Lunpia Gang Lombok

Saat mengujungi Semarang kemarin, saya sempat mampir ke Gang Lombok untuk membeli lunpia (bahasa Inggrisnya = springroll). Katanya lunpia Gang Lombok ini sangat terkenal sebagai oleh-oleh dari kota Semarang. Meskipun terkenal, tempat berjualannya terbilang sederhana. Bangunan tua di kawasan Pecinan Semarang. Dari luar yang nampak tumpukan besek (kotak dari anyaman bambu) untuk bungkus lunpia. Harga lunpianya pun tidak bisa dibilang murah, Rp12000,- per lunpia. Tersedia lunpia basah dan lunpia goreng.

Yang sangat mengherankan bagi saya adalah antriannya yang luar biasa. Entah apa karena ini musim liburan atau bukan. Tapi katanya memang lunpia Gang Lombok ini ramai tiap harinya. Cara mereka berjualan masih sangat tradisional, tidak ada sistem antrian yang jelas. Semua pembeli harus mengantri tanpa bisa meninggalkan tempat karena tidak diberi kartu tunggu. Meninggalkan tempat berarti resiko diserobot pembeli yang lain. Lunpia ini dibuat saat itu juga, isi lunpia pun dimasak di tempat yang sama. Pembeli harus menunggu lunpia dibuat saat itu juga. Ada sekitar satu jam saya menunggu di sana sampai akhirnya saya menyerah dan meninggalkan tempat. Akhirnya saya minta tolong supir saudara saya untuk menunggu di sana.

Ini tampilkan kemasan lunpia Gang Lombok. Satu besek ini berisi 10 lunpia basah. Di dalamnya juga disertakan 2 bungkus saus, sausnya terbuat dari tepung aci yang sangat kental. Ada juga bungkusan acar mentimun & cabai rawit.

Lunpia basahnya sendiri seperti ini :

Lunpia ini berisi campuran telur, rebung, daging ayam & udang. Saya sempat mencicipi lunpia ini setelah digoreng. Menurut saya rasanya standar saja. Mungkin karena saya bukan pecinta lunpia jadi saya tidak tahu standar lunpia yang enak.

Leave a Reply