KBBI Online

Saya baru tahu kalau ternyata Pusat Bahasa membuat versi online dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anda dapat lihat versi online kamus yang tebalnya minta ampun tersebut di : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Saya tidak tahu apakah versi online ini sudah mencakup semua entri yang ada di versi cetaknya. Tapi lumayan sajalah kalaupun memang belum lengkap. Sekarang tinggal tunggu versi CDnya :)) …jadi keren kan macam Cambridge Dictionary yang bagus sekali CD instalasinya.

KBBI Online

Contoh di atas adalah salah satu keisengan saya mencoba KBBI online ini. Penjelasan yang aneh tentang mouseeh salah…tetikus maksudnya 🙁 .

November atau Nopember

Tadi pagi saya baru sadar kalau ada sesuatu yang janggal di layanan KlikBCA. Bulan November kok ditulis NOPEMBER. Lihat screenshot-nya berikut ini (klik gambarnya untuk melihat ukuran sebenarnya):

klik bca eror

Penasaran saya karena ini sedikit mengganggu konsep berbahasa saya. Selama ini yang saya tahu bulan kesebelas penanggalan Masehi adalah November. Nah saya bingung juga melihat penulisan Nopember. Saya jadi curiga, jangan-jangan selama ini saya yang salah konsep berbahasanya. Tadi saya minta tolong rekan saya untuk memeriksa kamus tebalnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia) untuk mencari tahu mana yang benar, apakah November atau Nopember. Untung KBBI menyatakan NOVEMBER yang benar :-p Jadi saya tidak salah konsep…he..he..he..senangnya.

Heran juga BCA, sebuah perusahaan besar Indonesia masih salah menuliskan hal sepele, eh nama bulan itu hal sepele kan? Kalender di rumah saya juga rupanya salah kaprah. Bulan November juga dituliskan Nopember…baru saja saya robek lembaran bulan November. Tidak terasa ya tahun 2007 sudah di ujung. Kalender bulanan tinggal 1 lembar lagi. Tinggal menghitung hari menuju tahun 2008. Ngomong-ngomong akhir bulan ini akan banyak libur. Dari Idul Adha, Natal, sampai Tahun Baruan…mantap 🙂

Terima kasih untuk Mertanus yang sudah berbaik hati memeriksa Kamus Besar Bahasa Indonesianya.

Tedy Dengan 1 “D” dan 1″Y”

Di banyak kesempatan saya melihat orang salah menuliskan nama saya. Yang cukup sering terjadi adalah kesalahan menuliskan “tedy” menjadi “teddy” (salah satu contohnya ini 😀 ). Ini belum seberapa, yang paling parah adalah kalau orang menuliskan nama saya menjadi “tedi”. Di salah satu milis yang saya ikuti pun, banyak orang yang menyebut (menulis) nama saya menjadi “teddy”. Ini lucu, karena mereka tahu alamat email saya. Di alamat email saya jelas mengandung kata “tedy” kok mereka bisa juga salah. Pernah juga saya mendaftar sebuah acara dan diminta mengisi formulir pendaftaran. Saya isi dengan benar nama saya di formulir tersebut. Tapi eh ternyata setelah daftar peserta keluar nama saya ditulis “teddy”. Biasanya saya berseloroh kalau “tedy” yang “d”nya dua itu “teddy bear” =))

Saya termasuk orang yang memperhatikan betul masalah penulisan nama seseorang. Misalnya ketika bertukar nomor handphone dan akan menyimpannya ke dalam memori, sekiranya nama orang tsb memiliki beberapa kemungkinan penulisan saya pasti akan konfirmasi dulu sebelumnya. Contoh nama yaang punya beberapa kemungkinan penulisan :

  • Nama yang diakhiri dengan bunyi “i” misalnya : “budi”, “rudi”, “joni”. Saya pasti bertanya, pakai “i” atau pakai “y”. Karena mungkin saja penulisan namanya bukan seperti itu tapi seperti ini : “budy”, “rudy”, “jony”.
  • Nama yang mengandung bunyi “h” di tengah-tengah; misalnya : “ahmad”, “rahmat”. Dua contoh nama tersebut punya banyak variasi penulisan; misalnya ditulis seperti ini : “akhmad”, “rakhmat”, “rachmad”.
  • Nama yang diawali suku kata “su”; mislanya “sugi, sumaryadi”, “sutrisno”. Ini penting jangan-jangan yang bersangkutan masih menggunakan ejaan lama : “soegi”, “soemaryadi”, “soetrisno”.

Di antara contoh-contoh di atas, yang paling sering terjadi adalah penulisan nama dengan akhiran “i” atau “y”. Ini yang paling banyak terjadi, karena mungkin banyak nama orang yang diakhiri dengan bunyi “i”. Jadi menurut saya, hal yang mungkin bagi banyak orang dianggap sepele ini adalah suatu hal yang penting. Bahkan menurut saya, menuliskan nama orang dengan benar adalah bentuk penghargaan kepada orang tersebut.

UPDATE : nama belakang saya juga susah untuk ditulis dengan benar oleh orang lain. Makanya kalau ada yang menanyakan nama lengkap saya saya selalu bilang : ” Tedy Tirtawidjaja, pake 1 d, pake y, widjajanya pake ejaan lama dja-ja” 😀