Set IP Statik Raspberry Pi

20130215-232649.jpg

Karena Raspberry Pi ini menggunakan OS Raspbian yang notabene adalah Debian Wheezy, cara set IP statiknya pun sama persis seperti Debian (sama juga seperti Ubuntu). Tinggal daftarkan IP statiknya di file /etc/network/interface lalu restart Raspberry-nya.

ttirtawi@raspberrypi:~$ cat /etc/network/interfaces
auto lo

iface lo inet loopback

allow-hotplug wlan0
iface wlan0 inet manual
wpa-roam /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf

iface eth0 inet static
address 192.168.1.101
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 192.168.1.1

ttirtawi@raspberrypi:~$

Setelah direstart Raspberry ini akan langsung menggunakan IP statik tersebut :

ttirtawi@raspberrypi:~$ ifconfig eth0
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr b8:27:eb:45:7b:e2  
          inet addr:192.168.1.101  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:303 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000 
          RX bytes:70466 (68.8 KiB)  TX bytes:39427 (38.5 KiB)

ttirtawi@raspberrypi:~$ 

Cara Praktis Scanning IP

Setelah main-main dengan RaspberryPi beberapa hari lalu, saya matikan komputer kecil itu sementara waktu. Sampai malam ini saya coba hidupkan kembali tanpa menggunakan monitor, keyboard, dan mouse. Hanya kabel LAN yang tersambung. Terakhir saya hidupkan RaspberryPi ini saya belum sempat memberinya IP statis. Sedikit agak konyol memang. Raspberry masih menggunakan DHCP; tanpa mouse/keyboard, monitor bagaimana saya bisa tahu alamat IP yang sekarang digunakan oleh si Raspberry?

raspberry headless

Karena malas menyambungkannya ke monitor, saya pilih cara gampang dengan lakukan scanning IP di LAN. Cara sederhana dengan bantuan program nmap.

ttirtawi@macbook-air:~$ sudo nmap -sP 192.168.1.0/24
Password:

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-02-15 22:33 WIT
...
...
Nmap scan report for raspberrypi (192.168.1.131)
Host is up (0.0065s latency).
MAC Address: B8:27:EB:45:7B:E2 (Raspberry Pi Foundation)
...
...
Nmap done: 256 IP addresses (9 hosts up) scanned in 2.65 seconds
ttirtawi@macbook-air:~$

nmap (dengan opsi -sP) akan memeriksa semua host yang aktif di jaringan 192.168.1.0/24. Penggunaan sederhana dari perintah nmap bisa membantu saya menemukan IP yang dipakai oleh Raspberry saat ini, ternyata dia menggunakan IP 192.168.1.131. Saatnya memberi IP statis untuk Raspberry Pi ini supaya tidak “hilang” lagi.

UPDATE:

nmap di MacOSX tersedia di MacPorts :

ttirtawi@macbook-air:~$ port search nmap | head
Warning: port definitions are more than two weeks old, consider using selfupdate
nmap @6.01 (net)
Port scanning utility for large networks

p5-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.8-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.10-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
ttirtawi@macbook-air:~$

Sementara di Ubuntu/Debian, nmap tersedia di main repository :

ttirtawi@x220:~$ apt-cache search nmap | grep ^nmap
nmap - The Network Mapper
nmapsi4 - graphical interface to nmap, the network scanner
ttirtawi@x220:~$ 

Mencoba Raspberry Pi

Raspberry Pi adalah sebuah komputer mungil komplit dengan CPU & memori. Sepintas terlihat seperti sebuah PCB biasa. Karena ukurannya yang kecil, komputer ini dijual dalam kemasan yang mirip kotak kartu nama.

20130211-151332.jpg

Sebagai perbandingan ini foto Raspberry Pi dijajarkan dengan Blackberry 9320. Cukup kecil untuk ukuran sebuah komputer mini. Harga Raspberry Pi ini adalah Rp400.000,-.

20130211-151059.jpg

Untuk sumber dayanya, Raspberry Pi menyediakan konektor micro USB. Konektor ini sama seperti yang lazim dipakai di ponsel. Sayangnya adapter power tidak disertakan dalam paket penjualan Raspberry Pi. Harga adapter USBnya Rp50,000.

20130211-162512.jpg

Berikut tampak atas dari Raspberry PI.

20130211-150612.jpg

Tampak bawah dari Raspberry ini seperti berikut ini :

20130211-150620.jpg

Bagian yang berwarna hitam itu adalah slot untuk memasukkan SD Card. Raspberry PI menggunakan SD Card sebagai pengganti harddisk.

Untuk menghubungkan keyboard & mouse, saya menggunakan 2 konektor USB yang tersedia. Raspberry Pi ini juga menyediakan 1 buah konektor LAN (Ethernet) sehingga saya bisa menyambungkannya ke switch dengan kabel UTP.

20130211-150634.jpg

Karena memiliki konektor HDMI, Raspberry ini bisa juga disambungkan ke LCD TV yang memiliki konektor HDMI.

20130211-150644.jpg

Selain konektor HDMI, Raspberry Pi jug menyediakan konektor video analog/RCA (di bagian yang berwarna kuning). Selain itu juga tersedia sebuah konektor audio 3,5 mm.

Saya juga beli casing untuk Raspberry Pi ini. Casing-nya ada yang berwarna hitam, putih, dan transparan; saya pilih yang transparan.

20130211-151345.jpg

Setelah dipasang ke dalam casing, tampilannya seperti berikut ini :

20130211-150553.jpg

Ada beberapa pilihan sistem operasi yang bisa dipasang pada Raspberry Pi ini. Untuk test awal saya pilih Raspbian. Raspbian ini pada dasarnya adalah Debian Wheezy yang sudah di-compile ulang supaya bisa bekerja dengan prosesor ARM; saya download image Raspbian dari sini.

20130211-150457.jpg

Saya perlu menggunakan perintah dd pada terminal untuk menyalin image Raspbian ke dalam SD Card.

ttirtawi@macbook-air:~$ df -h
Filesystem      Size   Used  Avail Capacity  iused   ifree %iused  Mounted on
/dev/disk0s2   112Gi  101Gi   11Gi    91% 26581510 2830858   90%   /
devfs          185Ki  185Ki    0Bi   100%      639       0  100%   /dev
map -hosts       0Bi    0Bi    0Bi   100%        0       0  100%   /net
map auto_home    0Bi    0Bi    0Bi   100%        0       0  100%   /home
/dev/disk1s1   3.7Gi  800Ki  3.7Gi     1%        0       0  100%   /Volumes/UNTITLED 1
ttirtawi@macbook-air:~$ sudo diskutil unmount /dev/disk1s1 
Password:
Volume UNTITLED 1 on disk1s1 unmounted
ttirtawi@macbook-air:~$ sudo dd bs=1m if=2012-12-16-wheezy-raspbian.img of=/dev/rdisk1
1850+0 records in
1850+0 records out
1939865600 bytes transferred in 220.246458 secs (8807704 bytes/sec)
ttirtawi@macbook-air:~$ ls -tlrh 2012-12-16-wheezy-raspbian.img 
-rw-r--r--@ 1 ttirtawi  staff   1.8G Dec 17 02:52 2012-12-16-wheezy-raspbian.img
ttirtawi@macbook-air:~$

Karena tidak punya tombol ON/OFF, begitu disambungkan dengan charger-nya Raspberry Pi ini langsung booting. Pertama kali booting akan muncul menu seperti ini :

20130211-150447.jpg

Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan seperti mengatur tipe keyboard, mengatur time zone, mengaktifkan SSH server, dsb. Setelah selesai proses booting bisa dilanjutkan sampai muncul tampilan desktop seperti berikut ini :

raspberry

Raspbian menggunakan LXDE sebagai desktop environment-nya. Tidak seperti Debian (atau Ubuntu) yang secara default menggunakan Gnome, Raspberry menggunakan LXDE karena LXDE relatif sangat ringan & bisa bekerja di perangkat yang minimalis. Waktu saya coba desktop-nya relatif lambat, mungkin faktor SD Card yang kurang bagus sehingga proses read/write-nya agak terhambat. Nanti saya perlu coba lagi dengan SD Card yang lebih tinggi kecepatan baca-tulisnya.

Berikut informasi hardware dari Raspberry Pi ini :

pi@raspberrypi ~ $ uname -a
Linux raspberrypi 3.2.27+ #250 PREEMPT Thu Oct 18 19:03:02 BST 2012 armv6l GNU/Linux
pi@raspberrypi ~ $ 
pi@raspberrypi ~ $ sudo lshw 
raspberrypi               
    description: Computer
    width: 32 bits
  *-core
       description: Motherboard
       physical id: 0
     *-memory
          description: System memory
          physical id: 0
          size: 438MiB
     *-cpu
          physical id: 1
          bus info: cpu@0
          size: 700MHz
          capacity: 700MHz
          capabilities: cpufreq
  *-network
       description: Ethernet interface
       physical id: 1
       logical name: eth0
       serial: b8:27:eb:45:7b:e2
       size: 100Mbit/s
       capacity: 100Mbit/s
       capabilities: ethernet physical tp mii 10bt 10bt-fd 100bt 100bt-fd autonegotiation
       configuration: autonegotiation=on broadcast=yes driver=smsc95xx driverversion=22-Aug-2005 duplex=full firmware=smsc95xx USB 2.0 Ethernet ip=192.168.1.118 link=yes multicast=yes port=MII speed=100Mbit/s
pi@raspberrypi ~ $ 

IPMP Pada Solaris 11

IPMP adalah singkatan dari IP Multi Path. Penjelasan sederhananya, IPMP menggabungkan beberapa network interface untuk mendapatkan redundansi IP. Misalnya kita punya server yang memiliki port e1000g0 & e1000g1; e1000g0 berada di system board sementara e1000g1 adalah port tambahan yang berada di PCI card. Kita bisa menggunakan 2 port tersebut untuk membuat sebuah virtual IP. Virtual IP inilah yang akan dikenal oleh dunia luar, dengan kata lain user yang ingin mengakses server ini cukup tahu virtual IP-nya.

Untuk memudahkan penamaan kita bisa mengubah nama data link masing-masing interface tersebut. Saya pernah tulis tentang fitur Solaris 11 yang bisa mengganti memisahkan interface fisik & data link di tulisan sebelumnya.

root@solaris11:~# dladm rename-link net0 onboard0
root@solaris11:~# dladm rename-link net1 pci0

Pada tulisan ini saya akan berbagi bagaimana caranya membuat IPMP interface dengan menggunakan interface onboard0pci0 tadi.

root@solaris11:~# dladm show-phys
LINK              MEDIA                STATE      SPEED  DUPLEX    DEVICE
pci0              Ethernet             unknown    0      unknown   e1000g1
net2              Ethernet             unknown    0      unknown   e1000g2
onboard0          Ethernet             unknown    0      unknown   e1000g0
net3              Ethernet             up         1000   full      e1000g3
root@solaris11:~#
root@solaris11:~# dladm show-phys -P | egrep "e1000g0|e1000g1"
pci0              e1000g1      Ethernet             -----
onboard0          e1000g0      Ethernet             -----
root@solaris11:~#

Misalkan kita ingin memiliki “virtual IP” 172.16.103.100 untuk IPMP interface tadi. Masing-masing interface yang membentuk IPMP interface juga akan memiliki IP; IP yang dipakai oleh interface onboard0 & pci0 akan dikenal sebagai test address. Dalam contoh ini interface onboard0 akan menggunakan test address 172.16.103.101 & interface pci0 akan menggunakan IP 172.16.103.102.

Test address digunakan oleh masing-masing interface untuk memastikan konektifitas server dengan dunia luar. Masing-masing interface akan menggunakan test address untuk memastikan koneksi ke target address 172.16.103.1. Target address yang paling mudah diset adalah IP gateway. Untuk memastikan konektifitas masing-masing interface akan mengirimkan paket ICMP menuju target address. ICMP ini sama dengan yang dipakai oleh perintah ping. Jadi bisa juga dikatakan masing-masing interface akan melakukan ping pada target address. Bila hasil testnya tidak mendapatkan jawaban, maka interface tersebut akan memberi tahu IPMP bahwa dirinya tidak punya koneksi ke dunia luar & harap jangan menggunakan dirinya untuk sementara waktu. IPMP tidak akan menggunakan interface yang bersangkutan untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Bila kedua interface gagal mendapatkan reply, maka IPMP akan down sehingga server ini terputus koneksinya dengan dunia luar. Pada saat itu, semua user tidak bisa mengakses server ini.

Langkah pertama membuat IPMP adalah dengan membuat IPMP group; misalkan kita sebut grupnya “oam0“. Grup ini yang akan menyatukan interface onboard0 & pci0. Perintahnya untuk membuat IPMP group adalah seperti berikut ini :

root@solaris11:~# ipadm create-ipmp oam0

Lalu kita buat IP interface pada masing-masing data link (onboard0 & pci0) dengan perintah seperti berikut :

root@solaris11:~# ipadm create-ip onboard0
root@solaris11:~# ipadm create-ip pci0

Setelah masing-masing link sudah memiliki IP interface, kita perlu mendaftarkannya ke dalam IPMP group oam0 :

root@solaris11:~# ipadm add-ipmp -i onboard0 -i pci0 oam0
root@solaris11:~# ipmpstat -g
GROUP       GROUPNAME   STATE     FDT       INTERFACES
oam0        oam0        ok        --        pci0 onboard0
root@solaris11:~#

Langkah berikutnya adalah mengaktifkan virtual IP 172.16.103.100 pada interface IPMP :

root@solaris11:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.100/24 oam0/v4

Kita bisa memeriksa status interface oam0 tersebut dengan salah satu perintah berikut ini :

root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    pci0 onboard0
root@solaris11:~# 
root@solaris11:~# ifconfig oam0
oam0: flags=8001000843 mtu 1500 index 5
        inet 172.16.103.100 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
        groupname oam0
root@solaris11:~# 
root@solaris11:~# ipadm show-addr
ADDROBJ           TYPE     STATE        ADDR
lo0/v4            static   ok           127.0.0.1/8
net3/v4static     static   ok           172.16.103.10/24
oam0/v4           static   ok           172.16.103.100/24
lo0/v6            static   ok           ::1/128
onboard0/_a       static   ok           fe80::250:56ff:fe36:7c7c/10
pci0/_a           static   ok           fe80::20c:29ff:fe94:8526/10
root@solaris11:~#

Pada langkah ini bisa diliat virtual IP oam0 172.16.103.100 sudah aktif. IPMP hanya menggunakan interface onboard0 untuk menerima data (INBOUND) & menggunakan kedua interface fisik untuk mengirimkan data keluar (OUTBOUND).

root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    pci0 onboard0
root@solaris11:~#

Sampai saat ini sebenarnya IPMP sudah selesai dibuat hanya saja masih menggunakan link-based failure detection. Maksudnya IPMP hanya akan menganggap suatu interface gagal bila koneksi fisiknya putus (misalnya bila kabelnya dicabut).

Solaris 11 menggunakan link-based failure detection sebagai default. Selain link-based failure detection, kita bisa memilih untuk menggunakan probe-based failure detection. Dengan probe-based failure detection, masing-masing interface (onboard0 & pci0) secara aktif memeriksa konektifitasnya dengan dunia luar. Jadi bisa saja meskipun kabelnya tidak terputus/tercabut, gateway IPnya tidak bisa diakses sehingga interface tersebut menginformasikan gagal koneksi kepada IPMP Group.

Berikut adalah cara untuk memberi alamat IP (test address) pada masing-masing interface :

root@solaris11:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.101/24 onboard0/v4
root@solaris11:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.102/24 pci0/v4

Untuk memeriksa masing-masing interface & test address-nya kita bisa menggunakan perintah berikut ini :

root@solaris11:~# ipmpstat -tn
INTERFACE   MODE       TESTADDR            TARGETS
pci0        routes     172.16.103.102      172.16.103.1
onboard0    routes     172.16.103.101      172.16.103.1
root@solaris11:~#

Mari kita periksa sekali lagi semua IP yang sudah kita aktifkan :

root@solaris11:~# ifconfig onboard0
onboard0: flags=9040843 mtu 1500 index 6
        inet 172.16.103.101 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
        groupname oam0
        ether 0:50:56:36:7c:7c 
root@solaris11:~# ifconfig pci0
pci0: flags=9040843 mtu 1500 index 7
        inet 172.16.103.102 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
        groupname oam0
        ether 0:c:29:94:85:26 
root@solaris11:~# 
root@solaris11:~# ipadm show-addr
ADDROBJ           TYPE     STATE        ADDR
lo0/v4            static   ok           127.0.0.1/8
net3/v4static     static   ok           172.16.103.10/24
oam0/v4           static   ok           172.16.103.100/24
onboard0/v4       static   ok           172.16.103.101/24
pci0/v4           static   ok           172.16.103.102/24
lo0/v6            static   ok           ::1/128
onboard0/_a       static   ok           fe80::250:56ff:fe36:7c7c/10
pci0/_a           static   ok           fe80::20c:29ff:fe94:8526/10
root@solaris11:~#

Untuk mengetahui bagaimana masing-masing test address memeriksa konektivitas dengan dunia luar, kita bisa gunakan perintah berikut ini :

root@solaris11:~# ipmpstat -p
TIME      INTERFACE   PROBE  NETRTT    RTT       RTTAVG    TARGET
0.87s     onboard0    i145   0.56ms    0.82ms    0.51ms    172.16.103.1
1.07s     pci0        i137   0.32ms    0.41ms    0.42ms    172.16.103.1
1.65s     onboard0    i146   0.34ms    0.43ms    0.50ms    172.16.103.1
1.95s     pci0        i138   0.35ms    0.45ms    0.42ms    172.16.103.1
3.02s     onboard0    i147   0.33ms    0.43ms    0.49ms    172.16.103.1
3.48s     pci0        i139   0.33ms    0.42ms    0.42ms    172.16.103.1
4.72s     onboard0    i148   0.33ms    0.42ms    0.48ms    172.16.103.1
4.81s     pci0        i140   0.31ms    0.40ms    0.42ms    172.16.103.1
6.28s     onboard0    i149   0.29ms    0.38ms    0.47ms    172.16.103.1
6.76s     pci0        i141   0.41ms    0.73ms    0.46ms    172.16.103.1
^C
root@solaris11:~#

Terlihat bahwa masing-masing test address secara aktif mengirimkan paket ICP ke target address.

Dengan pengaturan seperti di atas, IPMP akan menggunakan masing-masing interface/test address dalam konfigurasi aktif-aktif.

root@solaris11:~# ipmpstat -i
INTERFACE   ACTIVE  GROUP       FLAGS     LINK      PROBE     STATE
pci0        yes     oam0        -------   up        ok        ok
onboard0    yes     oam0        --mbM--   up        ok        ok
root@solaris11:~#

Seperti dijelaskan di atas, IPMP Group akan menggunakan menggunakan kedua interface untuk mengirimkan data.

root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    pci0 onboard0
root@solaris11:~#

Kita punya opsi untuk mengatur hanya salah satu interface yang dipakai & menjadikan interface lainnya dalam posisi standby. Misalnya kita ingin mengatur test address pci0 sebagai standby interface, maka perintahnya seperti berikut ini :

root@solaris11:~# ipadm set-ifprop -p standby=on -m ip pci0

Dengan perintah tersebut maka IPMP Group hanya akan menggunakan interface onboard0 untuk menerima & mengirimkan data.

root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    onboard0
root@solaris11:~#

Sekarang mari kita coba untuk mencabut kabel pada interface onboard0 & melihat apa yang terjadi pada IPMP Group.

root@solaris11:~# tail -0f /var/adm/messages 

Feb  4 22:54:24 solaris11 mac: [ID 486395 kern.info] NOTICE: onboard0 link down
Feb  4 22:54:24 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 215189 daemon.error] The link has gone down on onboard0
Feb  4 22:54:24 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 968981 daemon.error] IP interface failure detected on onboard0 of group oam0

^C
root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        pci0        pci0
root@solaris11:~#

Ketika IPMP mendeteksi putusnya koneksi pada interface onboard0, maka secara otomatis IPMP akan mengalihkan koneksi ke interface pci0.

Saat kita menyambungkan kembali kabel pada interface onboard0, IPMP akan mengembalikan koneksi seperti kondisi semula. Lihat contoh log yang muncul & bagaimana IPMP mengembalikan koneksi ke interface onboard0.

root@solaris11:~# tail -0f /var/adm/messages 
Feb  4 22:55:39 solaris11 mac: [ID 435574 kern.info] NOTICE: onboard0 link up, 1000 Mbps, full duplex
Feb  4 22:55:39 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 820239 daemon.error] The link has come up on onboard0
Feb  4 22:55:54 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 341557 daemon.error] IP interface repair detected on onboard0 of group oam0
^C
root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    onboard0
root@solaris11:~#

Butuh waktu sekitar 15 detik bagi IPMP untuk menyadari bahwa koneksi pada interface onboard0 sudah kembali normal.

Lalu bagaimana bila pada suatu waktu kabel pada standby interface (pci0) terputus? Meskipun IPMP tidak sedang menggunakan pci0, tapi IPMP tetap mendeteksi gagalnya koneksi pada pci0 sehingga IPMP tahu bahwa dia tidak lagi memiliki backup.

root@solaris11:~# tail -0f /var/adm/messages 

Feb  4 23:01:42 solaris11 mac: [ID 486395 kern.info] NOTICE: pci0 link down
Feb  4 23:01:42 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 215189 daemon.error] The link has gone down on pci0
Feb  4 23:01:42 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 968981 daemon.error] IP interface failure detected on pci0 of group oam0
^C
root@solaris11:~# ipadm show-if
IFNAME     CLASS    STATE    ACTIVE OVER
lo0        loopback ok       yes    --
net3       ip       ok       yes    --
oam0       ipmp     ok       yes    onboard0 pci0
onboard0   ip       ok       yes    --
pci0       ip       failed   no     --
root@solaris11:~#

Bisa dilihat bahwa koneksi in & out tetap aktif melalui interface onboard0.

root@solaris11:~# ipmpstat -an
ADDRESS                   STATE  GROUP       INBOUND     OUTBOUND
::                        down   oam0        --          --
172.16.103.100            up     oam0        onboard0    onboard0
root@solaris11:~#

Tapi IPMP Group menyadari bahwa dia sudah kehilangan backup interface & menyatakan status dirinya DEGRADED :

We can see that the IPMP group marked as degraded :
root@solaris11:~# ipmpstat -g
GROUP       GROUPNAME   STATE     FDT       INTERFACES
dodol2      dodol2      failed    --        --
oam0        oam0        degraded  10.00s    onboard0 [pci0]
root@solaris11:~#

Bila koneksi kabel pada interface pci0 sudah disambungkan kembali, IPMP akan mendeteksinya juga seperti terlihat pada contoh log berikut ini :

root@solaris11:~# tail -0f /var/adm/messages 

Feb  4 23:02:22 solaris11 mac: [ID 435574 kern.info] NOTICE: pci0 link up, 1000 Mbps, full duplex
Feb  4 23:02:23 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 820239 daemon.error] The link has come up on pci0
Feb  4 23:02:38 solaris11 in.mpathd[155]: [ID 341557 daemon.error] IP interface repair detected on pci0 of group oam0
^C
root@solaris11:~# ipadm show-if
IFNAME     CLASS    STATE    ACTIVE OVER
lo0        loopback ok       yes    --
net3       ip       ok       yes    --
oam0       ipmp     ok       yes    onboard0 pci0
onboard0   ip       ok       yes    --
pci0       ip       ok       no     --
root@solaris11:~#

Jadi bisa disimpulkan bahwa IPMP sangat berguna untuk mendapatkan koneksi yang lebih handal (reliable). Semua user sedang mengakses server ini tidak akan mendapat gangguan bila salah satu interface gagal beroperasi, atau bila salah satu kabel terputus.

UPDATE : semua perintah di atas akan langsung tersimpan secara permanen, artinya konfigurasinya tidak akan berubah meskipun kita reboot servernya.

Backup Mac OSX Dengan Time Machine

Melakukan backup di Mac OSX sangat mudah, Time Machine menyediakan fitur backup yang powerful & simple penggunaannya. Cukup dengan beberapa langkah untuk menyiapkan TimeMachine sebelum siap mem-backup Mac. Selesai setup, kita bisa “melupakannya”. TimeMachine bekerja secara otomatis kapanpun external harddisk terhubung ke Mac. TimeMachine bisa menggunakan beberapa harddisk sebagai media backup. Ini beberapa screenshot contoh cara menyiapkan external hardiest sebagai media backup bagi TimeMachine.

Pertama buka dulu aplikasi Disk Utiliy untuk menyiapkan harddisk baru. Menyiapkan maksudnya membuat partisi & memformat partisi tersebut. Aplikasi ini bisa ditemukan dalam folder Application -> Utilities. Saya pilih cara cepatnya dengan memanggil Disk Utility dari Spotlight. Cukup tekan tombol Cmd+Space, lalu ketik “disk utility”.

timemachine1

Ini contoh tampilan aplikasi Disk Utility. Harddisk yang akan saya pakai untuk TimeMachine adalah Seagate FreeAgent GoFlex 500GB. Pilih tab Partition untuk menentukan seberapa besar partisi yang akan digunakan untuk TimeMachine. Saya pilih 1 partisi saja, dedicated harddisk untuk TimeMachine. Di tab Partition, kita bisa memberi nama partisi seperti contoh di bawah ini saya memberi nama “BACKUP_TIMEMACHINE“:

timemachine2

Untuk tipe partisinya saya pilih “Mac OS Extended (Journaled)”. Lalu tinggal klik tombol Apply. Disk Utility akan mengkonfirmasi sekali lagi memastikan saya tidak salah memformat harddisk. Tinggal klik tombol Partition untuk mulai proses format.

timemachine3

Setelah proses format selesai, berikutnya baru kita atur TimeMachine untuk menggunakan harddisk baru tersebut sebagai media backup. TimeMachine bisa dibuka dari Application.  Pada gambar di bawah ini, TimeMachine sudah berjalan jadi saya bisa menemukannya di toolbar atas. Klik kanan pada logo TimeMachine & klik “Open Time Machine Preferences”.

timemachine4

Tampilan aplikasi TimeMachine kira-kira seperti gambar di bawah ini.

timemachine5

Saya sudah punya harddisk lain sebagai media backup (sayang hanya 200GB). Untuk menambahkan harddisk baru, kita bisa klik tombol “Select Disk”. TimeMachine akan menampilkan semua external harddisk yang tersedia. Saya pilih harddisk “BACKUP_TIMEMACHINE“.

timemachine6

Setelah memilih harddisk, akhiri dengan mengklik tombol “Use Disk”. TimeMachine akan segera memulai proses backup.

timemachine7

Ini contoh tampilan saat TimeMachine mulai mem-backup Mac saya.

timemachine8

Sangat mudah & tidak rumit sama sekali. Setelah proses setup ini, saya sudah bisa melupakan TimeMachine ini. Tidak perlu dijalankan manual. Setiap saat saya menyambungkan harddisk Seagate tadi, TimeMachine akan otomatis memulai proses backup tanpa sepengetahuan saya. Tidak perlu CPU load yang tinggi, dan tidak mengkonsumsi memori secara berlebihan. Dengan kata lain, proses backup-nya tidak akan mengganggu aplikasi yang lain.

Media backup ini tidak akan pernah kita perlukan sampai suatu saat ada masalah dengan sistem operasinya, seperti yang pernah saya tulis di sini. Atau mungkin saat saya membeli Mac baru dan saya ingin melakukan cloning ke mesin baru saya gunakan harddisk backup ini.

UPDATE :
Ternyata bila ada dua harddisk didaftarkan pada TimeMachine, TimeMachine hanya akan menggunakan salah satunya secara bergantian. Dalam kasus saya, TimeMachine melakukan backup setiap jam sehingga selisih data antara kedua harddisk tersebut adalah 1 jam.

timemachine-dual-disk