Tikus Sakit

mouseMouse yang ada di foto ini adalah mouse yang saya pakai saat ini. Mouse optik ini saya beli sekitar bulan April 2005, sudah 2 tahun lebih umurnya. Dulu saya beli di Bandung ketika laptop saya bermasalah touchpadnya. Mouse buatan China ini dulu harganya Rp50000,-. Saya pun masih ingat di mana saya membelinya :D… di Ganesha Stationary (toko buku & alat tulis) di jalan Taman Sari. Sore-sore pulang kuliah mampir ke GS beli mouse ini.

Belakangan mouse tercinta ini mulai bertingkah aneh-aneh. Klik kanannya yang berperilaku aneh; setiap diklik kanan selalu otomatis memilih menu teratas. Sering juga klik kanannya tidak berfungsi. Menu yang biasa muncul kalau tombol kanan ditekan jadi susah muncul ketika saya menggunakan klik kanan. Penyakit yang lain yang bikin sebel, susah ngeblok tulisan dengan mouse ini. Beberapa hari ini penyakitnya mulai bertambah lagi, scrollnya tersendat-sendat. Sudah saya coba bersihkan tapi tetap saja muncul penyakit-penyakitnya. Discroll ke bawah beberapa kali balik lagi ke atas…nyebelin X-(. Ganti mouse baru saja kah?

Eh mouse itu dalam Bahasa Indonesianya katanya diterjemahkan jadi tetikus loh.

Blogku Hilang

Sore ini bangun tidur saya iseng membuka blog saya. Rencananya mau menulis sesuatu di blog ini, waduh tampilan yang muncul malah tampilan eror seperti ini 😮 :

error-wp
Beberapa saat saya bengong, mikir…waduh kok bisa eror begini. Repot juga hosting sendiri…selintas pikiran itu muncul. Karena baru bangun tidur “CPU saya” sedikit lama loadingnya. Untung setelah proses loadingnya selesai saya ingat, tadi pagi saya iseng juga mengubah password database WordPressnya.

Langsung saja saya buka koneksi ke https://blog.tedytirta.info lewat SSH. Saya cek file wp-config.php. Benar dugaan saya, saya belum mengubah password database yang ada di dalam file wp-config.php ini. Setelah saya ubah, saya langsung coba buka lagi https://blog.tedytirta.info di browser dan sukses. Eror yang tadi sudah hilang. Blog saya sudah muncul kembali :D. Konyol. Pengalaman pertama pakai WordPress sendiri nih.

Ramai Permen Berformalin

Beberapa hari ini salah satu berita yang paling sering diberitakan adalah tentang permen berformalin. Produk permen White Rabbit buatan China dikabarkan mengandung formalin. Padahal dulu waktu kecil saya juga sering mengkonsumsi permen merek ini #-o . Dulu saya menyebutnya permen susu, permen putih dengan lapisan agar-agar tipis mirip kertas dibungkus kemasan warna putih dan biru. Wah sudah dua puluhan tahun saya tidak melihat permen itu, gara-gara berita ini saya jadi ingat kalau dulu ada permen seperti itu. Kalau tidak lihat berita ini mungkin saya sudah lupa 😀 . Saya sendiri tidak tahu persisnya mengapa baru sekarang-sekarang ini digolongkan sebagai makanan berbahaya. Selain permen White Rabbit, pasta gigi merek Maxam juga ditarik dari peredaran. Sama-sama mengandung formalin katanya. Kalau begini ceritanya apa fungsinya BPOM (Badan Pengawasan Obat & Makanan) donk?

Kering

Minggu ini sepertinya adalah minggu yang “kering” tulisan. Terakhir saya menulis artikel Selasa 24 Juli kemarin 🙁 . Kenapa ya jadi susah untuk menulis? Ada hubungannya kah dengan kondisi badan yang seminggu ini tidak fit? Hidung yang “meler” terus, campur batuk yang tidak hilang-hilang… :-& atau karena sibuk <sok sibuk mode ON 😀 >.

Mengingat Nama Orang Lain

Di banyak buku pengembangan diri dan komunikasi yang pernah saya baca, mengingat nama orang lain adalah satu hal dianggap penting. Di salah satu buku yang pernah saya baca (saya lupa judulnya,kalau tidak salah adalah buku tulisan Larry King) bahkan ditulis seperti ini :

Orang tidak peduli kelaparan yang terjadi di Afrika, orang lebih peduli ketika orang lain mampu mengingat namanya dan menyebutkannya dengan benar ketika bertemu.

Anda bisa bayangkan ketika Anda sedang jalan-jalan, ada seorang kenalan Anda yang bisa menyapa Anda dengan menyebutkan nama lengkap Anda. Ada suatu rasa penghargaan yang kita terima ketika kita disapa orang dengan nama resmi kita (apalagi kalau disapa dengan nama lengkap). Rasa penghargaan ini bagi saya lebih terasa apabila yang menyapa saya adalah orang yang belum terlalu akrab dengan saya.

Saya pun kadang (boleh dikata sering 😀 ) lupa dengan nama orang lain. Beberapa kali saya bertemu dengan teman/kenalan lama, saya ingat mukanya tapi celakanya saya lupa namanya :-p . Biasanya yang saya lakukan adalah tetap berkomunikasi (ngobrol) dengan seramah/seakrab mungkin sambil berusaha mengingat-ingat namanya. Pernah suatu kali saya bertemu teman lama di sebuah restoran, sampai akhir obrolan saya tidak bisa ingat namanya 😀 … padahal obrolan sudah berlangsung cukup lama.

Karena saya tahu persis kalau nama adalah hal yang penting dalam sebuah perkenalan/hubungan, saya berusaha mengingat-ingat dengan sebaik-baiknya nama setiap orang yang saya jumpai. Tapi ini adalah hal yang tidak gampang dipraktekkan. Mungkin saya perlu mencatat nama orang lain ketika berkenalan, biar tidak lupa (sadar diri kalau sering kena gejala pikun alias gampang lupa =)) ).