besok keterlambatan penyerahan laporan pajak dikenakan sanksi denda sebesar Rp100.000,-. So….saya yakin Anda sudah lapor pajak kan? :D


Wibsite atau Website


Tadi pagi saya sempat mengambil beberapa foto di depan depan rumah. Ada yang menempel selebaran iklan di depan kos. Iklannya tentang pelatihan bisnis internet. Tadinya saya tidak melihat yang spesial atau unik dari foto selebaran tadi. Setelah memindahkan foto dari ke dalam komputer, saya kembali mengamati foto-foto tersebut termasuk foto iklan tadi. Ternyata saya menemukan beberapa hal yang unik di selebaran iklan tersebut :D

Foto besarnya seperti berikut ini :

Salah satu keunikannya adalah di bagian ini :

Entah apakah yang mengetik iklan tersebut memang salah ketik atau memang tidak tahu cara menuliskan website :-p Lucu rasanya melihat istilah “wibsite” di iklan itu. Sebenarnya ada kesalahan ketik lainnya di iklan tersebut. Misalnya “sistem” ditulis “siatem”, lalu “bisnis” malah diketik “bisisnis”.

He..he..he…maafkan saya yang usil ini :D


HSDPA Di Ubuntu (part 2)


Tulisan ini boleh dibilang sebagai lanjutan dari tulisan saya sebelumnya “HSDPA Di Ubuntu“. Di tulisan sebelumnya saya membahas tentang bagaimana menggunakan modem Option Globaltrotter Connect di Ubuntu. Kali ini saya akan menulis tentang modem Option juga tapi dengan tipe modem yang berbeda. Kebetulan saya sedang pegang modem HSDPA milik kantor, modem Option Icon 7.2 EL. Gambarnya seperti berikut ini :

Kali ini saya tes modem ini dengan Ubuntu di Lenovo saya. Petunjuk instalasinya saya dapat dari sini. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan :

1. Cek apakah modem sudah dikenali oleh Ubuntu sebagai USB device :

tedy@lenovo:~$ lsusb
Bus 005 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 005 Device 002: ID 5986:0141 Acer, Inc
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 004: ID 0af0:6901 Qualcomm, Inc.
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
tedy@lenovo:~$

2. Tanpa konfigurasi apa-apa, modem ini akan dikenali sebagai USB storage (seperti USB flash disk). Supaya bisa berfungsi sebagai modem, kita harus mengatur Ubuntu supaya memperlakukan modem ini sebagai USB serial. Untuk itu kita perlu mengambil sebuah pre-compiled program icon_switch.c dari sini.

3. Setelah itu kita perlu mengedit file tersebut untuk mendaftarkan idProduct & idVendor dari modem ini :

tedy@lenovo:~$ vi icon_switch.c
# cukup edit bagian berikut ini untuk mengganti idProduct & idVendor
if (dev->descriptor.idVendor == 0x0af0 && dev->descriptor.idProduct == 0x6901) {

4. Karena file  icon_switch.c masih berupa pre-compiled program, maka kita perlu menyiapkan environment untuk melakukan kompilasi. Yang dibutuhkan adalah paket libusb-dev dan libusb++-dev seperti terlihat pada contoh di bawah ini :

tedy@lenovo:~$ sudo apt-get install libusb-dev libusb++-dev
[sudo] password for tedy:
Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
libusb-dev is already the newest version.
libusb++-dev is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

5. Proses kompilasi dilakukan dengan perintah seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ cc -l usb -o icon_switch icon_switch.c

6. Hasil kompilasinya adalah icon_switch; file tersebut perlu kita salin ke dalam /usr/sbin/ :

tedy@lenovo:~$ sudo cp icon_switch /usr/sbin/

7. Tahap berikutnya adalah membuat rules untuk mengotomatisasi proses switching dari mode USB storage ke USB serial. Caranya seperti berikut ini :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ vi 10-local.rules
BUS==”usb”,SYSFS{idProduct}==”1000″,SYSFS{idVendor}==”05c6″,RUN+=”/usr/sbin/icon_switch”
BUS==”usb”,SYSFS{idProduct}==”6901″,SYSFS{idVendor}==”0af0″,RUN+=”/sbin/modprobe usbserial vendor=0×0af0 product=0×6901 maxsize=4096″

8. Langkah berikutnya adalah memodifikasi (re-compile) driver serial, untuk itu kita perlu menyiapkan paket-paket berikut ini untuk proses kompilasi :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ sudo apt-get install build-essential linux-source
Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
build-essential is already the newest version.
linux-source is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

9.  Berikut ini adalah langkah-langkah untuk meng-compile ulang driver serial :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ cd /usr/src/
tedy@lenovo:/usr/src$ sudo tar xjf linux-source-2.6.27.tar.bz2

tedy@lenovo:/usr/src$ cd linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo vi usb-serial.c
#tambahkan baris berikut ini :
static ushort maxSize = 0;
#ganti baris berikut ini :
buffer_size = le16_to_cpu(endpoint->wMaxPacketSize);
#jadi seperti ini:
buffer_size = (endpoint->wMaxPacketSize > maxSize)?endpoint->wMaxPacketSize:maxSize;
#tambahkan baris berikut ini :
module_param(maxSize, ushort,0);
MODULE_PARM_DESC(maxSize,”User specified USB endpoint size”);
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo make -C /lib/modules/`uname -r`/build M=`pwd`
make: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-generic’
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usb-serial.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/generic.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/bus.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/ezusb.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usbserial.o
……..
……..
……..
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usbserial.ko
CC /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/visor.mod.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/visor.ko
CC /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/whiteheat.mod.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/whiteheat.ko
make: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-generic’
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo cp usbserial.ko /lib/modules/2.6.27-7-server/kernel/drivers/usb/serial/usbserial.ko
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo depmod -a

10.  Setelah selesai saya harus me-restart komputer terlebih dulu :

tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ reboot

Setelah komputer restart, saya baru menyambungkan modem ke notebook. Di /var/log/messages saya bisa melihat Ubuntu saya sudah mengenali modem tersebut sebagai modem GSM. Lihat contohnya seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 19 20:25:58 lenovo kernel: [ 201.272143] usb 1-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 4
Mar 19 20:25:58 lenovo kernel: [ 201.437727] usb 1-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.018523] usbcore: registered new interface driver usbserial
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.021919] usbserial: USB Serial support registered for generic
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.025064] usbcore: registered new interface driver usbserial_generic
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.025087] usbserial: USB Serial Driver core
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.056566] usbserial: USB Serial support registered for GSM modem (1-port)
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.057504] option 1-1:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.061537] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.065018] option 1-1:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.068822] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.072324] option 1-1:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.076305] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.117374] usbcore: registered new interface driver option
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.117394] option: USB Driver for GSM modems: v0.7.2

Di taskbar kanan atas, Ubuntu memberi notifikasi seperti berikut ini :

Saya bisa dengan mudah menambahkan modem dengan mengklik tombol “Configure” pada notifikasi yang muncul tersebut. Saat diklik, sistem akan menampilkan jendela baru untuk menambahkan modem seperti gambar di bawah ini :

Proses penambahan modem cukup mudah, tinggal klik “Forward” sampai muncul tampilan seperti di bawah ini :

Karena modem ini berisi SIM card XL, saya jadi pilih Excelcomindo (XL) pada pilihan yang ada. Setelah menekan “Forward”, yang muncul adalah tampilan seperti di bawah ini :

Proses penambahan sudah selesai, tinggal klik “Apply”.

Untuk mulai menggunakan modem, saya tinggal klik kanan pada tombol “Network Connection” di taskbar kanan atas. Di sana sudah muncul pilihan untuk connect ke jaringan XL.

Saat sudah tersambung dengan internet lewat layanan HSDPA XL, akan muncul notifikasi seperti berikut ini :

Oh ya…saat proses koneksi dimulai, saya sempat melihat tampilan /var/log/messages seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 19 21:05:54 lenovo kernel: [ 2597.342166] PPP generic driver version 2.4.2
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Using interface ppp0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Connect: ppp0 <–> /dev/ttyUSB0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: CHAP authentication succeeded
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: CHAP authentication succeeded
Mar 19 21:05:54 lenovo kernel: [ 2597.805939] PPP BSD Compression module registered
Mar 19 21:05:55 lenovo kernel: [ 2598.026752] PPP Deflate Compression module registered
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: local  IP address 10.233.73.204
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: remote IP address 10.64.64.64
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: primary   DNS address 202.152.254.245
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: secondary DNS address 202.152.254.246

Untuk memutus koneksi internet, saya tinggal klik pada pilihan “Disconnect” seperti terlihat pada tampilan seperti berikut ini :

Kecepatan koneksinya HSDPA XL ini cukup lumayan. Tes membuka video di Youtube cukup lancar, bisa mengimbangi kualitas koneksi Speedy saya.


Naik Taksi Termahal


Selama di Jakarta baru Jumat malam kemarin saya bayar ongkos taksi termahal. Saya naik Bluebird dari depan JW Marriot sekitar pukul 18.05. Dari Mega Kuningan rute menuju Tomang adalah lewat Casablanca lalu lurus terus melewati Tanah Abang. Jumat malam kemarin, perjalanan dari Mega Kuningan sampai fly-over Casablanca saya tempuh dalam waktu 1 jam. Macet di sepanjang Casablanca sampai tepat di samping Le Meridien. Dari sejak naik sampai ke Casablanca saya sudah terlelap beberapa kali, kebiasaan tidur di taksi :-p . Di atas fly-over Casablanca, saya lirik argo taksi sebentar ternyata sudah Rp41.000,-

Gila :-o untuk jarak sedekat itu (dekat untuk ukuran Jakarta) saya membayar ongkos taksi sama besarnya dengan ongkos taksi biasanya dari rumah ke kantor. Kalau saya pulang dari kantor ke rumah biasanya argo taksi menujukkan angka sekitar Rp36.000,- (jarak tempuh sekitar 8 km). Sekarang untuk jarak sekitar 2 km, saya sudah harus membayar empat puluh ribuan. Kalau dihitung dengan acuan kilometer, perjalanan pulang kantor tadi bisa jadi pengalaman naik taksi termahal selama saya tinggal di Jakarta….ah benar-benar macet yang terkutuk. Untungnya sisa perjalanan melewati Tanah Abang dan Tomang bisa ditempuh dengan lancar. Sampai rumah saya bayar taksi sebesar Rp70.000,-

Padahal Jumat pagi saya sudah sedikit senang melihat lalu lintas Jakarta yang cukup lancar . Saya sempat berpikir jangan-jangan ini efek hari kejepit ini. Kamis lalu adalah hari raya Nyepi dan Jumat ini bukan cuti bersama. Saya duga banyak juga pekerja kantoran yang mengambil cuti di hari Jumat ini.  Wajar kalau Jumat pagi lalu lintas lebih lancar dibandingkan hari-hari biasa. Gara-gara melihat macet Jumat malam tadi (bukan cuma melihat tapi merasakan), saya jadi punya teori lain. Jangan-jangan gara-gara hari kejepit, banyak bos/atasan/manager/petinggi kantor yang mengambil cuti. Lalu karena atasannya cuti, karyawan (anak buahnya) banyak yang pulang cepat; semua bergegas pulang secepat-cepatnya, logis kan hal macam ini memicu macet :-p Eh tapi jangan salah…biarpun bos saya cuti & manajer saya pulang cepat, saya tetap pulang tepat waktu :D


Thinking of You


Thinking of You mungkin bisa diartikan “mikirin kamu”, atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa jadi “ngerasani kowe” (mudah-mudahan tidak salah…tolong dikoreksi kalau salah), atau kalau jadi bahasa Cirebon jadi “mikiri sira” =))

Kira-kira apa yang ada di pikiran Anda kalau foto anjing di atas diberi judul seperti itu? Anjingnya yang sedang mikir atau sebaliknya yang motret yang sedang mikirin anjing itu? Atau malah sedang mikirin yang lain? =))


Flickr


This is a test post from flickr, a fancy photo sharing thing.


Count The Balls


Count The Balls adalah judul foto saya ini :

Foto di atas adalah salah satu koleksi foto-foto saat liburan ke Singapura Desember lalu. Aslinya foto tersebut tidak terlalu menarik, terlalu luas tanpa POI (point of interest). Foto aslinya seperti ini :

Foto aslinya tidak mampu bercerita seperti apa yang saya pikirkan waktu itu. Bandingkan foto asli itu dengan foto pertama, menurut saya foto pertama sudah mampu bercerita. Orang sepintas akan mengerti mengapa judul fotonya adalah “Count The Balls”.

Saat sedang duduk-duduk di Marina Bay, saya lihat 2 anak itu bermain-main di dekat pagar pembatas. Tak lama mereka nungging seperti itu, entah melihat apa ke bawah sana.  Mungkin mengagumi bola-bola yang sedemikian banyak di air. Di latar belakang ada banyak bola-bola putih di air (itu laut atau sungai ya…lupa nanya waktu itu). Bola-bola itu katanya dipasang untuk acara malam tahun baru 2009. Posisi saya duduk dengan kedua anak itu cukup jauh. Sayang lensa saya terlalu pendek, zoom sudah maksimum tapi tidak mampu mengisolasi gambar pada kedua anak itu saja. Senin lalu saya iseng mencoba cropping foto aslinya. Cropping/pemotongan gambar saya pilih untuk menonjolkan POI di kedua anak tersebut, dan supaya fotonya bisa bercerita (atau paling tidak bisa seirama dengan judulnya).

Jadi kesimpulannya : foto yang kurang jelas Point of Interest-nya bisa diakali dengan cropping (memotong gambar) pada bagian objek yang ingin ditonjolkan saja. Kesimpulan kedua : belilah lensa tele segera =)) (supaya lain kali bisa mengambil foto momen-momen langka dari kejauhan).


Blade On the Heart


Anda yang membaca tulisan ini dan mengerti bahasa Mandarin pasti tahu apa arti karakter/huruf di samping ini. Jadi ceritanya kemarin rekan saya Joni memberi nasihat yang bagus untuk saya. Dia bilang ada 1 huruf China yang cocok untuk saya…huruf persis yang ada pada gambar di samping ini. Huruf itu adalah huruf ren katanya dibaca “jen“, bingung juga bagaimana menulis huruf ‘e’ dengan ‘topi’ di atasnya. Dalam bahasa Mandarin kalau tidak salah ada 4 macam suara (satu tulisan dengan 4 cara pengucapan, masing-masing punya arti sendiri). Secara literal, huruf ‘ren’ tersebut berarti pedang yang menancap di hati. Huruf ‘ren’ tersebut terdiri dari 2 kata. Bagian yang atas (yang berbentuk seperti M, berarti pedang), sementara bagian yang bawah (yang terlihat seperti W, berarti hati). Kamus Mandarin online Zhongwen (dibaca “cung wen”) menjelaskan kata ‘ren‘ artinya “blade in the heart” :-o

Dalam konteks nasihat Joni pada saya, ‘ren’ diartikan sebagai menahan diri. Huruf-huruf atau kata dalam bahasa Mandarin memang penuh dengan filosofi. Sebuah kata dapat terbentuk dari gabungan beberapa kata, dengan gabungan tersebut terbentuk sebuah makna baru. Memang hebat kebudayaan China itu, pantas diacungi jempol kebudayaan mereka sudah maju sekian abad sebelum Masehi dan penuh dengan ajaran filosofi.

Ya kemarin Joni memang sedang menasihati saya soal “menahan diri”. Awalnya kita sedang bicara soal menabung. Orang yang boros seperti saya memang layak dinasihati untuk menabung ;)) . Pesan moral yang saya dapat mungkin artinya lebih baik menahan diri dulu untuk kebaikan saya di masa depan. Mulai belajar menabung (diikuti hidup hemat tentunya) memang tidak mudah. Apa yang dimaksud dalam kata ren tadi mungkin bisa menggambarkan bagaimana sulitnya mulai menabung. Mengekang keinginan, belajar bersabar, menahan diri tidak konsumtif, bukan sesuatu yang gampang bahkan bisa menyakitkan (tapi bukan sesuatu yang mustahil). Menurut kamus Zhongwen kata ‘ren’ juga dapat diartikan sebagai endure (sabar). Ah memang keren huruf Mandarin yang satu ini…dalam artinya. Tiap kali mulai tidak sabaran, tiap kali mulai tidak bisa menahan diri, tinggal ingat saja ada pedang yang menancap di hati…terasa sakit tapi harus tetap bertahan.

Nah tadi sempat mikir juga bagaimana cara mengetik aksara Mandarin di Ubuntu. Dulu saya sempat menulis tentang bagaimana menulis aksara kanji/Mandarin di Windows, tulisan itu ada di sini. Googling sebentar sampai bertemu dengan panduan ini. Saya ringkas langkahnya seperti berikut ini :

  1. Instal paket-paket berikut ini :
    tedy-laptop:/ # sudo apt-get install scim-qtimm im-switch scim-pinyin
  2. Atur cara input dengan perintah im-switch :
    tedy-laptop:/ # im-switch -z all_ALL -s scim
  3. Logoff dulu dari Ubuntu, setelah login kembali Anda akan menjumpai icon bebentuk keyboard di bagian notification bar (di Ubuntu by default ada di bagian kanan atas layar).
  4. Klik icon tersebut lalu pilih Chinese Simplified untuk mulai mengetik aksara Mandarin. Untuk balik lagi ke mode teks biasa silakan pilih English Keyboard. Gambar huruf di atas saya ketik di OpenOffice.

Jangan terlalu percaya pada penjelasan saya soal huruf Mandarin & cara pengucapannya…lah wong saya gak bisa bahasa Mandarin kok ;)) Saya cuma terkesan saja dengan huruf Mandarin yang itu. Tapi Anda boleh percaya pada penjelasan saya tadi soal bagaimana mengetik aksara Mandarin di komputer berbasis Linux :D Tambahan informasi, di situs ini Anda bisa lihat bagaimana cara menulis karakter Mandarin (garis demi garis tidak boleh salah urutannya).

Thanks Pak Jon buat nasihatnya kemarin


Stay Away From The Water


Hmmm…. ini salah satu hasil utak-atik saya dengan GIMP. Crop fotonya, tambahkan frame, buat signature. Memang meniru apa yang rekan saya Jennifer lakukan dengan koleksi foto-fotonya. Tenang saya sudah ijin kok meniru gayanya :D

(taken using Canon EOS 1000D + Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS; Exposure=1/320; Aperture=f/5.6; Focal Length=55 mm; ISO Speed=100)

Fotonya saya ambil di Singapura bulan Desember lalu. Lokasinya di dekat Esplanade. Si bule sedang menangkap anaknya yang mencoba mendekati air. Walaupun belum bisa berjalan, si anak sudah bisa merangkak. Untung bapaknya masih memperhatikan anaknya, kalau gak mungkin si bayi bisa tercebur ke sungai ;))


Yang Mengesalkan Dari Indovision


Sudah lama juga saya menggunakan layanan TV berbayar dari Indovision. Saya pasang Indovision akhir Juni tahun lalu. Sejauh ini saya belum bisa bilang puas dengan siaran Indovision, masih banyak siaran TV yang jelek tampilannya. Dulu waktu instalasi, teknisi Indovision bilang kalau daerah tempat saya tinggal termasuk daerah yang penuh frekuensinya. Katanya terlalu banyak interferensi dari pemancar lain. Interferensi maksudnya gangguan sinyal karena ada pemancar sinyal yang berdekatan. Nah loh, katanya Indovision selalu bagus di segala cuaca….tapi ternyata masih kalah kalau kena interferensi sinyal.

Hampir setiap hari siaran TV lokal yang saya dapat jelek sinyalnya. Yang bagus cuma RCTI, ANTV, Trans7, dan Indosiar. MetroTV, SCTV, dkk hampir setiap hari jelek. Jeleknya seperti apa, persis seperti Anda nonton VCD rusak. Brebet brebet gambar dan suaranya. Tidak bisa lihat dan dengar apa-apa. Fashion TV juga begitu….kalau SCTV dkk jelek tampilannya, dapat dipastikan Fashion TV juga. Jadi susah kalau mau lihat lingerie show di Fashion TV kalau siaran sedang jelek ;))

Di dekat kos saya ada kantor Telkom Jakarta Barat, entah apa mungkin radio-radionya Telkom yang jadi hambatan. Beberapa hari lalu saya sempat ngobrol juga dengan rekan saya, katanya markas TNI juga punya pemancar radio yang sangat mungkin mengganggu tangkapan sinyal Indovision. Ah pantas kalau begitu, tidak jauh dari tempat saya ada markas TNI (di dekat fly over Tomang). Tapi saya perhatikan di sekitar saya banyak juga antena Indovision, artinya banyak juga pelanggan Indovision. Apakah mereka juga mengalami hal yang sama seperti saya ya. Atau karena pemasangan antena di tempat saya saja yang kurang bagus. Saya pernah dengar katanya pemasangan antena TV berbayar seperti Indovision itu tidak butuh tempat yang tinggi. Yang penting katanya sudut dan elevasinya saja harus tepat.

Agak malas saya komplain ke Indovision, malas menunggui teknisinya datang dan troubleshooting. Nah kalau sudah begini saya yang salah ya?

Jumat malam kemarin juga ada yang mengesalkan lagi. Ceritanya saya lihat ada film The Warlords di Celestial Movies, sepertinya menarik karena ada Jet Li, Andi Lau di film itu. Waktu saya pindah saluran ke Celestial Movies secara tidak sengaja, film sudah mulai sekitar setengah jam. Beberapa menit menonton saya mulai kesal karena teks sering tidak muncul. Repot kan menonton film berbahasa Mandarin tanpa teks, mengingat saya tidak ngerti bahasa Mandarin ;)) Kalau filmnya berbahasa Inggris tentu tidak akan terlalu jadi masalah kalau teks hilang. Beberapa saat teks muncul lagi, lalu hilang lagi. Saya sempat curiga apa jangan-jangan saya menekan sesuatu di remote sehingga teksnya hilang. Tapi sepertinya tidak ada pengaturan macam itu di remote-nya Indovision. Ok saya sabar saja menunggu teks. Ketika teks sudah stabil muncul terus, saya heran kenapa teksnya tidak sinkron dengan adegannya. Meskipun tidak bisa bahasa Mandarin, saya bisa menerka dan yakin 100% kalau teksnya salah. Bukan salah tapi terlambat muncul, adegannya apa tulisan di teksnya apa….lucu & mengesalkan jadinya. Saya batalkan rencana menonton The Warlord sampai selesai.

Saya sendiri tidak tahu persis siapa yang mengatur teks film pada layanan TV berbayar seperti Indovision. Entah Indovisionnya atau memang stasiun TVnya yang menyediakan. Tapi kok bisa sampai terjadi demikian? Jadi seperti nonton DVD bajakan, teksnya bisa terlambat muncul atau kadang muncul kadang tidak.