Sunflower Garden Changi Aiport

Tanggal 16 Agustus 2014 lalu saya pulang dari Manila dengan menumpang Singapore Airlines (SQ917). Pesawat harusnya berangkat dari Manila pukul 14.15 (waktu Manila lebih cepat 1 jam dari Jakarta). Saat itu saya juga sudah memegang tiket lanjutan dari Singapura ke Jakarta pukul 18.40 menggunakan SQ966. Waktu transit di Singapore sangat singkat. Ternyata penerbangan saya dari Manila delay sehingga baru berangkat sekitar pukul setengah 3 lebih. Saya was-was khawatir tidak dapat mengejar pesawat lanjutan ke Jakarta. Di layar monitor pesawat ini saya bisa melihat gate kedatangan berada dekat dengan gate tempat pesawat saya ke Jakarta. Informasi yang cukup melegakan karena saya tinggal berjalan beberapa gate saja.

Ternyata pesawat baru mendarat di Singapore pukul 18.25. Dalam hati saya masih berharap bisa berlari ke gate berikutnya. Ternyata setelah pesawat berhenti pun, pintu tidak kunjung dibuka. Akhirnya sebelum pintu pesawat dibuka, pramugari mengumumkan penumpang penerbangan lanjutan harus melapor kepada petugas. Itu termasuk para penumpang SQ966 ke Jakarta. Begitu turun pesawat beberapa kru Singapore Airlines sudah menunggu, kami diminta menukarkan boarding pass karena pesawat SQ966 sudah tutup boarding-nya. Saya mendapat pesawat pengganti SQ968 yang dijadwalkan terbang ke Jakarta pukul 9 malam. Pihak Singapore Airlines memberikan kupon makan sebagai complimentary.

Saya punya waktu cukup lama untuk berjalan-jalan di Terminal 2 Changi. Saya ingat ada taman bunga yang belum pernah saya kunjungi di Terminal 2. Taman bunga tersebut terletak di lantai 2 Terminal 2 Changi Airport. Untuk menuju ke taman tadi, saya perlu ke lantai 2 melewati hotel, game center, bioskop, dan kemudian keluar dari pintu bertuliskan “Sunflower Garden”. Ya betul, objek utama taman ini adalah bunga matahari. Meskipun demikian taman ini memiliki beberapa jenis tanaman bunga lainnya.

Saya kagum melihat tanaman bunga matahari yang besar-besar, berada di balkon bangunan bandara berlatar belakang pesawat berlalu-lalang. Saat itu waktu hampir menunjukkan pukul 7 malam, tapi karena Singapore 1 jam lebih cepat dari Jakarta langit masih cerah & sinar matahari masih cukup untuk memotret. Segera saya memotret dengan kamera Fuji X100s yang selama di Manila belum pernah saya pakai memotret. Ini beberapa foto yang saya dapat dari Sunflower Garden :




Belum puas memotret Fuji X100s saya kehabisan batere. Akhirnya saya beralih memotret dengan menggunakan kamera ponsel saja.


Tidak heran bila Changi Airport (kode : SIN) beberapa kali menjadi langganan The Best Airport in The World. Bandara ini benar-benar memanjakan penumpang yang singgah ke Singapore. Menikmati taman bunga ini cukup mengurangi kekesalan saya ketinggalan pesawat. Setelah puas menikmati taman ini, saya pergi makan malam. Di kupon makan yang saya dapat tercantum beberapa nama restoran, tapi cuma satu yang menarik untuk dikunjungi; Hard Rock cafe yang berada di Terminal 3 Changi. Bertambah kagum saya dengan Changi Aiport, bagaimana tidak kagum bandar udara ini memiliki Hard Rock cafe sendiri. Selesai makan di Hard Rock saya baru tahu kalau kupon makan tadi hanya bernilai SGD $20. Sisa tagihannya saya bayar sendiri. Bolak-balik dari Terminal 2 ke Terminal 3 sangat mudah, tinggal menggunakan SkyTrain saja. SkyTrain ini juga salah satu hal yang saya kagumi dari Changi Airport. Begitu kira-kira pengalaman saya “berwisata” singkat di Changi.

Leave a Reply