Coffee Large

Secangkir kopi hitam di Daily Bread ini ukurannya cukup besar, tidak heran mereka menamainya Coffee Large. Mugnya jauh lebih besar daripada mug saya di rumah. Karena besar saya perlu ekstra gula untuk membuatnya laik minum. Hmm 4 bungkus gula putih, cukup untuk memaniskan secangkir Coffee Large. Umumnya mereka hanya memberi 2 bungkus gula putih untuk secangkir kopi ukuran normal, tapi untuk Coffee Large mereka memberikan 3 bungkus. Saya sendiri kurang suka minum kopi pahit, jadi saya perlu 1 bungkus ekstra gula lagi.

Mas-mas penjaga Daily Bread di Menara Rajawali ini sudah hapal dengan kebiasaan saya yang selalu minta ekstra gula. Sekarang begitu saya pesan Coffee Large, dia akan datang mengantarkan gula lengkap dengan 4 bungkus gula putih.

Berapa banyak gula yang Anda pakai untuk memaniskan kopi Anda? 😀

Screenshot Ipad

Baru tahu cara membuat tangkapan layar di iPad, sambil menekan tombol power tekan pula tombol utama iPad. Akan muncul suara “cekrik” seperti suara shutter kamera. File hasilnya akan otomatis disimpan di dalam aplikasi Photos.

Cool 😀

Soal Cuci Scan Film

Hasil Scan Dalam Bentuk CD

Saya baru tahu Adorama Lab Foto menyediakan jasa scan film juga. Daripada mencetak semua foto untuk menyortir yang jelek & yang bagus, lebih mudah bila hasilnya sudah dalam format digital (hasil scan-nya dalam format JPEG).

Sebelumnya saya selalu cetak semua film dalam format kecil (3R atau 4R), nanti tinggal diperbesar foto-foto yang menurut saya bagus. Cara ini tentu lebih boros, untuk cetak 3R atau 4R di Adorama saya harus membayar Rp 2300,-/lembar. Satu rol film ongkos cucinya sendiri Rp9.000,-, & jika semua film tidak ada yang gagal maka ada lebih kurang 36 berarti ada biaya cetak sebesar Rp82800m-. Totalnya sebesar Rp91.800,- dan belum tentu dari ketiga puluh enam foto itu saya suka dengan hasilnya. Ada saja yang perlu diseleksi karena salah eksposure, salah komposisi atau karena fotonya kabur/goyang. Dengan cara scanning, saya lebih fleksibel memilih frame mana yang akan dicetak. Ongkos scan sendiri dihitung per rol film, sebesar Rp55.000,- Jadi untuk 1 rol film saya perlu membayar Rp64.000,- termasuk ongkos cuci & mendapat 1 buah CD hasil scan-nya.

Hari Jumat lalu saya pergi ke Adorama (di Menteng) untuk ambil hasil cuci & scan 1 rol film Kodak BW400CN. Proses cuci & scan memakan waktu 1 hari, hari Selasa lalu harusnya sudah selesai tapi baru hari Jumat kemarin saya sempat mengambil hasilnya. Melihat hasil scannya sepertinya cukup baik, high resolution. Hanya sayang sepertinya teknisi Adorama melakukan digital editing terlebih dulu tanpa seizin saya. Mungkin karena beberapa frame dianggap terlalu gelap sehingga mereka melakukan olah digital yang berakibat bertambahnya noise di beberapa foto. Lain kali saya mungkin harus berpesan supaya filmnya di-scan apa adanya tanpa olah digital.

Rol film yang saya cuci scan kemarin sudah ada di dalam kamera Nikon FM2 sejak bulan September lalu (saya ingat memasang film itu di Belitung), sampai bulan Januari baru bisa saya habiskan 😀 Foto di bawah ini salah satu contoh hasilnya.

Clay Mine

Hasil scan foto tersebut saya olah lagi di Photoshop untuk menaikan kontras dan melakukan burning di beberapa area. Foto itu diambil di sekitar tambang kaolin Pulau Belitung saat saya mengunjungi Belitung bulan September lalu.

Disapa Orang Tak Dikenal

Morning Dew Kamis pagi kemarin saat saya sedang duduk-duduk minum kopi di Daily Bread Menara Rajawali bersama rekan kantor, seorang laki-laki menghampiri saya lalu menyapa : “mas Tedy ya?” sambil mengulurkan tangan mengajak saya bersalaman. Kontan saya kaget; siapa orang ini, apakah saya kenal dia. Sepersekian detik saya berpikir keras mengingat-ingat apakah saya pernah bertemu orang ini. Belum ingat siapa orang ini, si Mas tadi melanjutkan perkenalannya : “Saya Alan, Mas.” Kembali saya berpikir, Alan? Makin keras saya berpikir apakah saya kenal orang bernama Alan ini. Belum ingat siapa mas Alan ini, si Mas tadi lanjut bicara : “saya sering baca blognya Mas Tedy”

….Gubrak….

Ternyata memang saya tidak pernah mengenal orang ini sebelumnya, pantas tidak ada hasil berusaha keras mengingat-ingat =)) Dan ternyata Mas Alan (mudah-mudahan saya tidak salah dengar namanya tadi) tadi pernah membaca blog saya ini & mengenali muka saya (ada beberapa foto diri saya di blog ini). Ternyata ada juga orang yang menyempatkan diri membaca blog ini. Salut untuk keberanian Mas Alan ini menyapa orang asing di tempat umum, saya sendiri belum tentu berani menyapa orang yang pernah saya baca blognya & saya kenali wajahnya bilamana bertemu di tempat umum. Dua rekan saya terheran-heran melihat perkenalan singkat saya tadi 😀

Lalu apa hubungannya disapa orang asing dengan foto embun di atas? Hmmm tidak ada hubungannya sih, rasanya kurang sreg saja posting sesuatu tanpa foto  😀

Soal Pizza

Salah satu favorit saya kalau makan di Pizza Hut (atau pesan antar) adalah Deluxe Cheese Pizza, pizza polos tanpa daging, tanpa sayuran, tanpa topping apapun. Sebut saya aneh, tapi saya suka Pizza Hut yang sudah dingin dan agak keras :D.

Deluxe Cheese Pizza Hut

Tidak seperti pizza, saya lebih suka makan garlic bread saat masih hangat.

Garlic Bread Pizza Hut

Minuman yang paling cocok untuk menemani makan pizza? Coca cola tentunya 😀