Syntax Highlighter Plus

Menyambung acara upgrade blog engine sore tadi, saya lanjut utak-atik blog ini. Saya ganti themes & juga menambah plugin untuk menampilkan source code. Sudah lama saya ingin bisa menampilkan source code dengan rapih tapi belum juga menemukan plugin yang tepat. Biasanya kalau saya membuat posting yang ada source code/contoh output Linux command (seperti di tulisan ini), saya harus atur manual tampilan font-nya….makan waktu & sangat tidak praktis. Kali ini saya temukan plugin Syntax Highlighter Plus, tepat seperti yang saya perlukan.

Berikut contoh hasilnya, sangat praktis, memudahkan saya memformat font-nya, dan rasanya lebih enak dilihat :

[sourcecode language=”perl”]
#!/usr/bin/perl
print “What is your name? “;
$name = ;
chomp ($name);
if ($name eq “Tedy”) {
print “Hello, Tedy! How good of you to be here!\n”;
}
else {
print “Hello, $name!\n”; # ordinary greeting
}
[/sourcecode]

Upgrade WordPress

Sejak blog ini dibuat Juli 2007 lalu, saya belum pernah upgrade WordPress engine-nya. WordPress saya masih menggunakan versi 2.2.1; sudah jauh tertinggal dari versi terbaru yang disediakan WordPress di blog gratis (seperti blog lama saya di wordpress.com). Beberapa kali ingin upgrade takut bermasalah. Tahun 2010 pun blog ini sangat jarang di-upgrade. Terlihat sekali perbedaan Dashboard blog saya ini dengan blog saya di wordpress.com. Di wordpress.com Dashboardnya sudah jauh lebih keren dengan banyak fitur baru.

Sampai tadi saya putuskan untuk upgrade WordPress engine blog ini. Googling sebentar mencari-cari cara untuk upgrade, saya temukan tulisan tentang plugin Automatic Upgrade. Luar biasa plugin ini, dari mulai backup data sampai upgrade tidak sampai 30 menit saya lakukan. Ngomong-ngomong saya masih kurang sreg dengan istilah “pemutakhiran” sebagai terjemahan kata “upgrade“. Saya lebih memilih menulis kata “upgrade” dengan huruf miring sebagai penanda kata dalam bahasa asing.

Hmm tahun 2011 mampukah saya giat menulis di blog ini lagi? 😕 Rasanya saya belum berani memilih hal ini jadi resolusi 2011. But lets see….

Mercu Suar Pulau Lengkuas

Akhir bulan September lalu saya punya kesempatan pergi ke Belitung bersama beberapa rekan pecinta fotografi. Belitung sudah terkenal keindahannya baik di kalangan wisatawan maupun di kalangan fotografi. Salah satu spot wajib yang indah untuk diabadikan dalam foto adalah mercu suar di pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas mungkin salah satu pulau yang cukup besar di seputaran Belitung. Mercu suar ini peninggalan Belanda, meskipun sudah tua tapi mercu suar ini masih terlihat kokoh. Ada 18 lantai di dalam mercu suar & semuanya dihubungkan dengan tangga besi yang melingkar. Tidak hanya tangganya yang terbuat dari besi, lantai tiap lantai pun terbuat dari besi. Karat di sana-sini tidak menghilangkan kesan kokoh dari bangunan buatan Belanda ini.

Berikut foto menara mercu suar Lengkuas diambil dari dekat pantai. Dari kejauhan pun mercu suar ini dapat dinikmati kemegahannya :

Butuh ekstra energi bagi saya untuk mencapai lantai 18. Tapi lelahnya terbayar lunas dengan suguhan panorama pantai yang indah sekali. Di tiap lantai ada jendela-jendela yang menghadap ke 2 sisi pulau Lengkuas. Pemandangan dari jendela ini sudah sering saya liat diabadikan oleh para fotografer. Salah satunya seperti foto saya berikut ini :

Berikut adalah foto langit-langit di lantai 15, terlihat menarik karena terobosan sinar matahari masuk dari jendela :

Meskipun sudah uzur, mercu suar ini masih beroperasi malah sekarang sumber energinya sudah canggih. Sumber energi yang dipakai untuk menyalakan lampu mercu suar adalah sinar matahari. Beberapa solar panel dipasang di atap mercu suar, tepat di atas di lantai 18. Fotonya seperti berikut ini :

Energi sinar matahari diubah menjadi listrik oleh sebuah generator yang diletakkan di lantai 18. Generatornya sudah bekerja otomatis sehingga tidak lagi diperlukan orang untuk menyalakan atau mematikan lampu mercu suar. Lampunya sendiri seperti berikut ini :

Sudah sampai di puncak mercu suar rasanya rugi kalau tidak berfoto narsis 😀 Fotonya diambil oleh tour guide merangkap supir yang mengantar kami berkeliling Belitung.

Laporan Cuaca

Baru sadar kalau sekarang di Ubuntu saya bisa lihat laporan cuaca di pojok kanan atas layar seperti berikut ini :

Siang ini langit Jakarta katanya berawan, panas gerah 33 derajat Celcius 😀 Tentu informasi ini tidak terlalu akurat, karena data ini diambil dari internet. Datanya tidak akurat tapi memang relatif benar, sejak pagi langit Jakarta ditutup awan tapi tetap saja panas.

Fitur yang tidak terlalu penting tapi sepertinya bagus juga untuk mengkoleksi tangkapan layar seperti di atas :-”

Malam yang tetap berawan:

Pagi yang sedikit berawan :

Pagi yang berkabut & berawan :

Hujan sore hari ini disertai kilat (10 Mei 2010) :

Makin malam tinggal hujan gerimis :