My 27th Birthday

Sebenarnya cerita ini sudah terlalu basi untuk dituliskan…namun sayang kalau terlewatkan, sekadar untuk kenang-kenangan dan catatan saya saja. Bulan Desember tahun lalu (lebih kurang 1 bulan yang lalu) saya sedang ikut kursus fotografi di Canon School. Kelasnya berlangsung dari tanggal 7-19 Desember 2009. Tanggal 16 Desember merupakan pertemuan di kelas yang ke-7, hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Hari Rabu kelas berlangsung seperti biasa, beberapa rekan sudah memberi ucapan selamat ulang tahun juga. Mungkin semua berawal dari Facebook sehingga beberapa orang rekan sudah tahu saya akan ulang tahun.

Tapi setelah break makan malam, saya dapat kejutan. Hari itu saya diberi kejutan pesta ulang tahun kecil-kecilan. Saya sedikit “dihalang-halangi” masuk ke kelas. Rupanya rekan-rekan sudah masuk di kelas duluan bersiap-siap memberi kejutan. Rekan-rekan sudah membelikan saya sebuah cake coklat lengkap dengan lilinnya. Sungguh sebuah kejutan pesta ulang tahun, saya tidak ingat kapan terakhir merayakan pesta ulang tahun.  Dasar rekan-rekan semuanya gemar potret-memotret, saya jadi subjek jepret-jepret mereka…berikut contohnya (saya disuruh menahan pose seperti sedang meniup lilin) 😀

Guru kami Pak Kumara Prasetya juga memberi saya hadiah ulang tahun, hadiah cukup unik & berkesan. Beliau menyanyikan lagu Happy Birthday dengan menggunakan harmonika. Walah saya tidak sempat bertanya apakah beliau tiap hari membawa harmonika atau tidak.

Terakhir kami semua foto bersama…

Thanks to Dini untuk kiriman foto-fotonya, semua foto ini diambil dengan menggunakan Canon EOS 5D-nya Dini. Thanks juga untuk Bu Melva (bendahara kelas) yang sudah mensponsori rekan-rekan urunan beli kue ulang tahun. Saya surprise (sekaligus terharu) karena beberapa hal : pertama saya jarang sekali menerima kejutan pesta ulang tahun, kedua saya berada di tengah-tengah komunitas baru tapi mereka memberi saya perhatian sebesar itu. Senang bisa bertemu & berkenalan dengan kalian semua rekan-rekan Canon School angkatan 125 😀

Tanggal 16 Desember itu saya sudah menerima 1 kejutan lain sebelum kejutan di Canon School. Selasa malam 15 Desember 2009 saya pergi bermain biliar di La Piazza Kelapa Gading bersama 2 rekan saya, Edi & Joni. Selesai biliar sekitar pukul 12 malama, kedua rekan saya mengajak kami pergi makan roti bakar. Saat sedang makan roti bakar ada seorang pengamen yang suaranya menurut saya bagus. Saya ingat malam itu dia datang ke meja kami dan menyanyikan lagunya Michael Buble “Save the last dance for me”. Pengamen yang baik, dia menyanyikan lagu dari awal sampai akhir, tidak seperti umumnya pengamen yang asal-asalan menyanyi. Selesai menyanyi saya beri dia uang. Tidak lama Edi pergi ke tempat penjual roti bakar, saya pikir dia akan membayar karena kami sudah hampir selesai makan. Tidak lama setelah Edi kembali ke meja, si pengamen yang sama balik lagi ke meja kami. Betapa kagetnya saya ternyata pengamen tadi balik lagi ke meja kami dan langsung menyanyikan lagu “Happy Birthday to you” :)) waduh-waduh…rupanya tadi Edi pergi bukan untuk membayar makanan tapi untuk memanggil si pengamen tadi. Kejutan yang luar biasa menyentak saya sampai mata saya berkaca-kaca ;)) Senang bercampur malu karena itu terjadi di tengah keramaian pengunjung roti bakar 😀

Thanks to Joni & Edi for accompanied me at my 2th birthday.

Mengintip Matahari Terbit di Cikaso

Jumat minggu lalu saya bersama beberapa rekan berangkat ke Cikaso (4 jam perjalanan dari Sukabumi). Rencananya kami akan memotret air terjun Curug Cikaso. Kami berkumpul di Ancol dengan Hailai, berangkat dari Ancol sekitar pukul setengah 9 malam. Waktu yang salah untuk berangkat ke luar Jakarta, tol Wiyoto Wiyono macet total. Butuh waktu lebih kurang 1 jam untuk sampai ke tol Jagorawi :(( Perjalanan ke Cikaso membutuhkan total 8 jam perjalanan, campur 3 kali tersasar. Rekan saya yang sudah pernah ke sana tidak bisa diandalkan jadi navigator, 3 kali dia tertidur sehingga kami memilih arah yang salah. Jalan yang ditempuh hampir separuhnya jalan biasa yang kecil, cukup 2 mobil yang bisa melintas bersamaan. Kelokan tidak berhenti sampai ke Cikaso. Saya duduk di jok belakang Ford Everest milik rekan saya. Jok belakang yang sempit, kaki saya terpaksa harus ditekuk sepanjang perjalanan. Tidak hanya menekuk kaki, tapi juga bertahan dari guncangan-guncangan hebat selama melintas jalan yang rusak.

Kami tiba di Cikaso sekitar pukul 5 pagi. Rasa lelah cukup terobati dengan sambutan fajar pagi yang indah. Berikut satu di antara beberapa foto sunrise Sabtu pagi kemarin :

Foto diambil dari depan teras samping rumah kenalan rekan saya. Badan lelah dan mata mengantuk masih bisa saya tahan untuk mengambil foto-foto matahari terbit ini.

Jakarta Sunset

Dari pagi sampai siang hari ini cuaca di Jakarta sangat tidak bersahabat, panas terik luar biasa. Menjelang pukul 3, langit mulai dihiasi mendung yang cukup gelap. Angin berhembus kencang di luar, terlihat dari jendela kantor pohon-pohon palem bergoyang hebat dihembus angin. Hujan turun dengan derasnya, percikan air yang menghempas kaca jendela cukup jadi indikator seberapa kuat hujan angin sore ini. Hujan mulai mereda sekitar pukul 5 sore tadi. Ajaib, langit Jakarta berubah jadi indah sekali setelah hujan sekian jam tadi. Langit menjadi orange dengan gradasi halus kekuning-kuningan.

Langsung keluarkan kamera poket dan berdiri di dekat jendela. Jepret satu dua kali, sayang tirai jendela jadi ikut terekam dalam foto. Tidak kurang akal saya ambil sehelai kertas HVS untuk menutupi salah satu sisi kamera agar tirai-tirai jendela tidak ikut masuk ke dalam foto. Hasilnya memang tidak maksimal, cukup lah untuk dokumentasi. Hasilnya seperti ini :

Ah indahnya langit sore ini, tidak seindah macetnya jalanan ibukota yang dilaporkan sudah macet di mana-mana. Jakarta dan hujan tidak pernah harmonis, hujan pasti akan diikuti oleh kemacetan di mana-mana. Tapi paling tidak saya dapat sesuatu yang indah dari hujan di Jakarta, langit yang indah untuk difoto 😀

Blue Sky

Hari ini cuaca Jakarta panas terik, angin berhembus kencang sekali. Mungkin tidak semua lokasi di Jakarta tapi di daerah Mega Kuningan begitulah adanya. Pagi tadi rekan saya bilang langit Jakarta hari ini bagus untuk difoto. Saat pergi makan siang saya lihat memang benar langit Jakarta cerah dan bagus untuk diabadikan. Berikut hasil jepret-jepret sepulang makan siang tadi :


Memang tidak ada ruginya tiap hari pergi sambil bawa kamera digital, pocket digicam pun jadilah 😀

Selamat Tahun Baru 2010

Tulisan yang sudah cukup basi…saya terlambat mem-posting ucapan selamat tahun baru ini. Tapi tak apa, masih dalam suasana tahun baru 2010 ijinkan saya mengucapkan selamat tahun baru 2010 bagi Anda semua. Tulisan ini sekaligus jadi tulisan pertama di tahun 2010 blog ini. Tahun 2009 lalu jumlah tulisan saya menurun jauh dibandingkan tahun 2008, semoga di tahun 2010 saya bisa lebih giat lagi menulis.

Kartu ucapan tahun baru di atas adalah foto kembang api yang saya potret di malam pergantian tahun kemarin. Hari Rabu 31 Desember 2009, sekitar pukul 21 kembang api sudah mulai menghias langit Jakarta. Saya naik ke atap dan mencoba memotret beberapa kembang api. Hasilnya masih jauh dari bagus, kembang api yang tertangkap kamera hanya yang dilontar orang di sekitaran kos. Kembang apinya tidak sebagus yang dilontarkan di Monas ataupun di Bundaran HI. Ya sudah tak apa, yang penting sekarang tahu caranya memotret kembang api 😀