Team Viewer Untuk Berbagi Desktop

Bayangkan bila Anda sedang berada di Jakarta dan seorang rekan Anda di Surabaya meminta Anda membantunya melakukan troubleshooting pada email client-nya yang sedang bermasalah. Misalkan saja Thunderbirdnya bermasalah tidak bisa mengirim dan menerima email walaupun koneksi internet tersambung dengan baik. Beberapa petunjuk sudah Anda berikan pada rekan Anda tapi tidak ada yang berhasil, Anda penasaran dan ingin melakukan troubleshooting secara langsung pada komputer rekan Anda tadi.

Aplikasi TeamViewer ini cukup berguna untuk dipakai berbagi desktop dengan komputer lain. Untuk contoh kasus tadi yang perlu Anda dan rekan Anda lakukan adalah menginstal dan menjalankan Team Viewer. Aplikasi Team Viewer ini dapat diunduh di sini, tersedia installer untuk Windows, Linux, dan Macintosh. Begitu Team Viewer dijalankan, setiap komputer akan memiliki sebuah ID dan password yang unik. Untuk contoh kasus di atas, rekan Anda perlu memberi tahu ID dan password-nya pada Anda, entah itu via chat, email, telepon, atau SMS. Dengan ID dan password itu Anda bisa mengambil alih kontrol desktop rekan Anda dari jauh.

Tampilan Aplikasi Team Viewer

Begitu Anda sukses login, maka Anda akan dapat tampilan Desktop komputer rekan Anda tadi. Anda bisa menggunakan mouse dan keyboard-nya. Rekan Anda di sana pun bisa melihat bagaimana kursornya bergerak sendiri tanpa dia sentuh (tentu karena Anda yang menggerakkan 😀 ).

Meskipun ada aplikasi sejenis seperti Windows Remote Desktop (Ubuntu juga punya) atau ada juga aplikasi seperti VNC, Team Viewer ini menurut saya lebih sederhana dan sangat mudah digunakan. Tidak perlu ada pengaturan-pengaturan yang rumit. Team Viewer sendiri menyediakan mode instant; tanpa perlu menginstal software-nya terlebih dulu ke dalam harddisk Team Viewer ini sudah bisa dipakai.

Soal keamanan data saya tidak tahu seberapa aman aplikasi ini. Untuk kebutuhan mendesak/terburu-buru saya sendiri sudah merasakan manfaatnya (terlepas masalah sekuritinya). Canggih…Anda bisa mengontrol PC orang lain dari jauh ;))

**Saya masih bingung pada padanan kata-kata : “desktop”, “remote”, “setting”, “installer” dalam bahasa Indonesia**

Coffee Large

Secangkir kopi hitam di Daily Bread ini ukurannya cukup besar, tidak heran mereka menamainya Coffee Large. Mugnya jauh lebih besar daripada mug saya di rumah. Karena besar saya perlu ekstra gula untuk membuatnya laik minum. Hmm 4 bungkus gula putih, cukup untuk memaniskan secangkir Coffee Large. Umumnya mereka hanya memberi 2 bungkus gula putih untuk secangkir kopi ukuran normal, tapi untuk Coffee Large mereka memberikan 3 bungkus. Saya sendiri kurang suka minum kopi pahit, jadi saya perlu 1 bungkus ekstra gula lagi.

Mas-mas penjaga Daily Bread di Menara Rajawali ini sudah hapal dengan kebiasaan saya yang selalu minta ekstra gula. Sekarang begitu saya pesan Coffee Large, dia akan datang mengantarkan gula lengkap dengan 4 bungkus gula putih.

Berapa banyak gula yang Anda pakai untuk memaniskan kopi Anda? 😀

Screenshot Ipad

Baru tahu cara membuat tangkapan layar di iPad, sambil menekan tombol power tekan pula tombol utama iPad. Akan muncul suara “cekrik” seperti suara shutter kamera. File hasilnya akan otomatis disimpan di dalam aplikasi Photos.

Cool 😀