Teks Primbon

Sejak mencoba belajar menjadi seorang Unix engineer di Fujitsu Indonesia Mei 2007 lalu, saya rutin mencatat semua ilmu, tips, dan tutorial tentang Unix. Saya tulis semuanya dalam sebuah dokumen Word. Semacam primbon kecil-kecilan lah, membantu saya mengingat semua hal tentang Unix yang sudah saya pelajari. Antisipasi suatu saat saya lupa. Tiap orang punya cara masing-masing untuk mencatat dan mendokumentasikan “primbonnya”. Teman saya Rizki di Fujitsu Indonesia, rajin sekali mencatat segala yang dia pelajari dalam sebuah buku. Hmm tulisan tangan saya tidak bagus, ditambah lagi saya malas mencatat; jadi saya pilih mengetiknya dalam sebuah file Word.

Saya catat segala hal mulai dari yang sederhana sampai yang saya anggap rumit. Misalnya saja cara membackup harddisk dengan perintah ufsdump. Atau bagaimana caranya mengkonfigurasi server/storage. Atau misalnya saya baru tahu tentang perintah Unix untuk memeriksa port-port yang terbuka, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Saya pisah tiap topik dalam tiap halaman yang berbeda. Tiap catatan saya beri judul yang memudahkan saya bilamana nanti perlu mencarinya kembali. Tidak lupa saya cantumkan juga log yang berkaitan. Sampai hari ini catatan saya sudah mencapai 365 halaman.

Waktu saya mulai membuat catatan kecil ini saya masih menggunakan Microsoft Word. Ya maklum dulu di Fujitsu, notebook kantor diisi Windows XP. Awal tahun 2009 ini saya menggunakan Ubuntu di notebook kantor. Dengan menggunakan format *.doc sering timbul masalah ketika membuka catatan saya itu dengan Open Office Writer (atau sebaliknya). Font yang bisa berubah, margin yang bergeser, tabulasi yang berantakan, dan beberapa contoh masalah lainnya. Akhirnya setelah saya benahi semua catatan saya, saya simpan saja dalam format open document (*.odt). Format ini lebih enak dipakai, ukuran file-nya lebih kecil, dan bisa dibuka di semua word processor program yang sudah mendukung format open document.

Di kantor saya sekarang (eServGlobal Indonesia), rekan-rekan juga punya kebiasaan yang sama dengan saya. Mereka menyimpan catatan tentang ilmu-ilmunya, bedanya dengan saya adalah mereka mencatat dalam format plain text (*.txt). Hmm memang ada enaknya menyimpan catatan dalam format plain text. File-nya lebih cepat dibuka. Bekerja dengan komputer berbasis Linux membuat saya tidak bisa jauh dengan yang namanya Terminal/Console. Enaknya punya catatan dalam format teks, saya bisa buka catatan saya dengan menggunakan console (text based tentunya).

Saya cari-cari informasi ternyata ada juga aplikasi di Ubuntu yang dapat melakukan konversi file odt ke dalam file teks. Aplikasi itu bernama odt2txt. Ya sudah langsung saja saya pasang aplikasi itu. Cara pemakaiannya cukup mudah, tinggal tentukan nama output file yang diinginkan dan tentukan juga source dokumennya. Contohnya seperti di bawah ini :

tedy@tedy-laptop:~$ /usr/bin/odt2txt --output=/data/UNIX_text_version.txt /data/UNIX.odt

Dengan perintah di atas saya akan mendapat hasil sebuah file teks dengan nama UNIX_text_version.txt. Daripada harus mengulang mengetik perintah di atas berkali-kali, saya buat script kecil untuk mengotomatisasi proses konversi itu. Script-nya seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ cat bin/convert-odt
#!/bin/bash
#------------------------------------------------------------
# This script will convert UNIX.odt file into text file
#------------------------------------------------------------
echo "";
echo "---------------------------------------------------------";
echo "";
echo "Starting convert process at `date '+%Y%m%d-%H:%M:%S'`";
/usr/bin/odt2txt --output=/data/UNIX_text_version.txt /data/UNIX.odt
echo "";
echo "Finish convert process at `date '+%Y%m%d-%H:%M:%S'`";
echo "";
echo "---------------------------------------------------------";
echo "";
exit
tedy@tedy-laptop:~$

Tampilan console saat saya menjalankan script terlihat pada gambar di bawah ini :

.

Nah gampang sekarang kalau buru-buru perlu membuka catatan primbon saya ini πŸ™‚ tinggal buka console saja. Misalnya dengan perintah view saya bisa mencari petunjuk yang diperlukan :

Saya senang menggunakan cara ini, prosesnya lebih cepat daripada harus membuka Open Office terlebih dulu. Hmm tapi memang untuk menambah isi catatan saya itu saya tetap harus menggunakan Open Office.

Nah bagaimana Anda menyimpan ilmu, tips, trik Unix Anda? πŸ˜€

9 thoughts on “Teks Primbon

  1. Ted, ahey sepertinya bakal ada release primbon revision neh … dan sepertinya
    mantep juga tuh kalo bisa masukin sedikit ttg legato :p

  2. @ Momon : udah terima kan filenya ya πŸ™‚

    @ Bas : walah belum pernah mainan Legato Bas….eh Legato apaan ya :-p primbon revision? bingung menomorinya πŸ™‚

Leave a Reply