Blognya Tedy Tirtawidjaja

Kumpulan tulisan dan curahan pikiran saya yang bodoh ini

Di Sudut Losari


Postingan cepat sebelum tidur….sudah lewat jam 12 malam :p Foto lama di Pantai Losari Makassar, 20 Oktober 2008 setelah selesai instalasi server di Telkomsel Makassar.

Cerita tentang perjalanan ke Makassar Oktober itu pernah saya tulis di sinidi sini, dan juga di sini. Halah katanya postingan cepat sebelum tidur, kok masih niat-niatnya bikin tautan ke postingan lama dulu ;)) Ok stop…waktunya tidur.


Delay @ F4


Kalau di tulisan sebelumnya saya tulis soal stasiun kereta api di Frankfurt, kali ini saya posting foto salah satu sudut bandara Soekarno Hatta. Foto ini saya ambil 24 Juli 2008 lalu waktu kena delay saat hendak berangkat ke Surabaya. Hmm tidak terasa sudah satu tahun lebih, rasanya baru kemarin saja saya bolak-balik Surabaya :) Saya juga pernah tulis ceritanya (lengkap dengan fotonya) di sini. Tadi saya utak-atik lagi foto lama, berhubung saya fotografer jarang motret jadi cuma bisa memandangi foto-foto lama aja =)).

Ah baru ingat rupanya foto terminal F4 ini pernah saya muat juga ;)) Ya sudah nikmati saja fotonya…Anda bisa lihat foto aslinya di postingan saya dulu & Anda bisa bandingkan versi kali ini setelah diberi sentuhan olah digital pas-pasan :D


Hauptbahnhof


Menurut rekan saya yang kuliah di Jerman, “Hauptbahnhof” itu artinya stasiun utama (besar). Mungkin kalau di Jakarta sama dengan Stasiun Gambir :) Foto di bawah ini adalah salah satu sisi Frankfurt Hauptbahnhof, stasiun besar kota Frankfurt. Terkesan tua tapi megah dengan lengkungan besi-besi penyangga atap.

Katanya komposisi sebuah foto tersusun dari “Structure, Balance, & Dynamics”; struktur, keseimbangan, dan dinamika….halah terjemahan seadanya :-p Elemen-elemen dasar struktur sendiri di antaranya adalah garis, bentuk, & penempatan dalam sebuah frame. Ini hasil nyontek dari buku The Photographic Eye. Apakah foto ini sudah punya elemen-elemen dasar struktur? :-/


Liberté, égalité, fraternité


Kalau Indonesia punya semboyan negara “Bhinneka Tunggal Ika”, negara Perancis punya motto “Liberté, égalité, fraternité”. Paling tidak itu yang saya dapatkan dari Wikipedia. Gara-gara foto di bawah ini saya jadi browsing Google untuk tahu terjemahan pasti slogan “Liberté, égalité, fraternité” tersebut. Saya lupa-lupa ingat terjemahannya terutama kata ketiga fraternité. Ketiga kata tersebut kalau di-Indonesiakan mungkin menjadi : “kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”. Hmm I need to confirm it with Jennifer, since she speaks French fluently :D

Sebenarnya slogan ini sudah pernah saya dengar sejak SMP dulu. Waktu pelajaran sejarah dunia, tentang topik Revolusi Perancis diungkap juga slogan ini. Slogan ini dikumandangkan rakyat Perancis dalam revolusinya menggulingkan tirani  Louis XVI. Ah saya masih ingat pelajaran itu, pelajaran IPS Sejarah kelas oleh Pak Djoko :-p Ok soal foto di atas saya ambil tahun lalu di kota Saint-Étienne Perancis. Entah gedung apa itu, kemungkinan besar gedung balaikota (atau bisa juga gedung pengadilan). Masih lanjutan acara oprek-oprek foto lama. Foto ini sudah saya ubah color balance-nya.

Ah mungkin karena semboyan negara Perancis yang seperti ini maka bos saya di kantor (yang orang Perancis itu) tidak pernah mempermasalah karyawannya datang terlambat :-p Liberte = bebas masuk/pulang jam berapa saja. Egalite = kesamaan (equality) bos dan anak buah sama-sama bisa datang siang & sama-sama bisa pulang cepat. Halah…kok jadi nyambung ke urusan jam kantor. Terlalu berlebihan kan saya kali ini? Tapi betul kok memang enak datang terlambat dan pulang lebih cepat =)) **kerjaan tetep beres loh ya**


Flickr Hanya 200 Foto


Beberapa hari lalu saya sedikit kaget membuka halaman Flickr saya. Ada pengumuman seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Flickr membuat batasan  user regular (alias gratisan) hanya bisa melihat 200 foto terakhir saja. Misalnya saya sudah upload 200 foto, ketika saya upload foto ke-201 maka foto pertama otomatis tidak bisa dilihat lagi :(( Alternatifnya adalah dengan menjadi member Pro di Flickr dengan tambahan dana sekian dolar. Ah aneh tapi saya tahu sebagai pengguna layanan gratisan memang dilarang komplain. Hukumnya kan sudah begitu : Gratis Kok Mau Enak :-p Mau bagaimana lagi namanya juga gratisan, terserah yang punya layanan mau buat aturan seperti apa. Sayang sekali…padahal cukup menyenangkan menaruh koleksi foto di Flickr. Dilarang komplain tapi masih boleh lah saya sedikit membandingkan dengan layanan sejenis Flickr, mengingat penyedia layanan Picasa (milik Google) tidak punya aturan upload seperti ini. Picasa Google memberi kuota sebesar 1 GB bagi para penggunanya, tidak peduli berapa banyak foto yang di-upload.

Sejak awal punya kamera tahun lalu, saya selalu menaruh foto di Picasa. Itupun saya pakai untuk keperluan menampilkan foto ke dalam blog ini. Sebenarnya Wordpress sendiri menyediakan ruang bagi saya untuk menaruh foto. Tapi saya pribadi lebih suka menaruh foto di Picasa. Nah sejak punya kamera DSLR, saya mulai mengefektifkan pemakaian account Flickr saya. Ah tapi tahu ada batasan 200 foto terbaru saja yang bisa terlihat membuat saya berpikir ulang untuk meninggalkan Flickr dan memaksimalkan Picasa saja :


Eiffel Scene


Another photobloging activity, digging into the photo archives looking for nice picture :)) . Then I found this photo, Eiffel tower. Just flat image so that I tried to enhance the photo by changing the color balance. Finally the picture became like this :

I was walking from Trocadero metro station when I took this picture last year. Just spechless looked at the famous Eiffel tower…it’s really amazing & beautiful. I wish someday I can go back to Paris :D


Behind The Twigs


Just found this photo in my photo archives. Gave the frame and put it here :

Taken with my Nikon Coolpix last year at Paderborn Germany. I was walking back to the hotel when I took this picture. The church in this photo located in front of Aspethera Hotel. I like the look of the trees and twigs in Europe, it has something exotic. Even when it has no leaves at all.


Windows XP Genuine Problem


Minggu lalu rekan saya cerita Windows XP bajakannya terdeteksi oleh Microsoft. Belum cerita lebih lanjut saya sudah bisa menebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Pasti yang dimaksud rekan saya itu adalah munculnya program “Ask for Genuine Microsoft Software”. Saya sudah lihat program ini sudah beberapa tahun lalu. Saat itu laptop di kantor pertama saya juga mengalami hal yang sama. Program itu tidak membuat Windows bermasalah, hanya cukup menjengkelkan saja karena muncul saat kita hendak login ke dalam Windows XP. Dengan adanya program itu, proses login jadi terhambat 10 detik kalau tidak salah. Saya sendiri tidak yakin apakah program ini benar dikeluarkan oleh Microsoft. Biasanya komputer yang sudah “terdeteksi” itu ditandai dengan adanya tampilan seperti berikut ini di layar login bagian kanan bawah :

Kemudian bila user login, Windows tidak langsung menampilkan Desktop tapi menunggu beberapa saat sampai muncul tampilan seperti berikut ini :

Login ke dalam Desktop akan kembali berjalan setelah user mengklik “Resolve Later”. Tidak mengganggu tapi cukup menjengkelkan dapat gangguan macam ini. Nah balik lagi ke cerita rekan saya tadi, dia malah berpikir untuk menginstal ulang lagi komputernya. Hmm malas dimintai tolong untuk menginstal Windows XP lagi, saya browsing dulu di Google tentang cara mengatasi masalah “keaslian Windows” ini :D Eh ternyata ada banyak juga link yang sudah membahas masalah ini..salah satunya ini. Baca-baca sebentar saya jadi tahu ada 2 file yang menyebabkan masalah  “keaslian Windows” ini yaitu :

  • \Windows\system32\wgatray.exe
  • \Windows\system32\wgalogon.dll

Karena kedua file tersebut aktif saat Windows berjalan, maka tidak gampang untuk menghapusnya. Di tautan tadi memang diajarkan caranya untuk menghentikan proses yang dimiliki kedua file tersebut dan menghapus kedua file tersebut selamanya. Ah susah, daripada pusing saya ambil live CD Ubuntu. Saya boot komputer dengan Ubuntu CD, masuk ke terminal, mount partisi Windowsnya lalu hapus dua file tadi. Beres :) berikut log-nya :

ubuntu@ubuntu:~$ df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 0 497M 0% /lib/init/rw
varrun 497M 84K 497M 1% /var/run
varlock 497M 0 497M 0% /var/lock
udev 497M 164K 497M 1% /dev
tmpfs 497M 588K 496M 1% /dev/shm
rootfs 124M 30M 88M 26% /
/dev/sdb1 983M 827M 156M 85% /cdrom
/dev/loop0 676M 676M 0 100% /rofs
tmpfs 124M 30M 88M 26% /tmp
/dev/sda1 56G 12G 45G 21% /media/disk
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
/dev/sda5 56G 12G 45G 21% /media/disk –> Windows partition
ubuntu@ubuntu:~$ cd /media/disk/WINDOWS/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ ls | grep -i wga
WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ rm WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ cd system32/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ ls | grep -i wga
WgaLogon.dll
WgaTray.exe

ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ rm WgaLogon.dll WgaTray.exe
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$

Untung ga ada “Ask for genuine Ubuntu software” =))


Lonely Bridge


Photoblog like this can help me to keep this blog update. Just publish a nice picture and it can save my time from typing some long paragraph to make nice posting :-p I’m not joking…that’s why we hear people say A picture is worth a thousand words :))

** Just an excuse for being lazy update this blog with useful material :-p **

Snapshot of a bridge at Singapore zoo, I took this picture last year.


Ademnya Saung


Masih terkesan dengan teknik soft focus, malam ini saya balik lagi utak-atik foto dengan teknik itu. Cari-cari dulu foto yang pas untuk dioprek, nemu foto berikut ini :

Foto di atas adalah foto saung (rumah bambu) yang saya ambil di Taman Wisata Mekarsari, bulan Mei lalu. Saungnya dibuat di atas sawah, lengkap dengan kerbau yang sedang berkubang di air. Dulu waktu saya ambil foto tersebut, saya rasa fotonya kok biasa-biasa saja. Nah tadi saya olah foto tersebut dengan GIMP, masih dengan teknik yang itu-itu saja (belum ada ilmu “sotosop” baru lagi :-p ). Hasilnya seperti ini :

Rasa-rasanya kok lebih menarik setelah di-retouch, entah bagaimana dengan pendapat Anda. Yang jelas saya lebih suka foto hasil edit-an ini…terlihat lebih adem. Duh jadi merasa bersalah mau jadi photographer atau photoshoper? Masih bingung sebenarnya foto yang baik itu apakah harus murni hasil jepretan kamera atau boleh berupa hasil editing seperti ini. Masih merasa bersalah, konflik batin….apalagi guru yang ngajari saya motret ga pernah edit-edit fotonya :( Eh tapi saya kan ga pake Photoshop, harusnya bukan “photoshoper” tapi “gimperkali ya :-p

Oh ya lupa cerita, saung itu sebenarnya dipakai sebagai galeri/studio mini oleh pelukis wajah. Pelukis yang duduk di sana menjual jasa lukisan wajah Anda dengan harga Rp50.000,- Waktu yang dibutuhkan oleh si pelukis untuk menggambar wajah Anda ke atas kanvas cuma sekitar 15 menit. Kok tahu? Soalnya ada papan iklannya di depan saung :D