Jakarta Sepi

H-1 Idul Fitri, Jakarta sudah sepi sekali. Jam 9 pagi saya iseng keluar memutari jalanan protokol Jakarta, melewati kawasan yang di hari biasa terkenal kemacetannya. Dari Tomang saya menyusuri Jl.Suryopranoto menuju Harmoni. Di perempatan Harmoni saya berhenti karena lampu merah. Tapi tidak seperti biasa, jumlah kendaraan di lampu merah harmoni sangat sedikit dibanding hari biasa, tapi sepertinya lamanya lampu merah menyala tetap sama.

Dari situ saya menyebrang ke Juanda lalu berbelok di gedung Pos menuju Lapangan Banteng; lalu berbelok kembali di depan Istiqlal kembali ke Juanda. Lalu saya berbelok ke Medan Merdeka, sempat terhenti sebentar di lampu merah dekat istana wakil presiden. Setidaknya ada 3 mobil dan beberapa motor nekat nyelonong mengabaikan lampu merah, mungkin mereka sedang keasikan menikmati lancarnya jalanan hari ini.

image

Dari situ saya menyusuri Medan Merdeka menuju Thamrin…terasa lengang sekali. Sedikit ramai di depan hotel Niko karena sedang ada kegiatan syuting (entah acara apa). Masuk Sudirman juga sama lengangnya, saya bisa melaju 80-100 km/jam. Saya pilih memutar di Semanggi menuju Slipi. Ini lebih sepi lagi, depan gedung MPR yang di hari biasa cukup padat kali ini sepi.

image

Lurus terus menuju Slipi tidak sekalipun saya ketemu yang namanya macet. Di hari biasa mungkin ini seperti mengitari ibukota tengah malam.

Sampai kembali ke rumah saya perlu waktu 44 menit. Padahal biasanya ini adalah waktu tempuh saya rata-rata pergi ke kantor. Ah indah sekali kalau setiap hari lalu lintas Jakarta seperti ini.

Kemasan Kornet

Sama seperti tulisan sebelumnya, ini soal kemasan produk lagi. Awalnya saya heran mengapa di deretan kaleng kornet di supermarket ada kemasan plastik. Sepintas terlihat seperti kemasan bumbu instant. Ternyata itu kemasan kornet Pronas, astaga baru tahu saya kalau kornet daging sapi sekarang tersedia dalam kemasan plastik macam ini.

image

Dari kecil saya selalu lihat kemasan kornet ya kaleng, cuma beda ukuran & dan bentuk saja. Mungkin sekarang teknologi pengemasan makanan sudah makin canggih, mungkin juga strategi penetrasi pasar karena kornet kemasan plastik ini lebih murah (karena porsinya yang mini).

Kemasan Tepat Guna

Beberapa hari lalu saya perlu beli gula pasir. Mampir sebentar ke minimarket langsung ambil gula pasir merek Gulaku. Sampai rumah saya cari-cari toples untuk wadah gula…dan tidak ketemu. Ya sudah lah saya pikir nanti saja cari toplesnya, sementara ambil langsung saja dari kemasannya lalu tutup lagi dengan karet gelang. Ambil gunting untuk membuka plastik kemasan Gulaku & baru sadar kalau kemasan berwana oranye ini sudah dilengkapi tutup plastik mirip tutupnya odol.

image

Wah canggih, jadi tidak perlu repot menuangkan gula ke dalam toples, atau mencari-cari sendok gula saat membuat kopi tubruk. Benar-benar desain yang mengerti kebutuhan konsumen…khususnya konsumen macam anak kos seperti saya yang keseringan lupa di mana toples gulanya berada 😉

Posted from WordPress for Android