Jakarta Cerah Hari Ini

20130313-164508.jpg

Langit cerah Jakarta siang tadi. Awannya menarik sekali. Difoto dari atas Kota Kasablanka mengarah ke area Gatot Subroto. Cuaca cerah dari pagi tadi. Tidak ada tanda-tanda hujan sampe sore ini. Biar panas gerah saya bersyukur daripada hujan, macet, dan banjir.

Lokasi Parkir

20130305-085029.jpg

Pengelola mal Kota Kasablanca rupanya peduli pada kebiasaan pengunjung yang sering lupa di memarkirkan mobilnya. Di depan lift basement parkir mobil, ada pesan untuk mengingatkan orang untuk mengingat-ingat lokasi parkir mobilnya. Saya yakin pasti banyak juga orang yang kembali menoleh melihat kembali lokasi parkirnya setelah membaca tulisan itu.

Saya pernah lihat juga di tempat lain, orang sengaja memotret nomor lokasi parkir. Jaman ponsel berkamera sekarang, makin gampang orang mengingat-ingat suatu lokasi. Asal jangan ponsel kehabisan batere saat kebingungan mencari mobilnya di parkiran 🙂 .

Rangkaian Kereta Dorong

20130302-212636.jpg

Apa yang terlintas di benak Anda bila melihat deretan kereta belanja seperti foto di atas? Tiap kali melihat deretan kereta dorong (troli) yang tersusun seperti itu, yang terlintas dalam benak saya adalah film The Terminal.

Di film tersebut Tom Hank berperan sebagai seorang turis yang terjebak di bandara JFK New York. Tokohnya bernama Viktor Navorski. Negaranya dilanda kudeta sehingga paspornya tidak diterima oleh imigrasi Amerika. Untuk kembali ke negaranya pun tidak mungkin karena negaranya sedang dalam kondisi perang.

Nah karena kebingungan berada di terminal bandara dan tidak punya uang untuk bertahan hidup, muncul idenya untuk mengumpulkan kereta dorong di bandara. Di bandara sana rupanya tiap kali seorang penumpang pesawat ingin menggunakan kereta dorong mereka harus memasukkan uang koin sebagai deposit. Uang tersebut bisa diambil kembali bila mereka mengembalikan kereta tersebut ke tempatnya setelah selesai digunakan. Ada mesin koin di tempat pengembalian kereta.

Viktor secara jenius menangkap peluang untuk mengumpulkan uang. Dia kembalikan kereta-kereta dorong yang ditinggalkan begitu saja oleh para penumpang. Lalu dia kembalikan ke mesin deposit. Sen demi sen dikumpulkan dari setiap kereta yang dikembalikannya. Sampai akhirnya dia bisa mengumpulkan banyak sekali kereta, disusun banyak sekali dalam 1 rangkaian lalu didorongnya sampai ke tempat pengembalian kereta. Makin banyak kereta yang dikembalikan, makin banyak koin yang keluar dari mesinnya.

Ya memang kereta dorong di film The Terminal berbeda dengan kereta belanja di Carrefour tadi. Tapi entahlah itu yang terpikir di benak saya bila melihat rangkaian kereta dorong yang disusun berangkai seperti itu.

Sir Edmund Hillary

20130302-203633.jpg

Tak sengaja saya menemukan selembar uang 5 dolar New Zealand saat membereskan laci meja. Rupanya masih ada sisa uang dolar yang belum saya tukar.

Di lembar 5 dolar New Zealand ini ada foto Sir Edmund Hillary. Saya pikir ini adalah tokoh pahlawan nasional New Zealand atau mantan perdana mentrinya. Saya penasaran siapakah Sir Edmund Hillary ini. Di Wikipedia disebutkan bahwa Sir Edmund Hillary ini adalah salah satu orang pertama yang berhasil naik ke puncak Gunung Everest. Dia dan timnya berhasil naik ke puncak Everest tanggal 29 Mei 1953.

Tidak hanya itu, Sir Edmund Hillary juga pernah bertugas di angkatan udara New Zealand sebagai navigator selama perang dunia kedua. Beliau dianugrahi banyak gelar kebangsawanan Kerajaan Inggris. Tidak heran bila fotonya diabadikan dalam mata uang negara New Zealand.

Selengkapnya tentang Sir Edmund Hillary bisa dibaca di Wikipedia.