SBY & Google

Pagi ini saya baca setidaknya 2 RSS feed yang saya ikuti menulis tentang “kebaikan SBY versi Google” Ada yang sedikit menggelitik tentang bagaimana Google mengintrepetasikan dengan cara yang berbeda ketika orang mencari informasi soal “kebaikan SBY” Ah saya jadi penasaran mencoba (sebagai orang yang pakai Google hampir setiap hari, saya tentu tidak mau ketinggalan 😀 )

Berikut tangkapan layar ketika saya ikut-ikutan mencari dengan kata kunci “kebaikan SBY”.

Ah rupanya sudah banyak ditulis, sampai jadi berita yang cukup heboh di Detikinet.

Team Viewer Untuk Berbagi Desktop

Bayangkan bila Anda sedang berada di Jakarta dan seorang rekan Anda di Surabaya meminta Anda membantunya melakukan troubleshooting pada email client-nya yang sedang bermasalah. Misalkan saja Thunderbirdnya bermasalah tidak bisa mengirim dan menerima email walaupun koneksi internet tersambung dengan baik. Beberapa petunjuk sudah Anda berikan pada rekan Anda tapi tidak ada yang berhasil, Anda penasaran dan ingin melakukan troubleshooting secara langsung pada komputer rekan Anda tadi.

Aplikasi TeamViewer ini cukup berguna untuk dipakai berbagi desktop dengan komputer lain. Untuk contoh kasus tadi yang perlu Anda dan rekan Anda lakukan adalah menginstal dan menjalankan Team Viewer. Aplikasi Team Viewer ini dapat diunduh di sini, tersedia installer untuk Windows, Linux, dan Macintosh. Begitu Team Viewer dijalankan, setiap komputer akan memiliki sebuah ID dan password yang unik. Untuk contoh kasus di atas, rekan Anda perlu memberi tahu ID dan password-nya pada Anda, entah itu via chat, email, telepon, atau SMS. Dengan ID dan password itu Anda bisa mengambil alih kontrol desktop rekan Anda dari jauh.

Tampilan Aplikasi Team Viewer

Begitu Anda sukses login, maka Anda akan dapat tampilan Desktop komputer rekan Anda tadi. Anda bisa menggunakan mouse dan keyboard-nya. Rekan Anda di sana pun bisa melihat bagaimana kursornya bergerak sendiri tanpa dia sentuh (tentu karena Anda yang menggerakkan 😀 ).

Meskipun ada aplikasi sejenis seperti Windows Remote Desktop (Ubuntu juga punya) atau ada juga aplikasi seperti VNC, Team Viewer ini menurut saya lebih sederhana dan sangat mudah digunakan. Tidak perlu ada pengaturan-pengaturan yang rumit. Team Viewer sendiri menyediakan mode instant; tanpa perlu menginstal software-nya terlebih dulu ke dalam harddisk Team Viewer ini sudah bisa dipakai.

Soal keamanan data saya tidak tahu seberapa aman aplikasi ini. Untuk kebutuhan mendesak/terburu-buru saya sendiri sudah merasakan manfaatnya (terlepas masalah sekuritinya). Canggih…Anda bisa mengontrol PC orang lain dari jauh ;))

**Saya masih bingung pada padanan kata-kata : “desktop”, “remote”, “setting”, “installer” dalam bahasa Indonesia**

Coffee Large

Secangkir kopi hitam di Daily Bread ini ukurannya cukup besar, tidak heran mereka menamainya Coffee Large. Mugnya jauh lebih besar daripada mug saya di rumah. Karena besar saya perlu ekstra gula untuk membuatnya laik minum. Hmm 4 bungkus gula putih, cukup untuk memaniskan secangkir Coffee Large. Umumnya mereka hanya memberi 2 bungkus gula putih untuk secangkir kopi ukuran normal, tapi untuk Coffee Large mereka memberikan 3 bungkus. Saya sendiri kurang suka minum kopi pahit, jadi saya perlu 1 bungkus ekstra gula lagi.

Mas-mas penjaga Daily Bread di Menara Rajawali ini sudah hapal dengan kebiasaan saya yang selalu minta ekstra gula. Sekarang begitu saya pesan Coffee Large, dia akan datang mengantarkan gula lengkap dengan 4 bungkus gula putih.

Berapa banyak gula yang Anda pakai untuk memaniskan kopi Anda? 😀

Screenshot Ipad

Baru tahu cara membuat tangkapan layar di iPad, sambil menekan tombol power tekan pula tombol utama iPad. Akan muncul suara “cekrik” seperti suara shutter kamera. File hasilnya akan otomatis disimpan di dalam aplikasi Photos.

Cool 😀

Soal Cuci Scan Film

Hasil Scan Dalam Bentuk CD

Saya baru tahu Adorama Lab Foto menyediakan jasa scan film juga. Daripada mencetak semua foto untuk menyortir yang jelek & yang bagus, lebih mudah bila hasilnya sudah dalam format digital (hasil scan-nya dalam format JPEG).

Sebelumnya saya selalu cetak semua film dalam format kecil (3R atau 4R), nanti tinggal diperbesar foto-foto yang menurut saya bagus. Cara ini tentu lebih boros, untuk cetak 3R atau 4R di Adorama saya harus membayar Rp 2300,-/lembar. Satu rol film ongkos cucinya sendiri Rp9.000,-, & jika semua film tidak ada yang gagal maka ada lebih kurang 36 berarti ada biaya cetak sebesar Rp82800m-. Totalnya sebesar Rp91.800,- dan belum tentu dari ketiga puluh enam foto itu saya suka dengan hasilnya. Ada saja yang perlu diseleksi karena salah eksposure, salah komposisi atau karena fotonya kabur/goyang. Dengan cara scanning, saya lebih fleksibel memilih frame mana yang akan dicetak. Ongkos scan sendiri dihitung per rol film, sebesar Rp55.000,- Jadi untuk 1 rol film saya perlu membayar Rp64.000,- termasuk ongkos cuci & mendapat 1 buah CD hasil scan-nya.

Hari Jumat lalu saya pergi ke Adorama (di Menteng) untuk ambil hasil cuci & scan 1 rol film Kodak BW400CN. Proses cuci & scan memakan waktu 1 hari, hari Selasa lalu harusnya sudah selesai tapi baru hari Jumat kemarin saya sempat mengambil hasilnya. Melihat hasil scannya sepertinya cukup baik, high resolution. Hanya sayang sepertinya teknisi Adorama melakukan digital editing terlebih dulu tanpa seizin saya. Mungkin karena beberapa frame dianggap terlalu gelap sehingga mereka melakukan olah digital yang berakibat bertambahnya noise di beberapa foto. Lain kali saya mungkin harus berpesan supaya filmnya di-scan apa adanya tanpa olah digital.

Rol film yang saya cuci scan kemarin sudah ada di dalam kamera Nikon FM2 sejak bulan September lalu (saya ingat memasang film itu di Belitung), sampai bulan Januari baru bisa saya habiskan 😀 Foto di bawah ini salah satu contoh hasilnya.

Clay Mine

Hasil scan foto tersebut saya olah lagi di Photoshop untuk menaikan kontras dan melakukan burning di beberapa area. Foto itu diambil di sekitar tambang kaolin Pulau Belitung saat saya mengunjungi Belitung bulan September lalu.