Pengalaman Dengan Derek Jasa Marga

Tadi saya melihat twit dari akun @TMCPoldaMetro tentang derek gratis Jasa Marga. Kira-kira seperti ini tangkapan layarnya :

Twit tadi mengingatkan saya pada pengalaman bulan Agustus lalu. Mobil saya mogok di tol Cipularang. Mogok karena overheat kira-kira 17 KM lagi sebelum gerbang tol Padalarang. Saya pinggirkan mobil dulu, menelpon rekan minta saran, sambil mendinginkan mesin mobil & radiatornya. Kira-kira setengah jam kemudian saya coba nyalakan mesin mobil dan mencoba melaju kembali. Hanya bisa berjalan sekitar 200 meteran sebelum jarum penunjuk temperatur naik lagi. Cepat-cepat saya berhenti & mematikan mesin mobil. Setelah beberapa saat, saya coba lagi starter mobil & ternyata mesinnya tidak bisa dinyalakan. Panik saya karena terpikir silinder mesin mungkin sudah memuai kepanasan & pasti akan turun mesin.

Saya coba hubungi rekan saya lainnya yang punya bengkel di Bandung, dia berniat menjemput saya untuk kemudian menderek mobil saya dengan mobilnya. Masih sambil menelpon, mobil patroli jalan tol datang menghampiri saya. Si Bapak menawarkan apakah ingin dipanggilkan derek resmi Jasa Marga. Rekan saya menyarankan untuk terima saja tawaran tadi. Agak repot juga andaikan rekan saya pergi menjemput saya, karena berarti dia harus masuk tol Cipularang dan keluar di pintu tol Jatiluhur untuk balik lagi ke arah Bandung menjemput saya. Selain itu belum tentu legal/dibolehkan menderek mobil pribadi di jalan tol. Akhirnya saya minta tolong Bapak patroli tadi untuk memanggilkan derek lewat radio genggamnya.

Cukup lama juga menunggu mobil derek itu datang, kira-kira 30 menit kalau tidak salah (dari perhitungan kasar timestamp foto). Saat mobil derek resmi Jasa Marga datang, saya telepon rekan saya tadi minta dia menerangkan lokasi bengkelnya & melakukan negosiasi dengan derek. Ternyata mereka menyanggupi untuk menderek sampai ke bengel rekan saya di Kiara Condong Bandung. Tentu dengan biaya tambahan. Aturan resminya memang derek itu gratis sampai pintu tol terdekat, tapi saat itu posisi saya kurang bagus karena pintu tol terdekat adalah Padalarang. Padalarang masih jauh dari bengkel rekan saya di Kiara Condong. Akhirnya disepakatai harga Rp550.000,- untuk derek sampai ke Kiara Condong Bandung. Petugas derek ini cukup fair, mereka menerangkan aturan tarif derek (di luar derek ke pintu tol terdekat). Saya lupa tepatnya, kalau tidak salah Rp10.000,- per kilometer (dihitung dari pintu tol terdekatnya).

Waktu saat itu sudah sekitar setengah 6 sore saat mereka mulai memasang derek ke Karimun saya.

Jadilah saya duduk di mobil sendiri, terasa agak aneh tidak melakukan apa-apa di depan setir, tidak menginjak gas tapi bisa melaju cukup kencang di tol. Sampai di Kiara Condong sekitar pukul setengah 7 malam. Perjalanan di tolnya sendiri cukup cepat, tapi terhambat kemacetan setelah keluar di pintu tol Buah Batu. Saya diberi diskon Rp50ribu dari harga yang disepakati semula, jadi hanya membayar Rp500.000,-.

Itu tadi pengalaman saya menggunakan derek Jasa Marga. Meskipun tidak sedikit biaya yang saya keluarkan tapi saya puas dengan keramahan mereka & servisnya. Dan yang lebih penting menyelamatkan saya untuk tidak terlambat acara di Bandung.

Leave a Reply