Cerita Dari Banjir Jakarta (1)

Kemarin Jakarta benar-benar lumpuh dikepung banjir. Media TV, radio, internet semua melaporkan banjir. Jalan protokol pusat bisnis Thamrin & Sudirman tidak luput dari banjir. Bundaran HI dikabarkan seperti berubah menjadi kolam raksasa. Hujan semalaman benar-benar melumpuhkan Jakarta. Kamis pagi air sudah menggenang di depan kos saya. Tinggi air kira-kira sebetis orang dewasa. Kawasan seputar Tomang juga tidak luput banjir. Beberapa area seperti depan Universitas Trisakti, Mal Citraland, RSSumber Waras sudah digenangi air hampir setinggi dada orang dewasa.

Siang kemarin saya harus mengambil visa di kedutaan New Zealand. Sepertinya tidak mungkin pergi dengan menggunakan mobil. Saya takut ada genangan di sekitar TVRI, biasanya kawasan dekat TVRI sering terjadi genangan. BlueBird taksi pun sulit untuk dikontak. Untung ada Om Manus yang berbaik hati mengantarkan saya dengan motor menuju Senayan. Saya berangkat sekitar pukul 1 siang. Di tengah gerimis saya dibonceng motor melintas Slipi sampai ke Senayan. Kami beruntung tidak menemui halangan apapun kecuali hujan gerimis. Jalanan dari perempatan Tomang sampai Plaza Senayan lancar tanpa macet.

Sayab bergegas menuju gedung Sentra Senayan II untuk mengambil visa. Sentra Senayan terlihat sepi sekali. Tidak butuh waktu lama untuk mengambil visa/paspor saya. Om Manus menunggu di tepi jalan depan Plaza Senayan. Hujan gerimis bertambah intensitasnya kami dalam perjalanan pulang. Ini foto-foto di depan gedung DPR/MPR dalam perjalanan pulang menuju Tomang :

IMG-20130117-00122

Lalu lintas sepi sekali bahkan sampai ke flyover Slipi pun masih lancar :

IMG-20130117-00124

IMG-20130117-00125

Tiba di perempatan Tomang, terlihat banyak warga berjalan kaki. Tidak ada angkutan umum yang melintas. Kendaraan pun terlihat berjalan melawan arah dari Mal Taman Anggrek menuju perempatan Tomang.

IMG-20130117-00126

IMG-20130117-00129

 

Sementara jalan Tomang Raya sendiri terlihat sepi. Beberapa kendaraan sepertinya terjebak di dekat jembatan Tomang karena ada genangan air yang cukup tinggi menjelang naik jembatan. Bersyukur sekali rasanya saya bisa pergi mengambil visa & kembali ke rumah dengan lancar.

Sate Kambing Lumayan

20130115-205016.jpg

Warung sate kambing di depan kantor pajak Pejompongan ini cukup menyita perhatian saya. Di tengah hujan & macet sore ini, nama warung sate “LUMAYAN” terasa agak nyeleneh buat saya. Ada kesan humble, pemiliknya tidak mendeklarasikan satenya enak, empuk, gurih, atau lezat. Mungkin orang yang sudah mencicipi satenya akan menjawab “satenya lumayan…” jika ditanya bagaimana rasa sate kambingnya.

Telepon Koin Riwayatmu Kini

20130114-232633.jpg

Dulu saya pernah tulis tentang telepon koin di depan kos saya. Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu sejak saya menulisnya. Empat tahun lalu saya masih bisa melihat petugas dari Telkom mengumpulkan koin dari telepon umum itu. Sekarang telepon umum koin itu sudah tidak berfungsi. Entah ke mana gagang teleponnya tidak ada lagi. Foto hari Minggu kemarin.

Evolusi Radio

Dulu saya pikir radio FM akan punah seiring majunya teknologi. Tapi sampai sekarang radio FM masih tetap eksis. Saya sendiri cukup sering mendengarkan radio, apalagi bila sedang terjebak macet di Jakarta. Ada kalanya bosan mendengarkan lagu dari CD atau MP3 di tape mobil. Mendengarkan radio punya keasyikan sendiri. Mendengarkan berita, celoteh penyiarnya, talk show seperti pergi dengan ditemani seseorang. Jadi rasanya selama Jakarta masih macet, radio FM sepertinya akan tetap eksis 🙂

Tapi sepertinya radio-radio lokal juga sudah mengalami evolusi mengadaptasi teknologi. Sepertinya pemikiran saya salah kalau stasiun radio akan mati . Beberapa stasiun radio sekarang sudah menyediakan layanan live streaming via internet. Beberapa stasiun radio seperti GenFM 98.7MHz, CosmopolitanFM 90.4Mhz, JakFM 101Mhz bahkan sudah punya aplikasi streaming khusus untuk para pengguna gadget. Aplikasi mereka bisa diunduh secara gratis di Android Market atau Apple Store. Ini contoh tampilan aplikasi mereka :

20130113-225623.jpg

20130113-225639.jpg

Aplikasi bebas lain di Apple Store seperti Tune-in juga bisa dipakai untuk mengakses siaran radio yang menyediakan fasilitas streaming. Tidak terbatas untuk radio lokal, bahkan bisa dipakai untuk mendengarkan radio-radio streaming di seluruh penjuru dunia.

20130113-225656.jpg

Ketergantungan pada akses internet yang cukup kencang mungkin masih jadi kendala pengguna gadget di Indonesia. Pengalaman saya mendengarkan streaming radio , paling tidak akses internet di ponsel harus selevel 3G.

Teddy atau Tedy

46779311-edit1

Kemarin saya baru terima oleh-oleh gantungan kunci. Rekan saya Caleb membawakan saya oleh-oleh gantungan kunci dengan ukiran nama saya lengkap dengan huruf Mandarin. Thanks Caleb yang sudah mencoba mencari gantungan berukir TEDY dengan 1 ‘D’ 🙂

Huruf mandarin yang terukir itu menurut Ibu saya hanya sebagai representasi bunyi dari pelafalan nama “Tedy”. Kalau diartikan satu-satu, huruf pertama artinya “karakter” & huruf kedua artinya “tempat/lokasi/bumi”. Jadi artinya tempat dengan karakter baik? Entahlah.