Tes Baca PenDrive Sense

Tadi saya tes PenDrive Sense untuk mencari tahu berapa kecepatan baca komputer pada external harddisk ini. Hasilnya seperti ini nih :

tes baca sense portable harddisk

Hasilnya 22.5MB/sec…..Aneh juga, masa kecepatan baca ke harddisk lebih besar daripada kecepatan baca ke media USB flash disk ya? Kan teorinya komputer akan membaca data lebih cepat dari flash memory daripada ke harddisk. Atau sebenarnya command hdparm itu bukan untuk menentukan kecepatan baca yang sebenarnya?

Surabaya (part 2) – Hotel Sahid Surabaya

Saya tiba di Surabaya pukul 09.30. Dari bandara Juanda saya naik taksi ke hotel Garden. Belum sampai ke Garden, saya dikabari kalau saya disuruh menginap di Santika karena hotel Garden sudah penuh. Tinggal beberapa ratus meter dari Santika, rencana berubah lagi saya disuruh ke Hotel Ibis Rajawali. Sama seperti Santika, Ibis pun sudah. Baru turun dari taksi pun sudah disambut door man, “selamat siang Pak, sudah booking? kalau belum, hotelnya sudah penuh Pak”. Akhirnya saya numpang duduk selama beberapa menit di lobi hotel Ibis sambil menunggu kabar dari Dwidaya travel tentang hotel saya. Lebih kurang 15 menit saya tunggu, saya dikabari Dwidaya kalau hotel yang tersedia adalah Hotel Sahid. Ya sudah, dari situ naik taksi lagi ke Hotel Sahid.

Sampai di Sahid sekitar pukul 10.40, tahu yang terjadi? Belum ada kamar yang siap…saya harus menunggu lagi sampai sekitar pukul 1 siang sampai ada kamar yang siap. Kebayang gak sih rasanya, kesal tapi ya gak bisa komplain lagi (lagian saya kan harus belajar menghargai perasaan orang lain, jangan terlalu banyak komplain, takut ada yang kecewa lagi dengan sikap saya yang sering komplain 😀 ). Duduklah saya di lobi sambil baca novel. Sejam lebih menunggu, kamar saya siap sekitar pukul 12.35. Hotel Sahid ini rupanya salah satu hotel tua di Surabaya. Kesannya bulukan…nyesel deh nginep di sini. Silakan lihat review-nya di komik berikut ini :

Tidak ada akses internet gratis di Hotel Sahid. Yang tersedia hanya layanan Telkomnet Instan di kamar. Di kamar sudah disediakan petunjuk untuk menggunakan Telkomnet Instan, seperti ini :

Tahu berapa biaya untuk menggunakan Telkomnet Instan di sini? Rp1250,-/menit Gila…semahal itu untuk layanan Telkomnet Instan yang pas-pasan? Hari gini masih pake Telkomnet Instan???

Surabaya (part 1) – Airbus A330 & Rebutan Kursi

Jam 3 pagi saya dapat morning call dari Manggar. Katanya bagaimana kalau saya berangkat ke Surabaya pagi ini untuk ganti harddisk internal Primepower 1500? Meskipun masih dalam masa “tenggang”, saya tetap refleks menjawab : OK (ya namanya juga “anak kecil”, biar dibilang orang kadang sering ngambek, disuruh-suruh ya nurut saja 😀 )  Akhirnya saya tidak bisa tidur lagi. Tidak lama kemudian saya dapat info pesawat saya jam 8 pagi ini. Pukul 5.15 saya sudah keluar dari rumah, pergi dulu ambil harddisk spare part.

Pagi ini sampai di airport pukul 6.15. Masih ada banyak waktu. Setelah print tiket di loket Garuda, saya pergi makan di Mc.Donald. Jam 7 saya sudah masuk ke ruang tunggu F2. Infonya pagi ini, Garuda akan menggunakan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ke Surabaya, karena 2 jadwal penerbangan digabungkan jadi 1. Sekitar setengah 8, kami semua disuruh pindah ke pintu F1. Di sana sudah menanti pesawat Airbus A330-300.

Di pesawat saya duduk di 20A. Belum ada duduk, ada seorang pria Jepang (bisa bahasa Indonesia) bilang kalau dia juga pegang tiket dengan nomor kursi 20A…waduh kok bisa begitu. Saya yang sudah duduk dari tadi, tidak beranjak dari tempat duduk. Kasihan juga tuh si Jepang, sampai semua penumpang duduk dia belum dapat kursi. Akhirnya staf Garuda mengganti kursi dia entah ke mana. Untung dia yang dipindah bukan saya, saya kan sudah di posisi yang enak 🙂 .

Naik Airbus besar kok rasanya gak enak ya, gluduk gluduk terus. Mau take off semua bagasi tengah goyang semua. Mau landing juga begitu. Landing-nya juga kasar…kayanya pilotnya mantan pilot tempur.

Portable Harddisk

Ini pengalaman saya pertama belanja barang elektronik secara online. Kemarin saya berniat membeli sebuah portable harddisk. Pilih-pilih di Bhinneka.com (sebenernya cari yang paling murah 😀 ) akhirnya saya pilih PenDrive Sense 160GB. Sayangnya tadi siang sales Bhinneka menelepon dan mengatakan mereka tidak punya stok PenDrive 160GB. Jadi saya ditawari PenDrive 120GB. Bhinneka.com memberikan fasilitas antar pesanan dengan ongkos kirim Rp25000,- (untuk wilayah Jakarta). Tadi sore sekitar pukul 5, barang sudah datang ke tempat saya. Bentuknya seperti ini nih :

Simpel bentuknya. Ini adalah portable harddisk keluaran PenDrive (sama merek dengan flash disk saya). Koneksi ke laptop lewat sebuah kabel USB. Dari sekian banyak produk portable harddisk, PenDrive Sense ini paling murah & paling besar ukurannya. Dengan harga Rp633.000,- saya sudah bisa memperoleh harddisk seukuran 120GB. Bandingkan dengan merek lain (Western Digital, Maxtor, Seagate) dengan harga yang sama saya hanya memperoleh harddisk dengan ukuran 80GB. Produk ini digaransi selama 5 tahun oleh Bhinneka.

Ketika tadi saya coba hubungkan dengan notebook, PenDrive Sense ini rupanya menggunakan harddisk merek Samsung. Di dalamnya sudah ada file system FAT32 (jadi saya tidak perlu memformatnya lagi), space yang tersedia hanya 111GB….boros ya hilang 9GB duluan. Soal kecepatan baca tulis belum saya tes nih, nanti saya update kalau sudah tes kecepatan baca tulis harddisk ini (hasilnya ada di sini). Sekarang tinggal cari wadah untuk menyimpan PenDrive ini…sayang juga kalau lecet.

update : berhubung belum sempat cari casing untuk melindungi PenDrive Sense saya, saya bungkus saja dengan bubble wrap seperti ini (Bubble wrapnya ngembat bekas bungkus memory Primepower server di kantor 😀 ) :

Di dalam boks PenDrive Sense ini, saya juga diberi kartu berisi nomor registrasi untuk dapat men-download beberapa macam software dari websitenya PenDrive. Salah satu yang boleh diambil dan digunakan secara bebas adalah Carry it Easy +Plus. Carry it Easy +Plus sebenarnya adalah shareware software yang bisa Anda download di internet untuk 30 hari hak pakai. Khusus untuk pembeli PenDrive Sense, diberi gratis lisensi untuk 365 hari pakai. Software ini dapat digunakan untuk mengatur backup dari PC ke dalam harddisk eksternal. Baru saja saya coba mengamankan data-data email dari Microsoft Outlook dengan Bantuan Carry it Easy +Plus ini. Cukup mudah, tinggal klik dan pilih bagian email mana yang perlu diamankan. Lihat screenshot-nya ini :

Ada juga fitur untuk menjadikan PenDrive Sense ini sebagai PC lock (user harus menghubungkan Sense ini supaya PC dapat dipakai). Selain mengamakan data email, software ini juga dapat dipakai untuk mensinkronkan folder yang ada di dalam notebook dengan backup-nya di dalam Sense ini. Rasanya ini penting bagi saya untuk mengamankan foto-foto dari kamera Nikon saya yang tiap hari semakin bertambah banyak. Ada gak ya software macam ini yang freeware? 😀 Di web PenDrive, ada juga disediakan software yang sifatnya gratis, misalnya Firefox Portable, GAIM Portable, Thunderbird Portable, OpenOffice Portable….cukup menarik untuk diambil. Tidak perlu instalasi, penting kalau sedang nebeng pakai komputer orang lain.

Mainan berikutnya adalah menginstal Linux di portable harddisk ini 😀

Beberapa Kekeliruan Berbahasa

Ada beberapa kekeliruan penggunaan Bahasa Indonesia yang sering sekali saya dengar baik di percakapan sehari-hari maupun di media massa. Di antaranya adalah :

  • “merubah”
    ini yang sering acap kali saya dengar bila orang ingin menggunakan kata “ubah”.
    Bukankah seharusnya mereka menggunakan kata “mengubah”? Saya sering kali mengomentari orang yang menggunakan kata “merubah” dengan lelucon ini : Rubah sih saudaranya Serigala…mengubah kok jadi merubah” :))
  • “analisa”
    menurut KBBI, kata yang tepat seharusnya adalah “analisis”. Ini sering sekali saya dengar, sudah berulang kali pula saya mengulangi koreksi bahwa yang tepat seharusnya “analisis”.
  • “agar supaya”
    ini merupakan bentuk pemakaian kata yang berlebihan. Kata “agar” dan “supaya” sama artinya, jadi penggunaan keduanya sekaligus tidak tepat dalam struktur Bahasa Indonesia. Saya lupa istilah untuk penggunaan kata yang berlebihan semacam ini.
  • “tivi” atau “teve”
    ini merupakan kekeliruan yang sering terjadi saat orang menyebut televisi. Televisi yang biasa disingkat TV, sering diucapkan sebagai “TiVi” padahal seharusnya diucapkan sebagai “TeVe”.

Nah baru tiga kekeliruan yang saya ingat, sebenarnya masih banyak kekeliruan yang sering kita dengar/baca sehari-hari. Nanti saya tambahkan bila ingat yang lainnya. Tadi saya tergerak menulis topik ini setelah mendengar siaran berita di televisi.

Update :

  • “sekedar”
    seharusnya “sekadar” loh..