Picasa web album menyediakan fitur Embed Slideshow. Dengan fitur ini saya bisa membuat slideshow dari album foto saya untuk ditampilkan di blog.
Sayang masih belum bisa disisipi musik.
Picasa web album menyediakan fitur Embed Slideshow. Dengan fitur ini saya bisa membuat slideshow dari album foto saya untuk ditampilkan di blog.
Sayang masih belum bisa disisipi musik.
Salah satu teman saya bingung memilih ketika ingin merakit sebuah PC desktop (gampangnya saya sebut “komputer” saja) . Berikut saya tuliskan panduan bodoh-bodohan tentang apa saja yang perlu dipikirkan sebelum membeli sebuah komputer. Panduan ini hanya bicara secara umum khusus untuk orang-orang yang mencap dirinya sebagai orang yang “gaptek” (gagap teknologi).
Pertimbangan utama dalam memilih komponen-komponen sebuah PC tersebut menurut saya hanya ada 2 hal yaitu :
Setelah Anda punya gambaran berapa dana untuk membeli komputer dan sudah tahu kira-kira untuk apa sih komputer yang akan Anda beli, berikut ini adalah bagian-bagian yang perlu Anda pilih sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda (perlu diingat di sini saya tidak membahas merek) :
Secara bodoh-bodohan, Anda sebenarnya bisa saja datang ke sebuah toko komputer lalu minta dibuatkan sebuah skenario spesifikasi komputer sesuai kebutuhan dan budget Anda. Tapi bagi sebagian orang (seperti teman saya misalnya), ada kekuatiran akan dibohongi oleh penjual. Makanya sedikit banyak Anda perlu tahu apa saja sih komponen yang perlu dibeli. Soal harga, kalau budget jadi hal yang penting, saran saya rajin-rajinlah keluar masuk toko komputer untuk membandingkan harga. Bawa catatan spesifikasi komputer yang Anda inginkan, lalu kunjungi toko-toko komputer untuk mencari toko yang berani menjual dengan harga paling murah.
Ada sebuah situs web yang cocok bagi Anda untuk mensimulasi harga komputer, rakitan.com. Selamat membeli komputer.
Tadi saya tes PenDrive Sense untuk mencari tahu berapa kecepatan baca komputer pada external harddisk ini. Hasilnya seperti ini nih :
Hasilnya 22.5MB/sec…..Aneh juga, masa kecepatan baca ke harddisk lebih besar daripada kecepatan baca ke media USB flash disk ya? Kan teorinya komputer akan membaca data lebih cepat dari flash memory daripada ke harddisk. Atau sebenarnya command hdparm itu bukan untuk menentukan kecepatan baca yang sebenarnya?
Saya tiba di Surabaya pukul 09.30. Dari bandara Juanda saya naik taksi ke hotel Garden. Belum sampai ke Garden, saya dikabari kalau saya disuruh menginap di Santika karena hotel Garden sudah penuh. Tinggal beberapa ratus meter dari Santika, rencana berubah lagi saya disuruh ke Hotel Ibis Rajawali. Sama seperti Santika, Ibis pun sudah. Baru turun dari taksi pun sudah disambut door man, “selamat siang Pak, sudah booking? kalau belum, hotelnya sudah penuh Pak”. Akhirnya saya numpang duduk selama beberapa menit di lobi hotel Ibis sambil menunggu kabar dari Dwidaya travel tentang hotel saya. Lebih kurang 15 menit saya tunggu, saya dikabari Dwidaya kalau hotel yang tersedia adalah Hotel Sahid. Ya sudah, dari situ naik taksi lagi ke Hotel Sahid.
Sampai di Sahid sekitar pukul 10.40, tahu yang terjadi? Belum ada kamar yang siap…saya harus menunggu lagi sampai sekitar pukul 1 siang sampai ada kamar yang siap. Kebayang gak sih rasanya, kesal tapi ya gak bisa komplain lagi (lagian saya kan harus belajar menghargai perasaan orang lain, jangan terlalu banyak komplain, takut ada yang kecewa lagi dengan sikap saya yang sering komplain 😀 ). Duduklah saya di lobi sambil baca novel. Sejam lebih menunggu, kamar saya siap sekitar pukul 12.35. Hotel Sahid ini rupanya salah satu hotel tua di Surabaya. Kesannya bulukan…nyesel deh nginep di sini. Silakan lihat review-nya di komik berikut ini :
Tidak ada akses internet gratis di Hotel Sahid. Yang tersedia hanya layanan Telkomnet Instan di kamar. Di kamar sudah disediakan petunjuk untuk menggunakan Telkomnet Instan, seperti ini :
Tahu berapa biaya untuk menggunakan Telkomnet Instan di sini? Rp1250,-/menit Gila…semahal itu untuk layanan Telkomnet Instan yang pas-pasan? Hari gini masih pake Telkomnet Instan???
Jam 3 pagi saya dapat morning call dari Manggar. Katanya bagaimana kalau saya berangkat ke Surabaya pagi ini untuk ganti harddisk internal Primepower 1500? Meskipun masih dalam masa “tenggang”, saya tetap refleks menjawab : OK (ya namanya juga “anak kecil”, biar dibilang orang kadang sering ngambek, disuruh-suruh ya nurut saja 😀 ) Akhirnya saya tidak bisa tidur lagi. Tidak lama kemudian saya dapat info pesawat saya jam 8 pagi ini. Pukul 5.15 saya sudah keluar dari rumah, pergi dulu ambil harddisk spare part.
Pagi ini sampai di airport pukul 6.15. Masih ada banyak waktu. Setelah print tiket di loket Garuda, saya pergi makan di Mc.Donald. Jam 7 saya sudah masuk ke ruang tunggu F2. Infonya pagi ini, Garuda akan menggunakan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ke Surabaya, karena 2 jadwal penerbangan digabungkan jadi 1. Sekitar setengah 8, kami semua disuruh pindah ke pintu F1. Di sana sudah menanti pesawat Airbus A330-300.
Di pesawat saya duduk di 20A. Belum ada duduk, ada seorang pria Jepang (bisa bahasa Indonesia) bilang kalau dia juga pegang tiket dengan nomor kursi 20A…waduh kok bisa begitu. Saya yang sudah duduk dari tadi, tidak beranjak dari tempat duduk. Kasihan juga tuh si Jepang, sampai semua penumpang duduk dia belum dapat kursi. Akhirnya staf Garuda mengganti kursi dia entah ke mana. Untung dia yang dipindah bukan saya, saya kan sudah di posisi yang enak 🙂 .
Naik Airbus besar kok rasanya gak enak ya, gluduk gluduk terus. Mau take off semua bagasi tengah goyang semua. Mau landing juga begitu. Landing-nya juga kasar…kayanya pilotnya mantan pilot tempur.