Dari Senin lalu sampai tadi malam Speedy saya masih belum online juga. Entah masalahnya di mana. Di modem saya? Ah kayanya gak mungkin…saya tidak merasa pernah mengubah-ubah setting modem kok. Di komputer saya? Ah saya juga gak yakin. Senin malam saya telepon 147 mengadukan masalah ini. Saat menelepon saya tidak berharap mendapat solusi dari si customer service yang menerima panggilan saya. Saya cuma mau tahu apakah jaringan Telkom sedang ada gangguan. Kalau iya kapan beresnya?
Selasa pagi ada teknisi Telkom menelepon saya & menanyakan bagaimana kabar Speedy saya. Hmm…saya sudah di kantor nih Mas; Speedy saya masih sama…sama matinya. Saya hargai niatnya mau datang ke tempat saya, tapi gimana donk? Lah saya kan di kantor; pulang malam, kapan ketemunya kapan beresnya?
Tadi malam saya telepon lagi 147. Jawabannya tidak jauh berbeda dari kesempatan-kesempatan sebelumnya kalau saya menelepon 147. Standar, sesuai prosedur, runtut, dan tidak menyelesaikan masalah….(iya lah customer service kok wajar lah; dia kan bukan teknisi…saya ngerti itu).
Ini contoh beberapa jawaban dan pertanyaan yang seringkali saya terima kalau saya komplain masalah Speedy ke 147 :
- Bapak sudah coba reset modemnya?
Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya reset saja saya pun sudah tahu.
- Bapak sudah coba restart komputernya?
Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya restart saja saya juga sudah tahu.
- Lampu modemnya gimana Pak nyala tidak?
- Bapak set IPnya berapa?
Kan tadi saya sudah bilang, saya pakai DHCP…automatic gitu loh.
- Bapak dapat IP berapa?
Gak dapat IP publik Mas..cuma dapat IP private dari modemnya (192.168.1.2).
- Bapak bisa ping ke 202.134.0.155 gak?
Network beda kok mau nge-ping ke sana…mana bisa?
- Tapi Speedy Bapak di sini kelihatan baik-baik saja Pak…
So what kalau di sana baik-baik saja? lah saya yang pakai gak bisa connect kok…
- Ada nomor telepon yang bisa dihubungi?
Menyebalkan…Speedy saya sampai malam tadi belum berfungsi lagi 🙁