Lenovo Ideapad S9

Jumat kemarin saya memutuskan untuk membeli sebuah netbook. Netbook tidak sama dengan notebook kecil. Netbook punya banyak keterbatasan terutama : layar yang kecil, keyboard yang ringkas, tanpa CD/DVDrom. Dengan prosesor yang terbatas pula, netbook lebih diutamakan untuk mobilitas tinggi & untuk dipakai menjalankan aplikasi berbasis internet seperti browsing, chatting, membaca/menulis email. Lalu apakah netbook tidak bisa menjalankan aplikasi yang biasa dijalankan di PC atau notebook? Tentu bisa, tapi Anda pasti akan menghadapi banyak kesulitan, atau dengan kata lain kenyamanan kerjanya berkurang. Bayangkan saja, akan sangat menyiksa mengedit foto dengan Photoshop yang diinstal pada sebuah netbook. Silakan lihat video di Youtube ini,video ini menjelaskan apa sih bedanya netbook dengan notebook.

Kemarin sebelum membeli, kandidatnya adalah Asus EEEPC 904 dan Lenovo S9. Lenovo Ideapad S9 menurut saya lebih elegan desainnya, terkesan simple. Berikut review singkatnya dalam komik :

Ketika dibeli, Ideapad S9 sudah terisi Linpus Linux. Beda dengan Asus EEEPC 904 yang secara default sudah dilengkapi dengan Windows XP. Oh ya meskipun tidak dilengkapi dengan Windows XP,  Bhinneka.com tetap memberi CD driver untuk Windows XP. Sebenarnya Linpus Linux sudah cukup untuk dipakai sebagai sistem operasi standar, tapi saya kok gatal ngoprek  instal ini itu di S9 ini 😀 Jadilah saya hapus semua partisi yang ada. Jumat malam saya oprek OSnya, saya instal Ubuntu 8.10. Cara instalnya tentu dengan media USB flash disk karena Ideapad S9 tidak memiliki DVD ROM. Saya pakai unetbooting untuk menyalin Ubuntu 8.10 ke dalam USB. Masih kurang kerjaan, Sabtu malam saya coba instal Windows XP 😀 . Ternyata unetbooting tidak bisa dipakai untuk menginstal Windows XP dengan USB flash disk sebagai media. Googling sebentar saya dapat caranya di sini.

Keyboard S9 memang kecil, tapi saya menemukan hanya 2 tombol yang sulit dijangkau yaitu tombol tanda tanya, tombol Right Shift, dan hanya ada tombol Ctrl di sebelah kiri. Dengan kebiasaan mengetik saya di notebook normal, tombol-tombol huruf masih bisa dipahami oleh jari-jari saya. Kecepatan mengetik saya terhambat kalau sudah mencoba meraih tombol Right Shift & tanda tanya. Ya tapi ini bukan kendala besar, hanya masalah kebiasaan saja. Batere S9 kok sepertinya tidak terlalu kuat, saya sudah coba colok adaptornya ke listrik PLN sampai baterenya penuh. Dengan OS Ubutu 8.10, masa hidup dari batere penuh sampai mati hanya 2 jam lebih 9 menit. Entah saya belum coba dengan Windows XP. Di CD driver Ideapad S9 ada sebuah tool bernama Energy Management. Dengan tools ini saya bisa menentukan bagaimana penggunaan daya batere. Mudah-mudahan dengan bantuan software ini, daya tahan baterenya jadi bisa lebih lama untuk 1x charging.

Ketik REG Spasi Bla Bla Bla

Sudah cukup lama juga saya perhatikan bisnis SMS premium makin marak. Parameternya mudah saja, silakan tongkrongi televisi Anda akan dengan mudah melihat iklan-iklan SMS premium. Itu loh iklan yang bunyinya “ketik REG spasi….”. Ciri SMS premium biasanya nomor tujuan yang digunakan hanya terdiri dari 4 digit dan diawali dengan REG (ini mungkin karena akan direspon oleh mesin). Oh ya ciri lain adalah tarif SMS yang gila-gilaan, biasanya Rp2000,-/SMS. Berkali lipat daripada tarif SMS normal.

Menurut pengamatan saya, Global TV adalah televisi lokal yang paling banyak menayangkan iklan semacam ini. Global TV memang jarang saya tonton, tapi beberapa kali saya menonton film di Global TV saya kesal juga dengan banyaknya SMS premium macam ini. Dari 1 durasi iklan (sekitar 3-4 menit), saya setidaknya menemukan 4-5 iklan tentang SMS premium. Lebih menyebalkan lagi karena iklan yang sama selalu muncul berulang-ulang tiap kali rehat iklan.

Sejauh pengamatan saya dari beberapa stasiun TV besar (RCTI, SCTV, Metro TV, Global TV, Trans7, TransTV, ANTV, TVOne) sepertinya Metro TV-lah yang jarang menayangkan iklan semacam itu. Memang ini cara yang luar biasa efektif untuk “mencuci otak” pemirsanya (untuk membodohi masyarakat). Ah tapi itu kan hanya pandangan saya yang merasa terganggu dengan iklan-iklan semacam itu. Mungkin dari sisi bisnis sepertinya memang bisnis SMS premium ini luar biasa untungnya. Sah-sah saja orang berbisnis, tapi yang jelas saya terganggu…entah apa Anda terganggu juga apa tidak. Dari pengamatan saya pula, ada beberapa kategori iklan SMS berdasarkan konten yang ditawarkan :

  1. Kategori Percintaan
    SMS yang masuk ke kategori ini banyak ragamnya, mulai dari tips-tips sayang-sayangan, sampai SMS yang bisa menebak cocok tidaknya hubungan dengan pacar berdasar tanggal lahir.
  2. Kategori Nasib, Peruntungan, Ramalan
    Dulu saya pernah baca di Detik.com, kataya dalam 2 minggu peluncurannya SMS premium dari Ki Joko Bodo bisa menjaring jutaan SMS (tapi lupa tepatnya berapa). Gila…pantas bisnis SMS premium macam ini makin marak. Saya senang sekali saat melihat iklan Telkom Flexi yang meniru iklan SMS paranormal. Senang saja rasanya melihat Telkom seolah-olah meledek si paranormal itu 😀 Coba saja pikir, di salah satu iklan paranormal dialognya : “kamu gak cocok kerja di air, cocoknya dagang”……ya iyalah kerja jadi pembersih kolam renang sampai kapan juga bakal susah kaya, apalagi kalau dibandingkan dengan berdagang. Gak perlu bertanya pada paranormal, saya juga bisa kasih solusi begitu X-(
  3. Kategori Selebritis
    Ini termasuk salah satu jenis yang ngetop di awal-awal maraknya SMS premium. Isinya menawarkan update berita dan kegiatan sehari-hari dari artis tersebut. Tentu yang ditampilkan adalah artis yang sedang naik daun. Penipuan masyarakat yang paling jelas adalah saat si artis beriklan dengan mengatakan : “SMSnya langsung dari henpon saya”….ah geblek. Bahasa iklan memang penuh penipuan, kalau dipikir baik-baik mana mungkin tiap kali ada orang daftar terus si artis akan mengirimkan SMS langsung padanya……bisa bengkak jempolnya kalau begitu. Lagipula apa iya sesenggang itu waktu si artis untuk melayani SMS macam itu. Coba bayangkan berapa buanyak fans artis ybs yang akan terpancing untuk mendaftarkan diri pada layanan SMS premium tersebut?
  4. Kategori Games
    Katanya cukup dengan mengirimkan SMS, orang akan mendapatkan games yang bisa dimainkan di ponselnya. Terus kalau yang kirim SMS masih pakai henpon jadul (macam Nokia sejuta umat) apa bisa juga ya? :-/
  5. Kategori Rohani
    Tidak pandang agama, semua provider berlomba-lomba menyediakan layanan bernuansa rohani. Layanannya pun bervariasi, dari kiriman ayat-ayat kitab suci, lagu rohani, sampai kotbah-kotbah singkat. Biasanya yang dipajang sebagai bintang iklannya adalah tokoh yang terkenal di kalangan ulama/pendeta. Entah apa mereka ikut menikmati hasilnya atau hanya sekadar bintang iklan saja. Kalau sekarang sedang mendekati Natal, yang ditawarkan adalah lagu-lagu natal (ini juga termasuk dalam kategori ke-7). Mungkin SMS yang berkonten motivasi/kunci sukses dsb, bisa juga masuk ke kategori ini.
  6. Kategori Kuis
    Mungkin ini adalah cikal bakal kemunculan SMS premium. Dulu ada Indonesian Idol dan beberapa ajang pencarian bakat yang memanfaatkan SMS premium untuk menentukan pemenangnya. Dengan iming-iming hadiah, tentu tawaran kuis lewat SMS ini akan dengan mudah menjaring peserta. Dulu waktu sering dinas ke luar kota &  menginap di hotel yang biasa-biasa saja (cuma punya siaran TV lokal), tiap kali pulang malam ke hotel saya & menyalakan TV yang tampil adalah acara kuis SMS dengan host artis seksi. Wah model begini pasti lebih mudah lagi membodohi orang-orang untuk ikut berpartisipasi mengirimkan SMS. Ternyata provider GSM juga ikut-ikutan gak mau ketinggalan, saya pernah lihat iklan milik XL tentang gaji jutaan rupiah selama 1 tahun cukup dengan ikut mengirimkan SMS. Halah…hari gini iklan model ini pasti banyak peminatnya. Ekonomi sedang sulit, tentu orang (pengguna XL terutama) banyak juga yang tergiur. Apalagi dengan adanya contoh orang yang sudah pernah dapat hadiahnya.
  7. Kategori Isi Ponsel
    Termasuk di dalamnya SMS yang menawarkan ringtone, RBT (ring back tone), SMS/MMS lucu, dsb

Apa Komisi Penyiaran Indonesia tidak gerah ya melihat tayangan iklan SMS yang bertubi-tubi mengisi jam tayang televisi? Harusnya sih KPI ikut serta mengatur penayangan iklan SMS premium macam itu, coba saja periksa berapa banyak konten yang kurang mendidik di dalam iklan-iklan macam itu. Hmm mendidik atau bukan memang bukan urusan saya, tapi yang jelas pasti banyak juga orang yang merasa terganggu melihat iklan macam ini terus-terusan.