iSCSI adalah teknologi yang biasa digunakan untuk menghubungkan server dengan SAN (storage area network). Biasanya harddisk terhubung langsung dengan server melalui konektor seperti SATA, SCSI, atau SAS. Protokol iSCSI mengemulasikan koneksi SCSI melalui jaringan TCP/IP. Keuntungan utamanya adalah fleksibilitas dalam menyambungkan server dengan storage (atau disk array). Jauh lebih flexible karena koneksinya melalui jaringan TCP/IP. Untuk mendapat throughput yang cukup untuk keperluan transfer data, tentu perlu koneksi yang cukup stabil & setidaknya memiliki bandwidth 1 Gbps melalui Gigabit Ethernet.
Dalam terminologi iSCSI setidaknya ada 2 istilah penting yang perlu kita kenal :
- iSCSI Target : ini adalah server yang memiliki storage & membagi-bagikannya kepada server lain yang membutuhkan.
- iSCSI Initiator : ini adalah client yang akan butuh storage dengan mengakses iSCSI Target.

Dalam tulisan ini saya akan menulis langkah-langkah sederhana untuk membuat CentOS Linux sebagai iSCSI Target & juga sebagai iSCSI Initiator seperti pada gambar di atas. Server yang akan menjadi iSCSI Target adalah sansvr01, sementara server yang menjadi iSCSI Initiator adalah dev01. Idenya adalah server dev01 membutuhkan tambahan storage, server ini akan menggunakan storage yang di-share oleh sansvr01.
Untuk komunikasi iSCSI, kedua server akan menggunakan network 172.16.10.0/24. Network ini terpisah dari public network 192.168.10.0/24.
Menyiapkan iSCSI Target
Mesin sansvr01 menggunakan CentOS 6.5 & mempunyai konfigurasi IP seperti berikut ini :
root@sansvr01:~# ip addr show
1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 16436 qdisc noqueue state UNKNOWN
link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
inet 127.0.0.1/8 scope host lo
inet6 ::1/128 scope host
valid_lft forever preferred_lft forever
2: eth1: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP qlen 1000
link/ether 52:54:00:8b:ec:a5 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 172.16.10.5/24 brd 172.16.10.255 scope global eth1
inet6 fe80::5054:ff:fe8b:eca5/64 scope link
valid_lft forever preferred_lft forever
3: eth0: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP qlen 1000
link/ether 52:54:00:66:ec:19 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
inet 192.168.10.111/24 brd 192.168.10.255 scope global eth0
inet6 fe80::5054:ff:fe66:ec19/64 scope link
valid_lft forever preferred_lft forever
root@sansvr01:~#
Mesin sansvr01 memiliki 2 buah harddisk yaitu sda (boot disk-nya) & sdb (harddisk yang akan dijadikan shared storage). : Continue reading