NFS Di Solaris 11

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis tentang Berbagi ZFS Dataset Lewat NFS. Tulisan itu menggunakan sampel dari mesin Solaris 10. Hari ini saya perlu membagi ZFS dataset di mesin Solaris 11. Ternyata teknik yang sudah saya post sebelumnya tidak bisa dipakai di mesin Solaris 11. Begini error yang muncul saat saya menggunakan perintah yang sama :

root@solaris11:~# zfs create -o mountpoint=/testnfs rpool/testnfs
root@solaris11:~# zfs set sharenfs='rw=192.168.10.99,root=192.168.10.99' rpool/testnfs
cannot set property for 'rpool/testnfs': 'share.nfs' must be one of 'on | off'
root@solaris11:~# 

Saya terus mendapat error :

cannot set property for 'rpool/testnfs': 'share.nfs' must be one of 'on | off'

Saya coba ikuti petunjuk yang ditampilkan pada error itu :

root@solaris11:~# zfs set share.nfs=on rpool/testnfs

Tapi masih tetap mendapat error yang sama seperti sebelumnya. Dari hasil pencarian di Google saya baru tahu ternyata format perintah NFS di Solaris 11 sedikit berbeda. Setelah saya ikut cara yang benar dari referensi Google, barulah saya bisa membagi ZFS dataset testnfs tadi dengan mesin lainnya :

root@solaris11:~# zfs set share=name=testnfs,path=/testnfs,prot=nfs,anon=0,sec=sys,rw=192.168.10.99 rpool/testnfs
name=testnfs,path=/testnfs,prot=nfs,anon=0,sec=sys,rw=192.168.10.99
root@solaris11:~# zfs set share.nfs=on rpool/testnfs
root@solaris11:~# 

Mesin 192.168.10.99 sekarang bisa mengakses direktori testnfs tersebut :

bash-3.00# mkdir /testnfs
bash-3.00# mount -F nfs 192.168.10.30:/testnfs /testnfs
bash-3.00# df -h | grep testnfs
192.168.10.30:/testnfs   141G    31K   141G     1%    /testnfs
bash-3.00# 

Bandeng Isi Ma’ Uneh

Akhir pekan kemarin saya pergi kondangan ke Bandung. Karena saya ingin makan gepuk, seorang rekan saya merekomendasikan Warung Nasi Ma’ Uneh di jalan Padjajaran (tidak jauh dari GOR Padjajaran, di sisi kiri jalan). Warung nasi ini menjual masakan Sunda. Gepuk juga tersedia di sana, bagi yang belum tahu gepuk itu adalah daging sapi yang sudah dibumbui lalu digoreng. Rekan saya menyuruh saya mencoba ikan bandeng isi & masakan remis (semacam kerang kecil). Ternyata betul ikan bandeng isinya benar-benar enak. Tentu ikan bandeng ini sudah tidak ada tulangnya, karena dagingnya sudah diolah, dibumbui, & dimasukkan kembali ke dalam kulitnya.

Masakan remisnya juga enak. Gepuknya malah terasa biasa saja, rasanya masih kalah dengan gepuk merek Nyonya Yong. Ini tampilan menu makanan yang dijual di sana.

Meskipun ada menu seperti itu, pengunjung bebas memilih menu di etalase. Pegawainya akan mengambilkan makanan yang kita pilih untuk kemudian digoreng lagi sebelum disajikan. Seperti umumnya restoran khas Sunda, lalapan & sambal sudah jadi menu wajib yang disajikan tanpa kita harus memesannya. Saat saya datang sekitar pukul 7 malam kurang, warung nasi ini masih sepi. Lepas pukul 7 banyak sekali pengunjung yang datang untuk makan malam. Harganya menurut saya sangat terjangkau. Untuk 2 bandeng, 1 remis, 1 perkedel, 1 gepuk, dan 2 nasi putih; saya cuma menghabiskan Rp65.000,-

Ikan bandeng isinya membuat saya ingin kembali lagi makan di sana. Sangat recommended untuk dicoba.