Tentang Cue Stick

Apa sih cue stick? Cue stick gampangnya itu stik biliar, seperti ini contohnya :


Gambar di atas adalah gambar stik biliar yang saya gunakan saat ini. Yang atas adalah jump-break cue (J&J 2719) sementara yang bawah adalah playing cue (Joss 101). Tiap cue stick terdiri atas 2 bagian terpisah. Bagian bawah sebuah cue disebut sebagai butt sementara bagian atas disebut shaft. Pada gambar di atas yang disebut butt adalah yang berwarna hitam, sementara yang disebut shaft adalah yang berwarna krem. Butt dan shaft harus disambungkan tiap kali cue ingin digunakan (kecuali untuk menggebuk anjing, cukup gunakan butt saja =)) ).

Gambar di atas menunjukkan butt dan shaft dari Joss 101. Bagian yang ada tulisan Joss-nya adalah butt. Bagian yang berfungsi untuk menyambungkan butt dan shaft disebut joint. Joint berbentuk seperti paku ulir. Bagian yang menonjol (male part) berada di ujungnya butt, sementara bagian yang berlubang (female part) berada di ujung shaft. Ada beberapa macam joint yang digunakan para pembuat cue stick di dunia. Ada joint tipe konvensional, ada tipe unilock, ada tipe quick release. Joss 101 milik saya menggunakan joint konvensional. Berikut ini adalah gambar joint pada Joss 101 :



Sementara gambar di bawah ini adalah contoh joint tipe lain, ini adalah joint yang ada pada jump break cue J&J saya. Dengan joint seperti ini, butt dan shaft lebih cepat disambungkan.


Untuk melindungi joint pada saat tidak digunakan (disimpan) ada pelindung khusus yang disebut joint protector. Seperti ini bentuknya :

Pada bagian butt ada bagian yang dilapisi oleh lilitan linen, bagian ini disebut wrap (grip). Bagian ini diberi balutan linen supaya pemain bisa memegang cue dengan nyaman. Ada juga cue yang diberi wrap bukan dari lilitan linen tapi dari lapisan kulit. Beberapa jenis cue ada yang tidak memiliki wrap (jump break cue saya contohnya). Foto di bawah ini menunjukkan lapisan linen pada butt Joss 101.

Ujung butt dilengkapi dengan karet pelindung yang disebut sebagai bumper. Bumper ini berfungsi untuk memberi proteksi ketika pemain memegang cue stick sambil berdiri, bumper lah yang akan menjadi pelindung ketika cue menyentuh lantai. Foto berikut adalah bumper dari Joss 101.

Ok, tadi adalah cerita seputar bagian butt sebuah cue stick…bagian shaft juga memiliki beberapa bagian yang perlu Anda tahu. Shaft selain dilengkapi dengan joint (female part), memiliki juga bagian yang disebut ferrule dan tip. Pada gambar di samping, yang disebut sebagai ferrule adalah bagian yang berwarna putih. Bagian yang berwarna coklat dengan ujung biru pada gambar di samping, disebut sebagai tip. Warna biru itu adalah hasil gosokan tip dengan chalk.

Walaupun kecil tip adalah bagian penting dalam sebuah cue. Tip bersentuhan langsung dengan bola biliar. Bagian ini pegang peranan dalam menghasilkan efek-efek pukulan (draw shoot, follow shoot, dll). Tidaklah mengherankan jika tip yang bagus mahal harganya. Ada beberapa jenis tip menurut tingkat kekerasannya : soft, medium, hard, extra hard. Tip dengan jenis extra hard biasanya digunakan pada jump/break cue. Jump break cue saya bahkan menggunakan tip jenis fenolic (tipe ini tip dan ferrule terbuat dari bahan yang sama, tidak bisa dibedakan mana tip & mana ferrule).Tip dipasangkan pada ferrule dengan menggunakan lem khusus. Ujung tip biasanya dibentuk agak melingkar untuk membantu pemain menghasilkan pukulan-pukulan berefek.

Nah itu kurang lebih penjelasan saya tentang bagian-bagian sebuah cue atau stik biliar. Kedua cue saya disimpan dalam case J&J C22 C231 . Cue case ini dapat menyimpan 2 buah butt dan 3 buah shaft. Seperti ini bentuk cue case yang saya gunakan saat ini :

Ada satu lagi cue yang saya punya. Itu adalah cue pertama yang saya beli, mereknya Archer (entah tipe apa dan buatan mana). Cue ini saya beli bulan Oktober 2006, waktu itu saya masih baru sekali kenal biliar. Semangat belajar biliar makanya gaji pertama di kantor yang dulu saya belikan cue ini 😀 Lihat gambar cue pertama saya ini :

Ada yang berminat membeli cue lama saya ini? Kondisi cue masih bagus, hanya kotor saja shaft-nya. Sudah lama saya ingin menjualnya (lengkap dengan cue case-nya), bagi yang minat silakan hubungi 081395674416…..(mode iklan ON =)) )

Don’t Trust Your Engineer

Tuesday night (12/02/2008), one harddisk on Toyota’s server going down. That disk located in the mirror which build using Veritas Volume Manager. Toyota is my office’s biggest & carping customer. So many people in my office going busy with this accident. From Tuesday night I’m as support engineer have made the manual procedure for replacing the failure disk. But guess what? They prefer to ask the Veritas engineer rather than follow my procedure. So why bothering me call me and report the problem? Why they didn’t ask the expert only? I think engineer like me only used for physical work beside troblesho0ting things.

Maybe all the manager in my office get this lesson : “don’t trust your engineer, ask the expert only”.

Finally, we replaced the broken disk at Wednesday night. With all eyes on me, I executed the replacing procedures. The broken disk is the rootmirror disk in SunFire V890. The procedure for replace rootmirror disk which hold by Veritas Volume Manager (VxVM) is like this :

  1. Check the status of all disks that hold by Veritas Volume Manager using :
    # vxdisk list
    Using this command for locate which disk that failed. See the following illustration :vxvm1
  2. Check whether the failed disk can be remove from the operating system (in Toyota case, the OS is Solaris 9/04) :
    # luxadm remove_device /dev/rdsk/c1t2d0s2
    If that command cannot be executed, you may just pull out the disk from the server. After that you must replace the disk with the new one as soon as possible.
  3. Run devfsadm and cfgadm -c configure c2 from Solaris OS to let the system know the new disk. In Toyota case, the failed disk located at c1t2d0. See the following illustration before and after the OS knowing the new disk :vxvm2 vxvm3
  4. Try to see all the disk using format command. If the new disk has been appears, you must label the disk.
  5. Run the vxdctl, this is the command for let the VxVM knows all the devices that connected to the server (including the new attached devices).
  6. Run the vxdiskadm (disk configurations menu of VxVM), using this command :
    # vxdiskadm
    See the following illustration :vxvm4
  7. Choose the fourth menu in the vxdiskadm which is "Remove a disk for replacement". Choose this menu by type “4” in the vxdiskadm menu. Program will see the failed disk that has been remove from VxVM menu. Choose that disk for removal process. In Toyota case, the failed disk was rootmirror01. See the following illustration :vxvm5
  8. After that choose the fifth menu which is "Replace a failed or removed disk". Choose this menu by type “5” in the vxdiskadm menu. By running this program Veritas will know that servers has one new disk that haven’t assign to the Veritas Volume Manager. In Toyota case, VxVM knows that c1t2d0 is the new disk that hasn’t assign into VxVM. They will ask you, whether you want to assign the c2t1d0 to be rootmirror01. When VxVM ask you to encapsulate disk, you must reject that. Instead of encapsulate the new disk, you must answer yes when VxVM offer you to initialize the new disk. See the following illustration :vxvm6
  9. Follow the rest of the vxdiskadm menu, don’t worry it’s so easy. After that quit the menu. The new disk has been added into VxVM configuration and they start the synchronization between rootmirror01 with the rootdisk01.  Compare the list of all disks after disk replacement :
    vxvm7
  10. The synchronization process occured as long 2 hours for 146 GB disks. We can check the progress of synchronization process using this command :
    # vxtask list
    See the following example :vxvm8

Terbalik

Entah maksudnya apa papan petunjuk Kantor Pos ini ditulis terbalik :

Keisengan PT Pos atau salah cetak tulisan di papan petunjuk. Gambar tadi saya ambil ketika melintas di daerah Pondok Labu, lupa apa nama jalannya.