Backup Mac OSX Dengan Time Machine

Melakukan backup di Mac OSX sangat mudah, Time Machine menyediakan fitur backup yang powerful & simple penggunaannya. Cukup dengan beberapa langkah untuk menyiapkan TimeMachine sebelum siap mem-backup Mac. Selesai setup, kita bisa “melupakannya”. TimeMachine bekerja secara otomatis kapanpun external harddisk terhubung ke Mac. TimeMachine bisa menggunakan beberapa harddisk sebagai media backup. Ini beberapa screenshot contoh cara menyiapkan external hardiest sebagai media backup bagi TimeMachine.

Pertama buka dulu aplikasi Disk Utiliy untuk menyiapkan harddisk baru. Menyiapkan maksudnya membuat partisi & memformat partisi tersebut. Aplikasi ini bisa ditemukan dalam folder Application -> Utilities. Saya pilih cara cepatnya dengan memanggil Disk Utility dari Spotlight. Cukup tekan tombol Cmd+Space, lalu ketik “disk utility”.

timemachine1

Ini contoh tampilan aplikasi Disk Utility. Harddisk yang akan saya pakai untuk TimeMachine adalah Seagate FreeAgent GoFlex 500GB. Pilih tab Partition untuk menentukan seberapa besar partisi yang akan digunakan untuk TimeMachine. Saya pilih 1 partisi saja, dedicated harddisk untuk TimeMachine. Di tab Partition, kita bisa memberi nama partisi seperti contoh di bawah ini saya memberi nama “BACKUP_TIMEMACHINE“:

timemachine2

Untuk tipe partisinya saya pilih “Mac OS Extended (Journaled)”. Lalu tinggal klik tombol Apply. Disk Utility akan mengkonfirmasi sekali lagi memastikan saya tidak salah memformat harddisk. Tinggal klik tombol Partition untuk mulai proses format.

timemachine3

Setelah proses format selesai, berikutnya baru kita atur TimeMachine untuk menggunakan harddisk baru tersebut sebagai media backup. TimeMachine bisa dibuka dari Application.  Pada gambar di bawah ini, TimeMachine sudah berjalan jadi saya bisa menemukannya di toolbar atas. Klik kanan pada logo TimeMachine & klik “Open Time Machine Preferences”.

timemachine4

Tampilan aplikasi TimeMachine kira-kira seperti gambar di bawah ini.

timemachine5

Saya sudah punya harddisk lain sebagai media backup (sayang hanya 200GB). Untuk menambahkan harddisk baru, kita bisa klik tombol “Select Disk”. TimeMachine akan menampilkan semua external harddisk yang tersedia. Saya pilih harddisk “BACKUP_TIMEMACHINE“.

timemachine6

Setelah memilih harddisk, akhiri dengan mengklik tombol “Use Disk”. TimeMachine akan segera memulai proses backup.

timemachine7

Ini contoh tampilan saat TimeMachine mulai mem-backup Mac saya.

timemachine8

Sangat mudah & tidak rumit sama sekali. Setelah proses setup ini, saya sudah bisa melupakan TimeMachine ini. Tidak perlu dijalankan manual. Setiap saat saya menyambungkan harddisk Seagate tadi, TimeMachine akan otomatis memulai proses backup tanpa sepengetahuan saya. Tidak perlu CPU load yang tinggi, dan tidak mengkonsumsi memori secara berlebihan. Dengan kata lain, proses backup-nya tidak akan mengganggu aplikasi yang lain.

Media backup ini tidak akan pernah kita perlukan sampai suatu saat ada masalah dengan sistem operasinya, seperti yang pernah saya tulis di sini. Atau mungkin saat saya membeli Mac baru dan saya ingin melakukan cloning ke mesin baru saya gunakan harddisk backup ini.

UPDATE :
Ternyata bila ada dua harddisk didaftarkan pada TimeMachine, TimeMachine hanya akan menggunakan salah satunya secara bergantian. Dalam kasus saya, TimeMachine melakukan backup setiap jam sehingga selisih data antara kedua harddisk tersebut adalah 1 jam.

timemachine-dual-disk

Rename Data Link Solaris 11

Biasanya nama network interface merupakan simbol dari driver yang dipakai :

root@testbed:# ifconfig -a
lo0: flags=2001000849<UP,LOOPBACK,RUNNING,MULTICAST,IPv4,VIRTUAL> mtu 8232 index 1
inet 127.0.0.1 netmask ff000000
igb0: flags=9040843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,DEPRECATED,IPv4,NOFAILOVER> mtu 1500 index 2
inet 10.23.103.60 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
groupname CBTEAXCDR
ether 0:21:28:b3:46:68
igb0:1: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 2
inet 10.23.103.62 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
nxge0: flags=69040843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,DEPRECATED,IPv4,NOFAILOVER,STANDBY,INACTIVE> mtu 1500 index 3
inet 10.23.103.61 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
groupname CBTEAXCDR
ether 0:21:28:b8:c3:24
root@testbed:#

Misalnya igb (Intel Gigabit Ethernet), nxge (Sun 10/1 Gigabit Ethernet), bge (Broadcom Gigabit Ethernet), atau e1000g (Intel PRO/1000 Gigabit). Jadi seperti contoh di atas, interface pertama akan menggunakan nama igb0. Sementara interface lain diberi nama nxge0

Solaris 11 menggunakan konsep datalink yang terpisah dengan physical datalink (network interface). Dengan demikian nama datalink tidak lagi tergantung pada hardware driver. Kita jadi punya keleluasaan untuk mengganti nama link dari network interface tadi dengan nama yang lebih mudah dipahami. Default-nya, nama link adalah net0, net1, net2, dst. Misalnya seperti contoh berikut ini :

root@solaris11:~# dladm show-phys -P
LINK DEVICE MEDIA FLAGS
pci0 e1000g1 Ethernet -----
net2 e1000g2 Ethernet -----
onboard0 e1000g0 Ethernet -----
net3 e1000g3 Ethernet -----
root@solaris11:~#
root@solaris11:~# dladm show-link
LINK CLASS MTU STATE OVER
pci0 phys 1500 up --
net2 phys 1500 unknown --
onboard0 phys 1500 up --
net3 phys 1500 up --
root@solaris11:~#

Pada contoh di atas datalink net0 menggunakan driver e1000g. Misalnya kita ingin mengubah nama link net2 menjadi management0, kita bisa menggunakan perintah dladm :

root@solaris11:~# dladm rename-link net2 management0
root@solaris11:~# dladm show-phys -P
LINK DEVICE MEDIA FLAGS
pci0 e1000g1 Ethernet -----
management0 e1000g2 Ethernet -----
onboard0 e1000g0 Ethernet -----
net3 e1000g3 Ethernet -----
root@solaris11:~# dladm show-link
LINK CLASS MTU STATE OVER
pci0 phys 1500 up --
management0 phys 1500 unknown --
onboard0 phys 1500 up --
net3 phys 1500 up --
root@solaris11:~#

Selanjutnya kita bisa bekerja dengan nama link management0 :

root@solaris11:~# ipadm create-ip management0
root@solaris11:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.37/24 management0/v4static
root@solaris11:~# ipadm show-addr
ADDROBJ TYPE STATE ADDR
lo0/v4 static ok 127.0.0.1/8
net3/v4static static ok 172.16.103.30/24
oam0/link static ok 172.16.103.100/24
onboard0/onboard0 static ok 172.16.103.101/24
pci0/pci0 static ok 172.16.103.102/24
management0/v4static static ok 172.16.103.37/24
lo0/v6 static ok ::1/128
onboard0/_a static ok fe80::a00:27ff:feea:c690/10
pci0/_a static ok fe80::a00:27ff:fe77:60d1/10
root@solaris11:~# ifconfig management0
management0: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 7
inet 172.16.103.37 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
ether 8:0:27:14:4d:92
root@solaris11:~#

Dengan kemampuan mengubah nama link, kita jadi lebih leluasa untuk menggunakan nama yang lebih informatif sesuai fungsi & peruntukan link tersebut.

Set IP Address Solaris 11

Mengganti IP address di Solaris 10 relatif mudah & praktis. Cukup dengan 1 perintah, tidak perlu mengedit beberapa file & perubahannya langsung permanen tanpa perlu reboot. Misalnya kita punya 1  network interface net2 yang belum diberi IP :

root@solaris:~# ifconfig net2
net2: flags=1000842<BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 11
inet 0.0.0.0 netmask ffffff00 broadcast 0.0.0.255
ether 0:c:29:94:85:30
root@solaris:~#

Kita ingin menggunakan interface tersebut dengan IP statis 172.16.103.222/24. Cukup jalankan perintah ipadm untuk mengaktifkan IPnya :

root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static

Maka interface net2 akan aktif seketika dengan IP tersebut :

root@solaris:~# ifconfig net2
net2: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 11
inet 172.16.103.222 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
ether 0:c:29:94:85:30
root@solaris:~#

IP tersebut tidak akan hilang walaupun kita restart mesinnya.

UPDATE :

Misalnya kita coba jalankan perintah ipadm untuk mengaktifkan IP address tapi mendapat error seperti ini :

root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static
ipadm: cannot create address: No such interface
root@solaris:~#

Ini artinya belum ada IP interface pada link net2, kita perlu membuat IP interface terlebih dulu sebelum menambahkan IP address :

root@solaris:~# ipadm create-ip net2
root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static
root@solaris:~#

Cetak Foto Hasil Kamera iPhone

Kemarin saya mampir ke Adorama cabang Plaza Senayan untuk mencetak hasil-hasil foto trip kemarin. Seperti yang saya tulis di tulisan sebelumnya, saya penasaran ingin tahu seperti apa sih hasil cetak foto yang yang dihasilkan oleh iPhone. Saya wanti-wanti pesan supaya operator cetaknya tidak melakukan editing apapun.

Ada 3 foto panoramik yang saya cetak sekadar untuk membandingkan foto asli, hasil edit kontras/saturasi, dan hasil olahan aplikasi. Ternyata yang paling bagus hasilnya menurut selera saya adalah hasil foto yang sudah dinaikkan kontras & saturasinya. Hasil cetak foto aslinya sebenarnya sudah bagus, hanya masih terasa agak flat. Dengan edit minim saja (menaikkan kontras & saturasi), hasil cetaknya tampak lebih menarik. Sementara hasil olahan aplikasi yang menambahkan efek filter dll, tampak terlalu berlebihan.

20130205-215038.jpg

Saya cetak ketiga foto panoramik itu ukuran 10RS (25x30cm), tentu jadi banyak bagian kosong di atas & bawahnya. Harga cetak foto glossy ukuran 10RS di Adorama, per lembarnya dikenai biaya Rp13000,-.

Saya juga cetak 15 foto hitam putih dari kumpulan foto ini. Semuanya dicetak dalam ukuran 6R. Harga cetak foto glossy ukuran 6R, ongkos cetaknya Rp7000,-/lembar. Puas saya dengan semua hasil cetak fotonya. Sepintas bila dilihat hasilnya tidak jauh beda (atau bahkan tidak bisa dibedakan) antara foto hasil kamera digital & hasil jepretan iPhone.

Ganti Hostname Solaris 11

Saya baru tahu ada banyal hal yang baru dari sistem operasi Solaris 11. Salah satunya adalah hal sederhana seperti mengganti hostname sebuah server.

solaris11_logo

Misalnya saya punya server Solaris 11 dengan hostname seperti ini :

root@solaris11:~# uname -n
solaris11
root@solaris11:~# hostname
solaris11
root@solaris11:~#

Untuk mengganti hostname dari “solaris11” menjadi “sol11_testbed01” saya perlu menggunakan perintah svccfg seperti berikut ini :

root@solaris11:~# svccfg -s svc:/system/identity:node setprop config/nodename="sol11_testbed01"
root@solaris11:~# svcadm refresh svc:/system/identity:node
root@solaris11:~# svcadm restart svc:/system/identity:node

Perubahannya instant, saya cukup relogin dan hostname-nya sudah berubah :

root@solaris11:~# su -
Oracle Corporation      SunOS 5.11      11.0    November 2011
root@sol11_testbed01:~# uname -a
SunOS sol11_testbed01 5.11 11.0 i86pc i386 i86pc
root@sol11_testbed01:~# uname -n
sol11_testbed01
root@sol11_testbed01:~# hostname 
sol11_testbed01
root@sol11_testbed01:~#

Solaris 11 langsung memperbaiki file /etc/hosts juga :

root@sol11_testbed01:~# more /etc/hosts
#
# Copyright 2009 Sun Microsystems, Inc.  All rights reserved.
# Use is subject to license terms.
#
# Internet host table
#
::1 sol11_testbed01 localhost 
127.0.0.1 sol11_testbed01 localhost loghost

Tentu ini suatu kemajuan dari apa yang dimiliki oleh Solaris 10. Di Solaris 10 saya perlu mengedit secara manual beberapa file berikut :

  • /etc/hosts
  • /etc/nodaname
  • /etc/hostname.ce0 (untuk semua interface yang ada)

Dan untuk mengaktifkan hostname baru di Solaris 10, saya perlu lakukan reboot server; tentu ini sangat tidak praktis. Solaris 11 rupanya sudah menjawab keterbatasan tersebut.