Niat berangkat dari Jakarta dengan kereta pukul 6, terpaksa dibatalkan. Macet di mana-mana gara-gara demo (ngapain juga ya orang-orang demo, emangnya mereka pikir kalau demo sampai jerit-jerit gitu terus BBM jadi turun?? realistis aja lah). Lah kok jadi komentar soal demo…mungkin saya termasuk orang dengan kadar nasionalisme dan jiwa sosial yang rendah, gak peduli BBM naik apa gak.
So singkat cerita saya berangkat dengan kereta pukul 19.30. Teorinya kereta akan sampai Bandung pukul 22.00, faktanya pukul 22.40 baru sampai stasiun Bandung. Sudah lama saya tidak pergi pulang Bandung dengan kereta api. Seingat saya terakhir ke Bandung setelah wisudaan 2006 lalu. Dari stasiun saya naik taksi ke Dago. Kenapa ke Dago, karena saya sudah dipesankan kamar di hotel Royal Dago. Tadi pagi disuruh memilih antara 3 hotel, Royal Dago, Kedaton, atau Patra Jasa. Saya pilih Royal Dago sajalah…kasihan nanti ada yang kena omel kalau saya banyak maunya soal hotel. Dalam hati sih inginnya nginap di Sheraton atau Jayakarta Hotel…tapi seperti yang saya bilang di atas, realistis sajalah…engineer ya engineer. Terima saja hotelmu, jangan banyak komplain, dipecat baru tahu rasa lu !!!
Berikut liputan pandangan mata dari hotel Royal Dago.

Hotel ini letaknya tidak jauh dari Simpang Dago, tidak jauh pula dari kampus saya dulu. Entah mengapa saya baru ngeh kalau di kanan kiri jalan Dago ada hotel Royal Dago. Ternyata hotel Royal Dago itu ada 2 bagian. Masing-masing bagian saling berhadap-hadapan, yang satu di sisi kanan & yang lain di sisi kiri Jl. Ir H Juanda (Dago bekennya). Kalau kita berjalan dari Dago bawah (dari BIP), di sisi kiri jalan Juanda ada hotel Royal Dago yang versi mahalan dikit. Nah kalau Anda jalan dari Simpang Dago, di sisi kiri jalan ada juga hotel Royal Dago…nah ini yang lebih murah (katanya suite-nya aja cuma Rp300 ribuan). Pusing gak bacanya? Ya sudahlah gak penting. Pokoknya kalau mau nginap di Royal Dago masuk dulu lalu tanya saja sama resepsionisnya, mana hotel Royal Dago yang lebih murah ;)) .
Saya menginap di hotel Royal Dago (yang mahalan dikiiit). Nuansanya seperti masuk ke rumah jaman Belanda. Pilar-pilar di teras, bentuk jendela jendela, langit-langit yang dibuat tinggi….pas lah kalau dibilang hotel antik. Hotel ini cuma punya kamar 43 buah (kata sekuritinya), semuanya penuh malam ini saat saya datang. Ada calon tamu yang datang persis di depan saya terpaksa batal menginap karena kamarnya penuh. Setelah check-in, masuk kamar lalu foto-foto dulu seperti biasa. Cukup foto-foto baru pergi lagi. Malam ini ada pekerjaan upgrade HCP di server Fujitsu Primepower 1500 (mesin INny Telkomsel Bandung). Nanti saya update lagi cerita dari hotel Royal Dago.