Cerita SSD Macbook Air

apple-survey

Setelah selesai mengisi survei kepuasan pelanggan dari Apple, saya diberi tampilan terima kasih seperti gambar di atas. Ucapan terima kasih dalam banyak bahasa. Saya diminta mengisi survei kepuasan pelanggan karena minggu lalu saya baru saja memperbaiki Macbook Air saya. Tanggal 10 Juni lalu Macbook Air saya bermasalah, tiba-tiba saja tidak bisa boot masuk ke OS. Aneh padahal sebelum berangkat ke kantor, Macbook saya masih baik-baik saja. Saya sudah coba masuk recovery mode (dengan menekan tombol Option saat restart) dan sepertinya ada masalah dengan SSDnya. Macbook Air tidak menggunakan harddisk konvensional lagi tapi menggunakan SSD (Solid State Disk) sebagai gantinya. SSD yang dipakai pun tidak seperti yang gampang didapati di pasaran. Bentuknya yang kecil nyaris mirip seperti memory laptop. Hari itu juga saya bawa Macbooknya ke service center resmi Apple di gedung Menteng Central lantai 2. Lokasi service center Apple ini berada satu ruangan dengan iBox (toko yang menjual Apple).

Untuk memastikan kerusakan benar pada SSDnya, teknisi Apple tadi perlu menjalankan aplikasi troubleshooting khusus Apple yang diakses dari jaringan. Benar dugaan saya menurut hasil pengecekan teknisi, SSD Macbook saya rusak. Teknisi Apple mengatakan perlu waktu sekitar 14 hari kerja untuk memperbaiki SSD yang rusak ini. Perlu waktu cukup lama karena katanya spare part SSD ini didatangkan dari Apple Singapore.

Cukup mengecewakan mengingat saya beli Macbook ini belum lebih dari satu tahun. Teorinya SSD lebih awet daripada harddisk biasa karena tidak ada komponen mekanik yang bergerak. Harddisk biasa memiliki komponen yang bergerak yaitu pirangan (platter) dan head (bagian yang melakukan pembacaaan data). Tidak disangka malah umur SSD ini pendek sekali. Untungnya karena masih berumur kurang dari satu tahun, Macbook ini masih memiliki garansi. Garansinya habis bulan Agustus depan. Mengapa saya bilang untung? Karena ternyata harga SSD dengan kapasitas 128GB untuk Macbook Air itu sekitar 9 juta rupiah. Harganya sangat tidak masuk akal mengingat harga Macbook Air ini sekitar 11.5 juta rupiah. Tadinya saya pikir saya bisa sekalian lakukan upgrade SSD dengan ukuran yang lebih besar. Tapi harga SSD yang fantastis itu membatalkan niat saya. Mungkin ini bisa jadi tambahan bahan pertimbangan bagi Anda yang ingin membeli Macbook Air. Spare part yang mahal dan opsi upgrade yang menurut saya mustahil.

Lima hari berselang saya terima email pemberitahuan kalau Macbook saya sudah selesai diperbaiki. Saya cukup surprise membaca emailnya karena ternyata prosesnya jauh lebih cepat daripada perkiraan awal. Sayangnya saya sedang berada di luar Jakarta sehingga tidak bisa langsung mengambil Macbook Air tadi. Tidak lama berselang ada 2 panggilan masuk ke ponsel saya. Saya abaikan saja karena nomornya tidak saya kenal & kebetulan saya sedang nyetir. Lebih dari dua kali nomor yang sama mencoba menelpon ke 2 nomor ponsel saya. Karena nomor tadi gigih menelepon saya angkat juga teleponnya. Rupanya teknisi Apple yang menelepon ingin mengabarkan kalau Macbook saya sudah bisa diambil. Saya hargai kegigihan mereka untuk mencoba mengabari saya via telepon meskipun toh saya sudah baca email mereka.

Nah survei tadi ini berkaitan dengan cerita di atas. Tentu saya beri nilai sempurna untuk pelayanan service center Apple tadi. Nilai sempurna pada kecepatan mereka melakukan perbaikan, kejelasan dalam menerangkan masalah yang timbul, serta kegigihan mereka dalam mengabarkan hasil perbaikannya via telepon.

2 thoughts on “Cerita SSD Macbook Air

  1. wah mantap mas saya juga mengalami hal serupa , namun harddisk saya rusak dikarnakan gagal saat proses boot camp , apa bila seperti itu , bisa ga yah mas diberi garansi ? laptop saya baru 3 bulan pakai

Leave a Reply