Membaca Buku Di iPad

Sejak punya iPad saya sering menghabiskan waktu membaca buku digital. Salah satu sumber saya mendapatkan buku digital adalah dari SCOOP. SCOOP ini semacam toko buku digital. SCOOP menyediakan fitur yang mudah untuk melakukan pembelian buku langsung dari iPad. Tinggal klik judul buku, klik Beli, lalu bayar via kartu kredit, dan sekejap buku yang diinginkan langsung ter-download ke dalam iPad. Tidak hanya buku, beberapa nama majalah seperti SWA juga tersedia di sana. Harganya mirip dengan edisi cetaknya. Ada keuntungan tersendiri bila membeli buku/majalah digital seperti itu, tidak perlu ada tumpukan buku/majalah bekas di kemudian hari.

Keuntungan lain bila sedang bepergian, beberapa buku & majalah bisa langsung dibawa dalam iPad. Membawa beberapa buku konvensional saat bepergian cukup merepotkan : berat & makan tempat di tas. Mungkin kalau buku yang saya bawa cetakan luar negri akan terasa lebih ringan. Saya selalu kagum melihat kualitas material buku cetakan luar negri yang meskipun tebal tapi jauh terasa lebih ringan. Tapi balik lagi soal makan tempat tadi, tidak peduli seringan apa bukunya buku konvensional tetap saja makan tempat di tas.

Kalau melihat dari skala SCOOP menurut saya masih kalah lengkap koleksinya bila dibandingkan dengan toko buku konvensional seperti Gramedia. Mungkin masih jauh bila harus dibandingkan dengan Amazon Kindle Store. Saya masih berangan-angan koleksi buku di SCOOP ini sama banyaknya & sama lengkapnya seperti Gramedia. Tentu ada kelemahan mengkoleksi buku digital seperti ini. Musuh utamanya adalah daya tahan baterai perangkat yang dipakai. Kelemahan lain yang saya rasa adalah dengan adanya akses Internet di perangkat seperti iPad, saya jadi mudah terganggu aktivitas membacanya. Entah karena ada email masuk atau karena terdorong keinginan untuk browsing tentang sesuatu yang saya tidak paham dari cerita yang sedang saya baca.

 photo 194164e9-5c0d-43c8-a6f5-cdc52fadc0e9_zps07fe5c7d.jpg

Beberapa hari lalu saya cukup kaget mendapati novel baru Dan Brown sudah tersedia di SCOOP. Mungkin edisi cetak bahasa Indonesianya sudah ada di Gramedia, saya sudah lama tidak mengunjungi Gramedia. Karena saya termasuk penggemar novel-novel Dan Brown, saya senang juga tahu novel terjemahan Bahasa Indonesianya sudah bisa didapat. Untuk urusan buku fiksi saya masih belum bisa menikmati edisi aslinya dalam bahasa Inggris. Kemampuan bahasa Inggris saya belum sampai untuk bisa menikmati novel fiksi berbahasa Inggris. Sejauh ini saya baru setengah jalan membaca Inferno tadi, novel yang menarik untuk dihabiskan segera.

Ukuran layar iPad menurut saya cocok sebagai ebook reader, tulisan yang ditampilkan seukuran dengan edisi cetak. Perangkat lain seperti Galaxy Note 2, menurut saya sedikit kekecilan untuk menampilkan buku digital. Saya jadi sibuk zoom-in dan menggeser-geser halaman untuk membaca keseluruhan paragraf. Memang lebih enak menggunakan perangkat kecil seperti Galaxy Note karena bisa dipegang dengan satu tangan secara nyaman. iPad 3 ini cukup melelahkan bila dipegang berlama-lama menggunakan satu tangan. Oh ya tadi saya lupa cerita kalau akun SCOOP itu bisa diakses dari beberapa perangkat yang berbeda. Misalnya tadi saya beli buku Dan Brown Inferno dari iPad, saya bisa men-download-nya juga ke dalam Note 2 saya.

Bagaimana dengan Anda, apa Anda juga senang membaca buku di iPad atau gadget lainnya?

Continuous Shoot Nikon D7000

Kemarin salah seorang rekan mengirimkan pesan via BBM : “buat nikon D7000 gimana caranya biar bisa motret beberapa kali?”. Ternyata maksudnya adalah mode continuous, sekali tekan tombol shutter kamera otomatis memotret terus menerus sampai tombol shutter dilepas. Langsung saya jawab ada tombol di sebelah kiri atas yang bisa diputar-putar. Ternyata rekan saya (tepatnya pacarnya yang punya kamera ini) tidak paham yang saya maksud. Saya pun lupa apa simbol yang tercantum di tombol tersebut. Terpaksa saya ambil kamera D7000 & memotret bagian kiri atasnya. Dengan foto penjelasan saya lebih bisa ditangkap oleh rekan saya tadi.

 photo 3C08E35D-3373-4341-B9F8-8BC05B92589F_zpsoad4pftm.jpg

Tombol bagian kiri atas Nikon D7000 terdiri dari 2 saklar yang bertumpuk satu sama lain. Bagian atas bisa langsung diputar & dipakai untuk mengubah mode pemotretan (P,S,A,M). Bagian bawah sedikit unik karena untuk dapat memutarnya kita harus menekan tombol kecil yang ada di sampingnya terlebih dulu. Di saklar bagian bawah inilah kita bisa memilih mode continuous shoot. Ada 2 pilihan mode continuous shoot : CL & CH. CL maksudnya “Continuous Low”, kalau tidak salah sekitar 3fps (frame per second) sedikit lebih lambat tapi bisa dipakai untuk mengambil foto dengan resolusi maksimum. Sementara CH maksudnya “Continuous High” bisa mencapai kecepatan sampai lebih kurang 6fps. Tapi CH punya keterbatasan resolusi foto. Saya lupa tepatnya berapa resolusi maksimum yang bisa dicapai dengan mode CH ini. Dan pilihan S di samping CL adalah default setting, maksudnya single shoot (satu foto untuk satu kali pencet tombol shutter).

Sinkronisasi Data Antara 2 Mac

Sehari-hari di rumah saya bekerja menggunakan Mac mini. Namun bila pergi ke kantor atau ke tempat client, saya membawa Macbook Air. Bekerja dengan dua komputer menimbulkan masalah sinkronisasi data. Sehari-hari saya melakukan 2x sinkronisasi secara manual. Sebelum berangkat kerja saya melakukan sinkronsasi dari Mac mini ke Macbook Air dan sepulang kerja saya melakukan sinkronisasi balik dari Macbook Air & Mac mini. Repot? Resiko bekerja dengan 2 komputer yang berbeda.

 photo IMG_1899_zps3d38ea42.jpg

Saya memilih untuk menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi. Perintah yang dipakai seperti berikut :

rsync -tarv --delete  ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/

Perintah ini dilakukan dari Macbook Air, untuk melakukan sinkronisasi ke Mac mini. Folder ORACLE-Stuff adalah tempat saya menyimpan semua berkas pekerjaan. Sementara IP 192.168.10.13 adalah IP statik Mac mini saya. Opsi --delete itu maksudnya semua berkas yang ada di Mac mini namun tidak ada di Macbook akan dihapus sebelum proses sinkronisasi berjalan. Opsi -t dipakai untuk mempertahankan modification date semua berkas yang disinkronisasi.

Memang sekarang layanan cloud sudah banyak dan mudah digunakan seperti misalnya Dropbox. Saya bisa saja menaruh semua data pekerjaan di folder Dropbox sehingga tidak perlu lagi melakukan sinkronisasi manual seperti di atas. Tapi dengan kondisi akses internet sekarang rasanya menggunakan Dropbox tidak efisien. Folder kerja saya ukurannya cukup besar, mencapai 27GB. Memang saya punya space kosong di Dropbox mencapai puluhan Gigabyte, tapi bukan itu kendala utamanya. Kendala utamanya menurut saya adalah memindahkan semuanya ke Dropbox mungkin perlu waktu berhari-hari untuk menyelesaikan proses upload & sinkronisasinya.

Balik lagi ke soal rsync tadi, daripada mengetik perintah yang sama berulang-ulang saya simpan kedua perintah tadi dalam file .bashrc di Macbook Air.

ttirtawi@macbook-air:~$ cat .bashrc 
syncmacbooktomacmini(){
    echo "    rsync -tarv --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ "
    echo "Syncronize MacBook data to MacMini :"
    echo "  rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/"
    while true; do
        read -p "Are you serious to sync MacBook to MacMini? " yn
        case $yn in
            [Yy]* ) echo "Starting to sync..."; rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/; break;;
            [Nn]* ) exit;;
            * ) echo "Please answer yes or no.";;
        esac
    done
}

syncmacminitomacbook(){
    echo "Syncronize MacMini data to Macbook :"
    echo "  rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ ~/ORACLE-Stuff/"
    while true; do
        read -p "Are you serious to sync MacMini to Macbook? " yn
        case $yn in
            [Yy]* ) echo "Starting to sync..."; rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ ~/ORACLE-Stuff/; break;;
            [Nn]* ) exit;;
            * ) echo "Please answer yes or no.";;
        esac
    done
}
ttirtawi@macbook-air:~$

Jadi saya tinggal jalankan fungsi syncmacminitomacbook atau syncmacbooktomacmini, lumayan menghemat mengetik perintah rsync yang cukup panjang tadi.

Fungsi sinkronisasi tadi bisa juga saya gunakan saat saya ingin menyamakan data dari Macbook ke laptop kantor (Lenovo X220). Saya menggunakan ElementaryOS Linux di Lenovo x220, selama rsync terinstal di komputer tersebut proses sinkronisasi data jadi mudah.

Solusi lain yang lebih mudah mungkin dengan memindahkan semua data pekerjaan yang dipakai oleh beberapa komputer ke dalam external harddisk. Semua data di simpan dalam external harddisk, tinggal colok ke komputer mana saat diperlukan. Meskipun sederhana tapi saya rasa cara ini kurang efisien, malah cenderung ribet. Bagaimana dengan Anda? Apa metode Anda untuk sharing data antara beberapa komputer?

Menanti Bolt Super 4G

Bolt Super 4G adalah provider internet baru di Indonesia. Bolt menawarkan layanan internet cepat dengan teknologi 4G (LTE), kabarnya kecepatan internet yang ditawarkan mencapai lebih dari 72Mbps. Mungkin ini terobosan baru karena sampai sekarang belum ada provider mobile Internet di Indonesia yang menyediakan akses Internet secepat & semurah yang Bolt 4G tawarkan.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Sabtu lalu saya memutuskan untuk membeli modem Bolt 4G ini di Pazia Taman Anggrek. Sayangnya seperti banyak calon pelanggan Bolt lainnya, saya belum dapat menggunakan layanan Bolt ini. Meskipun sudah punya modemnya, kartu SIMnya belum dapat diaktifkan. Halaman web untuk aktivasi layanan masih belum bisa diakses.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Modem yang saya pilih adalah tipe Mobile Wifi. Dulu saya pikir Bolt 4G ini bisa diakses via iPhone 4S atau iPad 3G saya yang sudah memiliki fitur LTE. Ternyata tidak bisa, teknologi LTE yang dipakai oleh Bolt berbeda dengan yang digunakan di iPhone/iPad. Menurut salah satu rekan saya ini karena ada 2 standar di dunia yang mengatur tentang LTE, yang satu berkiblat ke US (yang dipakai di iPhone/iPad) sementara yang lain kiblatnya ke China (yang dipakai oleh Bolt Super 4G ini).

 photo IMG_3038_zpsbbfdfb88.jpg

Modem ini perlu bisa di-charge lewat port mini USB yang ada di bagian sisinya :

 photo IMG_3039_zpsa2c07fbf.jpg

Bagian belakangnya bisa dibuka seperti ponsel pada umumnya, terdapat slot kartu SIM, slot untuk kartu microSD & ruangan untuk batere (baterenya berukuran 2300mAH) :

 photo IMG_3041_zpsb1b75d1d.jpg

Modem Wifi yang saya beli ini mereknya ZTE tapi ternyata buatan pabrik di Sidoarjo. Saya tidak tahu apakah ini maksudnya modemnya benar-benar diproduksi di Sidoarjo atau hanya packaging-nya saja yang dilakukan di sana.

 photo IMG_3034_zps96961ae3.jpg

Dalam paket promo modemnya ini disertakan beberapa kelengkapan seperti batere, charger mini USB, dan sebuah kartu SIM seperti ini :

 photo IMG_3040_zps2e505d5d.jpg

Photobucket Pictures, Images and Photos

Saya lihat di Twitter, banyak calon pelanggan Bolt yang kecewa. Silakan baca sendiri di Internet, banyak sekali twit yang muncul dengan hashtag #bolt4g. Mereka rata-rata sudah membeli modemnya jauh-jauh hari sebelumnya. Karena gosipnya harga modem ini akan naik sampai sekitar Rp800.000,- bila layanan internet Bolt sudah aktif. Harga promo modem WiFi Bolt ini di Pazia adalah Rp299.000.- Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan rencana launching yang tertunda alias molor beberapa kali dari jadwal semula. Saya termasuk salah satunya, minggu lalu rekan saya mengabarkan bahwa Bolt 4G akan aktif di tanggal 14 Desember 2013. Makanya Sabtu lalu saya memberanikan diri membeli modemnya. Ternyata sampai hari ini layanan Bolt masih juga belum aktif.

Entah benar atau tidak berita yang mengatakan bahwa launching aktivasi Bolt terkendala regulasi Kominfo tentang aturan penerapan teknologi 4G/LTE di Indonesia. Kalau lama sekali menunggu seperti ini, bisa-bisa Bolt Super 4G bakal disomasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Atau jangan-jangan ini hanya sekadar strategi marketing untuk mengumpulkan pelanggan sebanyak-banyaknya?

Update 25 Desember 2013
Tadi malam tanggal 24 Desember 2013 layanan aktivasi Bolt akhirnya dibuka. Saya baru bisa melakukan registrasi setelah pukul 9 malam. Setelah proses aktivasi layanan Internet Bolt langsung bisa dipakai. Di tempat saya aksesnya masih kalah cepat dengan layanan internet kabel dari Fastnet. Hasil tes Speedtest cuma mendapat kecepatan 3Mbps.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Mechanical Keyboard

Beberapa bulan lalu saya penasaran sekali dengan yang namanya “Mechanical Keyboard”. Awalnya saya penasaran setelah membaca salah satu artikel tentang kecepatan mengetik. Konon katanya menggunakan mechanical keyboard bisa membantu meningkatkan kemampuan mengetik. Entah benar atau tidak.

DasKeyboard for Mac photo DSC_1627_zps26297e18.jpg

Mechanical keyboard ini masih menggunakan switch mekanik di setiap tombolnya. Salah satu merek switch yang populer dipakai adalah Cherry MX. Cherry MX sendiri memiliki beberapa tipe : Blue, Brown, Black, dan Red. Masing-masing switch memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Blue Switch misalnya dicirikan dengan bunyinya yang cukup keras & jarak tekan yang cukup dalam dengan sensasi clicky pada tekanan tertentu. Di halaman web http://www.daskeyboard.com/blog/mechanical-keyboard-guide/ terdapat penjelasan tentang apa itu mechanical keyboard komplit dengan gambar & animasi untuk ilustrasi.

Setelah browsing banyak artikel di Internet, ternyata saya baru tahu bahwa keyboard tipe ini popular di kalangan gamers. Ada beberapa merek mechanical keyboard yang terkenal dan sering dibahas di forum-forum, misalnya Filco, Ducky, DasKeyboard, Leopold, Razer, dll. Hasil browsing tadi membuat saya tertarik untuk membeli keyboard merek Filco, merek ini mendapat cukup banyak review yang bagus. Di Kaskus ada beberapa penjual mechanical keyboard. Sayangnya tidak ada yang memiliki stok Filco Majestouch Ninja. Saya tertarik dengan tipe Majestouch Ninja karena desain tombolnya yang unik, angka/hurufnya tidak dicetak di bagian atas tombol tapi di sisi depannya. Sehingga sepintas semua tombolnya terlihat hitam semua bila dilihat dari atas.

Setelah melihat-lihat di Kaskus saya akhirnya memutuskan untuk membeli mechanical keyboard merek DasKeyboard di salah satu seller di Kaskus. Kebetulan sekali DasKeyboard punya tipe khusus untuk Mac. Saya pilih yang menggunakan Blue Switch, saya cukup penasaran tentang bunyi click-nya. Setelah dicoba ternyata benar keyboard ini cukup berisik. Saya setuju kalau ada yang berpendapat di Internet tentang ada sensasi “serius bekerja” saat mengetik dengan menggunakan keyboard yang berisik seperti ini 🙂 DasKeyboard ini cukup berisik, hampir seperti berisiknya mesin ketik.

DasKeyboard for Mac, click photo DSC_1573_zps5cfab4eb.jpg

Tag linenya cukup merepresentasikan produknya : “The mechanical keyboard that clicks”. Link di bawah ini adalah rekaman bunyi DasKeyboard saat saya gunakan mengetik :

 

Kualitas DasKeyboard ini sangat baik, kokoh & cukup berat. Untuk menyambungkan ke komputer DasKeyboard menggunakan kabel USB. Ada 2 colokan USB di ujung kabelnya. Satu untuk jalur komunikasi keyboard-nya sendiri, satu lagi untuk keperluan USB Hub karena ada 2 USB Port di sisi kanan. Dua port USB tadi bisa dipakai untuk menyambungkan mouse atau USB flash drive.

Masing-masing tombol pada mechanical keyboard dapat dilepas tutupnya. Bila tutupnya (atau dikenal dengan keycap) dilepas, kita bisa lihat tipe switch yang digunakan. Ini misalnya foto blue switch pada keyboard saya.

CherryMX Blue Switch #2 photo DSC_1591_zpsf0b9fb14.jpg

Uniknya lagi karena masing-masing keycap bisa dilepas, kita bisa menggonta-ganti keycap-nya. Pada foto berikut misalnya, saya sudah mengganti beberapa tombol dengan custom keycap merek Keycool.

Ducky & RSS Keycap photo DSC_1620_zps2b85df23.jpg

RGB Keycap photo DSC_1618_zpsea4fabb4.jpg

Aslinya tombol ⌥ (Option/Alt) di Mac keyboard berada tepat di samping tombol ⌘ (Command/Cmd). Tapi dengan susunan seperti itu di DasKeyboard ini jari kelingking saya agak sulit beradaptasi dengan tombol ⌃ (Control) yang berada jauh di kiri. Saya lebih nyaman bila tombol Control berada lebih dekat dengan tombol ⌘. Jadi saya tukar saja susunan tombol ⌥ & Control, tentu saya perlu melakukan perubahan di OSXnya juga via System Preferences -> Keyboard seperti screenshot berikut :

Mac Keyboard Modifier Keys photo mac-modifier-key_zps1a50ce35.png